Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 57


__ADS_3

Setelah makan siang Brian kembali kekantornya dan pulang larut malam,pukul 21.00


Delia sudah menunggunya didalam kamarnya,dengan perasaan tak tenang.


"Emang dia sesibuk apa si sampai nggak ngabarin!! Bunglon!"


Brian membuka pintu kamar dengan hati-hati.


Dilihatnya raut wajah sang istri yang kusut.


"Loh,sayang,kamu belum tidur?"


Sapanya ketika melihat Delia sedang memainkan ponselnya.


"Aku gak bisa tidur,,! "Ucapnya ketus.


Brian yang menyadari bahwa istrinya tengah merajuk,ia pun langsung mencium kening Delia.


"Emmuachh..maaf sayang,aku tidak mengabarimu kalau pulang terlambat."


"Hem!"


Brian meletakan tasnya,Delia mengikuti dan membantunya melepaskan dasi yang melekat ditubuhnya.


"Mas,kok pulangnya malam si.."


"Iya sayang,,dikantor banyak kerjaan..apa kamu merindukanku?" Brian menarik pinggul Delia agar lebih dekat dengannya.


Delia tidak menjawab pertanyaan Brian,ia membuka dasi suaminya,dan satu persatu kancing kemeja Brianpun dilepas oleh Delia.


"Apa kamu sudah makan mas?"


"Iya sudah sayang,tadi sama client" Brian terus menatap wajah istrinya yang menggoda. Bibinya seperti memanggil-manggil untuk di *****.


"Aku siapkan air ya.." Delia melepaskan tangan suaminya yang melingkar di pinggulnya.


"Tunggu,Aku mau seperti kemarin malam lagi yaaang .. please..?"bujuk Brian.


"Ih..apaan si..gak ah..mandi dulu sana,eh..inget,kamu janji mau menceritakan kedatanganmu kerumah ayahmu itu,,"


Delia sangat ingin tahu alasan suaminya kesana,sebenarnya dia hanya takut Brian merancanakan sesuatu dengan ayahnya.


"Sejujurnya,aku masih takut kalau kamu akan merencanakan sesuatu untuk menyakiti aku lagi mas..aku takut cintamu goyah,karna ayahmu."batin Delia.


Brian mengacak-acak rambutnya,dia sangat ingin sekali bercumbu dengan istrinya.


"Kalau kamu gak lagi halangan,udah aku terkam habis habisan deh..tunggu saja!" pikirnya dalam hati.


"Ya sudah,...emuaaah"


Brian mencium bibir Delia cepat.


Delia mendahului Brian masuk kedalam kamar mandi meyiapkan air hangat untuk suaminya.


Setelah semua siap,Brian menyusul Delia kekamar mandi.


Tapi Brian berdiri dipintu dengan meregangkan kedua tanganya.


"sudah siaaap, kamu mandi ya mas,aku siapkan infused water dulu yah.."


"Mandiin!"

__ADS_1


"Gak! Mandi aja sendiri hiii...!" Delia memaksa keluar,Brianpun tersenyum melihat istrinya yang bergidik.


10menit kemudian Delia kembali kekamarnya.


Delia meletakan minuman untuk suaminya,setelah itu dia memakai rangkaian perawatan diwajahnya sebelum ia tidur.


Derrrrrrttt drrrtttt


Ponsel Brian bergetar diatas meja.


Delia menghampiri,melihat siapa yang menelpon suaminya malam-malam.


"Nomor tidak dikenal?siapa?agh..aku gak boleh kepo,biarin aja deh" Delia kembali duduk di depan meja riasnya,tapi ponsel Brian tak berhenti bergetar.


Delia akhirnya mengetuk pintu kamar mandi.


"Mas,mas,,ponselmu bergetar,ada telpon masuk"


"Siapa?"


"Gak tau,nomer gak disave"


"Iya,sebentar"


Brian bergegas mengakhiri mandinya langsung keluar,berbalut handuk setengah badan.


Delia langsung tertunduk melihat dada bidang suaminya yang dipenuhi rambut...rasanya Delia ingin memeluknya,mendekap dada bidangnya.


"Aghhhh...kok pikiranku jadi aneh gini si.."


Delia kembali duduk di meja rias. Sedangkan Brian menjauh darinya.


"Pastikan jangan ada lagi orang-orang seperti itu,kalau ada yang mencurigakan segera laporkan padanya,dan segera selidiki,sementara ini aku pantau dari jauh"


"Oke!satu lagi,cari alasan kenapa ayahku tidak berani memecatnya selain karna kedekatan ayahku dengan ayahnya!"


Brian mengakhiri telponya,Delia yang sedang mamasang telinga hanya samar-samar mendengar percakapan suaminya.


"Mas,minum dulu infused waternya"Delia duduk bersandar ditempat tidurnya.


Brian meminum habis infused waternya dan berbaring meletakan kepalanya di pangkuan Delia.


"Sayang,kamu bisa mijit?"


"Apa kamu sakit mas?"


"Tidak,aku ingin kamu pijit kepalaku.."


"Baik mas" Delia memijit-mijit ringan kepala Brian.


Ia memejamkan matanya,menikmati pijitan lembut dari Delia.


"Mas"


"Hem"


"Ttta tadi..siapa?"


