
Delia merasa ragu untuk memasuki kamar tersebut,berkali kali Delia ingin mengetuk pintu tetapi tidak jadi.
Delia hanya mondar mandir di depan pintu kamar.
Tiba-tiba Brian memanggil Delia dari dalam kamar.
"Heh!apa kamu mau semalaman diluar?"teriaknya.
"Sepertinya dia tau aku dari tadi disini,Hufh...menyebalkan sekali dia. Ya Allah,lindungi aku dari laki-laki itu...aamiin" batin Delia,dengan harap-harap cemas dia mulai membuka pintu kamar pelan-pelan.
"Pppermisssi.." Delia terus tertunduk saat memasuki kamar yang asing baginya.
"Hem" Brian menjawab singkat. Dia sedang berbaring diatas kasur hanya mengenakan kaos dalam dan celana kolor. Delia langsung kembali tertunduk ketika sekilas melihat bayangan Brian.
Delia menyeret kedua kopernya dengan susah payah,tapi Brian sama sekali tidak mempedulikanya. Brian terus memainkan ponselnya.
"Pria macam apa dia,sama seperti ayahnya kaku gak peka dan kejam..yah..kejam..lihat saja wajahnya,menyebalkan" gerutu Delia lirih namun terdengar ditelinga Brian.
Brian langsung beranjak dari tempat tidur meraih koper Delia dengan kasar,kemudian membantingnya kesudut ruangan.
"Maksudmu apa membanting koperku!"
Teriak Delia pada Brian.
Tatapan Brian tajam merhardik Delia.
Tanganya menjambak rambut Delia membuat Delia merintih kesakitan.
"Berani kamu membentakku!!memangnya siapa kamu Hah!!! Harusnya kamu bersyukur kami sudah membebaskan ayahmu dari dosa-dosanya dan hutangnya!! Sekali lagi kamu berteriak aku pastikan tanganku ini akan merobek mulitmu.!!"
"Lepaskan aku,lepas aw..sakit"
Delia menangis kesakitan.
"Rasa sakit ini belum seberapa!!bayangkan betapa sakitnya ibuku saat ayahmu mendorongnya dari balkon!Bagaimana sakitnya ketika nyawanya direnggut secara paksa!!aku pastikan kalian merasakan hal yang sama!"
Brian melepaskan rambut Delia kemudian mendorongnya hingga jatuh kelantai.
Dia pergi keluar kamar dengan membanting pintu.
Sementara di sisi lain ada Atmajaya yang tersenyum senang mendengar pertengkaran Brian dan Delia.
"Ini baru permulaan Yosep..lihat lah anakmu disini..aku pastikan dia akan merasa hidup dineraka..hahahaha" batin Atmajaya,senyuman sengit tersirat dibibirnya.
Didalam kamar Delia ketakutan melihat kemurkaan Brian.
Air matanya deras tak terbendung.
Dia terus menangis,baru pertama kalinya dia mendapatkan kekerasan fisik dari orang lain.
" Ya Allah ya Robb,aku mohon kuatkan aku ya Allah..."batin Delia.
Tok tok tok
"Nyonyaaa,,tuan Brian menunggu anda diruang makan"
"Iya biiii...aku akan segera menyusul"
Deli membersihkan air matanya,mengganti pakaiannya dan turun keruang makan untuk makan malam.
Didapatinya Ayah mertua dan suaminya sudah menunggunya disana.
"Eh...Delia menantu ayah,anak dari seorang pembunuh...silahkan makaaaannn nak..." Atmajaya mulai menunjukan taringnya dengan ejekan.
"Tuan,ayahku bukan pembunuh!" Jawab Delia dengan lantang.
Dia masih berdiri dibelakang kursi,mendengar ejekan dari Atmajaya,Delia sepertinya hilang selera makannya.
"Berhenti menatap dan berbicara seperti itu dengan ayahku!!" bentak Brian.
"Sudah sudah nak,biarkan saja...teruskan makannya,jangan biarkan wanita ini menghilangkan selera makan kita. Oiya,Delia silahkan duduk dan nikmati makan malam yang mungkin seumur hidupnya belum pernah menyantap makanan seenak ini..mari mari..."
