
Brian berdiri tepat didepan foto ibunya,kedua tangannya ia masukan kedalam kantung celananya.
Telinganya mendengar langkah kaki milik ayahnya.
"Ian,," suara Atmajaya memecah keheningan.
Mereka berdua sama-sama berdiri didepan foto nyonya Lidia.
"Yah,apa yang ayah takutkan selama ini?"
"Maksudmu?"
"Kehilangan Hartamu?kehormatanmu?atau cintamu?"
"Segalanya,semenjak kehilangan ibumu,aku sudah kehilangan segalanya,,yang aku takutkan sekarang adalah kehilanganmu,wanita itu sudah menghasutmu untuk meninggalkanku"
"Bohong! Ayah tahu ibu bunuh diri tapi ayah membohongiku,ayah bilang Yosep yang mendorong ibu,untuk apa ayah berbohong?untuk menutupi kebohongan ayah yang lain?iya kan!" Nada bicara Brian mulai meninggi.
"tapi ayah terpaksa melakukannya karna ayah membenci Yosep!dia mencoba merayu ibumu karna dia tahu kekayaan ibumu. Dia juga telah merebut beberapa client ayah,dia mencoba menjadi pesaing ayah,dia itu munafik "
"Cukup Yah!cukup ayah menghasutku untuk menjelek-jelekan Yosep,kenyataanya Yosep tidak sepicik itu! Sebagai suami Lidia,pasti Ayah tahu alasan kenapa ibu bunuh diri?apa motifnya dan apakah selama ini kalian hanya berpura-pura bahagia didepanku.?"
Brian mulai menatap ayahnya dengan tajam.
"Kami memang dijodohkan,tanpa cinta,,tapi hubungan kita baik,hingga kau lahir,kami ingin memperlihatkan didepanmu,bahwa kami saling mencintai.
Untuk motif ibumu,ayah sendiri tidak tahu,,ibumu kenapa bisa berfikiran sempit seperti itu,ini juga mungkin salah ayah karna ayah belum bisa menjadi partner yang baik untuknya..ayah menyesali semua keegoisan ayah pada ibumu nak..Ayah memanfaatkan kejadian itu untuk menjatuhkan Yosep,karna saat itu Yosep menjadi pesaing terbesar ayah,hampir semua tander dimenangkan olehnya!! "
Atmajaya masih belum berani mengungkap semuanya.
Dia ingin anak kesayangannya meninggalkannya dan benar-benar membencinya.
__ADS_1
"Ayah,lalu yang ayah maksud tentang Vidio dan beberapa surat yang ada dikotak itu apa?sepertinya ayah sangat menginginkannya??apakah itu sangat berarti bagi hidup ayah sampai-sampai ayah tega hampir menyelakai Delia??" Brian mesih menyelidiki berharap ayahnya akan jujur.
"Em..itu..itu..itu..a.." Nampak jelas Atmajaya kebingungan mencari alasan apa lagi.
"Sial ternyata Delia sudah mengatakan keinginanku pada Brian. Aku bisa seceroboh ini " batinnya.
"Jawab ayah!!" Hentak Brian.
"Ayah...ayah takut kotak itu sampai pada Pesaing ayah yang lain,karna disitu ada surat kepemilikan pulau yang banyak diminati para pesaing ayah. Ayah takut pulau itu akan dimiliki oleh Yosep atau siapapun. Dan mengenai vidio itu..em..vidio itu hanya berisi..percakapan ayah dengan Widodo..tentang rencana menjadikan Yosep sebagai kambing hitam kasus meninggalnya ibumu..tapi ternyata semua sudah terungkap olehmu,jujur ayah hanya takut kalian memasukan ayah kepenjara,dan nama baik ayah rusak...ayah benar-benar minta maaf pada kalian,,ayah janji tidak akan mencelakai Delia..Ayah mohon Ian,ayah ini ayah kandungmu..maafin ayah.." Atmajaya merasa kalah namun ia tetap sajaencari cela,dia berakting memelas mengharap ampunan anaknya.
"Oke,baiklah,.aku kesini hanya meminta pada ayah! Berhenti mencoba menyelakai Delia!!! Atau aku akan benar-benar menganggapmu ayah!!! Aku tidak segan untuk membunuh siapapun yang menyentuhnya!!! Ingat!! Di tubuh ini,masih mengalir darah buas seperti ayah!! Ayah mengajarkanku untuk tidak mengampuni musuhku!! Ayah mengajarkanku,yang lemah akan kalah!! Maka aku akan menunjukan taringku jika Delia terancam!!!" Brian mencoba mengancam ayahnya.
"Apa kamu sudah minum kopi,lama kita tidak minum kopi bersama.." Atmajaya mencoba mengalihkan amarah anaknya dan kembali mendekati anaknya.
