
"Bi,,,bibi...buka pintunya"
Brian menggedor-gedor pintu rumah Bibi Mira.
Bibi Mira pun keluar,dengan pipi basah bekas air mata.
"Dimana Delia bi?"
"Delia,,delia sudah pergi Nak.."
"Kemana bi...?"
"Entahlah,, kemarin dia bilang ingin pergi menenangkan diri tapi dia kekeh tidak mau menunjukan kemana dia pergi..kamu tau dari mana dia akan pergi"
"Dari Fani bi.."
"Bibi tidak tega melepasnya sendirian Yan,,"
Brian memeluk bibi Mira dengan erat.
"Bibi tenang,aku akan menyusulnya ya.."
"Mungkin sudah terlambat nak,dia sudah berangkat ke bandara satu jam yang lalu dengan taxi"
"Aku permisi bi..semoga belum terlambat" Brian langsung masuk kedalam mobil dan menancapkan gas maximal.
Begitu juga dengan Roby,yang sudah terlebih dahulu tahu kepergian Delia
Dikantor dia mendengar Delia menelpon Fani. Dari percakapannya dapat ia simpulkan bahwa Delia akan pergi,jadi Roby memaksa Fani untuk jujur. Fani hanya memberi tahukan bahwa Delia pergi ke bandara. Setelah itu Roby pergi dengan tergesa-gesa langsung menuju bandara.
Di Bandara kedua laki-laki itu berputar-putar mencari keberadaan Delia dengan harapan mereka belum terlambat.
Roby akhirnya menemukan Delia yang sedang berjalan menuju boarding room. Roby memanggil Delia.
"Del,,tunggu...Deliaaaa"
Delia menoleh kebelakang dan terlihat Roby berlari kearahnya.
"Tunggu..kamu mau keman?"
"Aku akan pergi menenangkan diri dulu kaa,,maaf aku gak sempat memberitahu kakak,,oiya surat risign kerjaku sudah aku titipkan ke Fani."
"Kamu gak boleh pergi!!"
"Ka,aku mohon beri aku waktu untuk menerima semuanya,,aku harus melupakan semua yang telah terjadi Kak.."
"Apa kamu tidak ingin melanjutkan misi kita untuk mengembalikan nama baik ayahmu?"
"Aku sudah pasrah kaa,perjuanganku itu untuk siap?ayahku sudah pergi. Sekarang ijinkan aku pergi."
"Baiklah,tapi berjanjilah untukku kamu akan kembali."
"Semoga saja kaa,bisa iya bisa tidak..mengalir saja"
"Pulanglah demi aku,aku mohon"
"Maksud kakak?"
"Bertahun-tahun dari SMA aku selalu menunggumu,menunggu deket denganmu, aku mengumpulkan keberanianku hanya untuk mengatakan kalau aku mencintaimu Del..aku mohon kembalilah.."
__ADS_1
"Astagfirulloh kaa..apa lagi ini..aku mohon,saat ini aku hanya ingin mengembalikan semangat hidupku. Aku hargai perasaan kakak,tapi maaf untuk saat ini aku hanya menganggap kakak sebagai sahabatku dan aku belum mencintai siapapun juga. Aku ingin ketenangan..itu saja.."
Delia meneteskan air mata,bebannya akan semakin berat karna orang yang dia anggap sebagai sahabat ternyata mencintainya.
"Maafkan aku Del..Aku hanya ingin kamu tau saja tentang perasaanku,aku akan menunggu jawabnmu,,aku akan menunggumu,,cepatlah pulang,karna ada orang-orang yang menyayangimu disini." Roby memeluk Delia dengan erat. Ternyata dari kejauhan Brian menyaksikannya.
Hati Brian hancur melihat mereka berpelukan erat.
"Roby,,kenapa harus Delia yang kau cintai??dia milikku hanya miliki,meski awal pernikahan kami ini salah,,dia akan tetapenjadi miliku,,Deliaaa..kembalilah.." batin Brian.
Air matanya menetes setelah melihat Delia benar-benar pergi melewati pintu boarding room.
Brian pulang dengan kekecewaan dan rasa sakit. Sedangkan Roby,pulang membawa harapan suatu saat Delia kembali dan menyambut cintanya.
****
6 bulan kemudian
"Bi,,apakah ada surat dari pengadilan untukku"
Delia setiap saat menelpon bibi Mira untuk menanyakan surat cerai dari Brian. Tapi ternyata Brian benar-benar tidak menceraikanya.
