
Spontan Henny langsung membuka Notif tersebut dan melihat secara langsung Live Zula dengan El
Hatinya yang sudah akan puliha dari rasa sakit hati itu kembali mengeluap, kembali terbuka akibat irisan dan El yanh sudah membohonginya
El bilang kalau dia sibuk kuliah, El bilang dia gak bisa menghubungi dan gak sempat menghubunginya karena sibuk dengan tugas kuliah,
Tapi nyatanya, semua bohong, El memutuskan hubungan dengannya bukan karena khawatir padanya, tapi karena ada orang ke tiga dalam hubungannya
Ada wanita lain selain dia dalam hati Al,
Henny sudah gak sanggup lagi, Henny seketika meninggalkan Live tersebut dan memblok akin IG El dan juga nomer WA El dan semua yang akun El yang dia ikuti
DERAI AIR MATA langsung berkucuran membasahi pipi mulusnya, hati makin sakit, dada makin sesak , dia gak tau mau ngomong apa, mau menyebut El sebagai laki laki bagai mana
Henny cukup sakit merasa di hianati oleh El, dengan penghianatan yang cukup halu, kebohongan yang menyakitkan baginya
" Ya Allah... Bang.. Apa salah Henny? apa kekurangan Henny? sehingga abang begitu mudah menghianati Henny" ucap Henny sambil terus menangis
" Abang begitu mudah membohongi Henny, padahal Henny selalu percaya sama abang, ya Allah.. Hiks hiks hiks..." tangis Henny makin menjadi
Lebih dari 1 jam Henny menangis, hingga setelah membolak balikkan hatinya, dan dia pikir laki laki seperti El itu tidak pantas untuk di tangisi,
Sayang air matanya tumpah begitu banyak hanya untuk menangisi sebuah kebohongan sebuah penghianatan
" Elo bisa Henny, Elo kuat, Elo bosa move On dari El, banyak laki laki yang lebih dari El, Elo sekarang harus fokus kuliah, fokus untuk meraih cita cita , tanpa harus ada penghalang dalam pikiran loe" gumam Henny menyemangati diri sendiri
Dan Henny sama sekali gak minat lagi dengan El, sudah berniat menghilangkan El dalam hatinya,
Henny mau fokus pada kuliahnya nanti, dan gak akan mau yang namanya pacaran lagi
Seminggu berlalu, Henny berniat kembali ke pesantren untuk kembali fokus ngaji, dan Dia sana sekali tidak cerita sama siapapun tentang penghianatan El,
3 bulan membuatnya cukup kuat untuk belajar melupakan El, untuk siap keholangan El selamanya siap jauh dari El dan saatnya dia kembali fokus untuk meraih masa depan,
Mengenal dan menjadi bagian dakam hidup El, dia anggap sebagai kenangan manis yang harus di kubur dalam dalam, harus di timbun lebih dalam lagi, dan berharap tidak akan jumpa kembali,
Cukup Tau siapa seorang Azmi alfi syahr El Musthofa itu,,
__ADS_1
Di Sekolah BNT, masih sama seperti hari hari sebelumnya, Al masih berusaha mendekati Zula, dan setia menemani Zula agar misinya lancar dan merubah Zula sebagai orang yang sama dengan teman temannya
Al masih menemani Zula yang justru sibuk sendiri dengan laptop di hadapannya,
Dengan beberapa mangkok makanan dan juga beberapa botol minuman yang menemani
Al sengaja merubah jadwalnya di kampusnya yang bersamaan denga jam istirahat di BNT, hanya untuk menemani Zula saja
3 bulan kenal dengan Zula, Al sama sekali gak bosen dan justru makin merasa lebih akrab walau tidak dengan Zula
" Pak... Bapak gak bosen apa tiap hari nungguin Zula, gak jenuh selalu Zula cueki, ?" tanya Zula sambil menyendok bakso dari mangkoknya
" Enggak...." jawab Al santai dan singkat
