Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 175


__ADS_3

"Oke,untuk masalah itu,saya memahami posisi belio,jadi akupun tidak akan mempermasalahkan itu."


"Terimakasih tuan,,"


"Oiya,kalau perlu ibumu juga sekalian ikut tinggal dirumah ayahku,,kasihan juga ibumu kalau harus tinggal sendiri. Kalau perlu aku seluruh usaha kue yang kalian dirikan disana aku pindahkan kesini,aku akan carikan tempat yang lebih strategis. Pokoknya apapun aku lakukan demi Seruni bisa tinggal disini."


"Baik tuan,,mungkin untuk saat ini tanteku juga butuh waktu. Jadi saya mohon,tuan Brian bersabar."


"Iya,aku serahkan semua padamu. Jika butuh sesuatu segera kabari Delia"


"Siap tuan,,"


"Terimakasih,,"


"Sudah,kak Brian tidak usah cemas,,semua pasti akan ada jalan keluarnya. Aku akan membantu Keke untuk hal ini,,"


"Terimakasih Rob,,eh,,ngomong-ngomong kalian?kok,," Brian baru sadar ada yang lain antara Keke dan Roby.


"Kenapa massss,,,ada aneh kannn???"ucap Delia sambil menggoda kedua sejoli itu.


"Iya,biasanya kalian kaya tom and jerry,,sekarang kok??"


"Aduh mas,,,jangan belaga engga tahu deh,,kasihan noh,mereka berdua mukanya udah kaya tomat,,mending kamu pesan makanan aja mas,,lumayan,,ada yang mau traktir,heheheh,,"


Keke menginjak kaki Delia,ia merasa malu dengan Brian.


Sementara Brian hanya tersenyum,melihat Istrinya yang terus-terusan menggoda Keke dan Roby.


Roby yang sudah terbiasa dengan banyolan Deliapun mengimbangi dengan berbagai cara.


Brian yang tadinya bersikap cool,akhirnya terbawa suasana,mereka saling melempar candaan.


**


"Mas,kita mampir ke Supermarket ya,,"


"Mau apa?"


"Mau beli kebutuhan rumah ,,sama sayur,cream sama serumku abis."


"Oke"


Brian menjalankan mobilnya ke Supermarket terdekat.


"Kamu mau ikut apa nunggu dimobil mas?"


"Emang aku supir?"


"Eh,kaliiii,,,kamu engga suka kalau nemenin cewe belanja,,"


"Aku lebih engga suka lagi kalau liat istri jalan sendiri kecentilan."


"Yee,,bilang aja takut aku digoda pria lain ya,,hayo ngaku" Delia terus saja menggoda Brian yang sudah pasang style cool.


"Ck,,jadi belanja engga!"


"Jaim amat jadi orang,yuk turun!"jawab Delia sambil membuka safety belt mobil.


"Gitu aja ngambeeekkk..."


"Ih,sapa juga yang ngambek" Delia merasa kesulitan membuka safety belt nya.

__ADS_1


Brian kemudian membantunya,dengan menciup pipi istrinya terlebih dulu.


"Makanya,kalau mau buka harus dengan perasaan,,"


Klik


Safety belt pun terbuka.


Brian tersenyum, "mudah kan??"


"Iya iya,,modus"


"Hehehe,,abisnya gemes aku kalau liat kamu ngambek,,yukz turun"


Brianpun akhirnya turun dari mobil,ia membuka pintu mobil untuk istrinya.


Mereka berdua berjalan masuk kedalam Supermarket.


Saat beberapa wanita menatap Brian dengan kagum,dan salah tingkah,Delia langsung mengencangkan tangannya untuk menggandeng lengan suaminya.


Brianpun menggelengkan kepalanya.


"Apa kamu merasa terancam sayang?"bisiknya.


"Ck,apaan si,," elak Delia.


Brian mengambil trolly dan mendorongnya mengikuti langkah istrinya.


Saat Delia tengah sibuk memilih perlengkapan mandi,tiba-tiba ada seorang wanita yang meminta tolong pada Brian.


"Mas mas,,em,bisa tolong ambilkan sabun yang diatas engga mas,,aku engga sampai ni" wanita itu sengaja mencari perhatian Brian.


"Oh,iya mba,,yang mana ya?"


Delia yang tadinya tidak menyadari,akhirnya menoleh dan melihat suaminya tengah digoda wanita lain.


Refleks delia langsung menyingkirkan tangan si wanita dari lengan suaminya.


"Maaf mba,,mbanya mau diambilin apa ya??"tanya Delia sewot.


Wanita itu terkejut saat tangannya dihempaskan oleh Delia.