"Oh,itu,,dia orang suruhanku,yang sku tempatkan di perusahaan ayah,HS group. Dia menemukan beberapa kecurangannyang sebelumnya ayahku tidak menyadarinya,beruntung ayahku segera menindak lanjuti masalah itu,dan perusahaan HS tidak terlalu banyak mengalami kerugian."


"Mas,katamu kamu sudah memutus hubungan dengan ayahmu,tapi kok.."

__ADS_1


"HS group itu sebenarnya murni perusahaan milik ibu dan kakekku. Opa sangat menginginkan aku meneruskannya,tapi kenyataanya,ayahku tidak bisa melepas HS group,dia ingin bertukar tempat. Aku yang mengurus Golden Big,yang saat itu sedang guncang,,tapi alhamdulillah,sekarang sudah stabil. Nah,sekarang giliran HS group yang sedang goncang,,Opa tidak mau ayah merusak kerja keras kakekku selama ini,jadi dari kemarin Opa memintaku untuk menghadle semuanya.


Jelas tidak mungkin bagiku dengan mudah mengambil alih perusahaan itu,karna kamu tahukan,ayahku..dia tidak akan rela,semua berkas pengalihanpun aku tidak tahu dimana ayah menyimpannya.


Jadi aku menyuruh seseorang untuk mengarahkan ayahku,agar tidak ceroboh. Karna kemarin banyak sekali karyawannya yang ternyata menjadi musuh dalam selimut termasuk Tania.."


"Tania?apa dia bekerja disana mas?"


"Iya,dia direkomendasikan oleh Widodo,dan ayahku menyetujuinya. Tapi nyatanya dia hanya menjadi tikus,ayahku terlalu lemah dengan mereka."


"Lalu,apa itu alasanya kamu menemui ayahmu dirumah?"


"Aku tadi kerumah ayah,sebenarnya ingin memberinya peringatan agar tidak menyentuhmu & menyakitimu. Tapi anehnya..kenapa dengan mudah ayah menyetujuinya dan dia mau meminta maaf padamu. Rencana apa lagi yang ayahku pikirkan..dan mengenai kotak itu,,apa kamu yakin,ayah ibumu tidak pernah menerima nya?"


"Mas,kami sama sekali tidak tahu mengenai kotak itu,,ayah ibuku tidak pernah bercerita tentang kotak itu."


Delia merasa kesal karna Brian terus menanyakan tentang kotak yang sama sekali Delia tidak tahu menahu.


"Sabar sayang,jangan marah gitu dong..aku cuma memastikan saja..karna aku sendiri penasaran dengan isinya,kalai isinya hanya mengenai pengakuan fitnahan ayahmu saja,pasti ayahku tidak akan segila itu sampai menghilangkan nyawa orang lain. Pasti ada yang lebih dari itu.."


"Aku juga penasaran..sebenarnya apa yang terjadi pada ibumu,kematiannya pun menjadi misteri,ayahku dan ibukupun juga bungkam..tak pernah sedikitpun mereka membahas tentang kematian ibumu.


Yang aku ingat,setelah kematian ibumu,ibuku menangis terus tanpa henti,dia terus menyesali diri..dia sering bilang,andai dia bisa melindunginya..tapi saat itu aku sama sekali tidak memahami situasi apapun..saat itu aku tak banyak ikut camour urusan orang dewasa."


"Sekarang,aku minta,biarkan aku yang bergerak..kamu tetap disini,kalaupun kamu pergi kekampus atau kemanapun pastikan ada pengawal dan supir bersamamu..kamu paham kan,seperti yang Roby katakan dulu padaku,pak Widodo dan ayahku mereka akan melakukannapapun demi ambisinya."


Brian mencium tangan Delia,dan menatapnya tajam.


"Sayang,,maafkan aku..sebelum semua berakhir,tetaplah waspada,,karna aku akan merasa bersalah jika kau terluka oleh mereka. Aku sudah berjanji pada ayah ibumu,aku akan menebus semua kesalahanku padamu dengan menjagamu."


"Iya mas..tapi,mas hati-hati ya.."


"Tenang saja,seburuk-buruknya ayahku,dia tidak akan berani mencelakaiku..aku tahu itu.."


"Semiga saja..mas,tidurlah..sudah malam,kamu pasti lelah."


"Iya sayang,,"


Mereka berganti posisi,saling berpelukan.


Delia meletakan kepalanya didada suaminya.


"Sayang.."ucap Brian.


"Iya.."


"Apa kamu sudah selesai?"


"Belum..sabar lah sedikit...kemungkinan dua atau tiga hari lagi.." Delia tersenyum mendengar pertanyaan suaminya


"Aghhhh...lama sekali...sakit kepalaku pasti gak sembuh-sembuh ni..hufh.."rengeknya.


"Udah,tidur,,,jangan mesum terus !" Delia meraup wajah Brian lembut.


"Agh..kamu gak ngerti rasanya !!"


Brian menahan hasaratnya dengan susah payah,karna selama ini dia sangat menginginkan Delia.


"Sabar-sabaaarrr..." Delia membelakangi Brian,tetapi Brian terus memeluknya dari belakang,dan tanganya mulai bergerilya.


Akhirnya Delia terbawa suasana dan menuruti kemauan suaminya,tangannya yang bekerja untuk membuat Brian senang.

__ADS_1


__ADS_2