
Yasmin makin gugup dengan ungkapan Al yang terus terang padanya,
Tak bisa di pungkiri, Yasmin juga punya perasaan yang sama dengan Al, dia ada rasa dengan Al, dan laki laki pertama yang dia cintai adalah Al
Al Masih menunggu jawaban dari Yasmin yang masih terdiam pasif, dan menundukkan kepalanya sedari tadi
" Hem... Maaf kalau kamu gak berke....." ucap Al hampir putus asa dan..
" Bismillahirrohmanirrohim.... Iya Saya Yasmin Al Maina, siap dan bersedia taaruf dengan kamu, Bang Al dan siap menjadikan namamu satu satunya dalam hatiku" jawab Yasmin tak kalah mesra
Al membalikkan badanyya dan bersorak..
" Yes yes yes...." ucap Al di balik Yasmin
" Alhamdulillahirobbil Alamin ya Allah...." ucap Al penuh syukur
" Dan maaf ini, sebagai bukti rasa sayang padamu, Al -Qur'an yang penuh makna, seperti cinta kita" ucap Al dengan kembali merangkai kata
Yasmin menerimanya, dan berucap terimakasih, dia gak pandai merangkai kata kata, dan bahkan tidak bisa berkata apa apa lagi karena cukup bahagia, perasaannya pada Al seakan di balas
" Semoga bermanfaat ya,... Dan sebagai pendamping dalam murojaah hafalanmu setiap hati" ucap Al dan Yasmin mengangguk..
Mereka lanjut ngobrol dengan setatus yang berbeda saat ini, kemaren teman saja, sekarang teman taaruf, seperti yang Al harapkan setingkat lebih unggul dari sebelumnya
" Bang Al... " panggil Yasmin lembut
" Hem..." jawab Al menoleh
" Besok bener jadwal sidangnya?" tanya Yasmin
" Heem...."
" Habis wisuda langsung kembali ke Indonesia dong?" tanya Yasmin ada perasaan gimana gitu
" Bukan habis wisuda lagi, tapi habis sidang insyaallah Abang terbang ke Indonesia" jawab Al tanpa rasa peka
" Oh....." jawab Yasmin merasa perasaannya sangat terluka, baru saja jadian masak harus langsung LDR
Yasmin gak berkata lagi, dan menundukkan kepalanya sedari tadi, karena merasa kecewa dan sakit aja sih
" Tapi sebelum wisuda Abang udah balik sini lagi, dan lanjut S2 di sini sekalian biar bisa nemani kamu sampai kita bisa wisuda bareng" ucap Al sontak membuat Yasmin langsung mengangkat kepalanya dan mengembangkan senyumnya
Rasa kecewa barusan sudah hilang, ambayarnya juga sudah pergi, setelah mendengar ungkapan Al yang cukup terlihat romantis saat ini
__ADS_1
" Takut di tinggal kan?" ucap Al memggoda Yasmin
" Lha iya, habisnya masak iya hari ini jadian taaruf, besok sidang, lusa di tinggal, pengen nangis tau gak..." ucap Yasmin sudah berkaca kaca
" Eh... Jangan nangis dong... Abang pulang cuman mau ada perlu aja, nanti cepet balik kok," ucap Al akan mengajukan sesuatu pada Abahnya
" Baik baik di sini ya, jaga diri baik baik juga, " ucap Al sambil menatap Yasmin
Al sudah berani menatap wanita calon masa depannya, wanita yang dia harapkan menjadi JODOH DUNIA AKHIRAT nya,
" Apa mau ikut pulang sekalian biar Abang antar" ajak Al mengajak Yasmin untuk kembali ke Indonesia
" Belum libur Bang..... Target Yasmin pantang pulang sebelum lulus.." jawab Yasmin
" Yaudah... Semangat ya, biar cepet selesai, dan cepet pulang..." jawab Zain lembut
" Abang juga, semangat besok sidang" jawab Yasmin dan Al mengangguk
Ke esokan harinya.....
Di Indonesia....
