
"Sudah pukul setengah 7 malam,kita kembali kekantor untuk ambil mobil kalian"titah Brian.
"Bro,tunggu!" Soni mengecek semua tubuh Brian,karena dia tidak mau ikut kena omelan dari Delia.
"Apaan si! Lo napsu liat gue cuma pake singlet!" Pekik Brian.
"Gila! Gue bukan pisang makan pisang!! Gue cuma takut,ada luka ditubuh lo dan gue ikut kena omelan bini lo!"
"Alah,bilang aja kak Soni mau nagih yang 20 juta per luka" celetuk Hans.
"Heh,,enak aja!! Anak ingusan kalau ngomong suka bener hahahahaha"
"Udah! Nih...." Brian justru memiting kepala Soni dan membawanya masuk kedalam mobil.
"Kurangajar!!! Ketek lu!!Aaaahhhh!" Pekik Soni,sementara Hans tertawa melihat keseruan mereka.
Mereka tidak peduli kalau mereka masih diarea kantor polisi.
***
Setelah sampai kantor,Soni pulang ke apartemennya,sementara Brian memilih untuk mengantar Hans kerumahnya.
"Aku antar kau kerumah,tapi Kau temani aku beli baju dulu,kau yang turun dan pilihkan untukku!"titah Brian.
"Baik kak"
Hans menjalankan mobilnya ke sebuah outlet pakaian ternama.
Ia memilih pakaian yang hampir mirip dengan apa yang tadi kakaknya kenakan.
"Ini kak," Hans menyerahkan peper bag pada Brian,kemudian ia kembali menjalankan mobilnya.
"Aku kerumahmu dulu boleh?"tanya Brian kikuk.
"Bbboleh kak,,silahkan,,tapi ada Tania disana"
"Iya aku tahu! Tenang Tania bisa tutup mulut"
"Hmm" Hans mengangguk mantap.
Brian dan Hans pergi kerumah Tania yang kini ditempati oleh Hans juga.
"Ian?Hans?" Tanya Tania heran melihat tubuh keduanya kotor dan berantakan.
"Aku mau numpang mandi!" Celetuk Brian tanpa basa basi ia masuk kedalam kamar tamu.
"Hans,,jelaskan pada mba!" Tania melipat tangannya didepan dada dan menatap Hans tajam.
"Critanya nanti aja mba,aku juga mau mandi"
Hans pun menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya.
"Hmmmm...pasti Ian yang ngajakin ni! Bener-bener tu orang bar bar banget!! Udah punya anak juga masih suka berkelahi!!"
Tania terus menggerutu seraya menyiapkan minuman untuk keduanya.
Saat Hans dan Brian keluar dari kamar,Tania langsung berkancak pinggang.
"Heh!! Dari mana kalian!! Ian! Lu udah jadi bapak juga masih suka tawuran! Kalau tawuran jangan ajakin adek lu dong!!"
"Diem mak lampir! Dengerin cerita gue dan janji jangan beri tahu Delia soal apapun! Dia sedang menyusui aku engga mau dia stress."
"Sembarangan lu! Lu ama bini lu sama aja!! Ngatain gue mak lampir huh..! Bruan cerita!"
Brian dan Hanspun bercerita pada Tania.
"Makasih ya Ian,lu udah menolong Hans,,"
__ADS_1
"Sama-sama,,inget! Biar aku saja yang menjelaskan pada Delia.."
"Siap,,udah gih pulang sana ,Delia pasti nungguin,,"
"Oke,makasih tumpangannya,,"
***
Melihat istrinya tengah makan sendiran dimeja makan,Brian merasa bersalah.
"Sayang,,"sapanya lembut seraya mencium ujung kepala Delia.
Delia hanya tersenyum tipis sambil memasukan makanan ke mulutnya.
Ia letakan tas di kursi lain dan lalu ia duduk disebelah istrinya yang masih sibuk mengunyah makanan.
"Sayang,bagaimana hari mu bersama anak-anak,,"tanya Brian seraya memainkan rambut istrinya yang terurai usai keramas.
"anak-anak kita cukup pandai mas,mereka kan sangat sayang sama bundanya,jadi yaa...otomatis selalu membuat bundanya tersenyum."
"Aaah,,,ayahnya jadi jealous ni,,Oiya Sayang,,aku mau bercerita sesuatu,tapi kamu janji jangan marah ya.."
"Hmmm,,"
Brian mengambil alih sendok yang berada ditangan Delia.
Layaknya anak kecil,Brian menyuapi Delia sebelum ia mulai bercerita.
"Ayo mas,,buruan cerita,katanya mau cerita kok malah asik nyuapin aku"
"Hehe...liat kamu makan lucu sayang,,gemes.."
