Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Sungkan


__ADS_3

Kini El sudah di dalam toko baju, atau butik yang tak jauh dari konter tadi


El sedang berkeliling untuk mencari baju buat Heny, yang bisa di pake untuk keluar dan gak alasan masih pake sragam lagi


El sudah muter dan tanpa pikir panjang El mengambil beberapa baju dan gamis asal ngambil dan mungkin ukurannya sama dan pas untuk Heny,


Di tambah dia juga beli masker agar si pujaan hatinya juga bisa nyamar dari persembunyian akibat melanggar peraturan


Setelah itu El kekasir denga gaya cool dan santainya untuk membayar semua belanjaannya untuk Heny,


Lagi lagi El manjadi perhatian para wanita penjaga kasir, gimana tidak? orang anak SMA beli baju perempuan semua, mana banya dan yang beli tampan lagi


" Banyak banget mas belinya" ucap sang kasir


" Iya mbak...." jawab El santai


" Untuk ceweknya ya..."


" Iya..."


" Mau dong jadi ceweknya juga mas" goda kasir sebelahnya


" Mbak bisa aja, tapi maaf saya gak mau mbak.." jawab El ramah dan maki santai


Dan banyak gelak tawa yang terdengar dari rekan kerja sang cewek yang menggoda El barusan, karena Penolakan El yang begitu lembut tapi to the poin


" Gak apa apa lah, kalau gitu belikan aku baju juga gak apa apa mas" ucap kasir tersebut kembali genit


" Ambil sendiri ya mbak..." jawab El ramah dan membuat kasir tersebut langsung girang


Dan teriakan serta sorakan dari rekan lainnya ikut meminta gratisan baju baru dari El


" Tapi bayar sendiri ya.." ucap El setelah menerima kertunya kembali dan langsung pergi dari toko tersebut


Memang dasar si El, suka banget bikin orang mati gaya tiba tiba baru saja mau grang bersorak gembira dapat baju gratis , lah tiba tiba down dan lesu karena ulahnya yang konyol itu


Sampe luar El masih senyum senyum sendiri melihat ekspresi para penjaga toko yang semua tiba tiba lesu


" Ngapain senyam senyum..." ucap Heny yang justru membukakan pintu untuk El

__ADS_1


" Pasti senyum dari dalam untuk para cewek kan??" tambah Heny makin cemburu


" Bukan dong.... Senyum untukmu... Kan mau berjumpa denganmu..." gombal El langsung membuat Heny salah tingkah


" Jangan marah marah gitu dong.... Gak tak pulangin nanti ke pesantren" ucap El yang ikut masuk ke dalam mobil


" Ngawur... Terus mau di pulangin kemana?" tanya Heny


" Kerumah orang tuaku dong.." jawab El sambil menatap Heny


" Apaan sih.... Gak usah gitu dong...." ucap Heny makin tersipu malu


El makin gemes melihat Heny yang moodnya masih maju mundur ini dan..


" Ini pake biar gak ada alasan lagi untuk gak mau keluar" ucap El sambil memberikan beberapa paperbag pada Heny


" Apaan ini?" tanya Heny sambil membuka paperbag tersebut


" Ya Allah.... Bang... Banyak banget.." ucap Heny kaget dengan isi paperbagnya


" Sesekali kan... Susah si kalau di ajak keluar, " jawab El yang memang baru pertama kali El mengajak Heny keluar dan jalan berdua dengannya


" Gitu tuh kalau di kasih, paling gak suka Abang kalau kamu kayak gitu, gak usah dipikir ngapa sih.... Lagian Abang juga gak pernah merasa kehabisan jatah bulanan loe sayang..." jawab El kesal sendiri kalau Heny seperti itu


Ya namanya wanita ada yang kadang minta tanpa di kasih, ada yang kadang seneng bahkan berharap, ada juga yang seperti Heny saat ini, merasa gak enak aja sama El yang sering kali belikan barang barang


Ya... Untuk El bagaimana bisa kehabisan uang bulanan, orang jatanya perbukan lebih dari hasil usaha Alif, aset 1 lestoran masuk ke rekeningnya tiap bulan


" Iya tapi aku takut di kira matre bang, sama teman teman abang" jawab Heny merasa gak enak banget


" Mereka kan yang bilang?? Yang penting kenyataannya enggak.... Ini Asli Aku yang belikan, bukan kamu yang minta " jawab El cepat


" Tapi..."


" Gak ada tapi tapian... Ayo lah dek... Jangan gitu, " saut El dan akhirnya Heny mengangguk


" Ya udah gantian ya nanti kalau makan biar aku yang bayar.." ucap Heny


" Kayak bawa uang aja..." cibir El

__ADS_1


" Bawa ya.... Enak aja... " bantah Heny


" Okey... Kita makan sekarang ya.." jawab El sambil menampilkan senyum cakepnya


Heny mengangguk dan El menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya keluar area ruko, dan menuju tempat makan yang cukup jauh dari pesantren mereka, agar Heny gak ada alesan lagi untuk menolak keluar


" Abang kok bisa bawa mobil punya siapa ini?" tanya Heny bertanya tanya sedari tadi


" Punya Om, semalem Abang oukang tempat uyut, dan sekalian lah, pengen jalan jalan aja" jawab El santai sambil fokus ke jalanan


Tiba saatnya kini mobil mereka tiba di sebuah rumah makan yang cukup terkenal di sana, di mana lagi kalau bukan Masyaallah nikmat


Rumah makan milik orang tua El, yang sampe saat ini tidak di ketahui siapan apa lagi Heny, yang sama sekali belum tau kalau itu rumah makan punya El pacarnya


Dan kini keduanya langsung turun dengan Heny yang sudah menggu ajan carding dan juga masker yang bida membuat samaran untuknya


Padahal di daerah tersebut jarang ada satri yang mempir kesana, dan bahkan belum pernah, kecuali orang ndalem yang sedang bertugas dan sekalian mampir


Sampai di sana, ada pelayan yang bertugas menyambut dan mengucapkan salam selamat datang dan salam terimakasih untuk para tamu yang datang dan pergi


Karena ucapan salam adalah salah satu doa untuk kita semua, walau terlihat cukup simpel dan sepele


Jadi jangan lupa mengucap salam saat berjumpa dengan teman saudara saat berjumpa , serta di manapun kita masuk ke ruangan dan di mana tempatnya kita jangan sungkan dan enggan mengucap salam


Dan biasanya untuk rumah yabg gak berpenghuni, maupun lama di tempati bersalamlah dengan kata " Assalamualanaa waalaibadillahis sholihin" karena tanpa kita tadi di sana juga banyak makhluk makhluk Allah selain kita manusia


" Assalamualaikum..... Gu...." ucap sang pelayan saat El masul


El segera memberi isyarat dengan telunjuk di depan bibirnya, agar pegawai yang mengenalnya tidak membuka di depan Heny


Soalnya saat ini Heny jalan duluan, dan sudah mengucap salam duluan sebelum El


Sang pegawai mengangguk faham dan tersenyum...


" Waalaikumsalam..." jawab El ramah dan ikut masuk seperti pengunjung lainnya


Heny sudah duduk terlebih dahulu di salah satu meja di pojokan, dan El menyusulnya serta duduk di sebelahnya


Yang mana El sudah melepas baju sekolahnya dan menggantinya dengan kaos pendek, dan tak lupa juga melepas pecinya dan di tinggalkan di mobil

__ADS_1


__ADS_2