El berangkat sekolah penuh semangat, sambil membawa paper bag kecil berisi hijab dari Uminya, untuk di berikan pada Heny
Kemaren sore sih El sudah memberikan 2 kantong vesar berisi jajan dari Uminya, pada santri putri, dan tentunya tertuju juga pada Heny
Dan karena ini special dan sekalian menyampaikan salam dari Abah Uminya, El makin semangat dan harus langsung bertemu dengan yang bersangkutan
El merasa mendapat restu dan makin girang aja tanpa basa basi dan umpet umpetan lagi, paling ngumpetnya saat di pondok sama pengurus pondok, kalau di sekolah mah, dia sendiri osisnya merasa bebas, tapi tetap dengan aturan tertentu tanpa kelewat batas
" Alay banget sih loe El, sekolah pake paperbag kecil.. Mana pink lagi" senggol Wawan yang berjumpa dengan El di pertigaan jalan
" Bodo amat.. mau alay lebay mah bodo amat... yang penting isinya special" jawab El santai tanpa menganggap ejekan temannya
" Apa sih isinya?" tanya Wawan sambil mengintip paperbag itu
" Idih kepo kayak emak emak aja loe" ucap El menjauhkan paper bagnya
" Loe habis kiriman ya? elo belikan sesuatu kan untuk Heny.. tau deh gue" ucap wawan sok tau
" Mana pake paperbag lagi, sok mewah deh, nanti kalau uang kiriman loe habis jangan pinjem gue ya.." tambah Wawan yang selama hampir 3 tahun bersama El, dia sama sekali tidak mengenal siapa El sebenarnya
Ya secara kehidupan El sama dengan teman lainnya, tanpa membedakan kekayaan mereka
__ADS_1
" Enak aja... Sejak kapan gue minjem uang loe?" bantah El gak terima
Karena mau pinjem bagaimana? uang dia saja berlimpah, masak iya sekonyol wawan pede mau ngutangnke dia
" Ya Gak pernah sih.. Tapi mana tau loe akhir bulan ini, uang loe habis untuk beli tuh hadiah untuk Heny, loe habis dan nangis nangis minta utang sama gue" jawab Wawan cukup enteng dan ringan
Karena Wawan adalah salah satu tipikal orang yang cerewet dan satu satunya cowok tukang gibah di sekolah,
El yang cuek dan gak mau tau urusan orang jadi tau semua karena Wawan yang selalu mengibah, cukup unik
" Maaf pak.. Bisa di ulang lagi? siapa yang sering utang?" tanya El membalikkan ucapannya
" Hehehehe Gue gak utang ya El, loe yang gak mau di ganti" Jawab Wawan cengengesan
Karena kalau cuman 5000, 10000 El gak pernah menganggap itu hutang, dan selalu menjawab, nanti kalau gue perlu gantian, tanpa menyombongkan dirinya
" Tapi apa sih isinya?" ucap Wawan lagi makin kepo
" Isinya..... Kepo... Nanti jadi bahan gibahan loe di kelas, gak jadi kejutan.." jawab El langsung jalan duluan
Di jam Istirahat El Menemui Heny di kelasnya, dengan membawa hadiah dari Uminya
Yang mana sebelumnya, tadi sudah nitip pada teman sekelas Heny kalau istirahat El mau bertemu, takutnya Heny nanti ke Kantin duluan malah gagal berjumpa
" Assalamualaikum...." ucap El saat masuk kelas Heny
" Waalaikumsalam kak El..." jawab semuanya yang ada di sana kompak
" Gue pergi dulu lah ya Hen... Tuh Kakanda udah menghanpiri" ucap salah satu teman segerombolan Heny
" Makasih ya...." ucap El saat menghampiri mereka
" Pengertian banget sih..." sambungnya saat teman teman Heny sudah menyingkir
" Ya kan mereka takut nanti dapat sangsi dari pak ketos" ucap Heny ngasal
" Pak ketos gak segitunya kali bu catos..." jawab El sambil duduk di hadapan Heny
" Apa Catos?"
" Calon ketua osis selanjutnya
...." jawab El santai dan lembut
__ADS_1
" Bisa Aja, ..." ucap Heny dan El tersenyum
" Ini ada titipan dari Umi, dan sekalian Umi sama Abah nitip salam kenal untuk kamu" ucap El sambil menyodorkan paperbag mungil pada Heny