Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 100


__ADS_3

Kurang dari 1 jam Delia mampu melesaikan sidang Skripsinya dengan sempurna.


Meskipun dia lama mengambil cuti saat itu,Delia tetap mampu menangani semuanya.


Hasilnyapun cukup memuaskan.


Vivi dan Derapun sudah menunggu Delia dengan penuh kecemasan.


Delia keluar ruangan dengan wajah sumringah.


"Ahhh...legaaaa..."pekiknya.


Kedua sahabatnya langsung memeluknya.


"Selamat ya Del,,akhirnya sidang juga.." ucap Vivi.


"Semua berkat kalian yang selalu membantuku dalam mengerjakan skripsiku,,kalau engga..haduhhh..tau deh,,"


"Hehehe,,itu juga karna semangat dan kerja kerasmu Del,,"sahut Dera.


"Em,,kita kemana ni??makan yuks,," ajak Delia.


"Cocok tu..tau aja loe,gue udah lapeeerrrr buanget.."celoteh Dera sambil menunjukan perutnya yang mulai keroncongan.


"Uhhh..dasar lo..giliran soal makan aja nomer satu!" Ejek Vivi.


"Udah,udah..yuks.."Delia menggandeng keduanya.


Langkah Delia terhenti oleh Hans yang secara tiba-tiba muncul dihadapannya.


"Hans?" Ucap ketiganya bersamaan.


"Selamat ya.." Hans memberikan tangannya untuk memberi selamat.


"Em,,iya..terimaksih" Delia menyalaminya.


"Aku mau bicara" Hans mengisyaratkan agar Vivi dan Dera meninggalkan mereka,akan tetapi Delia mencegahnya.


"Kalian tetap disini saja,,Hans,mereka adalah sahabatku dan aku tidak keberatan mereka mendengar semua percakapan kita,aku harap kamu mengerti,karna aku tidak ingin seperti kemarin." Delia merasa trauma atas pemberitaan di media sosial yang dengan mudah menfitnahnya.


"Baiklah,,aku disini akan meminta maaf atas kejadian kemarin,sehingga mengundang berbagai pemberitaan yang membuatmu terganggu. Aku akan mengusut si penyebar fitnah itu. Aku janji,aku akan perbaiki semua"


"Ini bukan sepenuhnya kesalahanmu,tapi aku mohon,,sudah cukup kamu mengurusi kehidupanku,biar aku sendiri yang akan menyelesaikan,toh semua sudah terjadi,dan suamiku sudah termakan oleh pemberitaan itu. Nanti aku akan menyewa seseorang saja untuk mengusutnya."


"Aku tidak akan lagi menganggu kehidupanmu,meskipun aku berharap padamu,akan aku kubur semua harapan itu,demi melihatmu bahagia..tapi aku juga akan tetap mengusutnya. Karna aku curiga ada seseorang yang sengaja mengikuti kita dan mengambil foto-foto dengan engle yang mampu menggiring opini negatif.


Itu bukan hanya unsur kesengajaan,aku yakin itu."


Delia memalingkan wajahnya,menatap jauh kelain arah.


"Maaf Hans,aku harus pergi..permisi"


Delia pergi sambil memikirkan perkataan Hans yang cukup masuk akal.


"Maafin Delia ya Hans,,bye..kita permisi"ucap Dera.


Vivi dan Dera berlari menyusul Delia.


14.00


Delia kembali kerumah Bibi Mira.

__ADS_1


Brian beserta Keluarga sudah menyiapkan kue ucapan selamat untuk Delia.


Ruang tamu sudah disulap dengan decor simple untuk menyambut Delia.


"Masya Allah Tante,,Om,,Kak Bimo " Delia terharu,kemudian mendapat pelukan hangat dari ketiga orang yang menyayanginya.


"Udah jangan nangis! Cengeng!" Ejek Bimo.


"Bimmm...berhenti mengatai adikmu,," bibi Mira menjewer telinga Bimo.


"Sudah,sudah,,ayo potong kuenya,dan makaaan.."ajak Paman Heri.


Delia pun tersenyum,memotong kuenya dan menyuapi mereka satu persatu.


"Del,,"


"Iya Kak"


"Ini,kado kecil dari Kakak"


Bimo memberikan kotak persegi panjang,berwarna gold.


"Apa ini Kak?tumben loe baik ma gue hehehe.." ejek Delia.


"Isss..tiap hari kali gue baik,udah gih buka!"


Delia terkejut saat mengetahui isi kotak itu.


"Woowww Pasport dan Tiket ke Dubai..Kaka sudah menyiapkannya??"


"Iya,seperti janji kakak...ayo,Kakak antar kamu kebandara.."jawaban Bimo, melebarkan senyuman Delia.


"Kok berangkat sekarang si Del,,Bimo mah kebiasaan apa-apa enggak ngomong dulu sama ibu.."rengek bibi Mira yang belum siap ditinggal Delia.


"Tuh,dibagasi mobil sudah ada kopermu beserta isinya. Tadi aku menyuruh bi Ani menyiapkan semua."


