
Heny langsung kaget mendengar ucapan El barusan, yang kedengaran cukup santai tapi pedes, air mata Heny sudah tidak bisa di bendung lagi alias langsung meleleh semakin deras
El menoleh kesamping melihat Heny yang sudah terisak tangis karena ucapan El barusan, dan El juga baru tau kalau hati seorang cewek memang gak bisa di kerasi dan perlu dengan penuh kelembutan seperti biasanya dia memperlakukan Heny
El kembali menarik Heny dan dibawa dalam dekapannya, serta mengelusnya lembut kepala Heny dan ....
Cup..... kehilafan kembali El lakukan dengan singkat dia mencium kepala Heny dengan lembut
“udah abang minta maaf, abang salah, gak seharusanya abang ngomong gitu, kalau akhirnya membuat Kamu nangis seperti ini” ucap El sambil mengelus lembut kepala Heny yang masih menangis di pelukannya
“ Aku minta maaf kalau tadi banding bandingin “ ucap Heny masih sesenggukan
“ Ya udah jangan di ulang lagi ya, gak boleh ngomong kayak gitu lagi, abang sama kayak kamu, sama dengan yang lain, begitu juga dengan Abah sama Umi, mereka juga pernah ada di titik terendah, dan walaupun kemewahan tersaji dalam keluarga kami, kami gak pernah mau hidup dengan penuh kemewahan, bahkan berlebihan, keserdehanaan lebih cukup bagi kami” ucap El memberi wejangan pada Heny
Heny terdiam dan mengangguk, memang tak semua sultan seperti apa yang Heny bayangkan, bahkan pacarnta sendiri justru marah di mana saat dia mengira seenak lisannya mengucapkan bayangannya mengenai sultan
Dan Heny cuhup kagum dengan pacarnya yang sangat sederhana, dan Heny membalas pelukan El dan terus berkata maaf pada El dengan sisaan isak tangis yang masih ada
Cukup lama hHeny dalam pelukan El hingga akhirnya kesadaran mereka saat berbuat khilaf membuat keduanya melepas pelukan tersebut dan Heny yang malu salah tingkah sendiri
“ maaf ya bang...” ucap Heny salah tingkah
“ Kenapa Khilaf juga?” gurau El dan Heny tersenyum
“ Udah yuk, kita kesana dulu” ajak El pada suatu tempat yang cukup romantis untuk mereka berdua
Disalah satu toko perlengkapan camping Il dan teman temannya sedang memilih perlengkapan untuknya yang masih tidak membawa sama sekali, bahkan Il hanya membawa ransel kecil saja, baju dan celana juga gak bawa, karena keluar dari pesantren Il mengenakan atasan dan pok bawahan saja, dan itu menyulitkan dirinya untuk mendaki gunung nanti
“ Beb..... Mau yang mana peralatannya?” tanya Il pada Ucup
“ Beb.... Elo aja tadi gak mau tak panggil Beb , sekarang giliran elo manggil gue Beb” elak Ucup gak terima
__ADS_1
“ Kan Elo cocok gue panggila Beb, lembut gitu, Bebek kan juga cocok hehehe pisss” jawab Il sambil mengacungkan kedua jarinya ke atas
“ Serah lah, penting elo sayang sama gue aja” jawab Ucup pasrah
“ Kok sayang.... Jangan jangan kalian pacaran” celetuk Tasya pada keduanya
“ Pacaran ?? gue pacaran sama dia?” kaget Il sambil nunjuk ucup
“ Gak apa apa kali der... Mana tau kita berjodoh “ jawab Ucup santai
“ gue yang ogah beb, punya cowok gak mau modal kayak elo” jawab Il ogah
“ Sama gue aja gimana Beb...” saut Adi yang juga teman sekelompok sama IL
“ Loe mau selingkuh dari gue Beb..” saut Sri yang ikut juga dalam kelompok tersebut
“ Jangan marah marah gitu dong sayang... gue cuman bercanda” Rayu Adi pada Sri
“ Tenang mbak Sri gue gak na*su sama Mas Adi “ ucap Il takut Sri marah
“ Gue juga tau dek, gue nerima dia aja terpaksa kok kasian kelamaan jomblo” jawab Sri santai
“ Jadi Elo gak sayang sama gue beneran yang” ucap Adi kaget
“ Untuk apa sayang beneran, elo aja mau selingkuh tadi” jawab Sri santai
Adi hampir saja membantah dan mau ribut dengan Sri tapi......
