Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 158


__ADS_3

Hari ini Delia wisuda S1 nya dikampus.


Brian,Bibi Mira,paman Heri dan Fani ikut menghadiri acara tersebut.


Delia menjadi salah satu mahasiswa Cumlaude terbaik dengan IPK 3,57


Meskipun ia sempat cuti selama 6 bulan,ia selalu belajar. Peran Vivi,Dera dan Hans sangat penting pada saat itu.


"Selamat ya Sayang,,,"Semua memberi selamat atas keberhasilan Delia.


Sempat paman dan bibinya mencemaskan kuliyah Delia saat Delia memilih pergi ke Bali.


Beruntung,ditengah masalahnya Delia tetap melanjutkan kuliahnya lagi,dan kini,bersamaan dengan ini kemenangan hampir berada di tangannya.


Ada perasaan haru dan bahagian,banyak doa ia panjatkan untuk keponakan yang ia sayangi.


Setelah acara selesai,mereka langsung membawa Delia ke makam kedua orang tua Delia.


Lalu mereka bersama-sama pulang kerumah Brian untuk menyiapkan pesta kecil-kecilan.


Tetapi,sesampainya dirumah justru mereka dikejutkan dengan penampakan ruang tengah yang sudah di dekor dengan begitu mewahnya dan banyak tulisan ucapan selamat serta bunga-bunga dan balon bernuansa pink putih.


"Apa ini,,kamu yang menyiapkan ini semua mas??kok bisa??tadi pagi kan masih bersih mas,,"tegur Delia dengan senyuman sumringah.


"Bukan aku sayang,,aku juga bingung,,"


"Bibi?"tanya Delia.


Bibi Mira pun menggeleng.


"Lo Fan?"tanya Delia.


Fani juga ikut menggeleng.


"Lalu? Siapa?"


"Pasti ni inisiatif bibi Ani,,"ucap Brian.


"Bukan tuan,,"jawab Bi Ani tiba-tiba,


Kemunculan bi Ani mengejutkan semua,karena bi Ani dan bi Ijah keluar dengan mendorong kursi roda yang diduduki oleh Oma.


"Oma???"serentak mereka terkejut.


"Iya,Oma sengaja meminta bantuan bi Ani dan bi Ijah serta semua pengawal mu disini untuk membuat ini semua..kamu suka Del?"


Delia tidak bisa berkata apapun,air matanya sudah mengalir deras. Ini kali pertama baginya,Oma berkata lemah lembut padanya.


Delia langsung bersimpuh dihadapan Oma,dan memeluknya erat.


Menangis sejadi jadinya.


"Anak cengeng! Ditanya malah nangis?" Oma pun menyambut pelukannya seraya mengeluarkan candaan dan menjewer telinga Delia.


Tak banyak yang bisa Delia katakan selain


"Omaaa,,,khuk khuk khuk,,Omaaa,,"


Delia terus menangis cegukan.


Sampai semua yang menyaksikan pun ikut larut dalam suasana haru.

__ADS_1


"Hey,,apa kalian mau menyia-nyiakan kerja kerasku untuk menyiapkan ini!!" Oma mencoba mengakhiri drama melow yang sedang terjadi.


Deliapun melepaskan pelukan dan mengusap air matanya.


Giliran Brian yang memeluk Oma dan berterimakasih padanya.


"Terimakasih Oma,,,"


"oiya,Oma sudah boleh pulang dari rumah sakit?kok aku enggak dikabari Oma?"protes Brian.


"Kalau aku kasih tahu namanya bukan surprise dong"


"Sudah,sudah,,,ayo kita makan,," ajak Oma.


Merekapun tertawa haru,dan mulai menikmati kebersamaan yang langka ini.


Tak lupa Fani terus mengambil foto dimoment-moment seperti ini,sebagai kenang-kenangan terindah.


Flash Back


2hari yang lalu


Dirumah sakit.


"Ijah,aku ingin berkeliling taman,kamu bisa bantu saya?" Titah Oma pada Bi Ijah.


"Iya Nyonya Oma.."


Bi Ijah membantu Oma menaiki kursi rodanya.


"Ijah,kenapa Brian belum kesini ya,,yang aku lihat dari kemarin cuma Delia yang mondar mandir kerumah sakit."tanya Oma yang merindukan cucunya.


"Oh,mungkin tuan Brian sedang sibuk Nyonya,,"


Bi ijah bingung akan memberi jawaban apa,karena tidak mungkin kalau bi Ijah mengatakan kalau Brian dan teamnya sedang sibuk mengajukan tuntutan bagi ayahnya dan Widodo.


Bi Ijah mencoba mengalihkan topik lain.


Tetapi,Oma menangkap ada suara samar,beberapa orang yang tengah bergunjing.


Rupanya yang mereka gunjingkan adalah Atmajaya dan Widodo terkait kasusnya.


Dan terkait dibukanya kembali kasus kematian Lidia yang dihubung-hubungkan dengan keduanya.


Seketika kabar tersebut membuat Oma tercengang,ia terlihat shock.


Segera bi Ijah membawa masuk Oma sebelum mendengar beritaa yang lebih banyak.


bi Ijah juga segera memanggil dokter untuk mengantisipasi jika Oma drop lagi.


