Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab93


__ADS_3

"Maafkan aku Hans,aku sama sekali tidak pernah menyangka akan seperti ini,dan aku sama sekali tidak mengerti perasaanmu salama ini."


Delia merasa iba saat melihat keputus asaan yang tersirat jelas di wajah Hans.


"Ini bukan salahmu,aku yang salah,andai saat itu aku bukan pengecut,pasti setidaknya kamu akan tahu tentang perasaanku ini,dan untuk penolakanmu,aku pasti tidak akan sesakit ini.


Sekarang semua pertanyaanku selama ini terjawab!"Hans tersenyum sengit.


"Hans,maafkan aku,belajarlah untuk melupakanku dan buka hatimu untuk wanita lain yang lebih pantas mendapatkan cintamu" Delia mencoba meraih tangannya,dia hanya tidak ingin persahabatan mereka rusak.


"Entahlah!" Dengan sigap,Hans menepis tangan Delia.


Ditengah ketegangan mereka,Vivi datang membawakan jus untuk kedua sahabatnya.


"Minuman datanggg...udah,jangan pada kusut gitu mukanya,minum dulu ya,biar lebih releks.."goda Vivi,yang ingin mencairkan suasana.


"Aku permisi Vi"


Hans tiba-tiba meninggalkan Delia dan Vivi.


Hatinya saat ini hancur berkeping-keping,harapannya pupus,kekalahan sudah ada didepan mata.


Dia tak bisa memperjuangkan cintanya lagi.


"Hans,minumlah dulu,," ucap Vivi setengah berteriak,mengingat Hans dengan langkah jenjangnya sudah cukup jauh.


"Biarkan Vi,dia butuh waktu untuk menerimanya,,dia menaruh harapan besar padaku dari 3,5 tahun yang lalu,,hanya dalam waktu sekejap aku mematahkannya."


Delia tertunduk sedih,membayangkan posisi Hans saat ini.


"Sudah Del,tidak perlu merasa bersalah seperti itu,semua sudah ada yang ngatur,kalian memang tidak berjodoh. Bebanmu kali ini sudah terlepaskan,Ini kan yang suamimu inginkan,agar kamu menjelaskan pada Hans,agar dia tidak berlarut-larut tenggelam dalam harapan yang tak pasti"


"Iya."


"Ya sudah,sekarang lupakan masalah Hans,biarkan waktu yang memulihkannya,sekarang minumlah,,"


"Terimaksih Vi,,oiya,aku gak bisa lama-lama ya,soalnya aku mau ke Rumahsakit,"


"Oke,,emang siapa yang sakit Del?"


"Ibunya Keke, temenku,dia sudah lama dirawat tapi aku belum sempat menjenguknya,,"


"Oh,,,"


Setelah menghabiskan jus yang Vivi sajikan,Delia langsung berpamitan.


Ia langsung menyuruh mang Jajang untuk mengantar ke rumah sakit.


Didalam mobil ia menghubungi Fani,ingin mengajaknya bersama-sama ke Rumah sakit.


"Hello Fan,"


"Iya Del,,gimana?"


"Loe lagi dimana?temenin gue ke Rumah sakit yuks.."


"Telat lu,,gue udah dirumah sakit ni,baru aja nyampe.."


"Hee...maap deh,,gue ada urusan mendadak tadi..yaw udah,gue kesitu ya..kirimin nomer ruangannya ya.."


"Oke,gue tunggu..oiya,bawain Mangga ya.."pinta Fani


"Buat siapa?loe nyidam??"tawa Delia


"Sembarangan!! Tadi Ibunya Keke tiba-tiba kepingin mangga,Keke udah nyari disekitar Rumah Sakit tapi abis.."


"Hahaha..oke,siap boskuuu..."


Delia mengakhiri panggilannya lalu meletakan benda pipihnya di tasnya.

__ADS_1


"Mang,nanti kalau ada penjual buah mampir ya,,biasanya di toko buah **** lengkap dan segar-segar disana"


Titah Delia.


"Baik non"


Sesampainya,didepan toko buah mang Jajang menepikan mobilnya.


"Mang,mang jajang tunggu disini aja ya,,"


"Tapi Non,apakah non Delia tidak repot bawanya nanti,mang jajang turun saja ya,,"


"Ga papa mang,nanti saya bisa bawa sendiri.."


"Baik non"


Delia turun sangat anggun,ada beberapa pasang mata,yang terhipnotis oleh kecantikannya,,tak terkecuali bapak-bapak hidung belang yang sedang menunggu istrinya membeli buahpun ikut terpana.


"Dasar pezina mata!!"gerutu Delia yang sudah menyadari bahwa dirinya menjadi pusat perhatian.


Ketika Delia sedang asyik memilih-milih buah yang ada disana,tiba-tiba ada pria sengaja meremas bo****g nya,Refleks Delia langsung menampar pria itu.


Alih-alih meminta Maaf,justru pria itu merasa tidak terima dirinya ditampar,dan ia beradu mulut dengan Delia.


