
Di sekolah BNT anak anak selain kelas alhir sudah kembali sekolah, setelah seminggu libur, karena anak kelas akhir baru saja selesai UN dan masih ada ujian ujian akhir selanjutnya
Tapi hari ini jam belajar belum stabil untuk mereka, karena guru guru akan ada agenda pertemuan untuk persiapan akhirussanah seperti yang Al ceritakan pada Abahnya pagi tadi
Al masih di Kampusnya dan masih memberi mata kuliah pada anak kampusnya di fakultas Tafsir Al Qur'an
Tak beda dari BNT, banyak mahasiswi yang juga mengidolakan Al di sana, Bahkan mereka tak jarang menghalu menjadi sosok pendamping Al di kemudian hari
Al masih menjelaskan dan menerangkan materi yang dia berikan pada anak didiknya, dan tak jarang dari siswinya melamun membayangkan masa deoan indah bersamanya
" Sampai sini ada pertanyaan?" tanya Al setelah selesai menjelaskan materinya
Tidak ada sama sekali mahasiswa yang bertanya, karena penjelasan Al sangat ditai dan mudah di fahami, entah bagi mahasiswi yang sedang melamun sambil memerhartika dirinya
" Okey kalau tidak ada saya akan memberi test lisan sekarang juga" tambah Al langsung membuyarkan semua mahasiswi di sana
1 Jam berlalu, Al sudah keluar dari kelas yang barusan dia beri mata kuliah, dan ini bertepatan juga dengan jam istirahat anak BNT
Seperti biasa Al langsung akan menuju BNT seperti biasa dan sesuai janjinya dia akan menemani Zula,
Ya walaupun Zula juga menolak cintanya, tapi Al akan tetap berusaha dan tetap menemani Zula
Entah apa yang ada di pikiran Al, dia sampai segitunya pada Zula, dan Rela merendahkan harga diri dan juga wibawanya di hadapan banyak muridnya hanya demi seorang Zula
Bahkan kalau cewek yang sudah dewasa di kampusnya juga ada, cantik lagi juga ada, dan entah apa yang membuat sampai segitunya
Tapi sebelum ke BNT Al kembali keruangannya dulu untuk mengembalikan buku dan kitabnya
Setelah dari ruangannya Al langsung menuju ke Kantin BNT tempat Zula nongkrong
Padahal ini sudah jam setengah 10 lewat, 15 menit lagi dia ada janji dengan para guru untuk membahas acara pelepasan anak anak kelas akhir
Dan sempet sempetnya Al masih bisa mengahmpiri Zula yang saat ini masih asyik menikmati siomay dengan menatap laptop di hadapannya
" Assalamualaikum..." Ucap Al langsung duduk di hadapan Zula
" Waalaikumsalam.. " jawab Zula melirik sekilas dan kembali menyendok siomaynya
" Enak banget tuh... Mau dong" ucap Al yang sebenarnya belum lapar sama sekali
__ADS_1
" Pesan lah" jawab Zula singkat cuek seperti biasa
Al masih menanggapi dengan senyuman dan langsung berdiri menghampiri pedagang siomay yang tidak jauh darinya
" Bude siomay 1 ya" pinta Al ramah
" Eh Pak Al, baik pak, sebentar" jawab Ibu kantin Ramah
Walaupun ngantri kalau Al yang beli pasti jadi nomer 1, dan yang lain ngalah
Setalh 2 menit menunggu Al kembali ke Zula yang masih di posisi yang sama
" Sama kita" ucap Al tanpa di jawab oleh Zula
Al masih bertahan dan tetap menanggapi dengan santai
Al mulai menyendok siomaynya dengan mencoba terus menikmati, padahal perutnya masih lumayan kenyang
" Tadi belajar gak?" tanya Al sopan
" Enggak.... " jawab Zula singkat
" Kenapa di kasih jam kosong?" tanya Zula akhirnya menanggapi balik
" Semalem habis acara kok gak di pondok aja, sepertinya gak banyak santri situ yang masuk" ucap Al sambil melihat teman sepondoknya Zula yang semalam dia juga jumpa
" Males ngapain di pondok, yang ada nanti gotong royong bersihkan pondok" jawab Zula paling ogah soal bersih bersih
" Kok gitu?"
