
*
Sesampainya dirumah Delia dan Brian langsung bersih-bersih dan merapikan barang bawaan mereka.
Delia juga membantu suaminya membersihkan diri dan berganti pakaian.
Karena masih ada beberapa luka ditangannya yang membuatnya kesulitan.
Setelah selesai,Delia langsung membaringkan tubuhnya ditempat tidur.
"Akhirnya mas,,kita bisa istirahat dirumah dengan tenang ...aaghhh...kangen sama kasurku dan bantalku ini..." Delia menciumi aroma bantalnya.
Brian menyusul berbaring disebelahnya.
"Kok cuma bantal yang kamu kangenin?"
"Emangnya apa lagi,,"
"Gak kangen sama permainanku hehehehe" goda Brian sambil menatap istrinya nakal.
"Hem,,engga,,"jawab Delia ketus.
"Ko engga si sayang,,,kan udah lama kita ga gitu"
"Abis kamu suka marah si mas... Nyebelin tau!"
"Bukanya kamu yang suka ngomel dan bandel dibilangin??"
"Ih..enggak" elak Delia dengan kekanak-kanakan.
"Iya deh,,cewe emang selalu benar..."
Brian memeluk istrinya,memindahkan kepala istrinya diatas dada bidangnya.
"Sayang,maafin kemarahanku yang kemarin ya,aku terlalu cemburu pada Hans,bagiku sangat sulit mendapatkan mu,aku harus berbohong dengan ayahku,aku harus berjuang mempertahankan mu ditengah-tengah kebencian mereka,bagiku,kamu ini permata teramat mahal,,jadi aku tidak akan membiarkan seorangpun melukai ataupun mencoba merebut mu dari ku. Kamu paham kan sayang,,jadi wajar jika aku sangat protektif padamu"
"Iya mas,,tapi aku mohon,kedepannya apapun masalah yang kita hadapi,beri ruang untuk mendengarkan penjelasan ku. Karena dalam rumah tangga,komunikasi itu penting mas."
"Iya Sayang,aku juga minta maaf untuk semua keegoisanku,,Oiya,kamu tahu siapa yang sengaja menfitnahmu?"
"Siapa mas?"
"Ayahku,dia sengaja memancing emosiku,agar aku bisa pergi keDubai dengan Tania.
Mereka disana ingin menjebak ku bersama Tania,tapi sayangnya usahanya gagal,karna aku menyuruh Soni dan Safa untuk menyusul ku.
Aku tahu,saat itu aku sedang kalut,aku bisa saja lepas kendali jika tidak ada mereka berdua."
"Lepas kendali? Awas saja kalau kamu berani macem-macem sama Tania mas!"
"Maksudku,bisa saja aku masuk dalam perangkapnya karna aku sendiri tidak tahu rencana mereka"
__ADS_1
"Ya Allah mas,,segitu niatnya Tania memikat mu, aku sebenernya kasihan dengannya mas, diusianya dia masih belum mendapatkan pria yang benar-benar mencintainya."
"Dulu di Amerika dia pernah menjalin hubungan dengan sahabatku,tapi entah kenapa tiba-tiba sahabatku itu pergi dan Tania jadi merasa seperti wanita kesepian.
Setelah pulang kesini,tiba-tiba saja dia se agresif itu denganku,terlebih Ayahnya menjodohkannya dengan ku. Akhirnya aku memilih menjaga jarak,karna sebelumnya saat di Amerika kita memang berteman baik,setelah tahu rencana Widodo dan Ayah,aku jadi tidak simpatik dengan pertemanan kita."
"Owh,,pantas saja saat pertama aku melihat Tania,dia terlihat akrab sekali denganmu mas,sampai kamu dengan senang hati di gandeng sama dia..eenaaak ya mas.," Ejek Delia.
"Hehehe,,itu dulu karna ingin membuatmu marah,jadi aku sengaja meladeni Tania."
"Ih,," Delia mencubit perut Brian.
"Hehehe.."
"Mas,kamu kok bisa tahu kalau kemarin akan ada yang mencelakakan kita..?"
"Itu mudah sayang,,itu permainan lama buatku. Terlebih saat Tania tengah mabuk malam itu,dia terus mengigau dan menghujat. Bagian terpentingnya saat tanpa dia sadari memberi peringatan padaku."
FLASH BACK
Safa ikut bergabung dalam panggilan vidio saat itu. Ia menunjukan Tania yang masih saja mengigau.
Safa pun mengarahkan kamera pada Safa,dan menyaksikannya.
Hingga saat Tania mengigau tentang ayahnya.
"Kamu mengacaukan ku,,aku mau harga diriku kembali didepan Oma dan Brian ku,,Tapi..kamu dan wanita sialan itu..semua pengacau!!!..aghhh,,gadis bodoh itu tidak ada apa-apanya..Menyingkir!! Menyingkir kalian dari hidupku!!!"
