Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 33


__ADS_3

Delia tidak bisa menutupi ketakjubanya saat sampai di air terjun.


Dia langsung mengambil ponselnya untuk mengambil foto.


"Kemarikan ponselmu,,aku akan membantumu.."


Delia memberikan ponselnya dan berpose seperti anak - anak ABG. Brian yang berusia 9tahun lebih tua dari Delia,memahami tingkah polah istrinya.


Diam-diam Brian mengirimkan hasil jeperetannya ke ponsel miliknya.


Acara foto-fotonyapun berakhir.


Brian langsung masuk kedalam air dan mencriprati Delia yang tengah duduk ditepian.


"Ahhh..kak Ian..apaaan si.." Delia menutupi wajahnya yang terkena cipratan air.


"Del,apa kamu tidak ingin berendam..tadi kamu bilang ingin berendam..ayo "


Brian mengulurkan tangannya,dan Deliapun akhirnya ikut berendam.


"hiiiii....dingin kak.." Delia bergidig kedinginannketika mencelumpak sebagian kakinya.


"Tapi seger kan.."


Mereka terus berpegangan tangan,Delia sedikit ketakutan.


"Apa kamu takut?"tanya Brian sambil menatap Delia.


Delia mengangguk.


"Apa ini terlalu dalam kak?"


"Tidak,,sudah sampai sini saja karna yang disana itu dalam..Jangan takut selama aku disampingmu,percayalah..aku pastikan tidak ada yang bisa membahayakanmu"


"Hem,," Delia tersenyum tipis.


"Del,,"


"apa kak?"


"emmm..bolehkan aku menatapmu lebih lama?aku ingin kamu rasakan tatapanku dan rasakan hatiku"


"Em..t..tapi kaa.."


"Ini permintaanku,ini hariku,,besok mungkin kita tidak akan bisa seperti ini lagi..aku mohon"


"Baiklah"


Brian terus menatap Delia lebih dekat,membuat Delia merasa grogi.


"Haduhhhh...mati aku,kenapa dia menatapku seperti itu.."gerutunya dalam hati.


"Jangan menggerutu,tetap tatap aku,apa kamu merasakan kejujuran dalam mataku Del?apa kamu bisa merasakan hatiku,,tanyakan pada hatimu Del.."



"Wadow...kenapa dia tau aku sedang menggerutu..." Ucap Delia dalam hati.


Deliapun larut dalam tatapan pria tampan yang ada dihadapanya.


Jantung Delia berdetak lebih kencang,,

__ADS_1


"Ya Allah,apa yang aku rasakan?kenapa seperti ini?tidak tidak..ini tidak benar.." batin Delia.


Tiba-tiba Delia mengingat,Ayahnya,mengingat Atmajaya yang sudah merenggut semuanya dari Delia.


Dengan kasar Delia melepaskan tangan Brian.


"Maaf kak..ini tidak benar,,ini akan lebih menyulitkanku..aku mohon,,jangan paksa aku untuk merasakan hatimu" Delia berbalik membelakangi Brian.


"Apa itu berarti kamu sudah merasakan apa yang aku rasakan?ini memang sulit untuk kita Del..itu yang aku rasakan saat pertama kali mempunyai keinginan untuk memilikimu..aku terpaksa harus egois,aku memaksamu untuk menjadi milikmu,meski aku tahu ini berbahaya untukmu. Maafkan aku Del..." Brian berbisik dari belakang telinga Delia.


"Aku ingin menebus semua kekeliruan ini,,aku ingin hari ini kamu bahagia,,melihatmu bisa tertawa lepas,itu sudah cukup membuatku tenang."


Delia hanya memejamkan matanya,menarik nafas panjang dan membuangnya pelan.


"Apa kau merasa kedinginan? Menepilah,aku ingin berenang sebentar disini atau kamu mau ikut berenang?" Brian mencoba mencairkan suasana lagi.


" Baiklah,aku akan ikut berenang sebentar saja ya.." Delia bermain-main air menikmati air terjunnyang begitu indah.


Delia hanya mampu bertahan 10menit,dia benar-benar merasa kedinginan.


Dekia memutuskan untuk menepi, dan berganti pakaian.


Setelah Delia selesai berganti pakaian,sekarang giliran Brian yang menepi dan berganti pakaian.


"Setelah ini kita mencari makanan dan minuman hangat ya.." ajak Brian.


Delia hanya mengangguk.


Brian dan Delia kembali kemobil dan mencari resort terdekat.


Mereka makan bersama disana,,setelah kenyang,mereka meneruskan perjalanan mereka. Sebelum melanjutkan perjalanan Delia mencari tempat untuk sholat.


Kali ini Brian benar-benar membuat Delia terkejut.


"Izinkan aku mengimami mu.."


Deliay tercengang sejenak,karna selama dia tinggal bersama Delia tidak pernah sekalipun melihat Brian sholat.


Mereka akhirnya sholat dzuhur bersama. Setelah selesai sholat mereka barulah melanjutkan perjalanan.


Saat dimobil Delia memberanikan diri untuk bertanya pada Brian.


"Maaf kak,apa aku boleh menanyakan sesuatu?"


"Silahkan.."


"Sejak kapan kak Brian bisa sholat?"


"Ya sejak kecil lah,kamu tu aneh!!"


"emm,,maksudk,,selama kita tinggal bersama aku belum pernah melihat kamu sholat. Jadi terkejut aja."


