Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 166


__ADS_3

"Oh,iya,mohon maaf tuan,,kami baru tahu kalau tuan Brian adalah anak dari almarhumah nyonya Lidia.


Itupun kami lihat di berita akhir-akhir ini..Kami mungkin terkesan lancang karena menggunakan Villa ini tanpa izin dari tuan Brian. Sewaktu ibu anda masih hidup,Belio memberikan kunci Villa ini pada kami,,sebelumnya kami memang tinggal disini atas perintah ibu anda ,menemani mang Pei menjaga dan merawat Villa ini."


"Apa hubungan keluarga kalian dengan ibuku?maaf,karena sebelumnya saya tidak pernah melihat anda ataupun istri anda bersama ibuku."


"Sebenarnya,,kami mengenal ibu anda 5,5 tahun yang lalu,saat itu mungkin anda masih di Amerika. Itu alasannya kita tidak pernah saling bertemu. Setelah 2 tahun lebih tinggal di Villa ini,saya mendapat panggilan kerja di Jakarta,akhirnya istri saya dan Seruni pindah ke Bandung bersama saudara kami disana,agar istri saya tidak kerepotan saat merawat Seruni."


"5,5tahun yang lalu?maaf kalau boleh tahu,dimana istri anda dan ibuku berkenalan?"tanya Brian detail.


"Mereka berkenalan di.."


"Kami berkenalan di toko kue tuan,,dahulu saat belio hamil,belio sering berlangganan di toko kue tampatku bekerja,,aku yang selalu mengantar pesanan ibu anda jika belio tidam bisa ke toko" sahut bu Titi memotong pembicaraan antara suaminya dan Brian.


"Oh ya?"


"Iya,"jawab Bu Titi seraya menata cangkir di meja.


"Ayah yah..."panggil seruni dari dalam kamar.


"Sebentar ya tuan,Seruni sepertinya sudah bangun dari tidur siangnya".


Ayah seruni segera menemui putrinya yang baru saja tidur siang.


"Seruni sudah bangun,,?ayo ikut ayah,di luar ada siapa hayooo...Runi pasti seneng."


Dengan mata yang masih sayup-sayup,Seruni bergantung manja di gendongan ayahnya.


Saat melihat Delia dan Brian,matanya langsung terbuka lebar dan tersenyum senang.


"Kakaaaakk..."


Delia langsung menghampiri dan menggendong Seruni.


"Uduh dududuhhh...Seruni cayang baru bayung tidur ya...?"


"Iya kakak princes,,kakak tahu dari mana Runi disini?"


"Emmm,,dari mana ya,,,kasih tahu engga ya..."


"Kasih tahu dong kaa..."


"Dari kak Brian,,dia hebat ya bisa tahu Runi disini,,kakak Inces jadi gak kebingungan." Bola mata Delia melirik kearah suaminya,agar suaminya tidak lagi tegang dengan suasanya tadi.


"Makasih kakak Ian,sudah bawa kakak inces kesini,,,ayo kak,kekamar Runi,disana banyak mainan,,"


"Cun dulu dong,,"pinta Delia


"Emmmuahhh,,,ayo,,!!"

__ADS_1


"Oke oke,,,em,,bu,pak,,saya ijin masuk kamar Runi boleh?"tanya Delia.


"Silahkan nak"ucap Ayah Runi.


Sementara ibu Titi masih terdiam,ia seperti tidak ikhlas jika Seruni terlalu dekat dengan Brian dan Delia.


"Baiklah,kita lanjut cerita tentang ibuku,,dari customer jadi sahabat,,wow,ibuku memang easy going ,,sampai-sampai ibuku mau memberi kunci ini pada anda."


"Iya,ibumu memang sangat baik denganku,karena dulu aku pernah menolongnya."


"Menolong?menolong apa bu?"


"Saat ibumu ke toko,ibumu tersandung dan hampir jatuh,beruntung saya langsung menolongnya."bohong bu Tati.


Suaminya pun menarik nafas panjang,seolah tidak setuju dengan kebohongan istrinya.


"Baiklah,,saya disini mau memperkenalkan diri,bahwa saya sebenarnya pemilik sah Villa ini,dan saya mempersilahkan anda tetap tinggal disini,meneruskan amanah Ibu saya. Jadi jangan pernah sungkan,jika ada kekurangan dari Villa ini,hubungi saja saya agar nanti semua urusan Villa saya yang tanggung.


Dan,,saya mohon ijin,istri saya sangat menyukai Seruni,jadi mohon terimalah kedatangan kami."


"Tuan Brian,justru kami yang sangat berterimakasih dan seharusnya kami yang memohon ijin pada anda,,kami siap memberikan kunci ini kembali pada anda,kami rasa apa yang sudah diberikan oleh nyonya Lidia itu lebih dari cukup. Kami benar-benar meminta maaf atas kelancangan kami,,murni itu karena kami tidak tahu kepada siapa kami meminta ijin,kami baru tahu bahwa andalah tuan Brian putra nyonya Lidia."