"Sudah lah nak,bibi yakin dia tidak akan menceraikanmu. Kamu berilah dia kesempatan.."
"Aku akan menutup telpon ini kalau bibi membujukku untuk itu"
"Iya iya,,terserah kamu saja. Bagaimana kabarmu disana?"
"Alhamdulillah bi,aku disini sehat.."
"Apa kamu tidak ingin pulang nak?"
"Ya sudah,tapi kalau libur pulang loh..sekalian ajak Bimo pulang."
"ahh..kak Bimo gak tau liburnya kapan..kita jarang bareng liburnya,dia mah sibuk mulu,kita ketemu aja seminggu sekali."
"Iya juga si...kalian jaga kesehatan ya disana."
"Iya bi...sudah ya bi..aku kerja dulu,ada tamu.."
"Oke..semangat ya nak.."
"Siappp.."
6 bulan di Bali mempu mengembalikan keceriaan Delia.
Dia bekerja sebagai karyawan hotel,dia cukup pandai beradaptasi dengan orang disekitarnya. Dia sudah memiliki teman akrab bernama Keke
"Del,ada tamu.." Sasya mencolek lengan Delia yang masih mengotak atik ponselnya.
"Iya iya..."
"Selamat siang tu.." ucapan Delia terhenti ketika melihat sosok pria yang ada di depannya. Begitu juga denga pria itu..
Tapi Delia tetap profesional dia menarik nafas untuk menormalkan detak jantungnya.
"Maaf,Selamat Siang tuan ada yang bisa kami bantu.."
"Siang,saya mau cek in hotel untuk beberapa hari ."
__ADS_1
"mohon maaf,kamarnya kosong" jawab delia berbohong.
"mba,saya sudah pesan lewat aplikasi dan saya tinggal cek-in saja kesini dan meminta kunci kamarku."
"Baiklah,maaf tuan atas nama siapa?kode cek in nya?"
"Silahkan lihat saja sendiri mba" si pria memberikan ponselnya dan mata Delia terbelalak ketika melihat wallpeper ponselnya adalah foto Delia.
"Silahkan tuan!!" dengan wajah cemberut Delia memberikan ponsel dan kunci kamarnya.
"Mba,apakah aku boleh minta diantar ke kamar?" pinta si pria tersebut.
"Bisa tuan,mari mari.." Keke yang sedari tadi melongo melihat ketampanan kedua pria itu langsung tersadar.
"maaf mba,aki mau diantar oleh dia boleh?" pria itu menunjuk ke arah Delia.
"Ayo Del...kenapa malah cemberut githu sssttt..buruan.." Keke berbisik dan menyubit lengan Delia.
"Baik tuan,mari!!" Dengan langkah yang berat,Delia mengantar mereka kekamarnya.
Ketika hendak memasuki lift Delia memencet tombol bersamaan dengannya. Merekapun masuk,Dengan wajah masamnya Delia mempersilahkan tamu-tamunya masuk kedalam lift. Delia terus terdiam dan memasang wajah masam,sedangkan kedua laki-laki itu saling melempar senyuman.
Mereka sampai didepan kamar dan Deliapun berpamitan.
"Tuan,ini kamarnya,,selamat beristirahat,saya permisi"
"Tunggu!"
Ilustrasi
Delia tertunduk dan berbalik ke arah mereka.
"Maaf ada apa tuan?"
"Bagaimana kabarmu?"
"Seperti yang kamu lihat,aku baik-baik saja sampai saat sebelum bertemu denganmu disini!aku permisi!!"jawaban Delia berubah menjadi ketus.
Dengan perasaan campur aduk,Delia kembali kelobi.
"Kenapa si loe Del??semenjak kedatangan mereka kok wajahmu masam githu!!"
"Gak kenapa-kenapa,,tiba-tiba maag ku kambuh aja,,"
"Tau ga pria tadi aduuuhhhh...bikin aku meleleh...yang pake jas item itu loh..lesung pipitnya,senyumanya,tatapannya...haduh...gak nguatin banget.."
"Yang mana,,biasa aja ah.."
"masa ga tau ci...kalau aku punya cowo seganteng dia udah aku leminating trus aku pajang dikamar."
"Kalau aku mah,masukin kantong plastik trus buang.."
"Tega loe aghhh...makanya pacaran biar gak spaneng..gak bisa liat cowo meling.."
"Aku mah gak kaya kamu..hobi ngoleksi mantan wey.."
"ihhh..Deliaaa...awas yah.." Keke menggelitik perut Delia. Mereka pun tertawa bersama.
__ADS_1