
*Rumah Bimo*
"Ada apa denganmu sayang,?"tanya Bimo pada istrinya yang tengah duduk termenung di teras samping rumah.
"Engga papa mas,,aku sedang ingin menghirup udara segar,,"
"Ga baik malem-malem habis maghrib luar rumah,ayo masuk,,"
"Mas,,aku mengkhawatirkan Delia"
"Ada apa dengannya?bagaimana dengan hasil pemeriksaannya?"
"Hasilnya em,,dia memang harus menjalani program hamil."
"Ya saya rasa untuk orang sesibuk Brian dan Delia,mereka memang harus menjalani itu jika ingin serius memiliki anak,tak perlu kamu mencemaskannya."
"Iya mas,,aku cuma kasihan aja,bagaimana jika,,jika Delia tidak bisa ,,"
"Sssssttt,,jangan bicara seperti itu,,doakan dia yang baik-baik dong sayang,,"
Fani tidak berani menceritakan pada Bimo jika hormon Delia mengalami masalah akibat suntikan KB itu.
"Sudah,masuk Yukz,,jangan mencemaskan Delia,,dia memang kadang ceroboh,tapi aku yakin Brian bisa menjaganya"
"Itu dia masalahnya mas,karena kecerobohannya kali ini apakah Brian bisa memaafkan Delia? Sementara Brian sudah lama ingin memiliki anak dari Delia"batin Fani.
Mereka berdua masuk kedalam ruang tengah,berkumpul dengan mertua nya,bibi Mira dan paman Heri.
***
"Bagaimana Oma?"
Tanya Brian saat menyelesaikan makan malamnya.
"Tadi sudah aku suapi,,sekarang di sedang istirahat,,sedang dipijat kakinya oleh bi Ijah."
"Owh,,sini duduk" Brian menyuruh istrinya duduk disampingnya.
Deliapun duduk disebelah Brian.
"Sekarang tinggal kamu yang makan" Brian mengambil makanan untuk istrinya.
"Biar aku aja mas,,"
"Diem!"
Brian kemudian mengambil sesendok makanan,kemudian ia masukan kedalam mulut Delia.
"Ayo buka mulutmu,,"titah Brian.
Deliapun membuka mulutnya,Brian menyuapi istrinya hingga habis.
"Bagus,,anak pintar" Brian mengusap kepala istrinya dengan lembut.
"Mas,,gimana selanjutnya?Oma sepertinya sangat mengharapkan bisa tinggal bersama Seruni,,aku kasihan liatnya mas,Seruni adalah satu-satunya pengobat rindunya pada ibumu"
"Hmmm,,aku juga sudah berusaha membujuk bu Titi,tapi ya mereka masih takut kalau kita akan merebutnya,dan mereka takut kalau nantinya Widodo akan mencelakai Seruni."
__ADS_1
"Aku akan meminta bantuan Keke,agar dia mau ikut membujuk bi Titi agar tinggal dirumah ayahmu. Lagian itu kan memang hak Seruni."
"Iya,coba kamu minta bantuan Keke,,"
"Besok sore aku coba kekontrakannya ya mas"
"Hmm,,tapi kamu jangan bawa motor,minta dianter supir. Pokoknya,mulai detik ini,aku melarangmu naik motor!! Nanti motor yang disini aku kasih ke tetangga atau ke siapa kek yang mau,yang jelas jangan ada motor dirumah ini!"
Brian terkadang kesal dengan istrinya yang masih suka pergi sendirian ke Klinik atau kekampus dengan menggunakan motor. Dengan alasan lebih praktis,menghindari macet dan lain-lain.
Padahal Brian sudah menyiapkan mang Jajang untuk stand by dengan mobilnya.
"Ih,mas,,orang deket juga,,,sayang kan motornya engga dipake,,"
"Kamu boleh milih! keluar rumah dengan mobil,atau dirumah saja! Titik"
Brian bangkit dari tempatnya menuju ruang kerjanya.
"Hmmmm,,," Delia memanyunkan bibirnya.
Ia membereskan meja makan,disusul oleh bi Ani membantu Delia.
***
Keesokan harinya tepat pukul 16.00
Delia menghubungi Keke untuk bertemu.
Kekepun mengiyakan.
"Iya,,eh,,tapi kita ketemuan aja di cafe,,soalnya pulang kerja gue biasanya langsung cari makan dulu,biar nyampe kontrakan tinggal rebahan."
"Oke siap,,lo share lok aja ,,"
Pukul 16.30
Keke memberitahu Delia lokasinya,Deliapun langsung meluncur ke lokasi,
Tidak lupa ia memberi tahu suaminya yang saat itu masih dikantor.
Brianpun mengijinkan,dan berjanji akan segera menyusul istrinya ketempat dimana Keke dan istrinya bertemu.
"Hey Ke..."Delia dan Keke cipika cipiki.
