Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 13


__ADS_3

Selesai sholat isya,Delia memutuskan untuk segera tidur. Dia kembali kekamar membawakan infus water untuk Brian.


Delia mengingat perkataan bi Ijah dan bi Ani.


"Terus berbuat baiklah meskipun kita tersakiti,karna kita tidak akan pernah tahu rencana Allah,meskipun didunia ini kita tidak bisa mendapatkan balasan tapi yakinlah,Allah sudah menyiapkan surga untuk umatnya yang bersabar."


Jadi Delia berfikir untuk terus melayani Brian,pelan-pelan dia belajar kebiasaan Brian. Salah satunya yaitu Brian selalu minum infus water pagi dan malam hari.


Agar tubuhnya tetap segar dan fress,terbukti walaupun umurnya sudah hampir menginjak usia 30,penampilannya masih terjaga,badanya tetap kekar dan fress meskipun jadwalnya padat dikantor.


Delia masuk kekamar Brian dengan membawakan minuman,kemudian ia letakan dimeja.


Brian tidak mempedulikan kedatangan Delia,dia bersandar di tempat tidur sambil terus menatap layar laptopnya dengan serius.


Deliapun tidak mau menganggunya,dia merapikan sofa yang sejak awal dia 0pjadikan tempat tidur. Karna dari awal Brian melarang Delia untuk tidur diatas kasurnya,karna katanya dia merasa jijik dengan Delia.


Delia mengambil baju tidurnya di dalam koper yang tergeletak disudut ruangan. Brian tidak mengijinkan berbagi lemari denganya.


Dia berjalan ke kamar mandi untuk menyikat gigi, membasuh muka dan berganti pakaian,memakai cream dan body lotion. Dia selalu tidur dengan keadaan wangi dan bersih.


Dari luar kamar mandi harumnya pun sudah tercium.


"Heh!Kamu sengaja ingin menggodaku ya!!!jangan harap ya aku akan tertarik dengan aroma tubuhmu" lagi-lagi Brian mencaci Delia yang baru keluar dari kamar mandi,namun Delia tidak menggubris perkataan Brian. Dia tetap diam dan mengambil selimut kemudian tidur diatas sofa dengan membelakangi Brian.


"Songong banget ni cewe!!kamu denger aku ngomong ga hah!!apa kamu tuli!!"


Brian melempari tubuh Dekia dengan bantal. Delia bangun dan berdiri dihadapan Brian.


"Lalu aku harus apa?bukanya selama ini apapun yang aku katakan,apapun yang aku perbuat itu selalu salah dimatamu!apa aku harus selalu berteriak sepertimu!!Kamu bilang kamu muak denganku,kamu bilang kamu jijik denganku!lalu untuk apa aku bersuara,membuang waktuku saja!"


PBrian geram dan tanganya hendak menampar Delia.


"Apa!kamu mau menyakiti ku lagi,silahkan..semenjak aku menikah denganmu,aku sudah siap mati kapan saja. Jadi aku sudah tidak peduli dengan luka ditubuhku,"


"Owhhh..bagus bagus..itu artinya kamu sudah tidak peduli dengan ayahmu,,itu artinya kamu akan mempercepat ajal ayahmu..terimakasih kamu sudah mempermudah pekerjaanku."


Brian membenturkan tubuh Delia ketembok,menghimpit tubuh Delia dengan kedua lenganya yang kekar.


"T-tidak..jangan.." nyali Delia menciut kembali dengan ancaman Brian.


"Kamu masih ingat vidio malam pertama kita kan!!awas saja kalau kamu berani macam-macam denganku!hidup ayahmu lah taruhannya." Brian mencekik leher Delia kemudian melepasnya.


"Kamu harus ingat,dikamar ini ada CCTV ldan kamu bayangkan saja kalau rekaman ini jatuh ketangan ayahmu,,hahahaha" Brian pergi meningalkan kamar dengan membawa laptop,dia pergi ke ruang kerjanya.


Sementara disisi lain,Atmajaya terus mengintai anak dan menantunya. Setiap ada pertengkaran, Atmajaya selalu tertawa senang.


"Aaaaghhhhh..."


Brian mengamuk diruang kerjanya,dia melempar apapun yang ada dihadapanya.

__ADS_1


Atmajaya yang tiba-tiba masuk hampir terkena buku yang Brian lempar.


"Apa-apaan ini Nak"


"Maaf yah.."


