Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 36


__ADS_3

"Tapi kenapa melakukan ini kak!"


"Sebelumnya,dia ingin menebus dengan memberikan kebahagiaan dan cinta padamu,,dia ingin membahagiakan kamu seumur hidupnya,,tapi bukannya waktu itu kamu sudah menolaknya,,dia terus merasa bersalah dan hanya ingin hidupmu tenang,jadi dia pikir dengan seperti ini kamu akan tenang dan bisa bahagia melanjutkan hidupmu.."


"I-i-ya..tapi tidak seperti ini yang aku mau..aku sudah memaafkannya,tanpa dia harus masuk penjara,"


"Entahlah,ini sudah jadi keputusannya,,kamu tau sendiri,,dia sedikit egois..seperti saat ingin mendapatkanmu saja dia melakukan kebohongan demi menikahimu."


"Apa kah dia masih dirumah,?"


"Masih,,kemungkinan setelah semua berkas surat cerai kalian beres,sidang pertamanya juga akan dimulai. Makanya malam ini dia lembur untuk mengurusi berkas kantor yang perlu dia tandatangani,dan membuat surat kuasa untukku.."


"Apa kamu bersamanya saat ini?"


"Tidak,aku baru saja pulang dari sana..aku akannkirimkan nomernya jika kau merindukanya..hehehe.."


"Agh..tidak usah.."


"Baiklah,,sudah malam istirahatlah Del.."


"Terimakasih.."


"Sama-sama.."


Tut tut tut


Panggilan berakhir,Dekia mengangkat kedua pundaknya dan menarik nafas panjang,kemudian membuangnya pelan.


Ia pejamkan matanya,merilekskan semua tubuhnya...


Tiba-tiba ponselnya bergetar,ada satu pesan masuk.


"Nomer Brian??kak Soni..sudah aku bilang tidak usah..hemmm..."


Meskipun demikian,Delia tetap menyimpan nomer Brian.


Dia terus memainkan ponselnya,dia kembali berbaring ingin sekali memejamkan matanya namun terasa sulit.


"Ada apa denganku?mengapa aku gugup dan gelisah seperti ini..haduhhh...kenapa dikepalaku ada bayangan Brian??ahhhh..tidak tidak tidak...aku pasti sedang lelah,baru hari ini aku tiba,aku sudah dihardik oleh 3 orang sekaligus..bibi,Fani dan Soni..semua membicarakan Brian brian briaan.."


Delia pergi kedapur mengambil minuman.


Dalam kegelapan Delia duduk dimeja makan.


Waktu menunjukan pukul 10.30


"Maaf,,ah..iya..mungkin aku selama ini belum meminta maaf padanya,,itu alasannya kenapa aku merasa bersalah seperti ini..aku harus minta maaf denganya..barulah aku merasa tenang."


Delia mengambil kunci motornya. Malam-malam dia nekat mengendarai motornya menuju rumah Brian.


"Aku harap dia belum tidur..Soni bilang dia sedang sibuk diruang kerjanya.." Delia tidak memperdulikan jalanan yang sudah mulai sepi dan sangat berbahaya bagi wanita keluar rumah selarut ini..


Sampai di sebuah persimpangan jalan sepi dan cukup gelap tiba-tiba mobil Delia mogok.

__ADS_1


"Haduhhhh...kenapa peke mogok segala si.."


Delia mencoba menyalakan motor metic nya dengan kick stater. Tapi tetap saja gagal.


"Yah...motorku sepertinya lama gak dipanasin ni sama paman..giman ini.."


Delia gelisah dan takut.


"Hei neng..kenapa..mogok ya??" Sekelompok pemuda yang sempoyongan datang menghampiri motor Delia.


"A.. a..i.i.ya..t...tat..tapi pa .pa.manku sudah kkemari.."jawab Delia ketakutan,dia terpaksa berbohong. Cerobohnya dia pergi tanpa pamitan dengan paman ataupun bibinya.


"Kemari dulu neng..duduklah disana..nanti motormu kami perbaiki.." salah satu pemuda mencoba merangkul Delia dan memaksanya untuk duduk di bawah pohon bersemak.


Namun Delia meronta,Delia menginjinjak kaki pemuda itu dan lari dari mereka.


Dekia sudah tidak mempedulikan motornya,dalam pikirannya hanya bagaimana dia bisa lolos dari kejaran para pemuda itu.


Dengan nafas terengah-engah Delia mencari tempat keramaian,tapi sayang Delia kurang paham dengan daerah itu,,Tiba-tiba dari arah depan Delia dihadang oleh salah satu pemuda tadi. Sialnya posisi Delia kini terkepung oleh 4 pemuda,rupanya mereka mengambil jalan pintas.


Delia berteriak sekeras kerasnya,,lengan bajunya sudah terkoyak oleh pemuda itu.


Delia terus meronta saat tanganya mulai digenggam oleh mereka..ada yang sudah mulai mengrayangi rambut dan lehernya dan ada ajunyang mencoba membuka kancing baju Delia.


