
"Ada apa ayah kerumahku!apa ayah ibgin membuat Delia ragu padaku!" Brian berdiri tepat dihadapan Atmajaya diruang kerjanya.
"Yan,bantu ayah Yan,,"
Brian menarik alis matanya menatap ciriga pada sang ayah.
"Ayah dengar dari pengawal ayah yang menemani nenekmu disana,,sebentar lagi nenekmu akan kembali ke Indonesia,,ayah bisa mati kalau masalah kantor masih belum teratasi,oma mu masih sangat paham dengan semua ini Rey..dia pasti akan mengecek keuangan kantor. Bantu ayah nak"
Atmajaya memohon pada anaknya,ia takut kalau ibu mertuanya tidak mempercayainya lagi untuk mengurus kantor,karna saat ini dia masih harus bekerja untuk membiayai istri dan anaknya di Bali. Diam-diam Atmajaya juga mendirikan usaha diluar Golden Big dan HR group. Dia takut kalau ibu mertuanya mengetahui itu.
"Hah! Kenapa ayah jadi ketakutan seperti ini?masalah keuangan kantor koleps itu hal biasa dalam bisnis,,apa ada yang ayah sembunyikan dari oma selain masalah keuangan??" sedikit demi sedikit Brian mulai paham dengan ayahnya,dan mulai mencium keanehan.
"Ayah hanya menyembunyikan soal Tania yang menjadi meneger keuangan,itu saja..dan hasilnya adalah kekacauan. Ayah benar-benar menyesal telah mempercayainya Yan.."
"Oke,kalau gitu pecat dia! Apa susahnya! Gampang kan?"
"Tttapi...tapi ayah tidak enak dengan Pak Widodo"
"Hah! Sejak kapan ayah merasa tidak enak dengan orang lain? Bukanya ayah itu adalah pengusaha yang berhati dingin,melakukan appun demi ambisimu yah?kenapa hanya dengan Widodo ayah bisa setakluk itu?siapa Widodo?seberapa besar pengaruhnya dalm hidup ayah?"
"Yan,ayah tidak ingin berdebad tentangnya,,ayah hanya mau,kamu bantu ayah mengatasi permasalahan keuangan kantor,,"
"Pecat Tania yah! Meskipun dia tidak lagi menjabat sebagai meneger keuangan. Ayah sudah meminta ganti rugi pada penyusup perusahaan yang sudah dipenjarakan,tapi kenpa pada Tania ayah tidak memintanya! Keluarkan taring ayah!"
"Yan,sebenarnya Tania itu adalah calon istrimu yang sudah kami sepakati,jadi ayah tidak mungkin mengecewakannya. Dulu almarhumah ibumu juga mengiyakan."
"Hahahaha...bohong lagi bohong lagi" Brian tertawa sengit menanggapi kebohongan ayahnya.
"Ayah tidak bohong nak..selamatkan Tania dari kemarahan oma mu,ayah mohon"
Brian menghampiri Atmajaya,mereka saling bertatap muka,mata Brian memerah,rahangnya mengeras dan Braggggg...
Ia meninju meja yang ada dihadapan Atmajaya.
"Sampai kapan ayah terus membohongiku!!! Aku benci kebohongan yah!!! Aku bukan lagi anak kecil!!! Jodohku adalah Delia!itu yang ibu pilih,,kalau ayah memilih Tania,silahkan ,,ayah nikahi saja dia!!!"
"Yan! Dari mana kamu tahu kalau ibumu menjodohkanmu dengan Delia? Itu semua bohong,,Delia hanya menginginkan hartamu,menginginkan pulau itu!!"
"Jangan menyimpan pemikiran picik seperti itu tentang Delia!" Brian meluruskan ujung jarinya mengarah kehadapan ayahnya.
"Yan,berhenti membela wanita itu,kamu tidak tahu,ayahnya sengaja menghancurkan keluarga kita,dulu ayahnya juga hampir menghancurkan perusahaan kita,ibumu saja yang mau diperdaya."
"Aku akan terus membelanya! Ayah harusnya sadar!apa yang ayah cari selama ini!! Sampai-sampai ayah berbohong untuk menutupi kebohongan -kebohongan lainnya!!! Siapa ayah sebenarnya!apakah ayah masih sama seperti apa yang aku kagumi dulu! Berfikirlah dan ubah semuanya jika ayah ingin selamat! Cepat atau lambat,semua akan terbongkar,,tunggu saja! Aku sendiri yang akan menghukum ayah jika ayah tidak segera berubah!!"
"Wanita itu benar-benar telah merubahmu!! Kamu yang akan menyesal Yan,karna memilihnya.!"
"Terserah ayah! Kali ini aku akan bereskan urusan kantor hanya demi oma,agar hasil kerja kerasanya dari dulu tidak ayah rusak! Satu lagi! Jangan pernahenginjakan kaki ayah dirumahku!! "
Brian meninggalkan Atmajaya dengan membanting pintu keras.
