
Seiring berjalan waktu hubungan Hans dan Brian mulai membaik dan hangat.
Awalnya Hans menolak jabatan yang diberikan oleh Brian,namun Brian memaksa,Brian mempercayai kinerja Hans.
Beberapa bulan kemudian,Usia kandungan Delia menginjak usia 7 bulan.
Reymonpun semakin gila,setelah semua usaha menghancurkan rumah tangga Delia selalu gagal.
Saat menjemput Seruni sekolah bersama bu Titi,mereka mampir untuk makan siang.
Sambil menunggu pesanan Datang,Delia berpamitan ke toilet.
"Bisakah kamu mengambilkan tissu basahku?yang ada dimeja!?" Suara halus seperti wanita terdengar dari balik pintu toilet.
Pengawal yang mengira itu suara Deliapun akhirnya menuruti titahnya mengambilkan tisu tersebut.
Namun saat Pengawal itu kembali,berkali-kali ia mengetuk pintu toilet tak ada jawaban.
Setelah dirasa cukup lama tidak kembali,bu Titi menyusulnya ketoilet,betapa terkejut dan paniknya saat Delia tidak ada disana.
"Mas,mas,,De de delia,,hilang!" Pekiknya dengan terengah-engah.
"Apa?Non Delia hilang!?" Para bodyguard langsung berpencar keseluruh penjuru restoran dan memeriksa CCTV.
Bu Titi dan pengawalnya pun panik,
Pengawal mengecek setiap sudut tempat makan tersebut,dan dari rekaman CCTV mereka mendapati Delia yang tengah pingsan di gendong oleh seorang Wanita memasuki sebuah mobil.
**
Delia yang tersadar merasa terkejut saat kedua tangannya diikat,ia disekap disebuah kamar.
"Aku dimana??tolongggg!!! Tolong!!"
Mendengar teriakan Delia,Seorang pria datang mendekat dan masuk kedalam ruangan dimana Delia disekap.
"Hallo sayang,,,kamu sudah bangun?"
"Reymon!! Lepaskan aku!!"
"Aku akan melepasmu,jika kamu bersedia meninggalkan pria itu dan kembali padaku!"
"Harus berapa kali aku bilang! Aku tidak akan bisa menerimamu!"
"Aku Benci penolakan!!!"teriaknya tepat didepan wajah Delia.
"Reymon,,aku mohon,,lepaskan aku,,aku sedang mengandung Rey,,tidakkah kau merasa kasihan padaku??" Delia melirihkan nadanya,mengharap belas kasihan Reymon.
Reymon mendekat,dan mengusap pipi mulus Delia.
"Apa kamu ingin aku mengasihimu?"
Delia menangis dan mengangguk...
"Tidak!!!"teriaknya lagi seraya menatap Delia tajam.
"Aku menyukaimu dari SMP,aku tahu orang tuamu orang kaya dan aku berfikir mereka tidak mungkin akan menerimaku! Aku sudah bersusah payah meraih kesuksesan tapi kamu justru menikah dengan bedebah itu!!! Bukannya kamu mencintaiku!! Tidak bisakah kamu menungguku!! Menunggu perjuanganku!!"
"Iya,dulu aku memang menyukaimu,tapi itu bukan cinta,,mengertilah Rey,,aku mohon,,kita tidak bisa bersama,,aku mohon..Allah sudahengatur dengan siapa kita berjodoh"
"Aku akan memaafkanmu jika kamu bersedia menceraikan suamimu dan menikah denganku! Katakanlah kalau kamu masih mencintaiku!"
"Tidak Rey,,aku mohon,,lepaskan aku!!"
"Silahkan teriak sekencang-kencangnya,tidak ada yang akan mendengarmu!! Kamj tahu,,ini villa lama ditengah perkebunan yang ditinggal penghuninya!"
Delia terus memohon tapi Reymon tak peduli ia mengunci Delia dikamarnya.
***
__ADS_1
Mendengar istrinya diculik,Brian sangat murka! Pengawalpun tak luput dari kemarahanya karena kelalaian mereka.
"Dia bukan wanita!Dia Reymon yang sengaja menyamar sebagai wanita untuk bisa masuk ke dalam toilet wanita. Dia tahu,disitulah satu-satunya tempat yang aman untuk melancarkan aksinya!! Sial!!" Gerutu Brian.
Brian mengambil ponselnya kemudian melacak keberadaan Delia.
Beruntung,Brian sudah memasang alat pelacak di kalung berlian pemberiannya waktu itu.
Segera Brian dan pasukannya menuju lokasi penyekapan,Brian juga menelpon Soni untuk mengerahkan anak buahnya.
Ditengah perjalanan ponsel Brian berdering.
📞"Hallo!" Sapa Brian.
📞 "Tidak perlu mencari istrimu,dia aman bersamaku!"
📞 "B***bah!! Jangan pernah sentuh istriku!!"
📞 "Siapkan surat cerai kalian! Atau,,"
📞 "Atau apa!! Awas kalau kamu berani macam-macam!!"
📞"Hahahah,,,sayang,,bicaralah dengan calon dudamu"
Dibalik telepon,Reymon mendekatkan ponselnya pada Delia.
"Mas!! Aku akan baik-baik saja mas,,jangan turuti dia,sampai matipun aku tidak mau kita bercerai" teriak Delia.