Delia terus menjerit berteriak,berharap ada yang menolongnya..tiba-tiba dari kegelapan ada pria yang menghajar salah satu pemuda yang tengah mencoba mencium leher Delia.


Pria itu menarik kasar,menjauhkan tubuhnya dari tubuh Delia.


Pria itu dengan ganasnyaenghajar satu persatu pemuda yang sedang mencoba memperkosa Delia.


Delia menangis sejadi-jadinya,beruntung kesuciannya belum direnggut.


Baju yang ia kenakan terkoyak,dan rambutnya berantakan..tubuhnya kini tak karuan.


Brian menelpon Soni .


"Hallo son,cari tau apakah ada CCTV entah dari jalan atau dari toko sekitar sepanjang jl. Hayamwuruk kurang lebih pukul 11 malam ini."


"Iya Yan,,memang ada apa?"


"Ada 4 pemuda mencoba mencelakai Delia."


"Baik,tapi Delia bagaimana?"


"Dia masih shock,aku tangani dia dulu,.bye.."


Brian menutup telponnya.


Kemudian dia menghampiri Delia yang tengah duduk bersimpuh lemas dengan menutupi baju yang tadi tersobek.


Brian melepas jaketnya kemudian menyelimuti tubuh Delia.


Brianpun membopong Delia menuju mobilnya yang tak jauh dari TKP.

__ADS_1


Malam ini Brian sedang membeli makanan,karna perutnya kelaparan saking sibuknya dia baru sadar kalau dia belum makan dari siang.


Saat melintasi persimpangan jalan yang tak jauh dari tempatnya membeli makanan,sepintas dia melihat motor Delia terparkir ditepi jalan.


Tapi Brian tidak mendapati Delia ataupun keluarganya di sekitar motor tersebut.


Karna penasaran,Brian akhirnya memutar balikan mobilnya memilih menghampiri motor dan mencari-cari keperadaan Delia,dia berlari karna dari kejauhan terdengar teriakan wanita.


Dan benar apa yang Brian takutkan,Delia tengah dikepung oleh 4 pemuda yang sedang mabuk.


Seketika itu Brian menghajar habis-habisan keempat pemuda itu.


Brian membawa Delia kerumahnya,membawanya masuk kedalam kamarnya.


Brian memeluk tubuh Delia yang masih menggigil karna shok..


"Tenang Del,,tenang,kamu sudah aman,,kamu baik,baik saja..tenang lah.." Brian mengusap-usap rambutnya .


"Aku buatkan minuman hangat ya?" Brian melepaskan pelukanya.


Saat hendak berdiri Delia menarik tangannya dan memeluk lengannya.


"A.a.a.aakku ta..tttakut kak...jjjangan jangggan tttingggalin a.a.aku..mmmereka jahaat.." rengek Delia sembari menyembunyikan wajahnya di lengan Brian.


"Mereka sudah pergi..tenang ya Del..gak ada yang berani melukaimu..aku ambilkan air ya.." Brian membelai punggung Delia mencoba menenangkannya.


"Aa...aaku ii.ikut kaak" Mata Delia berkeliaran ketakutan.


"Baiklah,pegang tanganku ayok kita turun kedapur." Brian menuntun Delia berjalan pelan beriringan. Delia terus memegang tangan Brian erat,sampai tangan Brian terluka akibat cengkraman kukunya yang panjang.


Sampai didapur Brian membuatkan minuman hangat untuk Delia,dan membawa sebotol air dingin untuknya dikamar nanti.


Mereka kembali kekamar dengan sangat hati-hati..tangan kanan Brian membawa air hangat,tangan kirinya terus menggandeng Delia.


"Duduklah,dan minum air ini..kamu akan lebih tenang,," Brian membawa Delia duduk bersandar dikasurnya.


Delia langsung meminum habis teh hangat yang diberikan Brian.


"Bagaimana?Rasanya,,ayo sekarang tariknafas,,lepaskan..atur nafasmu,,kamu sudah dirumah,kamu baik-baik saja disini.."


Mata Delia kembali berkeliaranenatap seluruh isi kamar yang dulu permah ditempatinya walau hanya sebentar.


"Terimaksih kak.." Delia menutup rapat tubuhnya dengan jaket yang Brian berikan tadi.


"Di almari masih ada baju-bajumu yang dulu kamu tinggalkan,sekarang bersihkan dirimu dikamarandi dan ganti pakaianmu.."


Brian mengecup kening Delia dan meninggalkannya.


"Aku ada didepan pintu kamar,aku tidak meninggalkanmu,kalau ada apa-apa panggil saja ya.."Brian melangkah keluar,menunggu Delia didepan pintu.


Delia bergegas kekamaandi dan berganti pakaian,,setelah semua kegiatanya selesai,Delia memanggil Brian.


"Kak.."

__ADS_1


Brian masuk kedalam kamar,meraih sisir yang ada dimeja rias dan menghampiri Delia.


Brian mencoba menyisir rambut Delia yang masih berantakan.


__ADS_2