
Zain langsung menatap pandangan ke arah Jihan, kalau di bilang Fahri gak mau keluar kamar justru Zain lebih parah, bahkan lebih perkasa dari pada Zain
" Tuh di pandang terus kan Ri.... Ngalahin anaknya yang sudah dewasa mereka, " sindir Tasim pada Zain
Zain justru makin tertawa mendengar sautan dari Tasim, untuk dirinya yang masih sering pandangan memandang sama Jihan
" Gue mah halus orangnya... Santai, gak gragas kayak kalian" jawab Zain membela dirinya sendiri
" Uhuk.... Uhuk...." Irfan langsung keselek mendengar ucapan Zain
Irfan tau bagaimana kegiatan Zain sama Jihan kalau berdua, di kantor rumah sakit apa lagi di rumah
" Kenapa Mas?" tanya Fahri pada Irfan
" Keselek... Dia kan saksinya pak Zain sama Jihan" saut Ismi asal jeplak
" Hehehe Sorry Ya pak.." tambah Ismi merasa segan
" Kan... Alus dari hongkong" jawab Naifa yang sama asal jeplak membuat Zain makin menjadi tawanya
" Halus prosesnya Fa.... Katanya sama istri harus halus" jawab Zain santai
" Iya lah..." sambung Irfan datar lagi lagi semuanya tertawa
" Tuh Han sama sama gak tahan pake celana da*am, tapi juga jauh top cer dari Zain," ucap Fahri santai dan makin nyinyir
" Bini gue kalau gak KB, gue udah punya dua grun kesebelasan Ri.. " bantah Zain sambil menikmati makanan yag di hidangkan
" Alah... Ngapain KB, Gue aja tiap tahun brojol kok" ucap Tasim yang memang melarang Ilma untuk KB
" Lain lah gus, gue kan warga negara yang baik, ikuti program keluarga berencana, " bantah Jihan yang memang sudah mengikuti KB saat di Inggris dulu dan belum melepas KB nya hingga saat ini
" Iya lah... Bu dokter mah bebas" ucap Naifa santai
" Penting kalau nanti ada lebihan harta warisan kabar kabar ya, mana tau dapat jarahan walau cuman 1 restoran" gurau Fahri santai dan tentunya bercanda
" Boleh Gus.. Mau kebagian yang mana? anak anaknya lebih memilih jadi ustadz sama dokter, perusahaan berderet masih nganggur tuh, resto butik apa yang lain? gue udah kebagian perbankan nih..." jawab Irfan sengaja memameri mereka
" Wah boleh tuh.... Beneran Zain?" saut Tasim
" Gimana toh Gus, kami aja mau ikut infestasi akhirat ke sampean kok malah boleh boleh tuh gimana" jawab Jihan membalikkan ucapan
__ADS_1
" Yo monggo dengan senang hati Han... Gini lho kalau sultan tuh Ri... Mau gak jadi tempat infestasi mereka" ucap Tasim ke Fahri
" Udah pernah gue Mas, yang belum di beri resto " jawab Fahri berharap lebih
" Apa lah... Pada ngelantur semua" saut Naifa yang menengahi mereka
" Oh ya Berarti El lulus nanti nih Say?" tanya Ismi dan Jihan mengangguk sambil meneruskan makannya
" Jadi mau lanjutin di mana?" tanya Ismi lagi
" Kemaren keterima di UI, jadi lanjut di Jakarta" jawab Jihan santai
" Depok?" saut Naifa dan Jihan mengangguk
" Manteep.... Nanti biar gantian gue yang pepet lah, mau tak jadikan mantu, biar dapat warisan banyak, kan dekat sama tempat gue" tambah Naifa yang sama dengan Fahri seneng kalau bahas harta Jihan dan Zain
" Pepet aja Tan kalau Mau, " sela Ismi pada Naifa
" Harus mau lah, anak gue juga udah gadis kali Mbak, cantik lagi kayak Uminya" jawab Naifa percaya diri