Reymon langsung mematikan ponselnya kemudian membuangnya.
Lalu ia membawa Delia yang masih terikat kedalam mobil.
"Kamu mau bawa aku kemana!"
"Aku tidak mungkin terus disini! Suamimu bisa melacak tempat ini melalui ponselku Sayang,,ayo ikut denganku"
Terpaksa Delia mengikuti Reymon,karena dia juga sudah lelah jika terus memberontak,beban diperutnya sudah cukup berat.
"Awww...aww.." Delia meringis kesakita.
"Kenapa sayang?"
"Cihhh..muak rasanya mendengar kata Sayang dari mulut pria gila ini" batin Delia
"Sepertinya anak-anakku kelaparan,,tanganku juga sakit Rey"
"Sebentar ya sayang,aku akan membeli makanan untukmu,,tapi maaf,ikatanmu belum bisa aku lepaskan sampai kita sampai dirumah kita"
Jauh disana Brian memeriksa layar ponselnya yang menunjukan perpindahan titik lokasi dimana Delia berada.
Ia segera menghubungi Soni dan memberitahu titik lokasinya.
"Sial!! Dia mau bawa istriku kemana!!"
Melihat beberapa saat titik itupun berpindah.
Ia kembali menghubungi Soni lagi untuk menghadang Reymon.
"Son,sepertinya dia akan melewati jalan **** kamu cegat dia disana,,mobilnya putih dengan nomer polisi ******"
"Oke,siap!"
*
Mobil Reymon melaju dengan kencang menuju jalan yang cukup sepi.
Karena tidak tega melihat Delia yang merasa kesakitan,akhirnya Reymon melepaskan ikatan Delia.
Delia yang tengah hamil besar kembali meminta ijin untuk buang air kecil.
__ADS_1
"Aku mau pipis lagi!" Ucap Delia.
"Disini mana ada toilet sayang"
"Pokoknya aku mau pipis!!aku sedang hamil besar! Tidak baik menahannya!"
"Tapi kamu jangan coba-coba kabur!"
"Kabur?hah?kamu pikir ini mudah,lari-lari dengan perut besar!!"
"Baiklah!aku ikut!"
"Jangan gila kamu ya! Cepat berhenti!!! Atau aku akan pipis disini!"
Dengan cepat Reymon menepikan mobilnya,Delia keluar mobil dengan membawa satu botol air mineral.
Reymon pun mengikutinya hingga ditepi semak-semak.
Delia meninggalkan Cardingannya di atas semak untuk menutupi dirinya.
"Jangan lama!"titah Reymon.
"Aku harus menggali tanah dulu! Tiba-tiba pengin BAB! Nyulik orang engga ada persiapan amat!!"protes Delia.
Sudah cukup lama Reymon menunggu,berkali-kali ia melihat ,masih ada cardingan yang menggantung diatas semak.
"Hmmm...kenapa lama sekali!Del Del" Reymon mencoba kembali memanggil Delia,namun tidak ada jawaban.
"Sial!! Aku ditipu!!!" Reymon mengambil cardingan dan melemparnya.
Reymon berlari menelusuri semak-semak mencari keberadaan Delia.
Delia yang terpaksa lari pun merasa kelelahan..suara teriakan Reymon pun mulai terdengar.
"Ya Allah,,aku sudah tidak mungkin lagi sanggup berlari dari pria gila itu!! Aku mohon,,selamatkan aku,,kuatkan anak-anakku,,,nak,,kalian harus kuat nak,,bantu mama,,bantu mama,,"batin Delia,seraya mengelus perutnya yang mulai kram.
Delia kembali berlari semampunya,Ia menemukan sebuah ladang yang tengah digarap oleh seorang laki-laki tua.
"Pak pak,,tolong saya,,saya sedang dikejar-kejar oleh orang jahat,,tolong saya,,"isak Delia pecah,,ia berharap bapak itu bisa menolongnya.
"Sembunyilah disini nak"
Pak tua itu menyuruh Delia berjongkok ditepi hasil panen ketela yang menumpuk dan menutupi Delia dengan terpal.
Benar,selang beberapa menit Reymon sampai di ladang tersebut.
Pak tua yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
"Apa kau melihat wanita hamil lari kemari!"tanya Reymon terengah-engah.
"Wanita Hamil?? Tidak tuan" jawab pak tua.
Reymon langsung menarik kerah baju sang kakek.
"Jangan coba-coba membodohiku!! Aku tahu wanita itu berlari kemari!!
"Bbbbenar tttuan,,saya tidak melihatnya,,"
"Delia!!!"teriak Reymon seraya mendekap Pria tua itu,dengan belati dilehernya.
"Aku akan membunuh pria ini jika kamu tidak keluar dari persembunyian mu!! Keluarlah!!" Teriak nya sekali lagi.
"Jangan bunuh saya tuan,,saya berkata jujur tuan,,tolong tuang"pinta pak Tua.
"Del!! Aku tahu kamu mendengar ku,,,aku hitung sampai tiga,,aku tidak peduli lagi!! Saaatuuu"
"Duuuaaaa"
"Tiiiiiiiiiiiii,,,"
__ADS_1
"Ampun tuan ampun,,"