Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 56


__ADS_3

Setelah makan siang selesai disajikan,Delia langsung memanggil suaminya di ruang kerjanya.


Tok tok tok


"Mas...ayo kita makan siang bareng.."


Seru Delia.


"Iya sayang,." Brian yang sedang menelpon seseorang akhrinya memutus telponya.


Brian keluar ruangan,mereka berjalan bersama menuju meja makan.


Disana sudah ada Keke dan Fani,yang sebenarnya agak canggung makan bersama Brian.


Tapi Brian bisa mengimbangi sahabat-sahabat Delia.


Deliapun terkejut,dia pikir Brian orang yang kaku,tapi bisa juga dia berbaur.


"Pantas saja banyak tander yang dia menangkan karna dia jago dalam berkomunikasi dan sangan pintar membawa diri"gumam Delia dalam hati.


Ditengah-tengah acara makan siang,tiba-tiba da yang mengetuk pintu,dan bi Ani membukakan pintu untuk tamunya.


"Maaf,Menganggu makan siang kalian"


Fani dan Keke terperanga melihat kedatangan pria yang tak kalah tampannya dengan Brian.


Keke sebenarnya sudah beberapa kali bertemu dengannya saat di Bali,tapi sama sekali belum pernah mendengar suaranya langsung.


"Eh,Bimo,,silahkan duduk,kita makan siang" ajak Brian.


"Terimakasih Yan,aku udah makan tadi,,silahkan lanjutkan saja,aku akan menunggu..saya ada perlu denganmu Del"


"Oke,aku ambilkan jus ya.." Delia menuang jus kedalam gelas,kemudian memberikan pada Bimo.


"Silahkan diminum kak,,oiya,ada apa ka?"lanjutnya.


"Aku butuh tandatanganmu untuk baliknama dan beberapa berkas,kita juga sudah mendapat pemborong yang akan merenovasi klinik. "


"Oke,,"


Selama Bimo,Brian dan Delia membahas Klinik,tatapan Fani tak pernah lepas dari sesosok pria yang sudah lama ia kagumi.


"Eh,Del..sepertinya aku harus pergi kebandara sekarang ya,takut telat nih.." Keke melihat jam tangannya.


"Ya sudah,kalian hati-hati ya,,kapan-kapan mampir lagi,,"


Delia mengantar kedua sahabatnya sampai diteras rumah.


Fani dan Keke berboncengan motor mengarah ke rumah Fani,karna beberapa barang Keke masih tertinggal disana.


Tapi tiba-tiba motor yang dikendarainya bocor.


"Yahhh...bocor ..aduh" Fani dan Keke turun dan mengecek ban motornya.


"Iya bocor,,gimana dong.."


"Gini aja,dari pada kamu telat kebandara,kamu naik taxi atau ojeg online aja,,dirumah ada ibuku,kamu ambil saja kopermu."


"Tapiii...kamu gimana Fan? Aku bantu cari bengkel dulu ya.." Keke merasa tidak tega.

__ADS_1


"Gak papa,,santai saja...takutnya dibengkel ngantri entar malah kamu yang terlambat,kamu hati-hati dijalan ya..besok kalau aku ada cuti aku dan Delia akan nain ke Bali..udah udah gih.."


"Tapi..."


"Udah udah..gih pesen ojeg online aja biar cepet,,sampai jumpa lagi ya Ke.." Fani memeluk sahabat barunya itu.


"Iya Fan,,gue tunggu kedatangan lo di Bali ya.." mereka saling berpelukan,acara perpisahan mereka berlangsung di tepi jalan.


Tak menunggu lama,ojeg online pesanan Keke sampai,


Dengan berat,Keke minunggalkan Fani sendirian.


"Kalau aja aku gak dikejar waktu,pasti aku nunggu kamu disini Fan.."


"Iya gak papa...lagian bengkelnya deket kok."


Keke menaiki ojeg dan berlalu.


Fani memulai langkahnya menuntun motor sendirian. Siang itu terik matahari menembus kulit Fani yang putih, ia menyitipkan matanya,tak mampu melawan pancarannya.


Terlihat bayang-bayang pmobil sedan putih berhenti didepan motornya,dan seorang pria turun menghampirinya.


"Kak Bimo??" Fani tampak gugup dengan kehadiran Bimo.


"Naiklah,.!"ajaknya datar.


"Ttttapi...mmmotorku?"


"Tinggal,nanti kita panggil orang bengkel untuk membawanya."