"Tidak mengapa pak,,aku sangat bersyukur karena ada orang yang mau menjaga peninggalan ibuku dengan baik,,Tadinya aku pikir,Villa ini dijual pada anda tanpa sepengetahuan saya. Maaf jika saya sempat berburuk sangka."


"Tidak mengapa tuan,,"


"Em,,oiya,silahkan simpan nomer saya jika anda sewaktu-waktu ada diJakarta sempatkanlah mampir kerumah saya"


"08********"


"Terimaksih tuan,,"


"Sama-sama,,,em,,boleh,,saya ikut main bersama Seruni?"pinta Brian.


"Silahkan tuan,,"jawab Ayah Seruni.


Brianpun langsung diantar kekamar Seruni olehnya.


Saat Brian sudah masuk dikamar,,Bu Titi menarik tangan suaminya.


"Yah!! Ayah apa-apaan si!"


"Kamu yang apa-apaan,,kenapa kamu bohong?bukannya kita sudah berjanji pada nyonya Lidia,jika waktunya tiba kita harus mengatakan semua pada Brian!!"


"Tapi Yah!! Ayah tahu,,aku tidak mau kehilangan Seruni!! Dia anak kita satu-satunya,,,dia bukan milik siapa-siapa!! Dia anak kita!"


"Iya iya,,akupun sebenarnya berat,tapi Brian berhak tahu siapa adiknya sebenarnya!!"


"Sssst...ayah!! Jangan katakan adiknya! Nanti dia dengar" bisik bu Titi.

__ADS_1


"Bu,,kita tidak boleh terus-terusan berbohong,,lihat Runi,dia baru mengenal Delia dan Brian,tapi ikatan batin mereka terlihat sangat kuat. Ibu tahu,Seruni menunggu kedatangan mereka dari tadi pagi sampai dia tertidur di teras belakang,,akhirnya Ayah bawa dia masuk kekamar"


"Yang jelas! Aku belum siap kehilangan Runi."


"Bu,ayahpun begitu,,,kita sudah lama merawat dan menyayangi Runi melevihi nyawa kita sendiri,,ayah rela 2,5tahun berhenti bekerja demi bersembunyi disini. Sampai semua aman,baru Ayah berani bekerja kembali dan meninggalkan kalian di Bandung."


"Pokoknya,nanti setelah mereka pulang,kita harus pulang ke Bandung!! Serahkan kunci Villa,kita tidak perlu kemari lagi!"


Bu Titi masuk kedalam kamarnya dengan kesal.


Dikamar,Delia Brian dan Seruni bermain bersama,,


"Sayang,kita udah cocok kan jadi ayah ibu,?kapan dong..."bisik Brian.


"Ssst,,,engga enak kalo didenger Runi tau!"


Jawab Delia.


"Kakak-kakak,,Runi mau pipis,,"


"Owhhh,,Runi mau pipis,,ayo,kakak gendong kekamar mandi,,"


"Terimakasih kak,,,Runi malu,,Runi pakai Sepatu itu saja.."


"Baiklah,kakak pasangkan ya,,,tapi kakak akan temani Runi oke,,"


"Oke kak"


Seruni mengalami kelainan kaki CTEV di bagian kaki kanannya sejak lahir,dia baru bisa dioperasi saat umur 3 tahun,meskipun operasinya tidak merubah kakinya secara sempurna,tapi setidaknya Seruni kini mulai belajar berjalan dengan bantuan sepatu terapy CTEV.


Jika lelah memakai sepatu,biasanya Seruni berjalan merangkak,digendong atau menggunakan kursi roda.


Ibunya pun terus melatih Seruni dengan penuh kesabaran.


Brian melihat Seruni penuh haru,ia tiba-tiba teringat tentang adiknya yang lahir dengan keistimewaan.


Tapi dia tidak tanya lebih detail dengan Dokter Anye,keistimewaan apa yang dimiliki Adiknya.


Ia berniat,sepulang dari liburannya,ia akan lebih fokus mencari jejak adiknya.


"Kakak Ian kok nangis??"tiba-tiba Seruni keluar dari kamar mandi mendapati mata Brian yang berkaca-kaca.


"Hem,,nangis??masa,,,aduh..kakak jadi malu,,,kakak tadi kelilipan sayang,,,coba sini,Seruni bisa bantu tiupin mata kakak engga?" Brian mendekat dan berjongkok,menjajarkan tubuhnya didepan gadis kecil yang mewarnai harinya.


"Makanya,hati-hati kak,,huuuufffff,,," Serunipun meniup mata Brian.


"Wah,,,Runi hebat,,kakak langsung sembuh,terimakasih cantiiikkkk"


Brian memeluk Seruni erat.

__ADS_1


Delia merasa aneh dengan suaminya yang tiba-tiba menangis.


__ADS_2