Huk huk..
"ayah,,jangan usik pekerjaanku..ayah.."
Safa kembali mengarahkan kameranya pada dirinya.
"Tuan,sepertinya ada ketidak cocokan siasat antara Tania dan Ayahnya."
"Rupanya mereka sudah tidak sejalur,Tania sedang dikecewakan oleh ayahnya..ini kesempatan kita" ucap Soni.
"Iya,segera cari tahu informasi siapa saja yang mengikuti tender ini,,siapa tahu ada salah satu dari mereka yang mempunyai hubungan dengan Widodo! Ada yang ingin mengagalkan kemenangan ku,,kita bagi tugas,malam ini juga kita harus cari siapa saja yang terlibat dalam teror kemarin"
Titah Brian.
Safa mencari informasi data pengikut tender dari Sekertaris Mr. Abdulla secara diam-diam.
Beruntung sekertarisnya mudah diajak kerjasama.
Setelah mendapatkan data tersebut,Safa,Soni,Brian dan Roby bersama-sama mencari info lebih detail mengenai orang-orang tersebut.
"Tunggu,Lihat ini..."Brian menampilkan berkas data tentang Kris dan perusahaannya di Malaysia.
"Sepertinya aku tidak asing dengan orang ini,dan ini..." Brian kembali menunjukan profil perusahaan di Malaysia,dan foto seluruh staf.
__ADS_1
"Ada apa dengan itu Ian?"tanya Soni.
"Perhatikan ini,," Brian memperjelas foto Kris dan rekan yang ada disebelahnya.
"Bukannya itu yang bersama Kris adalah asisten Widodo?"
"Tepat sekali,kita pernah bertemu saat Sertijab perusahaan golden Big saat itu, dia diundang oleh Ayahku untuk mewakili Widodo yang saat itu tidak hadir."
Jelas Brian.
"Agh..iya iya,aku ingat. Ini artinya mereka saling berhubungan."sahut Soni.
"Oke,garis besarnya adalah,Tania ingin mendapatkan tender ini untuk mendapatkan pamornya dan lebih dekat denganmu. Sementara Widodo ingin mengagalkan dengan alasan yang kita semua tidak tahu,,dan satu lagi,dia berusaha menyingkirkan Delia. Incaran Widodo saat ini adalah Delia karna dia tahu titik kelemahanmu. Berarti kita harus bisa mengamankan Delia." Sahut Roby.
"Iya,kita amankan Delia,tetapi kita tetap ikuti alurnya. Tidak mungkin kita langsung menuduh Widodo dalang semua ini kan?". Kata Brian.
"Son,tanyakan kepada beberapa bodyguard ku di Jakarta,apakah ada yang mempunyai kenalan sesama bodyguard di Dubai?"
Lanjut Brian.
Soni pun langsung menghubungi bodyguard Brian disana.
15 menit kemudian ada beberapa yang membalas dengan mengabarkan bahwa ada yang memiliki rekan sesama bodyguard disana.
"aku akan segera menghubungi mereka beserta komplotannya untuk menjalankan peran mereka."ucap Soni.
" Oiya,aku juga punya beberapa kenalan di Dubai siapa tahu bisa membantu."sambung Roby.
"Oke,Kerahkan semua pasukan kalian,kita atur siasat menangkap basah mereka" kata Brian bersemangat.
Setelah mengatur siasat,dan dapat menghubungi para bodyguard disana,Brian memerintahkan mereka untuk mencari pakaian APD dan mobil yang dimaksud Brian.
Untuk mengamankan Delia ,Brian menyiruh Soni bertukar posisi. Soni menyamar sbg wanita mendampingi Brian.
FLASH ON
"Owh...pantas semalaman kamu ga tidur mas,aku sempat sedikit mendengar,tapi kondisi saat itu benar-benar mengantuk.
Emmm,kalau kamu idah tahu dalangnya kenapa tidak langsung masukan aja tu Widodo ke dalam penjara"
"Ga semudah itu sayang,secara hukum negara kita tidak begitu kuat,karna tidak satupun bukti yang mengarah pada Widodo.
Sejauh ini Kris tetap kekeh bahwa ini adalah murni persaingan bisnis.
Dia cukup kuat untuk tidak mengakui bahwa ada Widodo dibelakangnya.
Satu-satunya cara,berlahan kita lepas ikatan diantara mereka hingga mereka sendiri akan saling menikam. Seperti..."
"Seperti apa mas?"tanya Delia penasaran.
"Seperti hubungan Widodo dengan ayah"
__ADS_1
"Maksudnya?apa hubungan mereka sedang tidak baik?"
"Entah,,yang jelas aku mencium ada aroma penghianatan antar keduanya. Aku tinggal mencari cela keduanya agar semua jelas. Aku yakin antara Ayah dan Widodo ada sangkut pautnya dengan kematian ibu. "