“ Eh.......... Udah, nanti aja di lanjutin di puncak, lagi di toko juga” pisah Tasya karena faham dengan pasangan labil tersebut yang sering ribut karena masalah sepele
__ADS_1
Dan bahkan pasangan yang sering menjadi hiburan di tengah malam di atas puncak yang cukup horor, dan mensunyikan di tengah malam
Tapi untuk kali ini sepertinya agak rame karena di liburan semester 2 yang mana sering kali pendaki adalah anak sekolah dan sudah terdaftar beberapa ratus pendaki yang akan naik bareng IL dan kelomponya, karena Il juga sempat mendaftar dulu sebelum mandaki pada pihak perbukitan setempat
“ Aku juga heran kenapa masih lanjut aja sih, kalau dikit dikit ribut, “ ucap Il pada Adi dan Sri
“ Kan gue udah bilang tadi dek, nanti bisa jadi dia bunuh diri karena gue putusin, dan takuut aja nanti gak ada mau lagi setelah gue putusin dia” jawab Sri dan Adi justru membawa Sti pada dekapannya dan di peptin muka si Sri ke ketek Adi
“ Loe beli ini semua Beb?” tanya Tasya pada Il
“ Iya mau bawain ke atas kan nanti Mas Adi” ucap Il pada Adi lembut
“ Apa sih yang enggak buat kamu Adek cantik” jawab Adi sok manis
Semua teman Il manggilnya rata rata kalau gak beb ya Dek dalam arti baby atau adek, karena di sana Il yang palaing keci sendiri di banding yang lain , karena yang lain itu rata rata SMA dan anak kuliahan
“ Tapi gue nanti mau mampir toko baju sebelah bentar ya, gue gak bawa baju sama sekali nih, masak iya gue gak mandi beberapa hari dan hanya pake baju ini aja, dan iya juga gue daki gunung pake sarung gini gak syahdu kayanya yangada gue kesrimpet guling malah” ucap Il ngoceh sendiri
“ Okey beb.... Terserah Mas ucup siap bawakan nanti” ucap Ucup yang paling dekat dengan Il
“ Braider jangan Beb.... Itu untuk Gue ke Elo” ucap Il mambantah bcepat
“ Okey Der.... Siap” jawab Ucup semangat
Ucup adalah salah satu pendaki yang paliang dekat dengan Il, bahkan udah di anggap adeknya sendiri, Ucup kalau di ajak mendaki bila sedang ada acara lain, bahkan kalau kosong dan IL tidak ikut dia memilih di rumah saja, dan enggan ikut
Tapi sebalaiknya, bila Il ikut, dan dia ada acara dia memilih tetap beangkat dan membatalkan acaranya, dan Ucuplah satu satunya orang yang menjadi sandaran Il, yang tau masalah Il luar dalam, walaupun dia agak alay, tapi Ucup sangat bisa di percaya bahkan saat amanah dan sangat peduli pada IL, Walaupun sering kali Il yang nraktir dirinya dan bukan sebalinya
Tapi Il tau kalau Ucup bukan manfaatkan dirinya maupun hartanya, dari ketulusan Ucup selama ini cukup membuat Il percaya kalau Ucup itu orang baik, orang yang bisa mengerti keadaannya saat dia galau, walauoun mereka gak se daerah maupun sepesantren, dan bahkan jarang ketemu, tap kemistri mereka cukup dapat
Dan Il juga tau sadar inilah yang di namakan saudara tak sedarah tapi luar biasa
__ADS_1