Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 39


__ADS_3

Delia mengambil ponselnya dan menjauh dari Roby.


"Hallo Fan,emmm...disini ada Roby,dia mau ngajakin gue jalan..gimana ni?" Delia menelpon dengan nada berbisik


"Yaw udah,gih sana tapi jangan kelamaan,,hari ini loe kan udah janji mau ikut ma gue.."


"Loe ikut ya?"


"Halah..buat apa..buat jadi obat nyamuk???ogah agh..."


"Plissss...ikut yah yah yah..."


"Enggak!! Kalau gue ikut ntar malah tambah lama..ogah agh..gue tunggu dirumah pukul 13.00 loe udah balik.!"


"Iya iya,,aku usahain secepatnya kerumah lo"


"Oke,jangan ngaret ya!! Lo hati-hati dijalan ya"


"Iyaaa...bye Fan"


"Bye.."


Delia mematikan telponya dan menghampiri Roby.


"Gimana?kita jemput Fani?"tanya Roby.


"Dia gak mau ikut,tapi nanti sebelum pukul 13.00 aku mau kerumahnya,gimana?"


"Oke,aku antar ya.?"


"Boleh.."


"Yukz kita berangkat,,bibi mana?kita pamit dulu"


"Sebentar aku panggil bibi ya.."


Mereka menemui bibi Mira dan berpamitan.


Roby mengajak Delia kesebuah taman bunga yang terletak di daerah dataran tinggi.


Tempatanya sangat indah,sejuk dan benar-benar memanjakan mata.


"Masya Allah,,kak..ini indah banget..." Delia mengagumi keindahanya dengan senyuman lebar.


"Ayo kita duduk disana.." Roby menunjuk satu gazebo dengan view yang kolam dan bunga-bunga.


"Ayo.."


Mereka berjalan bersama,Roby memegang tangan Delia.


Sejenak Delia menatap tangan Roby kemudian tersenyum.


Sampai di gazebo yang ditunjuk Roby tadi,sekali lagi Delia dibuat terkejut karna gazebo sudah didecor dengan sangat indah.


Mata Delia membola,menatap isi gazebo,meja yang sudah ditata rapi dengan hidangan makan siang.


"Apa ini kak?"


"Aku hanya ingin membuat makan siang kita berbeda.."


"Tapi ini kan baru jam 11.00..."


"Sengaja aku majuin jamnya,nanti kan kamu ada janji dengan sahabatmu."


"Oiya yaa...kebutulan,aku juga sudah lapar lagi hehehe..."

__ADS_1


"Hehehe...aku tau,,Del,,kamu tadikan cuma sarapan sedikit..oto lah sekarang udah laper..so tunggu apa lagi,ayo kita duduk dan makaaannn"


"Yuhuuu...kakak emang top and the best" Delia mengacungkan kedua ibu jarinya kearah Roby.


"Del,tetaplah tersenyum,,aku bersyukur karna kamu sudah kembali ceria seperti dulu.."


"Iya dong kak,aku tidak mungkin terus terpuruk,karna ayah ibuku tidak mungkin akan kembali kedunia ini,,mereka akan senang kalau aku bangkit."


"Bagus...itu baru Delia.." Roby mengusap-usap kepala Delia.


Saat selesai makan,hidangan penutuppun datang..


Sekali lagi Delia terkejut ketika pelayan memberikan sebuah nampan berisi Es cream dan sebuah Peti kecil berwarna merah yang terkunci.


"Apa lagi ini kaa..aku berasa kaya anak kecil yang lagi ultah deh..hihihi"


"Makan dulu es creamnya,,"


"Oke.."


Delia makan es cream dengan lahap.


Saat es creamnya hampir habis,Delia menemukan sebuah kunci yang terbungkus plastik.


"Kunci??"tanya Delia heran.


"Hem,,ambilah,dan buka peti itu.."


"Oh,my God...kakak apa apaan si..bikin penasaran deh.." Delia tersenyum dan merasa penasaran.


Dia langsung membuka petinya dan dia benar-benar terkejut dengan isi peti itu.


"Cincin??maksudnya??" Delia mengerutkan kedua alisnya. Senyumanya kini berubah menjadi datar.


"Hah?menikah?secepat ini?"


"Iya,aku mohon,beri aku kesempatan..aku tidak ingin pacaran,aku ingin menikah. Aku akan menunggumu sampai kamu siap. Tapi aku mohon,beri jawabanmu sekarang..aku sudah menunggumu terlalu lama." Roby menggenggam tangan Delia dan memohon padanya.


Berlahan Delia melepaskan tangan Roby.


"Kak,,aku baru saja mendapatkan surat cerai dari kak Brian..aku saja belum sempat menandatanganinya..aku..aku saat ini masih ingin sendiri,,untuk memahami hatiku sendiri. Aku mohon,pahami kondisiku...aku aku hanya takut,aku takut melakukan kesalahan..aku takut menyakiti siapapun,aku takut mengatakan cinta,karna jujur,,sampai detik ini,,aku masih belum memahami apa yang ada pada diriku. Aku..aku..." Delia menangis memmalingkan wajahnya dari Roby.


"Apa kamu mencintai Brian?apakah Brian juga mengatakan cinta padamu?"


