Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 60


__ADS_3

"Hahaha...kamu mulai cemburu rupanya??" Brian menatap Delia dan menggodanya.


"Idih,siapa juga yang cemburu!!males aja ngladenin mereka yang sok kecentilan!! Dan satu lagi! Kalau kamu ikut denganku,pastikan jangan cari perhatian pada mereka,awas saja kalau kamu berani!!!"acam Delia.


Delia mengakhiri makannya dengan meminum air putih.


"Aku udah selesai mas,adzan magrib udah lewat,ayo mas buruan makannya..kita sholat bareng ya.."


"Hah??sholat?kamu udah ...." Mata Brian berbinar,ia tahu istrinya sudah tidak lagi berhalangan..dan seketika otaknya langsung tertuju pada keinginan yang terpendam.


Delia hanya tersenyum sepertinya ia tahu apa yang ada di pikiran suaminya.


Selesai makan,Brian dan Delia mengambil air wudhu..mereka melaksanakan sholat magrib ,setelahnya mereka menunggu waktu untuk lanjut dengan sholat isya.Kemudian mereka kembali kekamar dan bi Ani sudah membersihkan meja yang tadi mereka gunakan untuk makan.


Delia membersihkan dan melakukan perawatan wajah didepan meja riasnya. Sedangkan Brian kembali disibukan dengan beberapa dokumen dalam laptopnya.


Aroma tubuh Delia yang menyengat menusuk kehidung Brian.


Setiap malam Delia memang sering melakukan perawatan dan memakai body lotion,itu sudah ia lakukan sejak remaja.


Jadi tak heran,tubuh Delia selalu harum,wajahnya bersih glowing dan kenyal.


Sesekali netra Brian melirik kearah Delia yang masih sibuk dengan rangkaian perawatanya.


Setelah semua selesai,Delia yang memakai piyama berwarna maron,menaiki tempat tidur dan berbaring disebelah Brian yang masih menatap layar laptop.


"Apa kamu benar-benar mau tidur!" Hardik Brian sembari menutup laptopnya kasar,kemudian meletakan di meja dekat tempat tidur mereka.


"Iya,,apa lagi,tidur lah mas,besok kita kekampus pagi..huaaaaaa..." jawab Delia menguap,belaga acuh,kemudian membelakangi suaminya.


Brian kemudian berbisik ditelinganya.


"Kamu sudah menggodaku dengan aroma tubuhmu ini..jadi kamu harus bertanggung!!."


Brian mulai mengecup belakang telinga hingga tengkuk leher Delia.


Delia yang merasa geli,kemudian bergeliat memajamkan matanya.


Brian kemudian memeluknya dari belakang dan mengunci tubuh Delia.


"Aku ingin menagih janjimu!apa kamu siap?"bisiknya.


Delia terdiam sejanak,ia masih ragu akan cintanya,belum 100% bisa dibilang begitu.


Delia hanya tersenyum tipis,dan Brian menangkap itu sebagai isyarat setuju.


Tiba-tiba saat Brian baru memulai aksinya,Delia kembali menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya,ia duduk dan melingkarkan tangannya pada lutut kakinya.


Ia menjauhkan dirinya dari Brian.


"Ada apa Sayang??"


"Mas,apa,,apa setelah aku memberikan semuanya nanti,kamu...kkkaamu tidak akan meninggalkanku?" Delia masih merasa ragu,karna cinta mereka kenapa bisa tumbuh secepat ini,apakah suaminya ini benar-benar mencintainya ataukah ini hanya cinta sesaat yang pada akhirnya akan melukainya.


"Baiklah kalau kamu masih ragu denganku,aku tahu itu..butuh waktu bagimu untuk mempercayaiku seutuhnya,setelah sekian banyak hal yang sudah kamu lalui." Brian mulai menciut,ada rasa kecewa kenapa sampai detik ini Delia masih ragu denganya.


"Bbbukan begitu mas,,a-aa-aku hanya hanya takut setelah ini kamu meninggalkanku..karna hubungan kita sebelumnya rumit lagian kamuu.. .."


"Aku anak dari pembunuh ayah ibumu?iya kan??Tidak akan Del,kamu boleh membunuhku jika aku sampai meninggalkanmu...ini bukan hanya cinta sesaat,aku benar-benar mencintaimu sejak dulu..sejak awal pertemuan kita. Tapi...ya sudalah,aku tidak akan memaksa,tidurlah.."


Brian merajuk,dia berbaring membelakangi Delia,tapi kini Delia yang membalikan tubuh suaminya,daaaan..."Cuppppp"


Giliran Delia yang melayangkan ciumannya di bibir Brian.


"Aku akan mencoba mempercayaimu mas...lakukanlah.."bisiknya.


Seperti mendapat lampu hijau,Brian langsung melancarkan aksinya.

__ADS_1


Setiap cengkal tubuh Delia ia kuasai. Deliapun larut didalamnya meskipun hatinya berkecambuk dengan keragu-raguan.