"Aduh,sepertinya aku mencium aroma rayuan dan gombalan..ayo buruan,hari ini kamu berulah apa mas??" Tanya Delia yang amat sangat paham dengan suaminya.
"He,,sepertinya insting istriku ini emang top banget,,gini sayang,,"
Brianpun menceritakan dari awal sampai akhir.
"Hufh,,," Delia menarik nafas panjang dan menghempaskan pelan.
"Sayang,,kamu marah?"
"Ayah Al,El..bunda engga marah,,cuma keselllll...ihhh.." Delia mencubit perut suaminya.
"Awwww...sakit sayang?"
"Masih bisa merasa sakit hah? Tau engga luka yang kemarin aja masih perlu kontrol udah berulah lagi mas mas...kamu tu udah bapak-bapak..jangan suka membahayakan diri sendiri"
"Tapi kan aku ngelakuin itu demi semua sayang,,"
"Iya aku tau,,tapi..ihhh..." Sekali lagi,Delia menarik hidung suaminya.
"Kamu tu mas mas,,,aku aku tu takut mas..takut kamu kenapa-kenapa! Ayo ikut aku mas!"
"Kemana?"
"Ikut aja,,"
Delia meminum air digelasnya sampai habis.
Delia menggandeng tangan suaminya,mengajaknya masuk kekamar.
Tanpa banyak bicara,Delia langsung membuka jas suaminya.
"Sayang,kamu mau apa?"tanya Brian panik plus deg degan.
"Buka kemejanya!"
__ADS_1
"Ih,,sayang,,jangan agresif gitu dong,,nanti anak kita bangun gimana"
Delia hanya melotot ke arah suaminya yang memasang wajah bingung.
"Buka kaosnya!"
Delia pun membantu suaminya membuka singlet Brian.
"Kamu yakin??mau..."
"Jangan ngereesssss" Delia mencubit dada Brian.
"Aaahhh..geli sayang,,kamu mau membangunkan yang dibawah ya..kamu sengaja mancing aku ya,,bukanya kamu masih masa nifas.."
"Helloooo ayah...jangan mesum ya...aku cuma mau ngecek apa ada luka ditubuhmu mas!!"
Delia mulai mengelilingi tubuh Brian dan memgecek setiap bagian tubuhnya.
Brian hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Ia menarik satu alisnya keatas,dan mengunci pinggul istrinya.
"Gimana?aku baik baik aja kan?engga ada luka sedikitpun,,"
"Bagus deh kalau gitu,,oiya mas kamu udah makan mas?"
"Udah sayang,,tinggal makan kamu yang belum"
Brian mencium tengkuk leher Delia.
"Eitz,,inget kata Oma"
Brian langsung melepaskan pelukannya dan jalan mendekati box bayi.
Delia mendekat,membawakan dan memakaikan kaos putih polos untuk suaminya yang masih telanjang dada.
Kemudian ia menggandeng lengan Brian dengan manja.
"Mas,,lihat kedua anak kita,mereka menunggu mu pulang,dari tadi siang mereka berdua rewel,,mungkin ini yang dimaksud dengan ikatan,mereka tahu ayahnya tengah dalam bahaya.
Mas,mereka berharap bisa tumbuh dalam kasih sayang yang utuh,anak laki-laki cenderung mengidolakan ayahnya sebagai sosok yang mengagumkan,berjanjilah Mas,,jangan pernah membahayakan dirimu,jaga dirimu untuk kita. Terusterang,aku sangat takut mas,,kejadian kemarin membuatku semakin takut kehilanganmu,,aku mohon,,"
Brian merangkup kedua pipi Delia menatap matanya yang berkaca-kaca.
Brian tersenyum hangat,
"Sayang,kamu percaya kan sama aku?"
Delia mengangguk,
"Aku tidak akan membiarkan satu orangpun merusak kebahagiaan keluarga kita,aku pria aku seorang ayah,aku harus melindungi keluargaku,akupun akan menjaga diriku sendiri untuk kalian,,aku akan pastikan aku akan baik-baik saja."
Delia memeluk suaminya erat dan menangis.
"Udah dong,jangan nangis,kamu takut ya,,"
Delia mengangguk cepat.
"Uh..cup cup cup...ayo sini"
Brian membopong Delia dan membaringkannya di tempat tidur.
Karena baru selesai makan,Delia bangun lagi dan duduk bersandar.
"Aku belum mau tidur mas,aku baru selesai makan."
"Oke,aku tidur disini ya.."
__ADS_1
Brian meletakan kepalanya di pangkuan Delia,tanpa diperintah Delia langsing memijit kepala suaminya hingga suaminya tertidur.