Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 23


__ADS_3

"Sudah,sudah maah...sekarang kita berdoa saja untuk kesembuhan kakakmu,,dan kamu Del,kamu harus tenang dang terus mendoakan ayahmu juga,,"


paman Heri mencoba menenangkan istrinya yang juga shock melihat vidio saat Delia masih dirumah Atmajaya.


"Fan,paman antar kamu pulang ya..sudah larut malam,kasihan ibumu"


"Tidak apa paman,aku menemani Delia saja disini,aku sudah meminta ijin pada ibun tadi."


"Terimakkasih Fan..tapi kamu kan butuh istirahat.."ucap paman Heri.


"Nanti saja paman,saya juga khawatir dengan keadaan paman Yosep dan Delia" Fani merangkul Delia yang sedari tadi menangis.


Sementara disisi lain,Brian yang baru saja tiba menyaksikan pemandangan penuh haru. Brian menghampiri mereka dan bertanya pada paman Heri.


"Ada apa ini paman?"


Plak plak plak


"Jangan berlaga bodoh kamu ya!!!kamu dan ayahmu senang kan menyaksikan keberhasilan ini!!! ini kan yang kalian mau!! puas kalian menyakiti Yosep dan anaknya!! Manusia biadab!!!"


"Tenang paah,,jangan buat keributan disini,kasihan kak Yosep disana sedang berjuang antara hidup dan matinya" bibi Mira menarik suaminya yang hampir menghajar Brian.


"Kemari!!" Delia menarik tangan kekar Brian menjauh dari ruang ICU menuju parkiran yang cukup gelap.


Delia memecahkan kaca spion motor milik pamannya dengan batu. Dan mengambil pecahan kaca tersebut.


"Ambil ini!! " Delia memberikan pecahan kaca yang cukup besar dan mengarahkan tangan Brian ke lehernya.


"Lihat,perhatikan baik-baik,,,ini,ini adalah urat nadiku,jika kau menggores ini cukup kuat..maka kamu bisa seketika membunuhku,,cukup tekan dibagian ini,tidak perlu kau gores melintang dileherku,karna itu akan percuma tidak akan mampu membunuhku, Cepat lakukan!!! CEPAT!!!"


"Aku tidak mau!!jangan gila kamu!!!" Brian melepaskan tangan Delia yang menggenggam tangannya tepat di lehet sisi kiri dibawah rahangnya.


Brian membuang kaca tersebut ke sembarang arah.


"Apalagi yang kamu tunggu!!!bukanya kematianku dan ayahku yang kalian inginkan!!!kamu,kamu sudah berhianat!!aku sudah menuruti semua kemauanmu kenapa sekarang kamu menyerahkan vidio itu pada ayahku!!! apa salahku pada mu!!! apa salah ayahku pada kalian!!!" Delia duduk bersimpuh ditanah menangis sejadi-jadinya.

__ADS_1


Brian berjongkok mendeka pada Delia.


"Bukan aku yang melakukannya,percaya padaku! Lihat aku!!! aku masih memegang janjiku,aku masih memberimu kesempatan untuk mencari kebenarannya dan aku masih menyimpan vidio itu!aku mohon percayalah!!" Brian menggenggam tangan Delia.


"Percaya kamu bilang!!!apa yang harus aku percayai!!!apa Hah!!! perjanjian awal kita menikah,ayahmu bilang pernikahan ini hanya untuk mendapatkan keturunan karna kamu tidak pernah mau menikah dan juga tidak mengenalkan teman wanita manapun pada ayahmu,sebagai imbalanya semua hutang ayahku lunas dan segala tuntutan dijabut!!apa kalian lupa itu!!! Tapi pada kenyataanya apa!! ini rencana kalian untuk semakin menghancurkan hati ayahku!! apa yang harus aku percaya!!!? kamu kira aku enggak denger kemarin kamu bilang pada ayahmu kalau kamu akan menyelesaikannya!! ini kan yang kamu maksud!!! Selamat!!! kalian berhasil...Ayo,tunggu apa lagi,bunuh aku agar semua impas!! aku akan menggantikan nyawa ayahku! ayo.. AYO BEDEBAH!!!!" Delia berteriak kearah wajah Brian. Kemarahan Delia kali ini melebihi apapun..


"Baiklah aku akui kami salah!!tapi percaya padaku,bukan aku yang mengirim Vidio itu,percayalah Del! Kamu tau kenapa aku memilih untuk pindah dari rumah ayah?itu karna aku tidak sanggup melakukan apa yang ayahku perintah.


Aku tidak sanggup terus-menerus menyakitimu! aku masih punya hati untuk tidak menyakiti wanita.


Disana aku tidak bisa berkutik karna setiap sudut ada CCTV yang mengawasi kita.


Aku memilih untuk memindahkanmu sementara kerumah baru itu agar aku tidak bisa menyakitimu lagi,Agar Ayahku tidak terus menerus mengawasimu.