"Tidak perlu kak,sebentar lagi juga sampai bengkel.."


"Hah!?gilaa...Dia benar-benar meninggalkanku,?? Benar kata Delia,dia berhati dingin! Gak peka ma wanita!! Ihhh..." Fani melanjutkan kegiatanya mendorong motor dengan terus menggerutu.


"Perasaab


"Permisi Mbak,biar kami yang bawa motornya.."ada 2orang laki-laki yang mengendarai motor,mereka memakai seragam bengkel.Disusul dengan mobil putih milik Bimo.


Fani yang kebingungan hanya terdiam.


"Dia orang bengkel yang aku panggil tadi"


Sahut Bimo dari dalam mobil.


"Biarkan mereka membawa motormu,kamu ikut saja denganku!jangan takut,motormu aman"


Akhirnya Fani menyerahkan motornya pada kedua montir itu.


Fani menuruti titah Bimo untuk masuk mobil,dan mereka ke bengkel bersama-sama.


"Terimakasih ya kak,maaf sudah merepotkanmu,aku sendiri saja disini kak,karna kak Bimo pasti sedang sibuk,iya kan?" ucap Fani lirih.


"Hem,tidak. Oiya,mana temanmu?"


"Dia sudah pulang karna dia harus segera kebandara,"


"Bandara?"


"Iya,dia akan pulang ke Bali.."

__ADS_1


"Oh,,Bali,pantas seperti tak asing."


"He,dia teman Delia saat bekerja dihotel"


"Kenapa bahas dia si?apa kak Bimo tertarik dengannya?"batin Fani.


"Sebentar ya" Bimo berdiri dan mengambil minuman yang ada di lemari pendingin,kemudian memberikan satu untuk Fani.


"Ini,kamu pasti haus"


"Terimakasih kak"


Entah seketika suasana hatinya berubah senang,hanya diberi sebotol minuman saja rasanya berbunga-bunga.


"Fan,"


"Iya kak"


"Terimakasih ya"


"Untuk?"


"Karna kamu sudah menguatkan Delia disaat terpuruknya,dan kamu juga sudah banyak membantu ibuku saat Delia tidak ada"


"Sama-sama kak,aku melakukan itu karna bagiku,tante Mira dan paman serta Delia sudah aku anggap seperti saudara.


Ayah ibu Delia juga berteman baik dengan kedua orang tuaku,begitu juga tante dan om. Aku senang bersama mereka."


"Apa kamu mau menjadi bagian inti keluarga kami?"


"Khuk khuk khuk.." Fani tersendak minuman.


Bimo membantunya.


"Mmmaksud kak Bimo?"


"Aku tidak suka berbasa basi,aku juga tidak suka menjalin hubungan yang tidak penting,jadi langsung saja,aku rasa kamu wanita yang baik,keluarga kita juga sudah saling kenal,apa kamu mau menikah denganku?"


"Emmm...gimana ya..aku..aku mau menikah atas dasar cinta,bukan balas budi atau apapun"


Ada perasaan tak percaya,saat Bimo mengatakan itu,apakah benar Bimo yang cuek menginginkannya??


"Cinta?aku sendiri belum tahu dengan Cinta,aku cuma berfikir kalau kamu baik dan keluargaku senang denganmu" Bimo tetap pasang wajah dinginya.


Ya Allah,,kok gak kaya disinetron ci..gak romantis banget,nglemar di Bengkel dengan sebotol softdrink..gak sesuai ekspektasi bangetttt...batin Fani.


"Aku harus jawab apa kalau gitu?jujur aku mengagumi kak Bimo sejak lama,tapi aku takut kalau kak Bimo tidak bisa mencintaiku seperti yang aku harapkan."


"Aku akan mencoba"


"Terimakasih kak,maaf aku sudah lancang selama ini diam-diam menaruh harapan padamu,tapi itu bukan alasanku mendekati keluargamu,,aku memang senang menjalin hubungan dengan mereka karna mereka baik."


"Iya,aku mengerti." Jawabnya singkat.


Sejak saat itu Fani bimbang dengan perasaanya,haruskah dia senang atau was-was jika Bimo hanya ingin membahagiakan ibunya dengan pernikahan sedangkan dia tidak mencintainya.


Ini seperti mimpi baginya,Fani sendiri tidak cukup mengenal Bimo dengan baik,karna Bimo sosok pria yang sangat tertutup.


Sesampainya dirumah Fani langsung menelpon sahabatnya dan menceritakan semua pada Delia.

__ADS_1


__ADS_2