"Emmm....tidak..dia..dia.." Delia bimbang,dia ingin menyembunyikan kenyataan bahwa Brian sudah menyatakan cintanya agar Diantara mereka tidak ada perpecahan.


"Sudah,Jangan lagi kamu tutupi,kamu tidak cukup hebat untuk membohongiku. Aku tadi tidak sengaja mendengar percakapanmu dengan bibi"


"Kak Roby...kak,,aku mohon jangan salah paham,,a.a..aku hanya tidak ingin kalian saling membenci..makannya,mulai detik ini antara kalian jangan ada yang menaruh harapan padaku,,"


"Del! Tatap mataku,sekarang jawablah dengan jujur.!!"


Roby memaksa Delia untuk menatapnya. Kedua tangan Roby memegang lengan atas Delia.


"Ayo jawab Del..jangan takut" suara Roby melembut.


Delia menangis terisak isak.


"Apa kamu mencintai kak Brian?"


Delia terus tertunduk menangis.


"Apa kamu merasa senang dengan perceraian ini?"


Pertanyaan Roby tetap belum mendapat jawaban dari Delia.

__ADS_1


"Oke,apa aku sahabatmu?"


Delia mengangguk.


"Apa saat ini hanya sahabat?"


"Maaf kak"jawab Delia lirih.


Robi melepaskan tangannya dan menyeka airmatanya sendiri,kemudian menyeka air mata Delia.


"Oke,,aku tau jawabannya sekarang...aku tidak ingin memaksamu,itu akan membuatmu tersiksa..dan aku tidak mungkin menyiksa orang yang aku cintai..sekarang sebagai sahabatmu yah sahabatmu.." Roby menghentikan kalimatnya untuk menarik nafas sejenak..


"Oke,sebagai sahabatmu,aku minta kamu jujur padaku..apakah perceraian ini berat untukmu?"


"Entah kak..aku sendiri bingung dengan perasaanku..dia dia membuatku seperti orang bodoh,,dia benar-benar mengacaukan semuanya kak! Aku benci dia tapi..tapi .."


"Tapi apa?kenyataanya kamu mencintainya iya kan Del??hanya saja kamu takut untuk mencintainya karna apa ,,karna kamu masih menyimpan kebencian pada ayahnya! Iya kan?? Cintamu sudah bisa memaafkanya..iya kan?"


Delia hanya bisa menangis tanpa menjawab apapun.


Roby memeluk Delia dengan erat sembari mencium kepalanya.


Disisi lain,ada pengawal Brian yang sedari tadi mengawasi gerak gerik mereka.


Ada beberapa foto yang dia ambil dan kirimkan pada tuannya yaitu pada Brian.


"Maaf ya Del,,aku terlalu kasar padamu,ini pasti berat untukmu,,aku tidak bermaksud membentakmu ataupun memojokanmu,,aku hanya ingin,kamu jujur pada hatimu,sebelum kamu sendiri menyesal..ikuti kata hatimu,,berilah ruang untukmu sendiri,berhenti memikirkan orang lain.


Aku janji,aku tidak akan marah jika memang kamu mencintai kakak sepupuku..kecewa memang,tapi aku hanya ingin melihatmu bahagia meski bukan denganku."


"Terimakasih kak,,,kakak benar-benar memahamiku,,entah mengapa,aku tega mengecewakan orang sebaik kak Roby. Aku sudah mencoba bertanya pada hatiku,tapi aku tidak juga menemukannjawaban kalau aku mencintaimu kak,,aku tidak ingin ada kepalsuan dalam hubungan. Aku benar-benar minta maaf kak,,aku berdoa,agar Allah memberikan jodoh terbaik untukmu.k


Aku yakin itu,suatu saat akan ada wanita hebat untukmu..hanya saja saat ini kamu terlalu fokus padaku,,cobalah keluarkan aku dari hatimu..aku tidak rela sahabat terbaikku merasakan sakit karnaku.." Delia menatap Roby dengan penuh kasih sayang.


"Aku akan mencoba Del..meski ini berat untukku."


Delia kembali memeluk Roby.


"Del,,ayo kita pulang,aku akan mengantarmu kerumah Fani."


"Oiya,,ayo kak,,nanti Fani ngomel-ngomel lagi..dia kan bawel..hehehe.." Delia menyeka airmatanya , merekahkan senyuman khasnya untuk mencairkan suasana.


"Cincinya bawa saja Del..anggap saja,ini hadiah kepulanganmu.."


"Aghhhh...kak Roby...ini berlebihan.."


"Tidak,,ambilah."


"oke,aku akan menyimpan ini..terimakasih kak"


Delia dan Roby masuk kedalam mobil menuju rumah Fani.


Selama perjalanan seperti biasa mereka saling melempar candaan.


"Kak Roby mau mampir dulu?"tanya Delia.


"Oh,engga,,terimakasih..aku harus balik kekantor."jawab Roby.


"Baiklah,terimakasih untuk hari ini kak.."


"Sama-sama Del..ingat ya pesanku tadi.."


"Oke,siap kakakku...bye..."


"Bye.." Roby melepaskan kepergian Delia dengan senyum coolnya.

__ADS_1


__ADS_2