__ADS_1
Bi Ijah mendengar semua pertengkaran itu dari kamar sebelah.
Menyaksikan tuan mudanya pergi keluar bi Ijah mengikutinya.
"Tuan,"
"Ada apa bi.."
Bi ijah,mencari kertas dan pulpen di laci bufet dekat Televisi.
Bibi ingin bicara dengan tuan,di taman A pukul 10.00 pagi.
"Ini tuan,permisi" dengan tergesa-gesa bi ijah kembali ke ruang area khusus asisten rumahtangga.
"Kenapa bi Ijah seperti ketakutan dan kenapa harus memintaku ketaman?" Batin Brian.
***
Tok tok tok
Salah satu bodyguard Atmajaya mengetuk pintu ruangan bosnya.
"Masuk"
"Lapor tuan,tadi saya melihat gerak gerik mencurigakan dari bi Ijah,tuan bisa cek rekaman CCTV di ruang tengah".
"Apa yang dia tulis untuk Brian??"
"Kami kurang jelas melihatnya tuan,rekaman CCTV juga tidak menagkap jelas."
"Baik,awasi bi Ijah,karna aku heran kenapa hanya dia yang masih kuat bertahan dirumah ini,padahal asisiten yang lain berkali-kali ganti. Dia juga asisiten terlama dan dia..agh..kenapa aku tidak kepikiran..dia asisiten rumahtangga kesayangan Lidia..dia pasti tau dimana Lidia menyimpan kotak itu. Sial!!! Bodoh!!! Aghhhh...." Atmajaya mengacak acak rambutnya kasar.
"Baik tuan,besok kami akan terus memantaunya."
"Bagus,pergi sana!"
"Aku harus segera membereskan semua terutama rekaman vidio itu,kalau tidak aku bisa habis oleh nenek lampir itu! "
Atmajaya mulai terancam,dia takut rekaman dan perselingkuhannya diketahui ibu mertuanya. Kepercayaan ibu mertuanya akan sirna dan semua aser beserta kekayaan yang ia punya akan dicabut tak tersisa.
***
22.00
Delia mulai mengantuk,tapi ia tetap menunggu suaminya pulang .
Dia hanya ingin tahu apa yang dia bicarakan dengan Atmajaya.
Klutak
__ADS_1
Ada yang melempar batu di balkon kamarnya.
Delia langsung keluar kebalkon dan mengambil batu yang terbungkus kertas.
"Menunggu ya??kasihaaan..mereka sedang asik merencanakan bagaimana menghancurkanmu setelah kotak itu jatuh ketangannya. Bersiaplah menjadi wanita yang dicampakan.hahaha .."
Delia semakin penasaran siapa yang selama ini menerornya.
Dia tidak ingin menceritakan pada Brian,karna jika memang Brian benar tidak tulus mencintainya,maka pastinya dia akan mengelak dan merubah rencananya.
"Aku harus mencari tahu apa yang mereka rencanakan...duh...kenapa aku harus meragukan suamiku!tidak tidak ...ini pasti perbuatan dari orang yang ingin merusak hubunganku dengan Brian! Ayooo Del...singkirkan pemikiran konyolmu,,,kamu harus percaya dengan suamimu...selama ini dia sudah membuktikan rasa cintanya..." Batin Delia mulai berkencambuk.
Delia tidak menyadari kehadiran Brian dibelakangnya. Ia terus menatap langit dan melamunkan sesuatu.
"Aku bilang jangan menungguku!"ucap Brian tepat di sampung telinga Delia.
Seketika membuat Delia terkejut dan meremas kertas yanga ada digenggamannya dan membuangnya kebawah balkon.
"Apa itu ?"tanya Brian sambilenakikan alisnya.
"Oh,,itu..bukan apa-apa,aku aku sedang merindukan ayah ibuku,,mereka selalu mengajariku seni origami,tapi sampai sekarang aku masih gagal mencobanya. Akhirnya aku kesal dan aku remas."
"Kamu itu hanya ahli menggerutu dan ngomel,jadi mana mungkin bisa membuat seni origami!" Ketus Brian.
"Hey!tuan besar,berhenti menghinaku" sorot mata Delia meruncing,mengarah kebola mata Brian yang tak kalah tajamnya.
"Jangan menatapku seperti itu!atau aku akan memakanmu!"
"Dasar Alien,Herbivora,Bunglon!" Delia merasa kesal karna Brian akhir akhir ini senang membuatnya jengkel.
Cup
Brian mengecup bibir Dekia cepat.
"Ih,gila kamu mas..nanti ada yang liat gimana?"
Cup
Sekali lagi Brian mengecup bibir Delia
"Mas!!ih!nyebelin banget kamu ya!!"
Cup
Lagi dan lagi setiap kali Delia mengomel hanya kecupan jawaban yang Brian berikan.
"Mas!mau mu apa si!!"
Delia sudah merasa kesal dengan suaminya.
__ADS_1