
Pukul 23.00 malam.
Satu-persatu tamu keluar dari rumah Brian,,acara pernikahan ulang dan perkenalan istri CEO golden Big sudah selesai.
Ada beberapa tamu yang terus menggunjingkan pasangan Brian dan Delia.
"Haduh...pupus harapan gue..tuan ganteng ternyata udah jadi milik orang.."
"Halah...halu lu kalo berharap ma dia..kita kan cuma kepala cabang mana mungkin dilirik ma dia" jawabnya sesama kepala cabang perusahaan Golden Big.
Roby yang turut hadirpun tak kalah lemasnya ketika menyaksikan pasangan yang serasi itu bersanding. Namun dia harus mengikhlaskan Delia untuk kakak sepupunya yang juga dia sayangi,bagi Roby Brian adalah kakak yang sangat baik.
"Kak,aku pulang ya..selamat ya kaa,,"
Roby memeluk Brian dengan erat.
"Maafkan aku ya Rob,aku yakin ada wanita yang benar-benar tulus mencintaimu diluar sana" bisik Brian,sembari menepuk pundak Roby .
"Aku panggilkan Delia ya.."lanjutnya.
"Tidak usah kaa,dia sedang asyik mengobrol dengan sahabatnya..biarkan saja,sampaikan saja salamku untuknya.."
"Okey,,terimakasih Rob..oiya,besok aku akan kerumahmu, sampaikan pada bibi dan paman."
"Iya,"
Disisi lain Keke,Fani dan Delia sedang bercengkrama disudut sofa.
Delia baru bisa lebih intens mengobrol dengan mereka,karna sedari tadi Brian menggandengnya menemui para tamu.
Fani dan Keke sudah saling berkenalan saat acara berlangsung dan mereka langsung akrab.
"Ke,kamu pulang keBali kapan?menginap lah dulu dirumahku yah..."rengek Delia.
"Mungkin besok Del,aku menginap dihotel saja..kalau disini akan menganggu malam pertama kalian lagi..hehehe..."
"Idih..apaan si...aku akan melewati banyak malam dengannya,jadi malam ini kalian berdua tidur sini ya..plisss..."
"Aduhhh...Del...kamu mau kita dikutuk jadi Tokek sama suamimu..gak agh...biar Keke tidur dirumahku aja ya Ke.." Fani mengerlikan matanya.
Keke dan Fani kompak menolak ajakan Delia.
"Yah..tapi aku masih kangen sama kalian,masa kalian tega si..." Delia merajuk,wajahnya sudah seperti anak kecil yang tidak dibelikan es cream oleh ibunya.
"Heem...gini aja,besok sebelum aku pulang ke Bali,aku kemari lagi ditemani Fani,,bagaimana?"
"Oke oke...janji loh..aku tunggu kalian.."
"Iyaaaaa...janjiiiii..."jawab keduanya kompak.
__ADS_1
Akhirnya meraka berduapun berpamitan.
Begitu juga dengan Bimo,Paman dan bibi Delia.
"Sayang,,kami pulang ya..."ucap bibi Mira.
"Loh,kok pulang??" Delie memeluk bibi Mira dengan hangat.
"Iya sayang...oiya,tadi baju-baju yang bibi bawa sudah bibi rapikan di almari kamarmu,kasihan bi Ani kalau dia merapikan sendiri pasti cape jadi bibi bantuin,,"
"Bibi...seharusnya Delia saja yang melakukan.." Delia masih belum melepaskan pelukannya,kepala Delia dielus oleh paman Heri.
Melihat pemandangan itu,Brian menghampiri mereka.
"Ada apa ini?"
"Aku gak mau bibi pulang mas,,aku mau bibi malam ini menginap disini,,"rengek Delia.
"Benar bi,.bibi dan paman serta Bimo kalian menginap saja disini..temani Delia,"
"Baiklah,," bibi Mira dan paman Heri akhirnya mengiyakan.
"Ya sudah,ayah dan ibu saja yang menginap disini,,aku akan pulang,karna besok aku mulai mengurus renovasi klinik Delia."
"Ya sudah,aku antar kamu sampai parkiran ya.." Brian merangkul Bimo mereka berjalan bersama.
"Bimo,berjanjilah jangan ceritakan pada ayah ibumu kejadian tadi siang yang aku ceritakan padamu,sebagai kakak Delia aku hanya ingin kamu juga waspada dan bantu aku menjaga Delia,sepertinya ayahku tahu kalian akan membuka klinik,awasi semua prosesnya,jangan sampai lengah,karna ayahku pasti akan mengagalkanya sampai yang ayahku cari belum dia dapat dia akan mengusik hidup kalian,,aku akan menyelidiki sebenarnya apa yang dia cari,,rahasia apa yang dia sembunyikan dariki,bantu aku jaga Delia ya kaa.."
