
Zula kini sudah tidak bisa membendung air matanya lagi, tapi seketika juga di menghapusnya
Zula rasa kalau pak Kyai dan Ibu Nyai sudah bosen melihat dirinya yang menangis
" Sekali lagi Zula minta maaf abah Umi, Zula mau mengajukan permohonan untuk abah Umi bila abah Umi berkehendak" ucap Zula menyambung ucapannya tadi
Ibu Nyai seketika mendekat dan memeluk Zula, dan mengelus pundak Zula lembut
" Zula mau minta izin, dan di beri kesempatan agar Zula bisa tinggal sendirian, Zula mau kalau Zula hanya punya kamar sendiri, Zula sudah gak sanggup dan gak kuat lagi bila berada di kamar dengan orang yang selalu membuat Zula sakit hati, " tambah Zula langsung menyampaikan keinginannya
Pak Kyai dan Ibu Nyai langsung saling pandang dan gak tau mau jawab apa
Secara saat itu kamar pesantren sudah penuh, dan gak mungkin menetel banyak santri hanya untuk Zula saja
"Abah tau apa yang kamu Rasakan Nak, Abah Juga minta maaf sampai saat ini abah dan Umi belum bisa menjawab siapa ayah dari kamu" ucap pak Kyai tak tega memandang wajah Zula
Zula sedari kecil sering bertanya kepada bapak Kyai dan Ibu Nyai tentang siapa ayahnya
Sedangkan ayahnya Uminya Zula sendiri abah kayai dan ibu nyai tidak tamat dengan wajahnya
Soalnya saat mengantarkan Zula dan dan menyambangi Zula, Umi Zula selalu mamakai cadar dan memakai penyamaran yang tidak jelas wajahnya bagi Umi dan Abah Kyai
" Tapi abah sama Umi Yakin, kalau ayahmu itu orang luar biasa, yang mempunyai gadis secantik dsn secerdas sehebat kamu" tambah Abah kyai yakin dengan duriyah Zula yang sepertinya bukan orang sembarangan
" Kamu tetap semangat ya Nak " sambung Ibu Nyai lagi
" Abah sama Umi adalah abah dan Umimu juga, Kami orang tuamu, kamu tidak tau siapa ayahmu, tapi kamu harus tau kalau Abah ini juga ayahmu" tambah pak Kyai yang selalu mengayomi dan menghibur Zula agat tidak terlalu bersedih dan sakit hati
Zula mengangguk dan terdiam serta sesekali mengusap air mata dan hidungnya dengan Tissu yang selalu dia bawa saat sowan ke Ndalem pak Kyai dan Ibu nyai
" Kalau kamu tidak mau tidur dan sekamar dengan para santri lainnya, Kamu tidur aja di ndalem abah, kamar sebelah sana, kamu tinggal di sana aja ya nak, " ucap Pak Kyai memberi solusi
" Iya nak, sama Umi dan Abah di sini, " tambah Ibu Nyai mempersilahkan
Tapi Zula tidak menjawab, dan merasa tidak mungkin kalau dia ikut dalam keluarga ndalem yang sedari kecil sudah di repotkan
" Karena Abah gak mungkin menyingkirkan semua santri untuk pindah, nanti jadi kecemburuan sosial, " ucap Pak Kyai terus terang
Dan Zula makin diam dan tau apa yang Pak Kyai rasakan, semua di sini sama tanpa ada pembelaan dan perbedaan, sama sama ngaji sama sama bayar, dan Zula faham akan hal itu
__ADS_1
" Apa gini aja, Kamu segan kan? sama Abah sama Umi?" tanya Ibu Nyai lembut
" Kami bikinkan kamar sendiri kamar pribadi untuk kamu, di sebelah taman dekat aula putri gimana?" tambah Ibu Nyai yang akhirnya kepikiran ada tanah longgar di depan aula pondok putri
" Mi... Ada dana?" tanya Pak Kyai berbisik
Zula mendengar hal itu, dan langsung mendongkakkan kepalanya
" Biar Zula yang bangun sendiri ya Abah Umi, Zula masih ada uang untuk bangun itu, " ucap Zula semangat hingga akhirnya abah Kyai dan Ibu nyai menyetujui hal itu dan Zula punya kamar pribadi yang lengkap dengan perlengkapannya