Mang Jajang,yang melihat ada keributan akhirnya turun,,sebelum mang Jajang menarik Pria itu,tiba-tiba pria lain sudah menariknya keluar dan menghajarnya dengan brutal.


"Hans,,sudah Hans,,sudahhh..."teriak Delia ketakutan.


Mang Jajang mencoba melerai keduanya,hingga akhirnya


Hans membengkuk pria itu lalu menyerahkan pada satpam toko.


"Urus dia! Ambil rekaman CCTV sebagai bukti. Aku tidak mau ada orang seperti ini disini!!"


Kedua satpam itu membawa pria itu,ke dalam ruangan keamanan.


"Terimaksih tuan,sudah menyelamatkan majikan saya"


"Hans,terimaksih.." Delia mendekat,dengan wajah ketakutan.


Dengan refleks Hans memeluk Delia untuk menenangkannya.


"Lain kali pakailah pakaian yang lebih tertutup,rokmu terlalu tinggi!" Hans melepas pelukannya.


"Em,,iya,," Delia tertunduk malu.


"Ya sudah,kamu mau beli apa?"


"A ..a..ku mau membeli mangga untuk sahabatku"


"Astrid.."panggil Hans pada salah satu pegawainya.


"Iya tuan,"


"Ambilkan beberapa banyak mangga dan beberapa buah lainnya yang nyonya ini butuhkan,antar kemobilnya."


"Baik tuan"


Delia melihatnya dengan kebingungan.


"Mang,bawa Delia masuk kedalam mobilnya,nanti pegawaiku akan mengantar buahnya kemobil"


"Baik tuan"


Mang Jajang menuntun Delia kedalam mobil.


Masih dalam keadaan shock Delia terus menatap Hans,yang meninggalkannya masuk kedalam toko.


Beberapa menit kemudian,

__ADS_1


Astrid membawakan beberapa buah menuju mobil Delia.


"Mba,semua jadi berapa?"


"Tidak usah nyonya,tadi tuan Hans bilang ini gratis,sebagai permintaan maaf atas kekacauan di toko kami."


"Tapi ini terlalu banyak mba.."


"Tidak apa-apa nyonya,"


"Oiya mba,apa Hans pemilik toko ini?"


"Iya nyonya,"


"Oh,,ya sudah,,maaf ya mba,sudah merepotkan"


"Sama-sama nyonya,kami yang seharusnya meminta maaf atas ketidak nyaman tadi."


"Ya sudah,saya permisi ya mba.."


"Iya nyonya,hati-hati dijalan"


Delia menutup kaca mobilnya ,melanjutkan perjalanannya ke Rumah Sakit.


"Mang,tolong rahasiakan kejadian tadi dari Brian ya,biar aku saja yang menceritakan sendiri."


"Baik non."


***


Delia menyusuri koridor rumah sakit,terlihat dari kejauhan ada Keke yang baru keluar dari arah kantin Rumah Sakit.


"Ke.." panggil Delia sembari berlari kecil ke arahnya.


Keke yang melihat Delia,langsung melambaikan tangannya.


Mereka saling berpelukan.


"Maaf ya Ke,,gue baru bisa kesini,,gue juga baru pulang dari rumah Atmajaya sialan itu"


"Iya iya...ga papa,,aku tau ko,sulit buat mu tinggal disana. Ngomong-ngomong masih perang ni ma ayah mertua..hehe"goda Keke.


"Selama dia belum menyesal dan meminta maaf didepan makam kedua orang tuaku dan bertanggung jawab atas semuanya,aku tidak akan memaafkanya" ucapnya geram.


"Ya sudah-sudaaah...ayok ke ruangan ibuku,ibuku sudah lama ingin sekali bertemu denganmu."


"Oh,ya??aku juga ingin sekali bertemu dengan ibumu..ayok"


Delia menggandeng tangan Keke,mereka berjalan besama menuju ruang rawat bu .Yati.


Dalam ruangan rawat inap,ada 2 pasien,salah satunya adalah ibu Tati.


Delia merasa iba dengan keadaan sahabat dan ibunya.


Keke terlihat kurang fress,sedangkan ibunya belum menunjukan kondisi yang baik pasca operasi. Wajah belio masih sangat pucat lemah,tubuhnya habis termakan oleh penyakitnya.


Terlihat,Fani sedang membantunya minum.


"Fan.."


Sapa Delia.


"Eh,Del,mari.."


Delia masuk menyentuh tangan bu Tati kemudian mencium punggung tangannya.


"Bu,,saya Delia,sahabat Keke waktu di Bali..maaf ya bu,Delia baru sempat kemari"


"Tidak apa nak,,terimaksih sudah mampir kemari"

__ADS_1


"Oiya bu,Delia bawakan mangga ini ..ibu makan ya,Delia kupasin"


Delia meletakan kantung plastik berisi buah-buahan di atas meja kecil,tepat disamping tempat tidur bu Tati.


__ADS_2