Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 169


__ADS_3

"Begini pak,saya kemari ingin menanyakan perihal file ini,,apakah benar ini istri bapak?" Brian menyodorkan sebuah File berisi biodata dari rumahsakit bekas Bu Titi bekerja.


Seketika mata Ayah Seruni terbelalak.


Ia terkejut," Bagaimana bisa dia mendapatkan data itu?"batinnya.


"Anda terkejut?"tanya Brian dengan tatap khasnya.


Ia tersenyum,


"Ini sangat mudah bagi kami pak,,jadi jawab saja,apakah benar foto dan data ini adalah istri anda?"desak Brian.


"Em,,anu,,ii ii itu,,"


Ia bingung mau berkata apa,jika ia jujur,istrinya pasti akan marah besar padanya,dia sendiri juga sama khawatirnya dengan sang istri.


Tapi jika dia berbohong,maka alasan apa yang tepat,karena Brian dan Soni bukan pria sembarangan.


"Lebih baik anda jujur tuan,,kami akan menghargai kejujuran anda" ucap Soni tenang.


"Ma maafkan kami tuan,,iya,ini memang istri saya,,dia telah berbohong pada anda"


"Bagus,,sekarang,aku tanya intinya,,Seruni itu adik saya kan? Lalu,kenapa kemarin kalian seolah menghindari saya?apa kalian tidak ingin aku tahu kebenarannya?"


Ayah Seruni tertunduk mengangguk.


"Ahhhh...sudah kuduga,,," Brian menepuk pahanya sendiri kesal sekaligus merasa lega dengan jawaban Ayah Seruni,pak Arya.


"Oke,apa alasannya?aku ingin tahu!" Tanya Brian tegas.


"Jadi,saat itu nyonya Lidia menyerahkan Seruni pada istri saya,kebetulan kami belum dikaruniai anak. Jadi kami sangat senang dengan kehadiran Seruni.


Beberapa hari sepulang dari rumahsakit,nyonya menelpon kami untuk menempati Villa dan bersembunyi disana. Karena tuan Widodo tahu kalau Seruni masih hidup. Nyonya takut kalau Seruni akan diincarnya.


Akupun keluar dari pekerjaanku untuk membantu istriku menjaga Seruni.


Beruntung,Widodo tidak tahu tentang Villa itu,jadi dia tidak pernah sampai kesana.


Meskipun nyonya memberi fasilitas dan tabungan deposito pada kami,kami tidak sedikitpun serta merta menggunakan uang tersebut untuk kepentingan kami sendiri,semua murni hanya untuk Seruni. Di Villapun saya ikut bekerja di perkebunan untuk menyambung hidup kami.


Setelah nyonya meninggal dan dirasa sudah cukup aman,kami memutuskan untuk pindah ke Bandung,saya bekerja di Jakarta lagi,dan istri saya fokus mengurus Seruni beserta usaha yang nyonya Lidia tinggalkan untuk kami kelola.


Lepas dari semua itu,kamipun berharap tidak ada lagi yang akan memisahkan kami dengan Seruni,,kami egois karena kami kesepian.


Kami benar-benar menginginkan anak,kami mencintai Seruni benar-benar tulus.


Kami sadar,dengan ingin memilikinya sepenuhnya dan menyembunyikan identitasnya dari anda itu sebuah kesalahan,kami mengingkari kesepakatan kami dengan nyonya Lidia.

__ADS_1


Kami tahu itu,,kami memang salah,,,tapi,,tapi kami benar-benar tidak mau kehilangan seruni bukan karena harta nya.


Jika tuan ingin mengambil seluruh harta yang seruni punya,silahkan,,tapi jangan ambil seruni dari kami,,,kami mohon tuan...kami mohon...bagi istri saya,seruni adalah belahan jiwanya."


Pak Aryapun memohon dan mengeluarkan airmatanya.


Brian dan Soni saling melempar tatapan.


Mereka mencoba mencerna semuanya,Sonipun merasa iba dengan pak Arya.


Sementara Brian,Brian masih saja datar menanggapinya.


"Aku cuma mau pastikan saja,apakah dia adikku?"


