
"Ayo masuk,disini dingin" ajak Brian.
Deliapun mengangguk,mengikuti langkah Brian yang terus menggandengnya hingga masuk kedalam rumah.
Mereka berhenti didapur.
"Tunggu kak" Delia menghentikan langkahnya.
"Ada apa Del.."
"Kak,apa kamu sudah makan?"
"Belum,tadi sebelum kamu kemari aku sedang diruang kerjaku."
"Aku buatkan sup ya..diluar dingin jadi kayanya enak kalau makan sup"
"Oke,,aku juga kangen masakanmu.."
"Tunggu lah disana,aku akan membuatkan untukmu"
"Aku bantuin ya.." Brian memeluk manja dari belakang.
"Engga usah,,kamu disini cuma bisa mengacaukan saja!udah gih sana..awas ni jadi susah masaknya aghhh.." tubuh Delia merasa sesak karna pelukan Brian.
Brianpun mengikuti intruksi Delia untuk duduk menunggunya dimeja makan.
Gak butuh waktu lama untuk Delia memasak sup,karna di dapur semua bahan sudah tersedia.
Delia mengantarkan beberapa makanan kemeja makan.
"Hemmmm...harumnya... benar-benar menggugah selera..sudah lama sekali aku gak makan dirumah..masakanmu benar benar tak tertandingi"
Brian memuji Delia.
"Pantas saja kamu kurusan"
"Itu karna kamu yang bikin stres!!!" celetuk ketus ala Brian.
"Idih..siapa juga yang nyuruh mikirin aku!!lebay!!" Jawab Delia ketus
Delia mengambilkan nasi untuk suaminya dan merekapun makan berdua.
"Emmm...kak,apakah surat pengaduan itu masih bisa ditarik kembali?"tanya Delia khawatir.
"Entah,,karna besok sudah waktunya sidang. Delik pengaduanya pun sudah lewat dari 3bulan,,tapi nanti aku tanyakan pada pengacaraku. Jadi
Jangan khawatir,aku akan baik-baik aja."
"Maafkan aku ya kak,aku terlambat untuk menyadari semuanya..bibi Mira,Fani,dan Soni berkali kali menyadarkanku tapi aku terlalu angkuh untuk mengakui hatiku." Delia merasa iba dengan Brian.
"Sudah,yang penting hari ini aku tau perasaanmu,sekarang telpon bibimu,aku tau kamu pasti gak pamit kan?kebiasaan!!"
"Enak aja!meraka yang menyuruhku kemari ! Entah kenapa mereka semua jadi pro banget ma kamu si..kamu apakan mereka!" Celetuk Delia.
"Orang baik pasti banyak yang suka,contoh aja kamu,aku bisa membuatmu jatuh cinta. Hebat kan aku.." Brian tersenyum angkuh.
"Mulai nyebelin lagi ni..dasar bunglon!!"
Delia dan Brian saling menggoda.
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 21.30.
"Aku pulang ya.." ucap Delia.
"Pulang kemana?ini kan rumahmu."
Brian jalan kebelakang Delia yang masih duduk di kursi meja makan.
Brian langsung melingkarkan tangannya,pelukan mesrah kembali mendarat ditubuh Delia.
__ADS_1
"Tidur sini ya,,pulanglah kerumah kita..disini,disisiku"bisik Brian.
"Lepasin kak,aku mau beresin meja makan dulu aghhhh..." Delia masih meronta malu-malu dipeluk Brian.
"Oke,,aku tunggu dikamar ya,,bawakan infused water juga." Brian melepaskan pelukanya dan mencium kepala Delia.
"Iya,iyaa.." Delia tersenyum melihat ekspresi wajah suaminya yang aneh..
Brian menuju kamar dan Delia merapikan meja makan sekaligus mencuci piring.
Setelah membuatkan minuman untuk suaminya,sebelum mengantarkan kekamar,Delia menelpon bibinya.
"Hallo bi.."
"Hallo,bagaimana Del? apakah kamu sudah mengakaui perasanmu padanya?"tanya bibi Mira penasaran.
"Iya bi..kita tidak jadi bercerai dan bibi diijinkan untuk mencabut berkas.."
"Syukurlah...akhrinya kalian berdua bisa bersatu..bibi benar-benar bersyukur Del..hilangkan keegoisanmu,cobalah memahami suamimu."
"Iya bi,aku tau aku salah,aku tidak pernah mendengarkan penjelasanya,,"
"Lalu tuntutan itu bagaimana?"
"emm..kata kak Brian kalau menurut Pasal 75 KUHP ini sudah lebih dari 3bulan proses hukum tetap berjalan.
Tapi kalau kita mengacu pada Putusan Mahkamah Agung (“MA”) No. 1600 K/PID/2009 kemungkinan bisa dihentikan.
Bibi bicarakan dulu dengan pengacara Brian dan pengacara kita,besok habis subuh mereka kerumah..semoga saja belum terlambat..agar sidangpun bisa dibatalkan."