Dia sadar,anaknya kini sudah dewasa,semakin dia menekannya maka dia akan semakin brutal.
Dia memikirkan strategi lain untuk mendapatkan kotak itu.
"Bi ijah,,tolong buatkan kopi untuk kami" titah Atmajaya.
Atmajaya merangkul anaknya menuju ruang tengah,dan tidak butuh waktu lama Bi ijah membawakan kopi untuk mereka berdua.
"Minumlah,dan lupakan soal kotak itu,ayah akan mengijinkan hubungan kalian dan tidak lagiengusik Delia asalkan kita lupakan kotak itu,dan kamu memaafkan semua keegoisan ayah. Ayah sudah lelah bermusuhan denganmu..ayah hanya takut nama baik ayah rusak,karna kamu sudah mengetahui rahasia ayah,ayah hanya bisa memohon padamu,,maafkan ayah" bujuk Atmajaya.
"Maaf!! rasanya aku ingin mencekik ayah!! setelah ayah korbankan banyak nyawa,ayah dengan mudahnya hanya mengatakan Maaf!!! Aaaghhhh..." Brian mengusap rambutnya kasar.
Brian merasa janggal,ayahnya yang ambisius tiba-tiba menciut,,Alasanya cukup ringan dibandingkan efek yang ditimbulkan dari amarahnya.
Apa dia benar-benar lelah?atau ada yang menekannya.?atau dia mengubah strateginya.?
"Brian,kamu pasti bertanya-tanya kenapa ayah berubah. Akhir-akhir ini ayah mengalami banyak tekanan,ayah ingin memperbaiki hidup ayah,ayah ingin meminta maaf pada kalian ,ayah benar-benar tidak berdaya tanpa kalian. Ayah mohon,jangan bawa ayah kepenjara atas kasus -kasus ayah terdahulu."
__ADS_1
Atmajaya memasang wajah memelasnya,membuat Brian bimbang.
"Brian hanya kecewa dengan ayah,Brian kira ayah sosok lelaki bijak dan sempurnaa,tapi ayah gagal membuktikan kekagumanku! Ibu sampai bunuh diri sedangkan ayah tidak mengetahui motivnya,itu artinya ayah tidak peduli dengan penderitaan ibu. Ayah melampiasakan kesalahaan ayah pada orang yang salah,keluarga Yosep,ayah telah membuat mereka hancur! Keserakahan ayah,membuat ayah menjadi pria kejam.!! Ayah menghalalkan segala cara untuk membela diri. Lihat yah,ayah sudah mengorbankan banyak nyawa,,ibu,,,adik,dan kedua orang tua Delia! Memaafkan mungkin mudah,tapi untuk melupakan dan membangun kepercayaanku untuk ayah,itu sangat sulit jadi maaf yah!"
"Ayah tahu itu nak..setelah kepergianmu,dan kejadian kemarin ayah sadar,ayah tidak bisa melawan anak ayah sendiri..ayah terlalu ambisius..maafkan ayah nak..!"
"Maaf yah,Brian tidak bisa berlama-lama di sini,Aku hanya ingin tekankan! Jangan pernah menyentuh Delia lagi!!ingat itu!!!"
jarinya menghardik ayahnya sendiri,dan terus menatap Ayahnya tajam,tanpa cela.
Dia berdiri merapikan jasnya dan melangkahkan kaki panjangnya ke pintu depan.
"Tunggu nak,ijinkan ayah bertemu Delia dan meminta maaf padanya"
"Tidak perlu!akan aku sampaikan saja padanya!" Jawaban Brian ketus dan tetap membelakangi ayahnya.
"Tunggu tuan,,"
tiba-tiba bi Ijah menghentikannya. Saat tangannya hendak meraih gagang pintu depan.
"Apa bi?" Brian menoleh kearah bi Ijah.
"Maaf tuan,bibi merindukan non Delia,bibi boleh menitipkan makanan ini untuk neng Delia..bibi tahu neng Delia sangat senang kering tempe,kebetulan pagi tadi bibi membuatnya. Sampaikan salam bibi pada nyonya dan bi Ani.
Atmajaya menatap mereka,dia tahu selama Delia dirumahnya,bi Ani dan bi Ijah selalu bersikap baik padanya. Bi ijah sendiri sangat menyayangi Brian sedari kecil.
"Terimakasih bi,,bibi jaga diri disini ya..jangan terlalu lelah..bibi harus kuat." Brian melirik kearah ayahnya dengan maksud menyindir.
"kuat menghadapi ayahku" itu maksud Brian dalam hatinya.
Bibi Ijah tersenyum melepas kepergian majikannya.
__ADS_1