Aku sadar ayahku terlalu egois,ayahku terlalu kejam pada kalian,maaf aku baru menyadari itu. Beberapa bulan terakhir semenjak kepindahanku dari Amerika,berlahan aku belajar bahwa ayahku tak seperti apa yang aku pikirkan selama ini." Brian tertunduk menyadari kekecewaannya pada ayahnya.


"Hahahaha...Kamu selalu bilang aku gadis bodoh,,sayang sekali,kamu jauh lebih bodoh dariku!! Ayahmu..ayahmu yang kamu agung-agungkan telah membuatmu kecewa hahahaha...lelucon apa ini..Ayahmu yang haus akan kekuasaan dan penuh dendam tapi anaknya tidak pernah menyadarinya...tidak mungkiiiinnnn...kalian itu sama saja!!jangan beralibi..sekarang ayo,laksanakan tugas ayahmu yang belum tuntas..ayo bunuh aku..tapi jangan sentuh ayahku!!!" Delia sudah hampir kehilangan kendali,Dia tertawa lalu menangis...kemudian memukul mukul kepalanya sendiri.


"Ayah...maafkan aku..gadismu ini memang bodoh,gadismu ini tidak berdaya ayah...ayah..bangun dan hukum aku ayah...ayah...ayah...ayah mana..aku harus menemani ayah..." Delia bangkit dengan sempoyongan dia kembali ke ruang ICU. Brian terus mencoba membantunya berjalan namun selalu ditolak oleh Delia.


Dokter yang memeriksa pak Yosep memberi kabar bahwa nyawa pak Yosep sudah tidak bisa tertolong.


Seketika kabar itu membuat tubuh Delia tak berdaya,penglihatanya gelap dan diapun pingsan.


Adzan Subuh berkumandang


Delia tergeletak lemas diruang perawatan,ditemani Fani.


"Fan..mana ayahku Fan.."


"Sabar Del..kamu tenang ya..minum dulu ya.."


"Tidak mau Fan,aku mau ayah Fan.."


"Kamu sholat subuh dulu ya,,ayo,aku bantu..mau sholat sambil duduk atau tiduran Del."

__ADS_1


"Duduk saja Fan.."


Fani membantu Delia duduk,mengambilkan rukuh untuk sahabatnya dan memakaikannya.


Saat Delia sholat,Fani keluar untuk memberitahu Brian bahwa Delia sudah sadar.


"Kak kak,,bangun.."


Brian tertidur di depan kamar Delia.


Dia menguap menyadari ada yang membangunkannya.


" Bagaimana keadaan Delia Fan?"


"Dia baru sadar,dia sedang sholat kak,sebaiknya kakak pulang dulu aku akan menjaga Delia disini..kehadiran kakak akan menambah keguncangannya,please kaa..aku mohon,beri dia waktu"


"baiklah Fan,yang penting dia sudah sadar aku bisa pergi sekarang..aku titip dia ya Fan..kalau ada apa-apa tolong kabari aku ya.." ucap Brian cemas.


"Siap Kak,,oiya,hari ini ada acara di kantor Kak Roby,,disana Roby dan Delia berniat untuk mencari informasi mengenai kedua saksi yang sudah lama menghilang. Delia dan Roby waktu itu sengaja memesan jasa catering yang sama dengan ayahmu dulu,,sayangnya dua karyawan itu sudah keluar,mereka berharap dari kelima karyawan yang tersisa bisa memberikan informasi keberadaan kedua saksi tersebut. Aku mohon kaa,kakak boleh mempercayai ayah kakak,tapi jangan tutup mata dan telinga kakak untuk ikut mencari kebenarannya. Karna bagi Delia ini sangat penting untuk mengembalikan nama baik ayahnya,meskipun belio sudah tidak ada. Aku percaya,kakak Brian pasti masih punya sedikit hati nurani untuk Delia..kasihanilah dia kak,beri dia kesempatan untuk membuktikannya,selama 5tahun ayah Delia tidak punya daya untuk mencari kebenaran itu sendiri. Karna saat itu serangan bertubi-tubi terus menghampiri keluarga mereka."


"Terimakasih Fan,aku akan membantu Roby untuk mencari informasi tersebut,,terimakasih karna kamu juga sudah mau menyadarkanku."


"Sama-sama kaa,,aku masuk dulu " Fani masuk ke dalam kamar Delia.


"Fan,kamu sedang bicara dengan siapa?"


"Oh..bukan siapa-siapa..itu perawat disini,kebetulan dia sahabat kakakku." ucap Fani berbohong pada Delia.


"Fan,aku mau pulang..."


"Nanti ya Del,nunggu dokter memeriksa keadaanmu dulu,kamu juga masih terlalu lemah..aku gak mau kamau kenapa-kenapa lagi."


"Engga Fan,aku sudah kuat. Aku mau pulang,kasihan ayahku sendirian dirumah."


"Nanti Del..ini baru jam berapa...nanti ya...jam 7 kita cekout ya"

__ADS_1


__ADS_2