Kemudian Delia melirik ke arah Pria yang juga berada di samping Keke.
"Khemmmm...rupanya,,sahabatku fix sudah punya satpam ni.."goda Delia pada Pria yang tak lain adalah Roby.
Roby dan Keke pun jadi salah tingkah.
"Hmmmm..kalian punya hutang cerita banyak denganku ya...awas saja lo Kee,,," lirikan Delia nampak jelas minta tlaktiran.
Delia bisa membaca gelagat keduanya.
Benar dugaan Delia,Keke dan Roby sudah sama-sama menyatakan cinta mereka.
"Iya iya bawelll...sorry deh,,habisnya lo sibuk banget,jadi ya mana mungkin gue ganggu kesibukan loe Del.."
__ADS_1
"Alasaaaaan...gue engga sesibuk itu kali,,kalian aja yang main umpet umpetan..kamu juga ikutan jahat kak,main umpet umpetan segala"
"Ye,itu bukan kemauan kakak,itu kemauan Keke,.katanya dia masih malu"
"Hehehe..iya iya,,maaf deh Del,,udah deh,hari ini gue yang tlaktir lu" ucap Keke.
"Cerdaaassss..." Delia menjentikan jarinya.
"Eh,,ngomong-ngomong ada apa kok lo ngajakin ketemuan mendadak gini.."
Tanya Keke.
"Hmmm...ceritanya panjang Ke,,"
"Em,apa aku harus menjauh dulu,biar kalian leluasa menceritakannya.?" Ucap Roby mencoba memberi ruang bagi keduanya.
"Tidak perlu kak,,kakak Roby kan juga bagian dari keluarga mas Brian,,jadi Kak Roby harus tahu."
Delia mulai menceritakan tentang Seruni.
Kekepun sempat shock..karena setahu Keke,tantenya itu mengadopsi Seruni dari panti asuhan.
"Bbbe berarti,,Seruni adalah adik Brian??jadi selama ini ibu,tante dan Om semua menyembunyikannya dariku!"
"Iya Ke,,mereka merahasiakan dari siapapun demi keamanan Seruni. Identitas Seruni memang harus disembunyikan saat itu,karena keselamatannya terancam. Widodo dan Yesi mengincarnya."
Keke bersandar lemas,membayangkan situasi saat itu.
"Astagfirullah,,Seruni,,"mata Keke memerah,ia merasa iba mendengar bagaimana perjuangan nyonya Lidia,tante Titi dan Om Arya melindungi Seruni dari kejaran Widodo.
"Ya seperti itulah,,saat ini,tantemu masih belum ikhlas saat Brian mengetahui semuanya,belio takut kalau Seruni akan sepenuhnya kami ambil. Padahal kami tidak akan mengambil Seruni secara utuh,apalagi memisahkan mereka. Kami tahu,sangat tidak manusiawi jika Seruni harus terpisah dari ayah ibunya. Bagi Seruni Tante dan Om mu adalah orang tuanya. Kami paham dan tahu itu.
Kami hanya ingin,Seruni beserta keluarganya mau tinggal dirumah Atmajaya. Rumah itu adalah hak Seruni.
Tolong kami Ke,,yakinkan tantemu. Selain itu,,kami memikirkan kondisi Oma juga,,Oma sangat ingin tinggal bersama mereka dirumah itu,,bagi Oma,Seruni adalah jelmaan nyonya Lidia. Dengan adanya Seruni,Kerinduannya pada almarhumah nyonya Lidia terobati."
Brian yang baru sampai disanapun langsung menimpali perkataan istrinya.
"Iya Ke,,saya pribadi sangat mengharapkan mu,bantu kami,,aku mohon"
"Tttuan Bbbrian,,"Keke merasa kekuk Brian tiba-tiba muncul dari belakangnya.
"Kak Ian,,mari duduk kak" sapa Roby.
"Iya,,terimakasih,,"
Brianpun duduk disebelah Delia,berhadapan dengan Roby.
"Jadi,seperti apa yang istri saya sampaikan,,saya hanya ingin mereka tinggal diJakarta agar saya dan Oma bisa leluasa bertemu dengannya. Sayapun sudah menyiapkan surat perjanjian,dan mereka juga sudah menanda tangani nya.
Tapi,mereka masih ragu untuk tinggal di rumah itu. Jadi tugasmu,meyakinkan mereka,membujuk mereka. Karena bagaimanapun juga,kami berhak atas Seruni,meskipun kami tidak bisa bersamanya seutuhnya."
"Baik tuan,akan saya usahakan,,em,,saya mohon,maafkan tanteku ya Tuan,,belio mengingkari janjinya pada almarhumah nyonya Lidia."
"Oke,untuk masalah itu,saya memahami posisi belio,jadi akupun tidak akan mempermasalahkan itu."
"Terimakasih tuan,,"
__ADS_1