Kembali Atmajaya memberikan hinaan pada Delia.
__ADS_1
Kali ini Delia bungkam,karna sekeras apapun dia membela dirinya itu akan membuat Atmajaya dan Brian semakin menyakitinya.
"Maaf,selera makan saya hilang,saya permisi!" ucap Delia singkat dan dia langsung meninggalkan ruang makan menuju kamar.
Brian dan Atmajaya tertawa sengit melihat kepergian Delia.
***
Brian mendapati Delia yang duduk disofa kamarnya dan terus menangis.
Dia masuk kemudian mendekat pada Delia dan langsung membungkam mulut Delia dengan tanganya.
"Berhenti menangis gadis Bodoh!!aku muak dengan tangisanmu!aku muak dengan suaramu!!aku muak dengan semua yang ada dalam dirimu! Jadi berhenti menangis atau aku akan membungkam mulutmu dengan tanah!!! Aku ingin istirahat jadi D.I.A.M !!!!!!!! Kau mengertiii sayaaaang...hahahahahaa...."
Melihat Delia sudah hampir kehilangan nafas,Brian melepaskan tanganya kemudian ia meraih handuk untuk membersihkan diri.
Sementara Delia kembali mengatur nafasnya.
"Ya Allah...apa ini??Aku harus bagaimana menghadapi mereka Ya Allah.."
Delia meninggalkan kamar dan mengambil air wudhu dikamar tamu,kemudian melaksanakan sholat isya disana..
***
Selesai mandi Brian menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat tidur.
Sudah 1,5jam Brian menunggu Delia dikamar.
"Kemana gadis bodoh itu!!"
dia mengambil telpon yang ada di samping tempat tidurnya.
Jarinya menekan nomor khusus asisten rumah tangganya.
"Hallo bi..."
"Iya tuan ada yang bisa saya bantu?"
Jawab bi Ani.
"Tidak tuan,sedari tadi saya tidak melihat nyonya."
"Oh..ya sudah."
"Apa perlu bibi cari tuan?mungkin diruangan lain,dia belum hafal dengan ruang disini tuan. "
"Tidak usah bi,biar saya yang cari."
tut tut tut
Brian menutup telponnya.
"Kemana gadis itu!sial..jangan-jangan dia mencoba untuk kabur"
Brian segera turun dari ranjang kemudian mencari disetiap ruangan di lantai 2.
Kemudian dia kelantai bawah mencarinya ditaman belakang dan samping rumah.
"Hah!merepotkan saja!" Gerutu Brian.
Dia langsung menghampiri ruang monitor CCTV karna dia tidak mau direpotkan dengan mencari Delia.
"Mamang,periksa monitor apakah tadi kamu melihat kemana perginya Delia?"
"Nyonya tadi kekamar Tamu tuan,ini dia.."
Mamang memperlihatkan CCTV saat Delia masuk kekamar tamu.
"Baik,terimakasih Mang"
Brian menuju ruang tamu dengan langkah cepat.
Betapa terkejutnya Brian ketika melihat Delia tertidur saat masih mengenakan mukena diatas sajadahnya.
__ADS_1
Dia pikir Delia pingsan karna tidak makan tadi.
Tapi setelah dia memeriksanya,ternyata Delia hanya tertidur.
Brian membangunkan Delia dengan menggoyang-goyangkan tubuhnya kasar.
"Bangun!!woy bangun!! Jangan harap aku akan menggendongmu ke tempat tidur!"
Delia terkejut dan langsung bangun dari tidurnya.
"Ma-maaf Ian,aku tertidur..a a a ku lelah sekali"
"Simpan keluhanmu! Berdiri dan kembali kekamar!!"
"Bbbo..bo.bolehkah aku tidur disini ssàjaa?"
Pinta Delia,karna dia lebih nyaman tinggal di kamar tamu dari pada dikamar Brian.
"Hah!Enak sekali kamu ya..siapa kamu?kamu sudah ku beli dengan harga 1M!! Terlalu mahal untuk gadis bodoh sepertimu!! Jadi aku tidak mungkin menyia-nyiakan 1M ku hanya untuk mengasihimu!! Dasar anak pembunuh!!"
Brian menatap Delia dengan garang,membuat Delia tertunduk takut.
