Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Panas Sakit


__ADS_3

Hilya menggandeng tangan Dewi tenannya dan menariknya untuk keluar


" Gak kalian di sini aja, mau kemana?" ucap Heny mencegah Hilya dan Dewi yang akan keluar


" Kalian sahabatku semua, kalian selalu ada untuk gue, gue mau cerita sama kalain" ucap Heny mencegah dan memeluk mereka


Hingga mereka bertiga berpelukan, dan Tiara langsung ikut bergabung memeluknya


Selanjutnya mereka berkumpul kembali dan Heny siap bercerita, tapi sebelumnya


" Huh....." Heny menghembuskan nafas pelan sebelum bercerita


Dan...


Tet....tet....tet....


bel sekolah berbunyi, dan artinya pelajaran akan segera di mulai, Heny menunda dulu ceriranya pada teman temannya


" Nanti lagi gak apa apa, kamu udah betul betul siap untuk cerita" ucap Tiara mengelus pundak Heny


Heny tersenyum dan memeluknya, dari arah luar, pasangan geng nyai ronggeng Dania tersenyum sinis dan bertepuk tangan kegirangan,


" JBG Jomblo baru galau, JBG jomblo baru galau, JBG jomblo baru Galau" Ledek Dania dan gengnya sengaja memanasi Heny


Heny yang cengeng sudah akan mengekuarkan air mata, tapi langsung di usap oleh Tiara


" Loe bisa, Loe kuat, gak perlu nangis" ucap Tiara menguatkan Heny


" Hapus air matamu, loe harus tegar dan abaikan ucapan mereka" tambah Tiara lagi tegas


Geng Nyai ronggeng udah tertawa ngakak, penuh hinaan melihat Heny yang terdiam lemas


" Hahahaha... Tuh kan, dia tuh gak kuat jauh dari Kak El, dia terlalu bucin sama Kak El" ucap Dania bangga


" Jadi gue harus panasin terus ya" ucap Dania bangga


" Jos tuh,... Loe hubungi nomer Kak El aja" ucap Teman Dania


" Okey siapa takut, ada nomer Kak El gak?" tanya Daniah semangat


Dia sendiri juga ingin dekat dengan El cuman Dania bukan level El, dan jauh dari tipikal yang di invinkan El


" Loe minta dari anggota osis aja nanti dapat, mereka pasti punya nomernya kak El" ucap teman Dania Heboh sendiri dan semamgat kalau untuk memanasi Heny


Setelah itu Dania langsung berdiri dan nekat keluar di saat jam pelajaran akan segera di Mulai


Dania keluar untuk menemui ketua osis yang baru, yang menggantikan jabatan El saat ini,

__ADS_1


Heny juga anggota osis, tapi dia gak tau kalau Dania punya rencana jahat untuknya


Plak.... Satu pukulan mendarat di pundak kwtua osis yang baru


" Apa?" ucap sang ketua osis yang dulu pernah dekat dengan Dania, tapi sayang Dania justru menolaknya


Ya ketua osis saat ini memang pintar dan cerdas, tapi sayang dia miskin jadi Dania tidak mau sama dia


" Loe punya nomer Kak El" ucap Dania to the poin tanpa ragu,


Padahal di kelaa sang ketua osis saat ini juga sama di detik detik guru masuk kelas mereka


" Ada kenapa?" jawab sang ketua osis lagi


" Gue minta dong, gue mau brosing untuk masuk ke FK (Fakultas Kedokteran ) di UI, " Jawab Dania berbohong


" Gue malu lanjut di sana Insyaallah" jawab Dania sok sokan


" Yang bener?" tanya osis baru dengan mata berbinar


" Bener dong, boleh kan?" tanya Dania sambil mengedipkan matanya sebelah


" Okey... Gue kirim ke Nomer Loe ya" jawab cepat sang ketua osis


" Okey Thanks ya.." ucap Dania sambil berjalan keluar


" Dania ngapain di sini?" tanya Guru tersebut tegas


" Heheh... Enggak pak, barusan ada perlu sama Pak Ketua osis" jawab Dania sopan


" Ya udah sana masuk kelas kamu sendiri" ucap Pak Guru pada Dania


" Siap pak Terimakasih" jawab Dania sopan dan lanjut keluar


Dania berlari menuju kelasnya dan di sana ternyata sudah ada guru yang siap memberi pelajaran di Kelas Dania.


