Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 193


__ADS_3

"Untuk apa kau datang! Harusnya aku bisa menghajarnya sampai mati!!"


"Iya! Dan kamu masuk penjara dengan meninggalkan istrimu yang tengah hamil! Itu mau mu!" Pekik Soni,


Soni yang sebelumnya sangat paham karakter sahabatnya ,langsung memutuskan untuk segera menyelesaikan pekerjaan di kantor dan langsung menyusul Brian.


"Bro,sabar sedikit menghadapinya! Dia sengaja memancingmu! Itu sebabnya dia tidak membalas satu pukulanpun"


"Sial!"


"Dari informasi yang aku dapat,dia dulu sebenarnya juga mencintai Delia,tapi sayangnya tingkat sosial mereka berbeda,jadi dia minder untuk merespon Delia. Dia mati-matian bekerja hingga menjadi orang kepercayaan mr. Park dan kembali untuk mendapatkan Delia.


Sayangnya dia dibuat kecewa saat mengetahui wanita tangbia cintai sudah menjadi milikmu. Itu alasannya dia seberani ini"


Brian terdiam sejenak.


"Dia pasti akan lebih nekad dari ini,aku harus perketat penjagaan kantor dan rumah,,dia tidak akan menyerah begitu saja."


"Kamu tahu,saat dia tinggal di Korea,kamarnya hanya dipenuhi foto-foto istrimu"


"Hmmm,,aku tahu itu,,beberapa kali dia juga mengirimkan beberapa hadiah mewah untuk istriku,tapi aku gagalkan,kemarin saja aku terlalu fokus dengan acara syukuran kehamilan Delia jadi hadiahnya sampai di tangan istriku."


"Lalu Delia?"


"Aman,dia tidak banyak bertanya,tapi nanti akan tetap aku jelaskan,karena aku tahu dia sebenarnya juga penasaran dengan pemberi hadiah itu"


"Baguslah,paling tidak Delia sendiri harus mawas diri dengan keberadaan Reymon"


"Iya,,"


Setelah selesai sholat magrib Brian mendapatkan panggilan dari kepolisian.


Beruntungnya saat ini Delia masih di rumah bibi Mira,jadi dia tidak tahu kalau polisi datang kerumahnya.


"Hmmm,,sudah ku duga" batin Brian.


Brian dimintai keterangan terkait laporan Reymon tentang insiden tadi siang.


Ditemani sang pengacara,Brian memberikan keterangan.


Dia juga mengakui kesalahannya,dengan berbagai perundingan Brian bersedia memberikan jaminan dan wajib lapor.


"Ini hanya pemanasan tuan Brian..semoga anda senang dengan balasanku!" Bisik Reymon.


Brian hanya tersenyum sinis.


***


Pukul 00.00


Delia terus memandangi jam dinding yang menggantung di sisi kamarnya.


Malam ini dia benar-benar tidak bisa tidur karena sedari tadi suaminya tidak memberi kabar apapun.


Berkali kali ia mengecek layar ponselnya dan melakukan panggilan,tapi hasilnya nihil.


"Kemana kamu mas??jangan bikin aku cemes gini dong,,,"

__ADS_1


Melihat lampu kamar Delia yang masih nyala,Bibi Mira mengetuk pintu kamar keponakannya.


"Del,,apa kamu belum tidur?"


"Belum bi,,masuk saja,,"


Bibi Mira kemudian masuk kedalam kamar Delia.


"Kenapa?"tanya Bibi Mira.


"Mas Brian kok belum kesini ya Bi,,dia juga tidak memberi kabar apapun"


"Kalau belum pulang,ya kamu menginap saja disini,,kasihan dedenya tu,ibu hamil jangan suka begadang. Suamimu mungkin sedang banyak pekerjaan jadi belum sempat kemari dan memberi kabar"


"Iya si,tadi saja waktu aku kekantor dia seperti tengah ditekan oleh pekerjaannya"


"Nah kan,,kamu inget engga jaman dulu waktu ayahmu masih mengelola perusahaannya,,kamu dan ibumu kan juga sering menginap disini kalau ayahmu pulang larut malam. Dan kamu sering memprotesnya karena pekerjaan banyak menyita waktu kalian."


"Iya si Bi.."


"Ya sidah,istirahat ya,,nanti kalau suamimu pulang,biar bibi yang membukakan pintu untuknya"


Delia mengangguk,,saat Delia mulai menarik selimut,dari luar terdengan suara klakson mobil.


Delia langsung bangkit dari tempat tidurnya dan berlari mendekati pintu depan.


"Del,,hati hati,,,ya Allah,,ni anak,,"gumam Bibi Mira ngeri melihat kepinakannya lari dalam keadaan hamil muda.