"Sekarang ikut aku!!"
Brian menarik tangan Delia dengan paksa,menyeret istrinya sampai ke kamarnya.
Sesampainya dikamar,Brian membuka mukena Delia,kemudian satu persatu melucuti pakainya. Hingga tersisa Bra dan celana dalam saja.
Delia menutupinya dengan kedua tanganya.
"Kenapa!!kenapa kamu tutupi,,p***cu* diluar sana akan melakukan dengan senang hati kalau aku membayarnya dengan 1M..tapi kamu,kamu tidak hanya aku beli tapi aku nikahi!! jadi tubuhmu sudah menjadi hakku !! "
Brian menarik Delia dan menghempaskannya ke kasur.
Dalam posisi tengkurap Brian menaiki Delia,kemudian mencium belakang telinganya,lanjut keleher,pundak dan punggung.
Delia hanya bisa menangis pasrah,sesekali dia merintih karna ransangan dari Brian.
Saat Brian membalikan tubuh Delia kemudian menjamah kedua b**h da**nya
dengan kecupan,kemudian tanganya menjamah moccii Delia.
Brian bangun dari tubuh Delia kemudian tertawa terbahak-bahak...
"Hahahahaha....kamu menikmatinya??tapi sayang,,aku membenci aroma tubuhmu!! Aku tidak akan menyia-nyiakan keperjakaanku untuk wanita sepertimu..apa kamu tersiksa??jawab!!!"
Delia yang sudah basah,menangis menjadi-jadi. Dia menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Apakah aku memang pantas untuk dihina seperti ini ya Allah..??ampuni semua dosa-dosaku Ya Allah.." batin Delia.
"Hahaha...kamu hanya bisa menangis,menangis dan menangis!!! Ini hukuman untukmu karna telah membuatku mencarimu diseluruh sudut ruangan!! Awas kalau kamu mencoba kabur dari rumah ini!! Lihat disana.."
Brian menunjukan kamera yang ia sembunyika disudut-sudut ruangan.
"Aku sengaja merekam semua penyiksaan ini,,akan aku hadiahkan ayahmu rekaman kejadian dikamar ini dari awal waktu kamu menginjakan kaki disini. Kamu tau apa yang akan terjadi??? Ayahmu akan menyusul ibumu saat itu juga. HAHAHAHAHA"
"Dasar manusia biadab!!kamu keterlaluan!! Sebenarnya apa yang kamu inginkan dari semua ini!! Apa!! Kalau kamu ingin kematianku..ayo bunuh saja aku,aku rela menggantikan nyawa ibu dan adikmu!" Delia sudah tidak tahan lagi dengan Brian.
"Diam!!! Aku hanya inginkan kematian ayahmu yang pelan tapi pasti..aku ingin ayahmu mengetahui bahwa anaknya sudah merasakan neraka dirumah ini..penjara saja masih lebih mengenakan bagi Ayahmu,jadi biar aku yang akan mengadili Ayahmu dengan caraku!!"
"Ta..tapi..kata ayahmu waktu itu.."
"Apa??kata ayahku dia ingin menikahkanmu karna ingin mendapatkan keturunan diusianya yang sudah menua?dan aku sampai sekarang belum pernah mengenalkan teman perumpuan satupun padanya?hah...asal kamu tau itu hanya bualan belaka! Dan kenapa kau bodoh sekali hahahaha..."
Delia hanya bisa menangisi nasibnya,kini dia benar-benar berada di titik terendah dalam hidupnya.
"Kamu jahaat...kalian jahat...jahhaaaaatttt,aku benci kalian!!!!!"
Delia menangis menjadi-jadi,sedangkan Brian hanya tersenyum sengit melihat keadaan Delia sekarang.
"Heh gadis bodoh,segera mandi karna aku tidak mau kamarku tercemar oleh lendirmu yang menjijikan itu!!!"
Brian menarik Delia dari kasur,Deliapun terseret dan hampir jatuh kelantai.
__ADS_1
Delia mandi sambil menangisi keadaannya saat ini.
Malampun semakin larut,Delia tidak berani tidur disamping Brian,dia memutuskan untuk berbaring disofa,tanpa bantal,tanpa selimut.