" Mampus Gue telat" ucap Dania ketakutan


Pasalnya guru yang masuk di sana twrmasuk salah satu guru killer yang mengajarkan pelajaran IPA Fisika, yang super ketat dan gualak


" Assalamualaikum..." Ucap Dania saat masuk


" Waalaiakum salam.... Dari mana saja kamu Dania?" jawab Pak Guru dan bertanya tegas


" Maaf pak tadi saat bell masuk saya kebelet makanya saya keluar " jawab Dania berbohong


" Ya Sudah sana duduk" jawab Pak Guru gak berani memberi sangsi pada Dania

__ADS_1


pasalnya kalau sudah bersngkuran dengan kebelet itu sudah di bantah dan di marah lagi, ya tau sendiri lah selian bikin penyakit juga gak nyaman bestie gak konsen belajar nanti


" Yes...." ucap Dania sambil berjalan menuju bangkunya


Pelajaran di kelas Heny sudah di mulai, semua murid di sana belajar seperti biasa, dengan pelaharan yang cukup menegangkan bagi mereka


Tapi tidak bagi Heny yang mana 1 huruf dan sati pelajaran gak ada yang nyantol dalam pikirannya,


Seminggu yang lalu, di bangku yang sama, Heny masih berstatus sebagai pacar El masih bisa memberi kabar kalau dia akan pulang,


Tapi kali ini Status itu sudah berubah menjadi Mantan


Ya... Mantan pacar yang tiba tiba di pituskan dengan alasan yang gak masuk logika,


Tiba saatnya bel istirahat berbunyi, Heny dan teman temannya lanjut berkumpul di meja Heny, dan siap mendengarkan cerita tentang tragedi retak dan outusnya hubungan Heny dengan sang idola pesantren dan sekolah


Dania sudah pasang ponselnya untuk menghubungi nomer El yang di kirim oleh ketua osis tadi


Dania langsung menyanbungkan dengan sambungan Video Call, sengaja untuk memanas manasi Heny,


Di saat Heny dan yang lain akan bangkit dari kursinya tiba tiba


" Assalamualaikum kak El..." ucap Dania sok manis di hadapan El


" Waalaikumsalam... Dania, apa kabar?" jawab El bertanya balik


El memang ramah dengan siapapun, gak pernah membeda bedakan satu sama lain , bahkan sama adwk kelasnya dia tetap ramah


Awalnya El kaget ada nomer baru yang masuk, karena dia juga sedang gabut untuk menunggu hari jum'at, di mana Hari ponsel Zula aktif lagi seperti biasa, karena Zula sudah kembali ke pessantren saat ini


" Alhamdulillah baik Kak El, kak El apa kabar?" tanya Dania dengan mengeraskan suaranya


Sengaja memang agar Heny juga dengar dan makin panas kembali menangis seperti malam tadi, sesuai dengan info yang dia dapat dari mata matanya


" Alhamdulillah sehat juga kok" jawab El ramah


" Kak El gak kuliah?" tanya Dania sambil ramah dan mata yang sesekali melirik ke arah Heny


" Kuliah, ini sedang istirahat untuk menuggu mata kuliah selanjutnya" jawab El ramah dan tetap asyik tanpa risih


Bahkan saat ini El sama sekali tidak menanyakan dan menyebut nama Heny sekalipun, padahal El juga tau kalau Heny sekelas dengan Daniah,


Hal itu tentu membuat Heny makin sakit, sangat sakit dan mau tidak mau, air mata tidak bisa di bendung olehnya lagi


Lolos, sudah DERAI AIR MATA Heny dan Sakit hati Heny di kala El menanggapi obrolannya dengan Dania


Heny langsung berdiri dan berlari ke luar dari kelasnya

__ADS_1


__ADS_2