
"Tuan,ini makanannya"
Brian menatap pelayan tersebut dengan tajam,membuat nyali pelayan menciut.
Tak sedikit orang yang berani menatap mata elang milik Brian. Terlebih saat ia tengah marah.
"Saya permisi tuan"ucap pelayan tersebut,setelah meletakan makanan di meja.
"Tunggu!"ucap Brian menghentikan langkahnya.
Brian memeriksa makanan yang dia bawa,kemudian menyendok sedikit makanan dan memberika pada pelayan itu.
"Makanlah!"
"Tttapi tuan,i ini..tidak sssopan"ucapnya ketakutan.
"Tidak mengapa! Saya tidak keberatan memakan sisanya. Makanlah" Brian terus mendekatkan sendok dihadapan mulut si pelayan.
"Bbbaik tuan,,"
Akhirnya pelayan itu mengambil sendok dari genggaman Brian,dan memakan makanan yang disodorkan oleh Brian.
"Oke,pergilah!"
"Saya permisi tuan"
Brian mengangguk mempersilahkan.
"Mas,kasihan dia tau,,,dia ketakutan gitu,,kamu jangan berlebihan dong mas"
Brian hanya menyeringai.
"Jangan makan makanan itu!"
"Tapi mas,,aku lapar"
"Aku bilang jangan!kamu ngerti!" Brian meninggikan suaranya.
Delia tercengang dan bingung dengan sikap suaminya.
Ia mengambil ponselnya dan menghubungi manager Hotel tersebut.
"Hallo Mr.Brian"
"Hallo,,Panggil ambulan,salah satu karyawan restomu ada yang keracunan.
Setelah membaik,bawa dia kehadapanku! dan periksa semua CCTV hotel! Karna ada yang ingin mencoba meracuni ku! Bekerja samalah untuk mencari tahu siapa orang itu!"
"Apa!! Baik Mr. Brian saya akan membantumu"
Pemilik hotel sangat menghormati Brian,karna ia tahu Brian adalah satu-satunya cucu dari Mr.Robert.
Pengusaha yang namanya sudah tak asing bagi pemilik hotel tersebut.
"Mas!! Maksudmu apa?racun?"
"Iya"
"Dari mana kamu tahu kalau makanan itu mengandung racun?"
"Selama ini,tidak ada pelayan yang menyuguhkan makanan dengan jari yang gemetar,itu saja."
"Astaga,,sampai segitunya mas,,,kok aku jadi ngeri ya"
"Ini sudah hal biasa dalam dunia bisnis,kamu jangan khawatir,percaya dan patuhi semua perintahku!" Brian menggenggam tangan istrinya.
__ADS_1
Tok tok tok
"Itu pasti Soni,tunggu sebentar"
Brian menghampiri pintu,membukanya.
Benar,Soni datang dengan membawa peper bag berisi pakaian,sepatu dan perlengkapan lainnya.
"Terimakasih Son,kamu boleh bersiap."
"Iya,semua persiapan untukmu sudah ada dikamarku,kamu juga segera bersiap."
"Baik,aku akan memyusul mu nanti"
"Oke,,"
Soni menepuk pundak Brian.
Brian mengangguk lalu menutup pintu.
"Sayang,pakai ini,ingat patuhi semua perintahku! Pakai ini,kamu masuk kedalam mobil yang sudab disiapkan di parkiran samping. Disana ada mobil hitam berplat #### naiklah,dan segera pergi ke kantor Mr.Abdulla disana sudah ada sopir yang akan mengantarmu"
"Aku akan bersama Soni pakai mobil yang biasa,percayalah kita akan sampai di kantor itu bersama-sama."
"Baiklah,kamu hati-hati ya mas"
"Oke..,aku akan bersiap di kamar Soni,kalau kamu sudah selesai kamu masuk saja ke mobil" Brian terburu-buru mengecup kening istrinya lalu pergi.
***
Beberapa menit kemudian Brian dan Soni terlebih dahulu memasuki mobil.
Mereka berangkat mendahului Delia.
Ia menyusuri lorong,berjalan ke arah parkiran samping.
"Awas kamu mas,beraninya ngerjain aku seperti ini!!!" Gerutunya.
Matanya berkeliaran mencari keberadaan mobil yang suaminya maksud.
Ponselnya berdering,ia pun meraih benda pipih itu dari dalam tasnya.
"Hallo! Siapa ini!" Tanya Delia kesal.
"Heh! Nyonya besar!! Jangan kelamaan!! Cepetan masuk mobil!"