(Dunia hayalan ya Gaes, Fiktif jadi, jangan terlalu di samakan ke dunia nyata, masalah masak ada pondok bangun sendiri, ya namanya juga sultan mah bebas ) 😂
Flasback Off
_____________
Di sisi lain, Al masih sibuk dengan mahasiswanya di kampus miliknya
Ya kali ini dia masuk di mata kuliah fakultas tafsir Al Qur'an, di siang siang yang panas cetar dengan hati yang sama kurang tanang
Al mencoba untuk tetap profesional untuk menjaga kewibawaannya di hadapan mahasiswanya
Kelas yang cukup adem dan nyaman dengan suhu AC yang cukup membuat mata para mahasiswa serasa di gondeli slender, tapi justru membuat Al merasa kemrungsung dan panas banget
" Huh.... Panas ya Allah.." ucap Al sambil mengipaskan bukunya
Hingga akhirnya pelajaran telah usai dan Al segera kembali ke ruangannya
Al dengan berlari kecil ke ruangannya, dan juga menyibakkan kerah bajunya yang di buka semakin lebar saat tiba di ruangannya
Di ruangan yang megah dengan digsain minimalis moderend, Al duduk dan menjatuhkan tubuhnya di sofa ruangannya
Tak lupa tangannya memencet tombol remot AC untuk menabah suhu ruangannya agar lebih dingin
" Huh.... Gue kenapa sih?? cuman ngadepin bocil ngambek sampe segininya rasanya, " gumam Al yang sebenarnya kepikiran pada Zula yang salah faham
Al merogoh ponselnya dari saku celananya dan membuka beberapa pesan yang masuk di akun WA nya
Al membuka beberapa pesan yang masuk dan ada pesan dari kekasihnya yang cukup membuatnya makin panas dan shok
__ADS_1
Yasmin 💗
"Assalamualaikum Abang"
"Abang sudah hampir 5 bulan kita LDRan , "
" Dan selama itu pesan yang sama sama kita kirim dan kita terima adalah sama sama cuman nanyakan makan, kabar dan lagi apa"
" Abang mungkin tidak nyaman dengan LDR seperti ini, sama juga dengan Yasmin yang merasakan hal yang sama"
" Kata kangen saja yang dapat mewakili kesepian hati kita"
" Tapi semakin hari, semakin jarang pesan yang masuk dan pesan yang Yasmin kirim ke abang Al"
" Ya mungkin kita sama sama sibuk, dengan tugas kita masing masing, hingga kita sama sama terlupa dengan siapa diri kita, siapa pasangan kita"
" Dan Yasmin minta maaf, Mungkin ini udah saatnya kita akhiri kegelisaan Yasmin, Kegelisaan Abang juga, "
" Yasmin minta sama Abang, dan Yasmin juga minta maaf sebenar besarnya sama abang"
" Yasmin hanya ingin bilang, kalau Yasmin ingin mengakhiri hubungan kita bang, "
"Yasmin ingin selesaikan kuliah Yasmin dulu, "
" Dan terimaksih waktu abang ke Yasmin selama ini, terimaksih perhatian dan kasih sayang Abang ke Yasmin selama ini, "
" Sekali lagi Yasmin minta maaf tidak bisa lanjut lagi, dan cukup sampai sini"
" Kita jalani hidup kita masing masing dulu ya bang, kita jalan sendiri sendiri dulu untuk saat ini, "
" Dan Yasmin yakin, kalau kita berjodoh, Allah akan menemukan kita lagi, "
" Doain Yasmin agar Yasmin segera lulus dan menjadi mahasiswi cumloude seperti Abang dulu"
" Wassalamualaikum Abang..."
Begitu kiranya pesan panjang dan berderet dari Yasmin untuk Al
Al sudah gak tau harus jawab Apa dan bagai mana? perasaannya maki hancur dan maki panas, tanpa kejelasan apapun Yasmin secara sepihak mengakhiri hubungannya
__ADS_1