"Iya,,tapi tuan,,jangan bawa Seruni,,aku mohon"


"Aku terima pengakuan anda,,tapi bukankah anda tahu,sayapun berhak mendapat pengakuan atas status saya sebagai kakak Seruni! Jika Seruni menikah nanti,hanya Ayahku dan aku yang berhak menjadi walinya. Anda tidak bisa meremehkan hal itu,,Anda juga harus menepati janji anda pada ibuku,akan mempertemukan aku dengannya.


Jujur,sikap istri anda kemarin cukup menyinggung perasaan saya,karena itu saya mencoba mencari tahu kenapa istri anda nampak jelas tidak menyukai kedatangan kami.


Anda tahu,betapa senangnya Seruni jika dia tahu dia masih punya kakak yang sangat menyayangi dan merindukannya?"


"Iya,kami tahu tuan,,tapi,,kami butuh waktu untuk menjelaskan pada Seruni,terlebih usianya kini masih kecil. Dan,,,dan kami kami benar-benar tidak bisa jauh darinya,,aku berharap.anda mengerti itu"


"Baiklah,aku akan memberi kalian waktu,,,tapi aku minta,jangan pernah lagi halangi aku menemui Seruni,,jelaskan dan tegaskan itu pada istri anda.


"Bbbaik Tuan..saya mengerti,,saya akan usahakan"


"Bagus,,aku pegang itu! Aku yakin,anda bisa dipercaya!"ucap Brian.


"Ya sudah,Semua data dan informasi tentang istri anda sudah aku pegang,jadi jangan coba-coba untuk menghindar atau lari membawa Seruni jauh dariku!!"


Tegas nya sekali lagi.


"Baik tuan..."


"Saya rasa hari ini cukup,kami permisi,"


Brian yang selalu terkesan angkuh dan dingin,menyudahi pertemuan ini dengan tanpa basa basi.


Didalam hatinya sebenarnya dia sangat bahagia,akhirnya dia bisa menemukan adiknya.


Diapun berjanji akan menebus waktu yang telah adiknya lalui tanpa dirinya.


"Maaf pak,jika kedatangan kami membuat anda tidak nyaman"


Ucap Soni.

__ADS_1


"Tidak tuan,,justru justru saya selama ini merasa tidak tenang karena menyembunyikan ini dari tuan Brian. Karena keegoisan kami,kami hampir saja memisahkan adik dan kakaknya. Tapi kini saya sudah lega,terlebih tuan Brian berjanji tidak akan memisahkan kami,itu suatu anugrah terbesar bagi kami"


Brian dan Soni tersenyum.


***


Dirumah Delia dan Oma menunggu Brian pulang diruang tengah,sembari menonton Televisi.


Delia terpaksa mendengarkan Oma yang gemas dengan sinetron yang ia tonton.


Sesekali tangannya memeriksa layar ponsel,menunggu kabar dari suaminya.


Sebelumnya Suaminya menghubungi Delia,menceritakan niatnya untuk menemui pak Arya ayah Seruni.


15 menit kemudian terdengar suara orang mengetuk pintu.


"itu pasti mas Brian"


Deliapun beranjak dari tempat duduknya,mendekati pintu untuk menyambut Suaminya.


Cklek


Brian membuka pintu dan langsung memeluk istrinya.


"Bagaimana mas?Apa benar Seruni adikmu?"


Brian terus memeluk Delia dengan sangat erat,lalu mencium kepala istrinya.


"Mas,,"


Brianpun mengangguk,ia mengusap air mata bahagia yang hampir jatuh.


"Serius mas?"Delia terkejut,matanya terbelalak,senyuman kebahagiaan merekah indah dari bibirnya.


"Omaaaa..." ia melompat kegirangan dan langsung memeluk Oma yang masih seeius dengan sinetronnya.


"Ada apa ini!?"


"Oma,,,akhirnya,,,akhirnya kita menemukan adik mas Brian Oma,,,cucu Oma..."


"Apa??Benar itu Ian??kamu tidak lagi ngerjain Oma kan?"


"Benar Oma,,seperti Filling kita,,Seruni adalah adikku Oma..dia yang kita cari Oma"


Oma langsung menangis haru,,,


Mereka bertiga saling berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2