
"Gak Fan,,aku mau sekarang!!ayahku Fan,,dia sendirian!!kasihan ayahku Fan!! pasti dia khawatir dengan keadaanku!!"
"Delia!!!"
Fani mengejar Delia yang spontan melepas selang infusnya dengan paksa dan lari. Brian yang masih diruang perawat menitipkan sejumlah uang untuk administrasi perawatan Delia,mendengan Fani berteriak memanggil-manggil Delia.
Brian pun berlari mencari sumber suara.
"Ada apa Fan?"
"Delia kabur Kak!!"
"Kamu keruang perawat selesaikan administrasi. aku akan mengejarnya!"
Brian mengejar Delia yang sudah melewati beberapa penjaga,satpampun ikut mengejarnya.
Tiba-tiba ditepi jalan Delia jatuh hampir tertabrak motor.
Beruntung Delia langaung ditolong oleh satpam yang mengejarnya.
"Terimakasih pak,aku akan membawanya pulang,dia pasien dari VVIP room rose 3. Adminiatrasi sedang diurus." Brian mengambil alih tubuh Delia dari satpam.
Delia meronta ronta saat dibopong oleh Brian. Tubuh kekar Brian dihajar habis-habisan oleh Delia.
Brian membawa Delia kedalam mobil dan langsung mengunci mobil.
"Lepaskan aku pembunuh!!!lepaskan!!aku mau pulang"
"DIAM!!!jangan konyol!! aku akan mengantarmu pulang!! diam!!"
Brian memasang sabuk pengaman pada Delia. Dia langsung menancapkan gas dengan kecepatan maksimal dia mengantar Delia kerumah bibinya.
Sesampainya didepan rumah,Jenazah Yosep sudah siap untuk dibawa kepemakaman.
Melihat pemandangan itu,Delia turun dari mobil dengan lemas.
"Mau kalian bawa kemana ayahku!!ayahku belum meninggal,dia sedang tidur menungguku pulang!! turunkan dia!! bibi..bibi tau kan ayah suka tidur,,ayah pasti lupa belum sholat subuh,ayo bii kita bangunkan ayah bi..ayah jangan dibawa seperti itu bi.."
Delia benar-benar hilang kendali,dia masih belum menerima kepegian ayahnya.
"Nak,,ihklaskan ayahmu...biarkan dia bersama ibumu,,ibumu juga ingin bersamanya,,ibumu butuh teman..kamu disini sama bibi dan paman ya..doakan terus ayah ibumu..ayo sayang,masuklah kedalam,istirahatlah...ayo..."
Delia dituntun oleh bibinya memasuki kamar Delia. Brian ikut meneteskan air matanya,dia tidak tega melihat Delia terpuruk hingga seperti ini.
Saat dia hendak masuk mengikuti Delia kekamarnya bibi Mira mencegahnya.
"Pulanglah,biarkan Delia disini,kedatangnmu akan mempeeburuk keadaanya,sampaikan ini pada ayahmu,,Selamat atas kemenangannya!!! satu lagi,Delia tidak akan kembali kerumah kalian. Rayakanlah kemenangan kalian!!silahkan pergi!!!"
__ADS_1
Brianpun tidak ingin mempeekeeuh suasana,dia pergi meninggalkan rumah bibi Mira dengan rasa bersalahnya.
***
"Ayah!!!!ayah!!!!" Brian pulang kerumah ayahnya dengan membawa kemarahan
Kemarahan Brian kali ini membabi buta,benada-benda yang ia jumpai dirumah ayahnya dia lempar sembarang arah. Ruang tengah yang dulu tertata rapi sekarang menjadi porak poranda.
Brian berlari keatas mencari ayahnya,terlihat ayahnya sedang duduk di ruang kerjanya,dengan kaki diluruskan ke meja,.
"Ayah!!!apa yang ayah lakukan!!!"
Brian meninju meja yang ada dihadapan ayahnya,spontan kaki Atmajaya kemudian ia turunkan ke bawah.
Dengan memegang minuman Atmajaya berjalan kearah jendela.
"Ayah hanya melakukan apa yang seharusnya kamu lakukan,ayah sudah jenuh dengan permainan ini,ayah tidak mau jika pernikahan palsumu akan membuatmu mencintainya,lihat saja sekarang!!kamu begitu lemah!"
"Terbuat dari apa hati ayah ini!!!aku menyesal mempunyai ayah sepertimu!! ayah tega menjadikan hidup mati seseorang sebagai sebuah permaianan!! Aku jadi berfikir,mungkin saja ibu meninggal bukan karna dia dibunuh,melainkan bunuh diri karna tidak sanggup menghadapi ayah!!!"
"BRIAN!!!!! jaga ucapanmu!!! hanya karna wanita itu kamu tega meragukan ayah!!! rupanya dia benar-benar sudah mencuci otakmu!!"
"Bukan dia yang mencuci otakku,tapu ayah yang sudah mendoktrinku menjadi laki-laki pecundang!!!"