"Aaghhh..Kakak..." Delia langsung kembali memeluk Bimo.


"Udah buruan,ayok! Aku juga sudah menghubungi Safa,untuk bersiap menjemputmu nanti setibanya disana." Bimo sangat ingin Brian dan Delia segera berbaikan.


"Baiklah!" Delia sangat bersemangat untuk menemui Brian,karna sampai sekarangpun emailnya tak dibalas.


***


8jam lebih Delia telah sampai di Dubai,dengan penerbangan langsung non translit.


Pukul 01.00 waktu Dubai,Delia sudah dijemput oleh Sony,tanpa sepengetahuan Brian.


Mereka ingin memberi kejutan untuk Brian.


"Sony" panggil Delia.


"Non Delia,,syukurlah non Delia sampai dengan selamat. Mari non..".Sony membawakan koper Delia,mengarahkan Delia untuk masuk kedalam mobil,dan mengantarnya ke Hotel.


Sesampainya di Hotel,Sony mempersilahkan Delia untuk masuk ke kamar Brian.


"Non,silahkan masuk,,"


"Loh,nanti kamu?"


"Saya sudah memesan kamar disana," Sony menunjukan Kamar yang ada diseberang tak jauh dari kamar Brian.

__ADS_1


"Tapi,,a,aku,,aku takut kalau.."


"Tidak apa-apa,,tuan Brian pasti akan senang."


"Aku tidur dikamarmu saja,,karna aku tidak mau kamu dan Safa terlibat,karna aku kemari tanpa sepengetahuan Brian,jadi aku tidak mau kalian ikut disalahkan jika nantinya Brian memarahiku karna kenekatanku ini."


"Tapi non,,"


"Sudah,,engga papa,,besok pagi kalau Brian sudah bangun dan mengijinkanku kekamarnya,baru aku pindah.."


"Baik non" Sony akhirnya mengikuti kemauan Delia.


"Oiya,kalian tetap berpura-pura seolah-olah tidak tahu aku datang kemari"


"Baik non," Sony kembali masuk kekamar bersama Brian.


Sementara Delia memasuki kamar lain yang dipesan Sony.


***


Pagi Hari Delia memoles wajahnya dengan riasan soft,pakaian yang simple namun tetap terlihat anggun.


Bentuk wajah dan tubuh Delia sangat perfect,jadi apapun yang ia kenakan akan tetap terlihat menarik dan elegant.


Pukul 7 pagi,Brian memutuskan untuk berenang,sebelum ia kembali mengadakan rapat dengan Mr.Abdulla.


"Mau kemana lo Ian?"tanya Soni.


"Berenang,loe ikut? Oiya,semalam aku mendapat email dari Roby,tentang pria sialan itu! Sepertinya,pria itu ada hubungannya dengan Ayahku,karna Roby pernah melihat mobil ayahku terparkir di kompleks apartemennya. Kalian selidiki lagi asal usulnya dan ada kemungkinan ,mereka semgaja bekerja sama untuk menghancurkan hubunganku dengan Delia."


"Baik Ian,,em,,oiya,kenapa kamu sampai sekarang masih belum mau menghubungi istrimu?"


"Aku hanya ingin memberinya pelajaran karna berani pergi tanpa seijinku!"


"Tapi itu tidak adil untuknya Ian"


"Kamu tau,aku tidak suka dibantah!"jawabnya dingin seraya melemparkan tatapan tajam kearah Soni.


"Apa masuk akal,Seorang Delia yang sangat mencintaimu akan menghianatimu?semua yang Delia lakukan kemarin juga demi hubungan kalian"


Brian selalu diam saat Soni mulai menceramahinya.


"Ian,Beberapa hari ini saya rasa cukup untuk memberi istrimu pelajaran.Sebagai sahabatmu aku peduli pada kalian,aku harap kamu mengerti!" Soni menarik handuk kasar yang ada di sofa,dan masuk ke kamar mandi.


Brianpun keluar untuk berenang.


Ditepi kol,Brian terus memikirkan Delia.


"Sebenarnya aku sudah memaafkanmu,tapi aku marah saat mengingat si Br*ngs*k itu memelukmu! Aku benci ada pria lain yang menyentuhmu!!.harusnya kamu bisa menjaga dirimu sendiri!!dasar gadis bodoh!"gerutunya dalam Hati.


Tiba-tiba seorang pelayan memberikan infused Water untuk Brian.


"Permisi tuan,,ini untuk tuan"


"Saya tidak memesan apapun"


"Ini pesanan dari seorang Wanita disana untuk tuan"


"Seorang wanita?" Jawab Brian kebingungan,ia mencari-cari keberadaan wanita yang pelayan itu maksud,tetapi ia tidak menemukan siapapun.


"Ya sudah,letakan saja disana" Brian menunjuk kesebuah meja.

__ADS_1


"Baik tuan"


Pelayan itupun menuruti perintah Brian dan pergi.


__ADS_2