Delia membuka pintu , berkacak pinggang menanti suaminya keluar dari mobil.


Sesampainya di ambang pintu,Brian langsung mengecup kening istrinya.


"Serem amat liatinnya,"goda Brian.


Delia tetap diam,


"Udah udah,,nanti aku jelasin dirumah,,ayo pulang,,"ajak Brian.


Brianpun masuk kedalam rumah dan berpamitan dengan bibi Mira.


***


Delia dan Brian berbaring bersebelahan,


Mereka saling memandang.


"Kamu masih marah?"


"Aku bukan marah mas,aku mencemaskanmu,,setidaknya kamu bisa memberiku kabar mas"


"Sini,," Brian memerintahkan istrinya untuk mendekat dan meletakan kepalanya di dada bidangnya.


"Sayang,,bukan maksudku membuatmu khawatir,aku akui aku salah,,ponselku mati,belum sempat di cas,,power bank ku juga tidak terbawa."


"Memang kamu dari mana saja mas?"


"Aku,,aku harus menyelesaikan beberapa masalah sayang,,"

__ADS_1


"Masalah kantor?"


"Yah,,salah satunya,,aku sudah menghentikan kerja sama dengan Perusahaan Mr.Park..."


"Kenapa mas,,?"


"Aku hanya risih dengan anaknya yang selalu saja mengambil kesempatan dalam setiap pertemuan,"


"Maksudnya?dia masih menggodan mu mas?"


"Hmmm,,aku hanya ingin bekerja sama dengan orang yang profesianal,,dan aku ingin menjaga perasaan dan kepercayaanmu saja"


"Tapi jika diputuskan sepihak perusahaannya kan bisa menuntutmu mas,,"


"Iya,aku sudah berunding dengan Mr. Park dan aku sudah membayar semua tuntutannya. Aku tidak mau ambil resiko lebih dari itu."


"Segitunya kamu mas,,"


"Aku hanya bisa fokus bekerja jika kamu meridhoinya,kalau ada wanita penggoda dan aku tidak bersikap tegas,maka setiap hari pasti kamu akan diselimuti perasaan was-was,,iya kan?"


"He eh.."


"Semaksimal mungkin aku pasti akan berusaha terhindar dari siasat buruknya,tapi aku tidak bisa jamin jika dia menggunakan cara yang tidak aku duga."


"Seperti?"


Tanya Delia penasaran.


"Saat itu,saat mengadakan rapat koordinator,Ae-Ri mencoba menaruh obat diminumanku,beruntung aku memerintahkan pengawalku untuk terus mengawasinya sejak dari awal mereka datang. Aku tidak sampai meminum apapun yang dia berikan,,aku takut jika Ae-Ri akan bertindak lebih jauh lagi."


"Serius mas??kok kamu engga cerita si,,"


"Nah ini lagi cerita,,"


"Hmmmm"


"Satu lagi,,aku ingin memastikan saja sayang,,misal..ini misal loh ya...misal Reymon datang dalam kehidupanmu,menginginkanmu,apakah perasaanmu akan berubah dan kembali mencintainya?"


"Hahahaha,,kamu ngaco mas,,ya engga mungkin lah,,Reymon mana mau sama bini orang yang lagi bunting" Delia tertawa .


"Aku serius!"


"Serius mas??hahaha,,haduh..kamu lucu agh..aneh.."


"Del! Aku serius! Apa kamu tetap bertahan dengan perasaanmu kepadaku sedangkan dia,pria yang dulu kamu idamkan tiba-tiba mencintaimu?"


"Iya mas,,aku tidak mungkin berpaling mas,,apa lagi,saat ini ada kedua buah hati kita disini,," Delia menunjuk perutnya.


"Sayang,aku mau jujur denganmu,,karena aku tidak mau ada yang disembunyikan sekecil apapun"


"Apa mas?"


"Sebenarnya Reymon,dia sejak datang kemari tujuannya adalah mengambilmu dariku. Dia terus mencoba menghubungimu,dia mencari nomer ponselmu tapi aku sudah membungkam siapa saja yang tahu nomer pribadimu,,dia kemudian sering mengirim hadiah ke Klinikmu,dan kerumah saat aku tidak ada.


Bimo juga tahu,,aku mengerahkan bala bantuan agar kado itu tidak sampai ditanganmu,termasuk berlian yang kemarin aku sita"


"Apa?? Tidak mungkin mas,,Reymon sendiri yang dulu mengacuhkan ku mas,,mana mungkin sekarang ia menyukaiku..apa lagi dia tahu aku sudah menikah."

__ADS_1


__ADS_2