"Oke nak,besok bibi dan pamanmu akan menunggu mereka datang. Hari ini kamu pulang kerumah atau tetap disitu?"
"Emmm...kak Brian melarangku pulang kerumah bi,,jadi aku menginap disini lagi. Besok aku kerumah ya bi.."
"Iya gak papa sayang,,bibi senang kalian sudah baikan..semoga ini menjadi awal yang indah untuk rumahtanggamu..Oiya,ini Fani masih disini menunggu kabar darimu,,apa kamu mau bicara denganya?
"Hallo Del..gimana gimana?"
"idih...semangat banget si lo..."
"iya dong,lo udah ngomong kan sama dia?"
"iya sudah...kamu bener Fan,rasanya sekarang beban di dadaku sudah luruh..ploooongggg banget rasanya Fan..terimakasih atas semuanya ya Fan,,kamu benar, aku terlalu naif selama ini"
"iya,makanya mulai sekarang gak perlu gengsi..kalau kamu cinta ya bilang aja cinta..masalah Atmajaya kita abaikan dulu.Oke..nikmati kebersamaan kalian..mulailah jadi istri yang baik."
"Siap Fan..sekarang aku bener-bener happy banget."
"syukurlah...udah ya aku mau pulang,,ponselnya tak kasih bibimu lagi ya.."
"iya,hati-hati ya Fan.."
"pasti.." Fani memberikan ponselnya pada bibi Mira.
"Kamu sudah makan nak?"
"Sudah bi,tadi sama kak Brian."
"Oh,ya sudah.."
"Bi,udah dulu ya..kak Brian menyuruhku mengantarkan minuman."
"Iya sayang,,layani suamimu dengan baik,jangan ngomel-ngomel mulu..kasihan!"
"Iya iyaaaa...dah bibi..terimakasih karna kalian tidak pernah berhenti mengingatkanku..love u bi.."
"Iya iyaaa.. .sudah gih sana..dah ditungguin Brian tu.."
"Oke.."
__ADS_1
Delia mematikan ponselnya,kemudian mengantarkan minuman ke kamar.
Terlihat Brian sedang bersandar ditempat tidur sembari memeriksa layar laptopnya.
"Ini kak minumanya.."
Delia meletakan minuman dimeja dekat sofa.
Kemudian Delia memeriksa almari apakah masih ada pakaianya yang tertinggal disana.
"Nyari apa Del.." tanya Brian yang masih fokus dengan Laptopnya.
"Baju tidur..sepertinya kemarin aku sudah membawa semuanya kerumah bibi,haduhhh..gak mungkin kan aku tidur dengan pakaian ini"
"Masih ada kok bajumu disitu"
"Gak ada kak.."
Brian meletakan laptopnya dimeja kemudian menghampiri almari membantu Delia mencari baju tidurnya.
"Siapa bilang gak ada..nih ada.." Brian tersenyum sembari menunjukan Lingerie merah tipis dan transparan.
"Iiihhhh..baju apaan itu..ogah!!lagian temenmu aneh..ngapain dulu kasih kado ginian..kaya gak ada yang lain."
Delia bergidig menolak mengenakan pakaian yang selama ini tidak pernah ia sentuh..
"Hehehe...itu berarti temenku pengertian..." Briann tersenyum menggoda.
"Ihhhh..pengertian gimana..eh,perasaan ini dulu tak simpen di lemarimu yang ada di rumah Ayahmu. Kok bisa sampai disini si.."
"Dulu waktu kamu dirumahsakit,ada beberapa bajuku yang belum selesai dikemas..nah..aku masukin aja baju itu..siapa tau kamu mau pake..hehehe.." ucap Brian menggoda.
"Aku mau baju lain..aku gak mau pake itu.."rengek Delia.
"Mau pake bajuku?"
"Eeemmm...iya lah,dari pada pake itu.."
"Kalau aku suka gimana?"
"What??"
"Pakai ya..."
"Tttaa..ta-ttapi a-aku..malu"
"Sebelumnya aku kan juga pernah melihat tubuhmu,jadi untuk apa malu..aku kan suamimu."
"Ga!"
Jawab Delia sembari mencongkakan wajah Brian.
"Cccuuuppp" Brian langsung mengecup bibir Delia.
Mata Delia membola,terkejut dengan apa yang Brian lakukan.
Delia meronta namun Brian mengunci tubuh Delia,tubuh Delia terhimpit di depan almari dan tubuh Brian.
Setelah kehabisan nafas,Brian melepaskan ciumanya.
"Maaf Del..a-a-aku..sssudah tidak bisa mengendalikan lagi." Brian kembali ketempat tidurnya,dia tidak ingin memaksakan keinginanya. Dia mengambil infused water dan langsung meminumnya habis.
Delia yang masih tercengang,terus memegang bibirnya.
Brian berbaring menutup wajahnya dengan bantal.
Dia ingin mengalihkan agar juniornya tidak bertindak terlalu jauh.
Delia kemudian tersadar dan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1