"Terserah apa pendapatmu!!pergilah dari sini sebelum ayah menghajarmu!!! ayah ingin menikmati kemenangan ayah hahahaha...!!"
"Tunggu,satu lagi...singkirkan wanita itu dan menikahlah dengan Tania ini demi kejayaan kita,paham!!"
"Ayah saja yang menikah dengan Tania!!nikmati saja ambisimu!!! Mulai detik ini jangan pernah mengatur hidupku!!aku menyesal menjadi anak ayah!!!"
***
Dari pintu gerbang Brian melihat ada mobil parkir di depan rumahnya.
Rupanya Roby sedang menunggu Brian diteras.
"Eh,kamu udah lama?"
BUGHhhh...
Tiba-tiba Roby menghajar kakak sepupunya dengan penuh amarah.
"Aku sudah memperingatkanmu kak!!!jangan ceroboh!!! "
Buggghhhh
"Ini untuk kebodohan kakak!!!"
__ADS_1
Bugggghh
" Dan Ini untuk kesedihan Delia!!! gadis yang tidak tahu apa-apa yang tega kalian sakiti!!"
"Bukan aku yang melakukannya Rob!!ayah yang sudah mengirim vidio itu!!"
Buggghhhh
"Lalu,siapa yang tega menyiksa wanita dengan cara seperti itu Hah!!!kamu sudah menjatuhkan kehormatan seorang wanita!!! aaaaghhhhhhhhh!!!!!"
Roby sangat menyayangkan sikap Brian yang menganiyaya Delia saat malam pertama,melecehkan Delia meskipun tidak sampai merebut keperawanannya,tapi dia lakukan didepan CCTV.
Semua penderitaan Delia saat dirumah Atmajaya terekam jelas dilayar monitor. Atmajaya mengambil salinannya kemudian mengirimkannya pada Yosep.
"Fani sudah menceritakan semua padaku!!! aku malu mempunyai saudara seperti kalian!! "
Roby menarik kerah baju Brian kemudian menghempaskannya. Rasanya ia ingin menghabisi Brian saat itu.
"Silahkan kalian membenciku!! akupun sebenarnya melakukan itu dengan berat hati!! itu sama sekali bukan kemauanku!! saat malam itu,entah mengapa aku bisa lepas kendali,kepalaku benar-benar pusing!! emosiku meluap begitu saja. Aku tau aku salah,tapi aku juga Dilema antara dendam dan ..."
"Dan apa!!!!"
"Sebenarnya aku juga tidak tega menyakiti Delia,olehkarna itu aku pindahkan dia disini,agar kami tidak terus diawasi oleh ayah. Agar aku bisa ikut mencari kebenarannya."
"Semua sudah terlambat!!! Hidup Delia sudah berakhir bersama dengan ayahnya!! satu-satunya alasannya untuk bertahan hanya karna ayahnya. Dia sendiri ingin mencari kebenaran itu dan ingin membuktikan pada kalian!! tapi ini sudah terlambat,kalian mengakhir semua sebelum kami menemukan kebenaran itu!!" Roby duduk lemas diteras,merasa usaha yang barubdia mulai dengan Delia akan sia-sia.
Brianpun ikut duduk disamping Roby.
"Semua belum berakhir! aku juga ingin mengetahui kebenaran itu,untuk meyakinkan diriku sendiri,bahwa aku salah menilai ayahku! Kamu benar,selama ini aku tidak cukup pintar mengenal ayahku,aku hanya sibuk belajar di luar negeri tanpa mempedulikan keluargaku."
"Aku juga merasa bersalah dengan kejadian ini,,aku ingin meneruskan pencarian itu demi Delia,meskipun ayahnya sudah tidak ada,aku ingin mengembalikan nama baik ayahnya." lanjut Brian.
"Kamu serius??atas dasar apa kamu tiba-tiba meragukan ayahmu!!"
"Saat Delia dan kamu pergi kemarin,orang-orangku membuntuti kalian. Karna aku mencurigai kedekatan kalian. Tapi saat itu,ada orang lain juga yang terlihat mencurigakan sedang membuntuti kalian juga. Akhirnya mereka memutuskan berbagi tugas,1 orang mengawai kalian dan 1 orang lagi membuntuti ke 2 orang yang juga ikut membuntuti kalian."
"Maksudmu,kamu tau saat aku dan Delia pergi ke Delicious Catering?"
"Iya,aku bisa memantau kemana saja Delia pergi dari ponselnya,saat aku tau dia pergi terlalu jauh aku memerintahkan orang-orangku untuk mengikuti kalian"
"Kenapa sampai seperti itu?" ucap Roby curiga.
"Sudah lupakan alasannya,,yang penting disini siapa yang membuntuti kalian selain orang-orangku!"
"Memangnya siapa mereka?"
"Mereka adalah pengawal tuan Widodo. Pengawalku mengikuti mereka sampai di cafe,disana ada pak Widodo dan ayahku. Pengawalku mencoba mendekat dan memasang telinga."
__ADS_1