"Duduk lah,tenangkan dirimu"


Atmajaya membawa Brian untuk duduk disofa ruang kerjanya.


"Ada apa denganmu"tanya Atmajaya dengan cemas.


"Tidak yah,aku hanya tidak bisa mengontrol emosiku ketika aku melihat wajah gadis itu,aku mengingat kejahatan ayahnya terhadap ibu dan calon adikku."


"Apa kamu sudah memberikan vidio itu pada Yosep?"


"Belum yah"


"Kenapa belum?atau ayah saja yang bergerak?"


"Jangan yah,aku saja"


"Segera kirim rekaman vidio itu atau ayah akan bergerak..ayah juga ingin sekali melihat bagaimana reaksi Yosep."


Atmajaya meninggalkan Brian.


***


"Bi,aku berangkat ya bi.."


"Loh non,non Delia tidak sarapan dulu?"


"Tidak bi,aku sarapan dikantor saja."


"Minumlah ini dulu non,untuk menghangatkan perut.." bi Ani memberikan teh hangan ke Delia.


"Terimakasih bi,tapi..."


"Tidak perlu sungkan non,ini bibi buatkan memang untuk nona..bibi yang akan membayarnya."


"Terimakasih bi.."


Delia meminum teh dan memeluk bi Ani kemudian pergi.


"Kasihan sekali nyonya Delia ya mbak,dia harus menanggung permasalahan orang tuanya padahal dia sendiri tidak tau apapun." Kata bi Ani pada bi Ijah.


"Iya An,dari kemarin dia sama sekali tidak makan/ minum apapun dirumah ini. Tengah malam aku melihatnya menangis dan kehausan,dia meminum air didapur dan meninggalkan uang ini disamping gelas."


Bi ijah menunjukan uang dan selembar kertas bertuliskan.

__ADS_1


"Maafkan aku,aku sudah meminum air dan mengambil kue di kulkas,ini uang sebagai gantinya."


Mata mereka berkaca-kaca,mereka membayangkan jika diri mereka yang berada diposisi Delia,mungkin mereka tidak akan sanggup.


"Ya sudah mba,aku akan mengantarkan minuman dan sarapan ini ke tuan muda,kemarikan uang dan suratnya,akan aku berikan pada tuan".


Bi Ani menuju kamar Brian namun tidak mendapati tuanya,kemudian ia menuju ruang kerja dan ternyata Brian masih tertidur disofa.


Brian terbangun mendengar kedatangan bi Ani.


"Maaf tuan saya menganggu,saya hanya mengantarkan minuman,sarapan dan ini.."


"Iya bi tidak apa-apa letakan saja di meja bi."


"Baik tuan,,"


Brian menghampiri meja dan meminum segelas infused water (nanas dan daun mint). Dia melihat ada kertas dan uang dinampannya.


"Tunggu bi,ini apa?" Brian mengerutkan kedua alisnya yang tebal.


"Itu tuan..em..nyonya Delia semalam meminum air dan mengambil sepotong kue dikulkas dan meletakan uang serta kertas itu dimeja dapur. Maaf tuan,s-s-saya pppermisi" bi Ani ketakutan melihat raut wajah Brian yang sangar.


Brian menarik nafas dalam dan menghempaskan kasar.


"Tunggu bi,kemana Delia?"


Bi Ani berbalik lagi didepan pintu.


"Nyonya sudah berangkat kerja tuan"


"Ya sudah..terimakasih bi"


***


"Uangku tinggal segini lagi,aku harus menghemat untuk transport dan makan hufh...aku harus punya kerjaan sampingan biar agar aku tidak hanya mengandalkan gajian kantor,karna uang kantor akan aku kirim ke bibi Mira untuk pengobatan ayah."


Delia mengintip isi dompetnya sambil memasukan makanan.


"Hey Del,udah lama?"


"Eh..Fan..belum,baru aja sampai,ini aja aku sengaja cuma pesan roti soalnya udah siang."


"Yuk ke atas,bentar lagi jam kerja mulai"


"Yuk..aku makan sambil jalan aja..dah siang banget ni.."


Mereka berlari kecil menuju lift,pintu lift terbuka dan mereka langsung lari agar tidak tertinggal.


"Hufh..jadi inget waktu kita di SMP telat sekolah..hihihi..." ucap Fani sambil ngos ngosan..

__ADS_1


__ADS_2