"Dari kecil aku sudah diajari sholat oleh pengasuhku,,ibu dan ayah entah,akupun jarang melihat mereka sholat. Kemaren itu memang aku sempat mengabaikan sholat..karna setelah lulus SMA,,aku pindah ke Amerika,setiap pulang ayah ibuku sering bertengkar,,membuatku tidak betah dirumah,,kata pengasuhku dulu kalau kita sholat hati kita tenang,tapi sampai ibuku meninggal hidupku semakin tidak karuan,,aku merasa Tuhan tidak adil. Aku meninggalkan sholat,tapi setelah melihat mu dan keluargamu aku sadar,,ujian itu pasti akan selalu ada,saat kita benar-benar dekat dengan Yang maha Kuasa ujian seberat apapun kita akan tetap kuat menghadapinya,,seperti ayah ibumu,yang selalu ikhlas menjalani semua ini tanpa menyalahkan siapapun. Ibadah harus disertai dengan keikhlasan,,itu kuncinya.


Mungkin dulu aku kurang ikhlas dalam beribadah,jadi semua terasa berat untukku.


" jelas Brian panjang lebar.


Dekia tersenyum dan mengangguk-anggukan kepalanya.


"Setelah ayahku meninggal,aku sendiri juga merasakan semua tidak adil untukku,tapi aku bersyukur ada paman,bibi dan kan Bimo yang terus mengingatkanku,agar aku tetap berserah diri pada Allah Subahanahu wa ta'alla"

__ADS_1


"Terimakasih Del.."


"Untuk apa?"


"Semuanya,aku belajar banyak darimu?"


"Aku?Belajar apa?aku masih tidak mengerti..."


Delia mengerutkan kedua alisnya.


"Sudah lah,,yang jelas,kamu satu-satunya orang yang berarti untuk hidupku."


Delia tertunduk dan diam,entah dia harus senang atau tak suka dengan ucapan Brian.


Mereka berkeliling pulau Bali,mengunjungi semua obyek wisata yang ada. Hari ini Brian benar-benar memanjaka Delia.


Hari mulai petang,mereka minikmati matahari terbenam di Beach Club.


"Kak,aku inginnpulang,,sudah pukul 11 malam"


"Baiklah,aku akan mengantarmu pulang,,terimakasih untuk hari ini,,"


Brian mengangar Delia ke kost-kosannya.


"Del,,"


"Apa kak?"


"Ijinkan aku memelukmu untuk yang terakhir kalinya Del...aku mohon..karna setelah hati ini,aku akan memenuhi janji kita."


"Maksud kakak?"


"Kamu masih ingat? kalau ayahmu terbukti tidak bersalah kamu memintaku untuk melepaskanmu..kitapun sudah sepakat. Aku sudah tahu bahwa Ayahmu tidak bersalah..dan akan ku kembalikan nama baik belio meskipun belio sudah tidak ada,setidaknya aku ingin kamu terlepas dari tuduhan sebagai anak pembunuh..Kamu adalah Delia,anak dari tuan Yosep,"


"Benarkah?bagaimana bisa kamu membuktikannya?"


"Ceritanya panjang,yang jelas disaat kamu berhenti untuk mencari kebenaran itu aku berusaha untuk terus mencarinya."


"Oke,baiklah..terimakasih Brian..meskipun terlambat setidaknya aku lega. Ayahku sudah terbebas dari tuduhan itu,,dan aku juga terbebas dari pernikahan ini.." Delia haru ketika meendengar bahwa ayahnya memang tidak bersalah seperti keyakinannya.



"Sebelum aku pergi,,berjanjilah padaku,kamu akan terus bahagia..jaga dirimu baik-baik disini,,mungkin ini akan menjadi kencan pertama dan terakhir kita Del..terimakasih...akan ku bawa cintaku ini. Maafkan aku karna selama menjadi suamimu aku sudah menjadi suami yang kejam,meskipun sebenarnya hati ini pun menolak untuk melakukannya..tapi semua sudah terjadi,,butuh waktu untukmu melepas kebencianmu padaku..maafkan aku Del.."


"Entah mengapa,dadaku terasa sesak..aku ingin menangis.." ucap Delia lirih.


"Menangislah,,lampiaskan semua emosimu.."


Brian terus memeluk Delia erat.


"Terimakasih kak,kamu sudah memenuhi perjanjian kita..Kamu benar,untuk memaafkan senua ini memang butuh waktu dan perjuangan bagiku..sampai sekarangpun aku begitu membenci Ayahmu dan bayangan mu saat kau menyiksaku,,itu masih tergambar jelas dimemoriku"


"Aku tau Del,,aku cuma mau kamu tau,kalau bukan aku yang mengirim vidio itu,dan mengenai kekejamanku padamu..aku akan mempertanggung jawabkannya. Aku minta maaf untuk semuanya,,terimakasih untuk hari ini,untuk kenangan ini..Selamat menjalani hidupmu yang baru Del.."


Delia melepaskan pelukan Brian,dan menyapu air matanya.


"Sudah malam,masuklah..diluar dingin. Oiya mengenai surat cerai kita,akan aku urus setelah tiba di jakarta."


"Baik kak,terimakasih..akan aku tunggu surat itu.."


Delia meninggalkan Brian,dalam kegelapan tatapan Brian terus mengikuti Delia sampai dia benar-benar masuk kedalam kamar kosnya.

__ADS_1


__ADS_2