Hingga sampailah ia di ambang benteng pertahanan Delia,


"Kamu siap sayang??"


"Hemmm.." Delia mulai mengigit bibirnya,tanganya mulai meremas-remas seprei.


Brian tak mempedulikan r**t*h** Delia,justru aksinya semakin gila ketika mendengarnya.


Hingga puncaknya tercapai Brian terus beraksi.


1,5jam akhirnya permaian mereka berakhir.


Delia yang sudah tidak berdaya,mengembunyikan wajahnya di dada Brian yang bidang.


Brian terus mencoba mengatur nafasnya,dan terus mencium ujung kepala Delia.


"Maaf ya sayang,,maaf..."


"Hemmm..tidak apa mas.."


"Terimaksih ya sayang..."


Brian merasa senang karna akhirnya,dia bisa memiliki istrinya seutuhnya,.


"Mas..aku ngantuk..."


"tidurlah,besok kita lanjut lagi.."


"What?lagi??ihhh..." Delia mencubit perut Brian.


"Awwww...sakit sayang..."


"Sukurin!!" Delia melempar bantal kearahnya.


"Au ahh..dasar otak ngeresss.!!" Delia membelakangi suaminya dan menutupi tubuh polosnya dengan badcover.


Brian tersenyum melihat istri yang sangat ia cintai.


Pukul 3.00 pagi.


Delia dikejutkan dengan tangan-tangan yang berada ditubuhnya..


Berlahan ia merasakan sentuhan hangat yang mampu membuat bulu kuduknya berdiri.


Semakin hangat tubuhnya ketika ada hembusan nafas yang berasal dari hidung suaminya.


"Masss"


"Diamlah!,"


Delia akhirnya menuruti semua kemauan suaminya.


Sekali lagi mereka melakukan penyatuan itu,seperti tak kenal lelah..serangan fajar dari Brian membuat tubuhnya tak berdaya.


"Massss...!"


hentak Delia yang mulai kesal,ia tak mampu lagi menandinginya.


Brian akhirnya segera mengakhirinya.


Brian membaringkan tubuhnya disamping Delia.


Mengatur nafas dan membelai rambut Delia.


Delia yang sudah pucat tak berdaya akhirnya kembali memejamkan matanya.

__ADS_1


Tubuhnya benar-benar lemah,seperti tak bertulang.


Brianpun ikut tidur dengan memeluk istrinya.


Pukul 05.00


"Mas mas..bangun..mas..."


"Hemmm" Brian menjawab dengan mata terpejam.


"Mandi mas..udah jam 5 ni.."


"Hemmmmm.."


"Kok hem si..lepasin tanganmu!bangun!"


Delia merasa sesak karna tubuhnya terus dikunci oleh lengan kekar Brian.


"Iyaaaa..."berlahan Brian membuka matanya,dan melepaskan pelukannya.


Delia mencoba bangun dari tempat tidurnya,namun pangkal p*h* nya sakit.


"Owwww..."


Mendengar Delia kesakitan,Brian langsung duduk dan memeriksa tubuh Delia.


"Kenapa sayang?apa ada yang sakit?" Brian nampak panik.


"Bukan ada lagi!! emang sakit semua badanku!!" Ketus Delia


"Hehehe...maaf ya sayang..kamu harus terbiasa dengan seranganku".Brian menggaruk-garuk kepala bagian belakangnya.


"Trus aku gimana mas?aku kan harus mandi,aghhh...kok bisa sakit banget badanku ya.."


"Hehehe..."


"Ih,ketawa lagi.." Delia memanyunkan bibirnya.


Brian bangun dari tempat tidurnya kemudian membopong Delia ke kamar mandi.


"Nanti aku akan panggilkan pegawai SPA kemari,,sekarang aku bantu kamu untuk mandi"


"Em..ga usah mas..aku mandi sendiri aja.."


"Kita mandi sama-sama,,jangan menolak!" Hardik Brian dengan tatapan tajamnya,dan


Delia akhrinya menurutinya.


Setelah selesai mandi mereka sholat subuh berjamaah.


Selesai sholat,Brian melarang Delia turun untuk membantu bi Ani


Brian tahu,istrinya sudah sangat lelah karna ulahnya.


"Tetaplah disini!jangan kedapur!"


"tapi masss...kasihan bi Ani.."


"Gak!!! aku yang akan antar sarapan untukmu! lagian kamu nanti kan kekampus,dan setelahnya kita akan kerumahmu,,aku gak mau kamu kecapean dan pingsan disana!!"


"Ah,lebay kamu mas.."


"biarin!! udah kamu disini saja,aku akan keruang kerjaku dulu,"


"iya iyaaaaaaa..."


"bagus,,anak pintar" Brian tersenyum,mengecup kening Delia,dan mengusap-usap kepalanya.

__ADS_1


Hari ini Brian memutuskan untuk tidak pergi kekantor,ia harus mengirim beberapa file pada Soni dan sekertarisnya.


__ADS_2