Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 141


__ADS_3

"Terimakasih tuan,saya sekarang sudah lega bisa memberitahu tuan,,dan satu lagi,nyonya tidak depresi berat,nyonya sangat kuat dan tangguh menghadapi wanita itu dan ayah tuan."


"Aku tahu itu bi,,oiya,apakah ibuku pernah sampai beradu mulut dengan wanita itu sebelum meninggal?"


"Awal dia kemari adu mulut itu pasti tuan,tapi makin kesini nyonya Lidia lebih memilih untuk diam dan membiarkan semua terjadi.


Sebelum belio meninggal wanita itu sudah pergi dari rumah tuan.


Beberapa hari sebelum meninggalnya nyonya,Ayah tuan sempat melarangnya pergi kemanapun. Seluruh ruangan dan kamar diperiksa,bapak ingin mengambil surat-surat kepemilikan aset,tapi tidak mendapatkan apapun."


"Apakah,ayah mencari kotak itu?"


"Iya sepertinya tuan,,padahal kotak itu sebelumnya sudah dititipkan pada nyonya Alya,ibunya non Delia. Tapi entah,oleh belio disembunyikan dimana. Belio ingin memberikan langsung pada tuan. Tapi sayang,sebelum belio memberikan belio sudah,,"


"Iya bi,aku tahu tentang meninggalnya ibu Alya."


"Bi,saya mau ke balkon,,tolong kalau ada Ayah,bibi beri kode."


"Baik tuan."


Brian keluar ruang kerja kemudian melangkahkan kakinya ke balkon.


Sementara bi Ijah berjaga di bawah tangga,dengan berpura-pura membersihkan bingkai-bingkai foto dan pajangan yang menempel di dinding disepanjang tangga.


Brian memeriksa balkon dengan lebih teliti.


Ia pun memeriksa ruangan dan sudut-sudut disekitar balkon.


Ia pun pergi kegudang.


Setelah memeriksa semua,kemudian dia mencari tangga untuk naik memeriksa saluran CCTV.


"Brian memeriksa kabelnya,kemudian menggambil gambar dengan ponselnya ."


Brian pun menuju ruang monitor CCTV menemui petugas disana yang berjaga.


Beruntung,kini petugas itu telah berada dipihaknya.


"Mang,saya mau tanya,kenapa ada kerusakan CCTV saat itu kamu diam saja!! Lihat ini!! Ada yang memotongnya!" Brian menunjukan Gambar yang barusan ia ambil saat mengecek CCTV.


Mamang penjagapun terkejut.


"Mmmaaf tuan,,ssaat itu sssaya tidak ..tidak"


"Tidak apa!!! " Brian terlihat murka.


"Maaf tuan" Penjaga itu hanya tertunduk ketakutan.

__ADS_1


"Sekali lagi! Saya tekankan,apakah kamu sekarang masih berpihak pada saya atau kembali memihaknya!! Jawab!"


"I iya tttuan..saya sangat berterimakasih pada tuan karna bantuan tuan anak saya benar-benar sembuh. Jadi saya pastikan saya akan selalu berpihak pada tuan. Saya mohon,maafkan saya karna belum menceritakan pada tuan"


"Sekarang ceritakan apa yang kamu tahu!!"


"CCTV itu sebenarnya memang rusak sejak sehari sebelum ibu meninggal. Malam itu,kebetulan yang berjaga adalah saya. Tiba-tiba saya merasa sangat mengantuk sekali,sebelum saya tertidur CCTV masih normal,sayapun tidur terlelap sampai pagi.


Badan saya serasa sakit dan meriang,akhirnya pagi harinya saat saya terbangun,tiba-tiba penjaga monitor yang lain datang untuk menggantikan shift saya,seperti biasa. Dia juga berpesan,katanya Tuan Atmajaya yang memerintahkan agar saya cuti untuk beberapa hari. Karna saat itu katanya tuan Atmajaya melihat saya tidur telelap dan sangat pucat,belio merasa kasihan pada saya.


Tapi karena belio sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan acara,saya hanya meminta ijin pada bi Ijah dan pada penjaga monitor yang satu lagi tuan.


Saya tidak tahu kalau CCTV balkon rusak, saya langsung pulang saja tanpa mengecek monitor,karna kondisinya saya benar-benar pusing saat itu."


"Jadi saat pagi hari kamu bergantian dengan penjaga dua?kamu sama sekali tidak ingat apapun dan tidak sekalipun terbangun??"


"Iya tuan"


"Apa kamu benar-benar saat itu tidak tahu?lalu kenapa sampai sekarang CCTV itu belum diperbaiki?padahal dulu saat awal aku menikah,ada beberapa orang yang menambah CCTV,kenapa bagian balkon tidak diperbaiki!"