" Terus apa tujuan bapak untuk seperti ini?" tanya Zula lagi
" Hanya ingin menemani kamu yang gak punya teman" jawab Al makin santai
" Segitu melasnya diriku pak?" tanya Zula makin melotot pada Al
" Enggak juga sih, cuman gue gak mau ada murid gue yang kesepian seperti kamu" jawab Al dan Zula diam tidak lagi bertanya
Padahal Zula jauh menyebalkan bagi Al yang awalnya bahkan sampai sekarang masih sulit di ajak ngobrol
" Gak mau nanya lagi?" tanya Al gantian
" Enggak.." jawab Zula singkat
" Sekarang gue yang tanya sama elo" ucap Al dan Zula tidak bergeming sama sekali masih asyik melanjutkan makannya dengan begitu santai
" Elo mondok di mana sih?" tanya Al dengan pertanyaan yang sudah berulang kali Al tanyakan, tapi Zula sama sekali tidak menjawab
" Gak bosen juga dengan pertanyaan itu?" tanya Zula tersenyum sinis
" Enggak" jawab Al singkat
" Emang mau ngapain kalau tanya gue mondok di mana?" jawab Zula dengan bahasa yang bisa di sebut kurang sopan
__ADS_1
Karena prinsip Zula, kalau Elo sopan gue segan, Al menggunakan Elo Zula menjaeab dengan Gue,
Zula gak peduli itu gurunya maupun pemilik sekolah yang saat ini Zula sudah tau kalau Al adalah pemilik yayasan
" Mau nengoin Elo, gue gak tega lihat Elo yang jarang di sambangi oleh keluarga Elo, gak apa apa dong gue yang nyambangi elo" jawab Al terang terangan
Sontak Zula seketika langsung menghentikan makannya dan menoleh sadis pada Al
Senyuman sinis Zula keluarkan, dengan Hati yang sudah terasa amat teriris
Ternyata dia salah menilai Al, yang menurutnya tidak mandang sebelah mata padanya tapi ternyata sama dengan orang lain, yang menganggapnya sebelah mata karena di abaikan olwh keluarga
" Itu bukan urusan Elo, mau gue di sambangi maupun tidak, itu bukan urusan Elo, " ucap Zula sadis dengan perlahan menutup laptopnya sambil berdiri tegak
" Gue sudah sadar dari dulu, gue sudah mengetahui sejak kecil, latar belakang gue dan keluarga gue, tapi gue gak butuh kasian dari elo, gue gak butuh Empati dari Elo" tambah Zula merasa tersinggung dan salam faham dengan ucapan Al,
Zula langsung mengambil laptopnya dan berdiri hendak meninggalkan Al yang ada di hadapannya itu
Melihat Hal itu, Al langsung peka dan merasa bersalah, seketika Al langsung memegang tangan Zula kuat dan menahannya untuk pergi
" Jangan pergi dulu" ucap Al merasa bersalah
" Elo salah faham" tambah Al lagi
Zula tidak menjawab dan terus memandangi tangan Al yang maish menggenggamnya erat
" Lepas," ucap Zula sadis
" Gue minta maaf , gue salah ucap , elo salah faham" ucap Al meyakinkan Zula
" Lepas tangan gue" ucap Zula yang terus menatap tajam wajah Al yang sudah memelas
Al melihat tangan Zula yang di genggam olehnya, ada rasa dan getaran aneh dalam hatinya saat melihat tangannya yang masih terus menggenggam tangan Zula
" Sorry Gue minta maaf" ucap Al masih merasa bersalah
" Gue masih bisa hidup, gue masih bisa bahagia, dengan keadaan gue yang seperti ini, dan.. Uang gue masih cukup kalau untuk membeli mini market sekolah ini, gak usah sok peduli, kalau dalam hati elo masih berfikir negatif tentang siapa gue" ucap Zula dengan nada angkuhnya, dan meninggalkan Al yang masih berdiri tegak di tempatnya
__ADS_1
Sebenarnya Zula bukan angkuh, tapi sikap orang yang sok peduli justru membuatnya risih dan berfikir negatif