"Ijah,kenapa kamu membawaku masuk! Kamu pasti tidak ingin aku mengetahui semua! Kamu pasti tahu semuanya iya kan!!" Desak Oma.


"Nyonya,em,,,ssss saya cccc,,cuma,,em,,anu.."


Belum selesai bi Ijah mencari alasan,dokter dan beberapa perawat sudah masuk kedalam untuk memeriksa keadaan Oma.


Cukup lama Dokter memeriksa Oma,dan akhirnya dokter keluar dan menemui bi Ijah.


"Bagaimana dok?Nyonya Olivia baik-baik saja kan?"tanya Bi Ijah dengan wajah pucat,ia sangat takut sesuatu terjadi pada Oma ,jika itu terjadi maka Brian pasti akan memarahinya habis-habisan.


"Tenang bu,,Nyonya Olivia kondisinya baik-baik saja,dia hanya sedikit terkejut saja..maaf kalau boleh tahu apa yang membuatnya terkejut?"

__ADS_1


"Emmm,,,itu tuan,,m mmmasalah,,itu.."jawab Bi Ijah ragu.


"Saya tahu bu,,karena belio sudah dengar dan saya rasa kondisinya cukup mampu untuk menerimanya. Alangkah baiknya jika pihak keluarga menjelaskan sekarang saja,agar belio tidak merasa dibohongi dan kecewa teramat dalam. Saya yakin,belio sudah cukup mampu,,karena besok juga sebenarnya belio sudah boleh pulang."


"Terimakasih dok,,"


Dokter yang biasa menangani Oma pun mengangguk dan meninggalkan bi Ijah.


Bi Ijah masuk kedalam kamar dengan perasaan was was,,


"Ijaj,masuk,,aku ingin menanyakan banyak hal padamu dan aku mohon kamu jujur!!"desak Oma.


",Bbbaik nyonya,,"


"Ceritakan semua permasalahan yang tidak aku ketahui mengenai Atmajaya! Jangan ada sedikitpun yang kamu tutupi !"


Akhirnya bi Ijah menceritakan dari A sampai Z mengenai semua permasalahan yang ada hingga akhirnya Atmajaya dan Widodo dipenjara dan Brian tengah sibuk mengajukan tuntutan dan membuka kembali kasus kematian ibunya.


Cukup lama oma terdiam,Bi Ijah merasa khawatir dengan hal itu.


"Ijah,,"ucap Oma lirih.


"Iya nyonya,,"


"Aku benar-benar tidak menyangka menantu kesayanganku sekejam itu! Dia mengkhiananti ku sedalam ini! Dia,,dia sudah mengahncurkan hidup putriku,dia juga hampir membunuhku!! Aku tahu sekarang ijah,,aku tahu,,,Ijah,,bantu aku menebus semua kesalahanku pada Delia,gadis yang tidak tahu apa-apa yang menanggung beban seberat ini. Aku merasa berdosa padanya Ijah"


Akhirnya Oma pun menangis.


Bi Ijah memeluk Oma untuk menenangkan.


"Maaf Nyonya Oma,kami merahasiakan dari Oma,,karena saat itu kami tahu kondisi Oma,,kami tidak ingin Oma kenapa-kenapa,,Oma harus kuat ya,saya mohon ,,kasian tuan Brian sangat membutuhkan kasih sayang Oma. Begitu juga non Delia. Sebenarnya dia sangat menyayangi Nyonya Oma..sekali lagi Nyonya Oma harus kuat,,dan maafkan kami."


"Iya ijah,,iya,,terimakasih,,"


Flash On.


Ditengah keseruan mereka,tiba-tiba Oma berkata.


"Saya,atas nama pribadi ingin meminta maaf pada kalian atas segala sikap saya selama ini,,"


Mereka yang ada diruang tengah pun terkejut dan menyimak setiap perkataan Oma.


"Terutama padamu dan keluargamu,cucuku Delia.." akhirnya Oma menganggap Delia sebagai cucunya.


"Omaaa,," Delia kembali mendekat dan memeluk Oma.


"Sama-sama Oma,,Delia juga minta maaf ya Oma,,"


"Nyonya Mira,maafkan sikapku juga pada keluarga kalian,,"


"Iya nyonya,,sama-sama,,semua sudah menjadi suratan takdir bagi kami,,yang terpenting sekarang,kami sangat berterimakasih pada Oma,karena mau menerima anak kami,Delia. Kami disini sangat menyayanginya,kini kami tidak lagi


mencemaskan nya karena disini Delia sudah mendapatkan cinta yang sempurna, lebih besar dari apa yang bisa kami berikan."


Suasana diantara mereka kini semakin hangat,dan waktu pun semakin sore,,Bibi Mira dan Fani berpamitan pulang.


Setelah semua pulang,Oma mulai menceritakan bagaimana dia bisa mengetahui masalah yang ada.


Bi Ijah pun meminta maaf pada Brian dan Delia atas kelancangan nya .


Brianpun memaafkan dan justru berterimakasih pada Bi Ijah.

__ADS_1


"Lalu sejauh mana mereka diproses secara hukum Ian?"tanya Oma penasaran.


__ADS_2