
Sesudah pamit kini El dan abah uminya sudahh berada dalam mobil El, dan mobil Zain serta Jihan di tinggal di sana, karena kemaren Jihan ke Rumah abah Umi mertuanya bareng dengan El, karena kebetulan kemaren Zain ada meeting di kantor travel jadi Jihan dan El yang di suruh nyusul kesana biar gak bolak balik
“ Gimana tadi perginya El” tanya Zain membuka cerita
“ Iya pergi kemana aja?” tambah Jihan juga kepo
“ Kepo” saut El menjengkelkan
“ Heh.....” kesal Jihan pada El, sambil memeluk lengan Zain dan menyandarkan kepalanya pada dada Zain
“ Orang tua gak ada akhlak” ucap El cepat dan...
Tuuiing...... bantal yang di dekat Jihan melayang ke arah El dengan sengaja,
“ Yang ada kamu yang gak ada akhlak” jawab Jihan membalikkan ucapan El
“ El kan masih polos Mi” jawab El alay
“ Polos apanya?” tanya Jihan ketus
“Udelnya..” jawab El ngasal dan membuat Zain dan Jihan tertawa ngakak
El tak merespon apapun dan kembali fokus pada jalanan malam yang cukup rame karena malam senin biasanya para orang orang yang habis liburan akhir pekan baru pada pulang sebelum pagi nanti beraktifitas kembali
“ Terus gimana El tadi kamu jalan sama Heny?” tanya Jihan kembali kepo
“ Ya biasa sih, awalnya sempat deg degan, karena saat El datang El sudah ditunggu sama ayahnya, Heny El sempat takut nanti din suruh ngapa ngapain, takut suruh dang melamar Heny, atau Apa” ucap El mulai bercerita
“ Haaa..... Suruh ngelamar?” tanya Jihan dengan pertanyaan melintas di pikirannya
“ Bukan lho MI, itu oikiran El saja” jawab Zain yang faham
“ Lha jadi aslinya gimana?” tanya Jihan lagi
“ Ya gak di tanya apa apa, cuman ngobrol biasa, tentang dulu El mondok di mana, dan malah berpesan kalau bisa El suruh nunggu Heny sampai selesai kuliyah dan lain lain lah, ibarat cita cita udah tercapai lah” jawab El menyambung ceritanya
Jihan dan Zain masih setia mendengar curhatan El dan anak anaknya yang lain
“ Terus El bilang, besok kalau Heny udah lulus biar kuliah sama El, jusrtru Ibuknya seneng karena udah ada yang jagain anaknya” Tambah El lagi
“ Dan dari situ El ambil kesimpulan kalau Heny Lulus MA nanti, El mau langsung nikahin saja ya bah mi” ucap El meminta persrtujuan dan perestuan
“ Apa ....?” kaget Jihan
__ADS_1
“ Maksudmu apa?, bapaknya bilang jangan buru buru kok kamu seenak udelmu” ucap Jihan membantah keras
“ Ya kan ibunya bilang kalau besok Heny kuliah biar sama El saja, beliau malah kebih tenang” jawab El lagi
“ Alah modusmu itu, Ibunya Heny gak akan bilang gitu kalau kamu gak nawarin duluan” bantah Zain yang faham dunia permodusan
“ Iya sih... Tapi bener kan bah, makanya dari pada besok jagainnya setengah setengah seperti bang Al, kan mending El nikahin sekalian, biar sekalian jagain dhohir batin” jawab El enteng seperti buang kulit kacang
“ Kamu pikir nikah apa mudah El?” tanya Jihan yang makin lama makin gemes dengan anak satunya ini
“ Nikah tinggal nikah, nanti semua di jalani bareng bareng, kan semua udah halal” jawab El makin santai
“ Iya kalau itu memang bener, tapi coba sekarang kamu tanya abah, gimana bah menjalani pernikahan 25 tahun, gampang dan mudah gak?” ucap Jihan agar El belajar lebih lanjut tentang rumah tangga sebelum gegabah
Zain langsung faham dan terus memandangi wajah Jihan yang ada di dekapannya,
“ Gimana Bah?” tanya El pada Zain
“ Apanya?” tanya Zain yang sedari tadi fokus dengan wajah Jihan