"Maaf tuan,kami lupa"


"Oke,kamu tau akibat dari kelalaianmu?"


Si penjaga terus tertunduk,ia merasa takut jika tuan mudanya murka.


"Apa kamu lihat,siapa orang yang terakhir datang kemari sebelum CCTV itu rusak?"


Si penjaga mencoba mengingat-ingat sesuatu.


"Em,tidak ada tuan,,saya rasa tidak ada orang asing yang datang kemari sebelum CCTV itu rusak."


"Lalu,apa ada yang memberimu sesuatu hingga membuatmu tertidur begitu lelapnya?"


Si penjaga mencoba mengingat-ingat lagi.


"Em,,waktu itu sore hari penjaga dua,pulang seperti biasa. Tapi pada pukul 20.30 penjaga dua kembali karena ingin mengambil ponselnya yang tertinggal,dia membawakanku maratabak tuan,laluuu...tuan,jangan jangan martabak itu.." si penjaga baru menyadari keanehan.


"Tepat sekali! Bodoh!!! Kenapa kamu baru menyadarinya ! Martabak itulah yang membuatmu tertidur!! Kamu bodoh!! Kamu seharusnya lebih berhati-hati! Tugasmu, tanggungjawabmu itu besar sebagai penjaga CCTV tapi ..tapi kamu lalai dalam hal ini!!!"


"Maaf tuan,,saya benar-benar minta maaf" Si penjaga pertama bersujud bersimpuh dikaki Brian.


"Lalu,adakah penjaga yang selama itu menjadi penggantimu!"


"Ada tuan,,dia Boy,,masih kerabat penjaga kedua tuan"


"Baik! Dimana alamat kedua penjaga itu! Cepat! Kirim alamatnya sekarang!"

__ADS_1


"Bbbaik tuan,,tapi kalau alamat boy saya tidak tahu tuan,karna saya sendiri baru melihatnya sekali lalu dia tidak lagi kembali" Dengan gemetaran si penjaga mengeluarkan ponselnya kemudian mengirim alamat rumah penjaga dua.


"Oke,saya rasa sementara cukup,ingat! Beritahu informasi sekecil apapun padaku,terlebih jika ini menyangkut kematian ibuku,kamu paham!" Brian mencecarnya dengan tatapan elangnya.


Si penjaga mengangguk-angguk ketakutan.


"Bagus! Terimakasih,oiya satu lagi! Aku minta tolong,gali informasi tentang boy! Pancing penjaga itu untuk menceritakan tentang boy!" Titahnya.


"Siap tuan"


Jawab penjaga itu lagi.


Brianpun menepuk pundak penjaga itu,dan pergi meninggalkannya.


"Tuan,,sepertinya saya mendengar tuan Atmajaya akan pulang kerumah.."Bi Ijah berlari kecil kearah Brian yang baru saja keluar dari ruang monitor.


Dengan segera Brian memberi kode pada Penjaga monitor,agar menyalakan CCTV sesuai arahannya.


Brianpun segera keluar dari pintu samping menuju teras rumah. Beruntung,Brian sudah menempatkan bodyguard yang pro dengannya disekitar teras rumah.


Bi Ijah dari lantai atas memastikan posisi tuan mudanya sudah siap.


Brian mengacungkan jempolnya sebagai kode.


Bi Ijah meneruskan kode itu pada si penjaga monitor.


Seperti reka ulang,Brian berpura-pura berjalan mengetuk pintu rumah.


Ia seolah-olah baru datang kerumah itu.


Bi Ijah pun segera membuka pintu saat terdengar Brian membunyikan bel rumah.


Semua berjalan seperti biasa,Brian langsung berjalan menuju kamar Oma.


Ia menatap Oma yang tengah tertidur.


Bi Ijah yang juga mengikuti Brian ke kamar Oma pun ikut menatap haru.


"Bi,kenapa kondisi oma belum membaik?"bisik Brian.


"Saya juga merasa cemas dan aneh tuan,padahal biasanya kalau kambuh tidak selama ini"jawab Bi Ijah.


"Bi,kemarikan obatnya,saya mencurigai ada yang tidak beres bi"


Bi Ijah pun dengan perlahan,membuka laci obat dan memberikan pada Brian.


Brian mengambil gambar obat-obat tersebut kemudian mengirim gambar itu pada Dokter yang biasa memeriksa Oma.

__ADS_1


Setelah mendapatkan pesan dari Brian,Dokter tersebut langsung mengeceknya.


__ADS_2