Karena anak kedua Naifa memang cewek dan selisih dengan El cuman 5 tahun karena sekarang masih duduk di banggku sekolah menengah pertama
" Bukan masalah itu, biasanya buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, Jihan sama pak Zain aja setia, anaknya pasti juga dong" jawab Ismi yang mengerti pacar El
" Kalau mau jadi mantu gue malah seneng gue Fa, tapi El mana mau sama anak gue" saut Tasim santai dan merendah
" Terus siapa pacarnya?" kepo Naifa
" Tuh tuh.... Yang barusan lewat" jawab Ismi sambil menunjuk Heny yang baru masuk gerbang, tapi tidak kelihatan wajahnya
" Yang mana?" kepo semuanya dan langsung menoleh pada arah tangan Ismi kecuali Tasim yang memabg sudah tau
" Udah masuk " jawab Tasim langsung membuat semuanya kecewa
" Panggil kesini dong... Siapa namanya Mbak? biar gue yang panggil" ucap Naifa serius
" Eh jangan say.... nanti malu lagi orangnya" ucap Jihan kasian juga dengan santrinya yang pasti malu saat di panggil ke ndalem apa lagi berjumpa dengan kedua orang tua El
" Yah say... Gak apa apa lho" ucap Naifa saking keponya
" suutt.... Jangan ya say, kasian nanti down lho, " jawab Jihan masih belum mengizinkan
__ADS_1
" Okey deh... Tapi dia ikut wisuda gak sih Mbak?" tanya Naifa pada Ismi
" ikut... Bil ghoib, hikmah di balik Waktu itu say" ucap Ismi melirik Jihan
" Dia nambah 7 juz dalam 40 hari" tambah Ismi lagi
" Yang bener ? jadi ikut wisuda juga malam nanti? " tanya Jihan kaget
" Besok say.... Nanti malam kan masih istimaan" jawab Naifa
" Oh iya deng, dia semaan di mana mba Il?" tanya Jihan kepo
" Kenapa? mau nyimak calon menantu mbak?" saut Irfan dan Zain ikut menoleh
" Menurut Abah gimana?" tanya Jihan pada Zain yang gak jauh darinya
" Gak apa apa.... Belum tau kan dia kalau Umi, Uminya El" jawab Zain santai
" Belum sepertinya, udah tau belum sih mbak?" tanya Jihan lagi pada Ilma
" Ya udah pernah jumpa belum?" tanya Ilma balik
" Ya belum, tapi mana tau El yang ngasih tau sama teman temannya" ucap Jihan santai
" Sepertinya belum deh Han, orang loe tau sendiri, anak loe aja mau ketemu abah Uminya ngumpet ngumpet, di sini tuh gak tau kalau El anak sultan," jawab Tasim yang faham gerak gerik El
" Iya sih.... "
" Nah.. Apa lagi, aman tuh kalau mau menyelidiki calon mantu, biar tau bibit bobotnya saat ngaji" sambung Fahri santai
" Apaan... Gue gak segitunya kali Bang pilih mantu" elak Jihan yang memang gak pilih pilih masalah menantu
Yang penting bagi Jihan dan Zain, mereka sama sama suka sama sama cinta tanpa ada paksaan dari mereka
" Terus apa yang penting dari mantu loe?" tanya Fahri lagi
" Yang penting cantiknya gak ngelebihin gue, " jawab Jihan cepat dan santai
Jihan masih gak mau kesaing kecantikannya dari menantu dan saudaranya, walau aslinya cuman bercanda juga sih, masak menantu cantik di tolak kan sayang
" Hah.... Jadi cuman gara gara itu?" kaget Fahri menghentikan aktifitasnya
__ADS_1
" Iya... Jadi loe kalau mau jadi besan gue, mau jadikan anak loe menantu gue, cuman gampang, anak loe di jelek jelekin aja, biar cantiknya gak ngalahin gue, gue terima lah tuh..." jawab Jihan makin santai dengan gaya bicaranya yang kadang songong dan bergurau ala serius saat berkumpul dengan mereka