"Tunggu,,em,,lo lo Tania!!?" Tanya Delia heran,tak biasanya Tania menghubungi Delia seperti ini.
"Cepetan masuk!!" Suara Taniapun terdengar ketus.
Dengan langkah berat Delia memasuki mobil tersebut.
Terlihat Tania tertawa mengejek.
"Apa! kamu senang!! Kenapa kamu disini!!" Tanya Delia,ia satukan kedua alisnya.
"Eh,gadis sialan,,memangnya kamu pikir ini proyek siapa?? aku! aku salah satu bagian terpenting diproyek ini! apa pendidikanmu yang pas-pasan itu bisa mentranslit bahasa mereka?apa lo bisa menghandle mereka sendiran??hah..Ini proyekku juga! enak saja kamu mau ambil alih peranku!"
"Tapi kenapa kamu harus disini bersamaku!kamu kan ada mobil sendiri!"
"Itu karna Brian yang menyuruhku! Kalau tidak,aku juga malas satu mobil denganmu!!"
"Terserah! Pak,ayo kita jalan" titah Delia sembari memandang sinis Tania.
"Non,ini ada makanan untuk sarapan,tuan Brian yang memesankannya."
__ADS_1
Supir memberi box berisi makanan diatasnya bertuliskan.
Makan! Dan berhenti menggerutu!
"Dasar bunglon!! Selalu saja membuatku naik darah!!" Gerutunya dalam hati.
Ia melirik ke arah Tania yang terus saja membuang muka.
"Lo sudah makan?"tanya nya datar.
"Hem" jawab Tania.
"Baiklah!" Delia langsung membuka box dan memakan sarapannya dengan lahap.
Tania terus saja menahan tawanya dibalik tangannya.
Ia menertawakan pakaian yang Delia kenakan.
"Sejak kapan style Delia menjadi Maskulin gitu! Dia benar-benar Gila kali "batinnya.
Flash back
Setelah kepergian Brian,Delia menjinjing peper bag besar dengan girang.
"Mas,mas,,biarpun kamu super nyebelin tapi kamu perhatian banget sama aku,kamu benar-benar tau apa yang aku butuhkan."
Ia buka peper bag dengan senyuman merekah.
Nampak sepucuk nota berisi pesan dari suaminya.
Delia membuka lipatan kertas itu dan membacanya
Pakai ini,! Jangan protes! Jangan keluar jika kamu belum memakai semua ini!! Jangan lewat pintu Depan hotel,diluar kamar sudah ada pelayan yang sedang menunggumu . Dia akan memandumu melewati pintu alternatif.
Ingat,percaya padaku! Jangan bandel !!
"Ya allah mas,kamu bener-bener deh..lagian,apa ini???Soni mau aja disuruh nulis kaya gini,gila tu berdua!" Ucap Delia menggelengkan kepalanya.
Delia mengerutkan kedua alisnya ketika ia melihat satu persatu plastik ia buka.
Ia meremas plastik tersebut dengan jengkel.
"Bunglon!!!! Kamu bener-bener ya mas!! Apaan ini!!" Delia mengangkat pakaian dengan jarinya.
"Ya Tuhan,,apa kata Dunia,aku pakai pakaian seperti ini?jangan-jangan Brian sudah lupa kalau istrinya itu wanita bukannya pria!! Ga beres ini orang! Soni,yah...pasti Soni salah membelikannya! Aku harus menelponnya! Awas saja kalian!!!"
Dengan tertatih ia mengambil ponsel lalu menelpon Soni.
"Soni! Kamu pasti salah ambil pesanan kan! Masa aku dikasih baju pria si! " Delia langsung mengomeli asisten suaminya.
"Mmmaaf Del,itu gak salah..it.." belum selesai Soni menjelaskan Brian langsung merebut ponsel Soni.
"Apa kamu tidak bisa membaca pesan dikertas itu!!Jangan banyak bicara pakai!" Brian menekankan nada bicaranya.
"Oke! Awas kamu mas!" Ancam Delia.
Delia dari dulu selalu tampil veminim,merasa kesal saat tiba-tiba ia disuruh memakai outfit sporty dengan jaket hondie dan topi.
Ditambah kacamata Hitam dan satu lagi yang membuatnya murka.
KUMIS...yah,dia harus memakai kumis tipis dibawah hidungnya.
"Kamu benar-benar ingin mempermalukanku mas!awas kalian!!" Gerutu Delia sambil memakai semua perlengkapan itu.
Flash Off
__ADS_1