" Loe tau sendiri kalau gue paling males yang namanya gotong royong, loe juga tau kan kalau gue juga gak punya kawan, yang ada gue bersih bersih sendirian karena di asingkan" jawab Zula sadar diri
" Sebenarnya bukan karena gak punya kawan, cuman kamu aja yang menghindari para kawan kawan" jawab Al yanh sudah tidak sungkan lagi pada Zula
" Iya ya.. Tau lah gue belum bisa kembali percaya sama dia, apa lagi sama tuh" ucap Zula terhenti
" Siapa?" tanya Al cepat
" Gak siapa siapa" jawab Zula memilih menutupi siapa musuh bebuyutannya yang nyatanya adalah sepupu Al, karena itu bukan urusan Al juga, tapi urusan dia dengan Nada
__ADS_1
Di parkiran gedung yang luas ini Zain sudah memarkirkan mobilnya di halaman BNT
Zain yang tadinya gak mau membantu Al, tapi di pikir pikir dia gak tega juga sama Al, kalau harus melepas begitu saja
Sedangkan Al baru 5 bulan menjabat dan ini kali pertama mengadakan acara akhirussanah
Walau dulu di pesantren sudah pernah tapi ini beda, dan Al juga perlu pengarahan
Sekalian Zain juga penasaran dengan anak yang di ceritakan semalam dan pagi tadi
Pasalnya Al sehabis joging bareng dengan Abah dan Uminya, di saat Umi Jihan sedang masak Al di paksa dan di desak oleh Zain tentang perasaannya pada Zula
Dan Al yang merasa terpojok akhirnya mengaku kalau dirinya memang suka dengan Zula, walau semalam sudah di tolak tapi Al mau terus berusaha
Tapi Zain ingin memantau dulu mencari tau dulu siapa Zula juga, bagi Zain gak masalah siapa latar belakang Zula, kalau masih mau ngaji, masih mau di pesantresn dan syukur syukur santri ahlul Qur'an Ahlul Kitab Zain sangat mendukung dan kalau bisa gak perlu waktu lama
Karena setelah mendengar semuanya Zain justru mau mempercepat, agar Zula juga merasa punya keluarga punya orang tua atau ayah, yaitu Zain dan Jihan
Zain kini berjalan menuju kantor, dan banyak dari siswi yang di sana menundukkan atau hormat padanya, karena tau siapa Zain
Zain pun menjawab dengan sopan dan memberi senyuman tulus pada santri santrinya atau anak anak murid BNT
" Assalamualaikum.." Ucap Zain saat masuk kantor
" Waalaikumsalam..." jawab sebagian guru yang ada di sana
" Pak Zain silahkan masuk" ucap Pak kepsek yang menyambutnya
" Terimakasih " jawab Zain dan langsung menyalami semua guru laki laki di sana
Mereka lanjut ngobrol basa basi dan Zain masih menunggu Al yang belum kelihatan sama sekali
" Al mana ini? tadi dia yang minta saya kesini" ucap Zain mencari Al
" Iya ya pak, sebentar lagi juga udah mau jam 10, katanya mas Al mau mengadakan Rapat" jawab salah satu guru di sana
" Biasa Bah.. Gus Al di kantin" jawab Ahmed yang kenal dekat dengan Zain juga
" Sama Zula toh?" ceplos guru perempuan yang hafal, dan Ahmed mengangguk
__ADS_1
" Biar saya panggilkan pak" saut salah seorang OB yang menyiapkan minuman untuk Zain
" Udah udah biar saya saja yang kesana, yang mergoki mereka" tolak Zain sopan sambil berdiri hendak memergoki Al