"Suami saya bukan pelayan disini ya mba! Kalau mbak nya mau minta tolong,noh,,ada karyawan swwalayan yang sudah siap dengan tangga untuk ngambil barang dirak setinggi langit!!" Delia menarik suaminya disisi yang lain.


"Ih,biasa aja dong mba,,cuma minta tolong aja,,over!"


"Heiiiii,,,suka suka gue ya mbak! Mau over ke engga kek,,yang jelas,loh engga mboleh megang lengan suami gue!! Noh ada tiang,bebas lo peluk!!"


Delia pergi meninggalkan wanita genit yang sudah siap menimpali kata-kata Delia.


"Kamu tuh ya mas!! Ih nyebelin!!!"bisik Delia.


"Nyebelin gimana?" Brian pura-pura bersikap biasa,padahal dia sudah tahu istrinya tengah dilanda cemburu.


"Bisa engga! Liat mana cewe penggoda sama cewe yang bener-bener butuh pertolongan!! Dasar cowo ganjen!!sok ke gantengan!!"gerutu Delia.


"Lah emang aku ganteng,trus salahku dimana!"


Delia langsung melotot kearah suaminya,


"Masss......" ia manyatukan gigi atas dan bawahnya dengan geram.

__ADS_1


Brian terus terkekeh melihat ekspresi wajah istrinya.


Delia terus menggandeng tangan suaminya,tak peduli suaminya merasa kesulitan bergerak akibat ulah Delia yang tak ingin kecolongan lagi.


***


Dirumah


"Bi,,tolong beresakan ini ya bi,,"


Delia meletakan barang belanjaannya di meja dapur.


"Baik non,,oiya non,,Oma,Oma tadi demam non"


"Apa?demam?" Ucap Delia dan Brian bersamaan mereka terkejut.


"Iya tuan,,tapi tadi bi Ijah sudah menelpon dokter pribadi kita,dan belio sudah diberi obat. Sekarang Oma sedang tidur" bi Ani menjelaskan pada Brian dan Delia.


"Terimakasih ya bi,,sudah cepat tanggap menjaga Oma. Mas,kamu masuk aja kekamar,,biar aku cek Oma dulu."


"Ya sudah,aku kekamar dulu ya Sayang" Brian mengecup kening istrinya kemudian langsung menaiki tangga menuju kamarnya.


Delia membuatkan minuman hangat,lalu dia bawakan kekamar Oma.


"Bi Ijah,,,"sapa Delia meletakan beberapa cangkir dan teko kecil berisi minuman hangat.


"Bi,,minumlah ini,agar badan bi Ijah hangat."


"Terimakasih non,," Bi Ijah yang tengah memijat kaki Oma pun berhenti,mempersilahkan Delia duduk di tepi tempat tidur Oma.


"Silahkan non"


"Terimakasih bi,,bagaimana keadaan Oma?"


"Alhamdulillah,demamnya mulai turun,,bibi rasa belio terlalu memikirkan Seruni non,karena belio terus mengigau memanggil Seruni."


"Hmmm..aku tahu bi,Oma berharap banyak padanya. Bi,,saya dan mas Brian benar-benar berterimakasih pada bibi yang sudah menjaga Oma dengan sepenuh hati."


"Non,non Delia tidak perlu berterimakasih pada bibi,apa yang bibi lakukan itu karena bibi benar-benar menyayangi Oma,,Nyonya Lidia dan Oma dahulu banyak menolong bibi."


Delia memeluk bi Ijah erat.


"Bi,,aku juga menyayangi bibi,,bibi jaga kesehatan juga ya,biar bisa terus bersama kita disini."


"Iya non,,"


"Oiya bi,,bibi sudah makan?"


"Sudah non,tadi,,Oiya non,saya izin malam ini tidur disini saja menemani nyonya Oma,apakah nona dan tuan mengijinkan?"


"Ya Allah bi,,emang bibi engga cape?"


"Engga non,bibi ga tenang kalau Oma tidur sendirian,,"


"Ya sudah,,Delia siapkan buat bibi tidur ya.."


"Tidak usah non,bibi biar tidur disini saja,,"bi Ijah menunjuk satu kursi plastik yang ia bawa dari kamarnya.


"Masa disitu bi agh..ada ada aja.." Delia mengubah Sofa bad yang ada dikamar Oma menjadi tempat tidur.


Ia mengambil bad cover dan selimut dari almari.

__ADS_1


Kemudian merapikan sofa Bad agar nyaman untuk tidur bi Ijah.


"Nah,,ini baru bener,,,bibi tidur disini yah,,awas loh kalau engga tidur disini"


__ADS_2