“ Mudah gak menjalani rumah tangga sampai puluhan tahun saat ini?” tanya El menurut pada ucapan Jihan tadi
“ Sulit berat” jawab Zain singkat dan cepat
“ Umi luar biasa” jawab Zain terus menatap Jihan
Begitu juga dengan Jihan membalas tatapan Zain yang sangat melekat dan sangat mendalam,
Sebenarnya sampai saat ini m ereka juga msih gak nyangka, kalau mereka akan kembali bersama, dulu hanya pasrah dan bertahan yang bmereka perjuangkan, hanya minta tolong sama Allah, kalau memang sudah tidak berjodoh ya di jauhkan, tapi kalau memang harus bersatu ya di dekatkan
Dan benar, berkali kali Jihan menghilang, Zain tetap bisa menemukan, dengan keras dan sakitnya hati Jihan, Zain juga mampu melunakkan kembali, hingga meraka kemabali bersama, meneruskan bahtera rumah tangga yang terancam punah kala itu
“ Luar biasa galaknya ya bah?” saut El santai
Dan.... Mbuk... Lagi lagi El kena timpah bantal lagi
“ Bukan, Umi mu luar biasa pokoknya, kamu kalau tau ceritanya paling kamu merasaa hutang budi sama Umimu” jawab Zain serius
“ Emang ceritanya gimana?” kepo El
“ Kepooooo” jawab Jihan dan Zain kompak
Mereka merasa kalau El dan anak anaknya yang lain belu waktunya tau tentang cerita masa lalunya
__ADS_1
Perjalnan santai selama kurang lebih 1 jam mereka lalui, dengan bercanda dan bercerita ala kadarnya di sepanjang perjalanan hingga kini mobil El sudah masuk kedalam parkiran dengan Jihan dan Zain sudah masuk ke rumah duluan
Keesokan harinya, Jihan dan Zain lanjut beraktifitas seperti biasa, dan El yang di rumah mulai paking paking, karena lusa dia juga harus pindah ke Jakarta
Di rumah sakit, Jihan sudah selesai menjalankan oprasi, dan kini sedang berada di ruangannya untuk memriksa berkas berkas penting untuknya, tiba tiba ponselnya berdering tanda panggilan masuk melalui video call dari Il yang dari kemaren susah di hubungi
“ Assalamualaikum Umi cantikku.....” Ucap Il saat sambungan Video call terhubung
Lumayang ada sinyal di bukit tempat Il camping, beda dengan bukit bukit sebelumnya
“ Waalaikum salam sayang” jawab Jihan sambil tersenyum manis pada buah hatinya yang tingkahnya melebihi dirinya yang masih muda
“ Gimana sayang? Udah makan belum nak?” tanya Jihan sangat perhatian sama Il
“ Udah barusan, Il bawa bubur instan, gak makan mie kok Umi” jawab Il beralasan
Soalnya Jihan itu melarang keras anakny makan mie sering sering, tapi terkadang keadaan juga membuat mereka sering kali berbihing dan menerjang
Ya mau gimana lagi? Namanya hidup sendiri, bahkan di pondo itu paling identik dan tradisi makan mie,
“ Bener lho nak, jangan makan mie, kalau camping mending bawa nuget sosis bubur apa kentang aja dari pada pake Mie terus terusan” ucap Jihan mewanti wanti
“ Iya iya Umi, Il gak makan mie kok, tadi aja makan bubur” jawab Il menyakinkan
“ Bohong Mie, orang barusan makan mie bareng Ucup kok” Saut ucup dari belakang Il
“ Apaan sih loe” kesal Il mengusir Ucup
“ Nak ucup sehat nak?” tanya Jihan yang juga kenal ucup
“ Alhamdulillah sehat Umi” jawab Ucup malu malu
“ Alhamdulillah.... Nitip anak Umi ya nak” ucap Jihan
“ Siap Umi” jawab Ucup semangat
“ oh ya mi, habis ini Il ke krimun ya” izin Il pada uminya
“ Gak pulang aja ke rumah nak?” tanya Jihan oada Il yang gak mau pernah pulang
“ Enggak jenuh, Il lanjut liburan gak apa apa kan MI?” tanya Il lagi
“ Ya udah lah, hati hati gak boleh terlalu lasak ya” pinta Jihan dan Il langsung girang
__ADS_1