"Siap Ian,aku juga mencemaskan Delia,segera akhiri semua,,kalau dia bukan ayahmu aku pasti sudah menyeretnya dan menghabisinya!!" Jawab Bram tegas.
"Hemmm...maafkan aku kak,aku sendiri yang akan memberi pelajaran pada ayahku,tidak ada satupun yang boleh menyentuhnya,,bagaimanapun juga dia ayahku" Brian menarik nafas panjang dan menghempaskan kasar.
"Iya,Aku mengerti,,aku pulang ya!" Bram masuk kedalam mobil.
Brian kembali menemui paman,bibi dan Delia diruang tengah,mereka kembali bercengkrama,bibi Mira dan paman Heri baru menyadari ada bekas luka di ujung bibir Brian,meski sudah tak begitu jelas tapi mereka yakin itu luka akibat perkelahian.
Paman Heri mengerutkan dahinya dan bergumam dalam hati
"Apa itu bekas perkelahian?dengan siapa?perasaan kemaren saat aku menemuinya dia masih baik-baik saja tanpa luka sedikitpun"
Brian yang menyadari bahwa lukanya sedang diperhatikan oleh pamanya pun menunduk,dan mencoba menutupi luka lebabnya agar paman tidak khawatir.
"Emm,,nak Ian,bibi mau istirahat dulu ya,,bibi lelah.."
"Silahkan bi,,bi Ani juga sudah menyiapkan kamar untuk bibi.."
"Ayo pah,kita kekamar" bi Mira memberi kode pada suaminya agar memberi waktu pada Brian dan Delia sebagai pasangan suami istri.
"Oh..iya bu..nak ian,kami permisi.."
__ADS_1
"Silahkan paman,,kalau butuh apa-apa saya dikamar atas,,dan jangan sungkan,anggap saja ini rumah sendiri."
"Terimaksih nak.."
Bibi dan paman Heri pergi kekamar tamu yang super mewah dan luas.
"Bibi dan paman tidur dulu ya Del...kalian juga istirahat ya.."bibi Mira mencium kening Delia.
"Selamat malam bi.."
Setelah kepergian mereka Brian menatap Delia,dan meraih tanganya.
"Sayang,apakah kamu bahagia hari ini?"
"Iya,,aku gak nyangka kita akan melakukan ijab qobul ulang dengan disaksikan banyak orang..tidak seperti saat itu.." Senyuman Delia berubah menciut,ia pun tertundukenyembunyikan kesedihanya.
Brian menarik tubuh istrinya dan memeluknya hangat.
"Maafkan aku saat itu ya..aku akan memperbaiki semua,aku akan membuat ayah ibumu merasa senang melihatmu disini bahagia.."
Dia mengecup kepala Delia.
"Terimakasih mas,,"
"Ya sudah,ayo kita istirahat dikamar,istirahatlah karna ini hari paling melelahkan bagi mu iya kan.."
Brian tiba-tiba membopong Delia.
"Ih..mas..lepasin..malu tau mas...nanti bibi dan paman liat.."
"Biarin,,biar mereka lihat,betapa susahnya aku menggendong keponakannya yang gendut..." Brian menggoda Delia,padahal istrinya sama sekali tidak gendut.
"Enak aja!!! Aku gak gendut!! Aku sexy tau!! Kamu tu yang gendut!! Lengan tangan kaya roti sobek gini!!"
"Yeh..roti sobek!!enak aja!! Ini namanya otot,,banyak cewe yang pengin melihat otot-otot ditubuh sixspack ku.."
Mereka terus melempar candaan sampai didepan pintu kamar mereka.
"Udah mas,turunin!!"
"Gak!! Aku mau nurunin kamu di ranjang kita,habis itu tinggal aku minta bayarannya.."
"Widiiihhh..bayar???siapa juga yang minta digendong,,udah lepas,turunin gih.."
Brian tetap menggendongnya,dengan susah payah Brian mencoba memencet tombol didepan pintu kamarnya.m
"Sini aku saja memencet tombolnya..lagian kamu banyak tingkah,kunci kamar aja pake dibukin sandi segala kaya diapartemen,gini kan jadi ribed..Ayo buruan sebutin kodenya!!"gerutu Delia.
Brian tersenyum melihat istrinya menggerutu dengan gemas.
__ADS_1
"Ketawa lagi..buruan berapa?"ucapnya sekali lagi.
"1208"