
Mas,aku masuk dulu ya..mas mau nunggu disini atau di cafe depan?" Delia membuka pintu mobil,tapi tangan Delia ditarik oleh Brian membuat Delia kembali duduk.
"Apa lagi mas?"ia mengerutkan alisnya.
"Siapa bilang aku mau nunggu kamu!aku ikut masuk!"
Ucap Brian dingin.
"Ckkk..mas,jangan lebay agh..aku gak bakalan diculik,lagian ini akan membosankan mengguku didalam..aku harus bolak balik cari dosen pembimbing buat ACC judul skripsiku.!"
"Aku ingin tahu siapa teman-temanmu disini.."
"Halaaaghhh..bilang aja mau tebar pesona!"
"Del..!" Brian menatapnya tajam.
"Iya iyaaaa..ikut"
"Bagus" Lagi-lagi Brian mencubit hidung Delia.
Mereka berdua turun dari mobil dengan sedikit perdebatan.
Sejujurnya,Delia malas mengajak Brian ke kampusnya,dan benar baru 10 menit dia jalan..udah ada beberapa wanita menatapnya dengan histeris..
Delia yang kesal,langsung mengandeng lengan Brian.
Brian yang tahu maksud Delia tersenyum menyunggingkan bibirnya.
Heee...akhirnya aku bisa melihatmu cemburu..itu artinya kamu tidak terpaksa mencintaiku.
Batin Brian.
"Hai Del..." Ada lambaian tangan memanggil Delia.
"Vivi..." Delia menghampiri sahabatnya selama dikampus. Disana ada Hans,Vivi,Dera. Mereka teman kampus Delia,Delia melepaskan tangannya dari Brian menghampiri sahabatnya,Brianpun menghampiri mereka.
Hans menatap Brian dengan penuh tanya.
Selama ini Hans terus mendekati Delia,dia ingin sekali memiliki Delia,dan dia satu-satunya sahabat Delia yang tidak tahu bahwa Delia sudah menikah.
Bukan Delia tidak ingin memberitahunya,tapi Delia malas untuk menjelaskan panjang lebar tentang kehidupannya dengan pria yang dia anggap hanya teman biasa.
"Ssst..."mata Vivi mengisyaratkan pertanyaan siapa laki-laki yang bersamanya.
Delia mengedipkan matanya,dan Vivi langsung tahu bahwa dia adalah suaminya.
Seketika Vivi merasa ingin pingsan karna suami sahabatnya sangatlah tampan.
"Eh,lo udah brangkat Del?" Tanya Dera melenyapkan keheningan.
"Iya,hari ini aku mau pengajuan judul,moga aja si cepat di Acc.."
__ADS_1
"Del,habis ini kita makan siang bareng ya..lama kan kita gak kumpul..semenjak loe cuti".ajak Hans sambil melirik sinis ke arah Brian.
"Emmm..maaf ya..kali ini gue gak bisa ikut kalian,gue ada banyak urusan ni..." Delia menatap wajah Brian yang sedari tadi berlaga acuh membuang muka.
Wajahnya terlihat angkuh dan sombong.
"Suami Delia kok bisa se angkuh itu si.."bisik Dera pada Vivi.
"Khemm...Del,niat kamu kekampus untuk apa?aku tunggu kamu kalau masih mau mbuang waktu disini" Brian berjalan meninggalkan Delia,langkahnya jenjang,kedua tangannya ia masukan ke saku celananya.
"Eh..udah dulu ya...bye.."Delia segera berlari kecil menyusul suaminya.
Sementara itu,Hans mencari tahu siapa laki-laki yang bersama Delia.
"Vi,Ra,,kalian tahu gak siapa laki-laki angkuh itu?"selidiknya.
"Em..dia..dia itu Su..aw.." Dera hampir kelepasan,beruntung Vivi mencubit pinggulnya.
"Dia..Saudara Delia..tepatnya sepupunya.."
Vivi dan Dera dulu sudah berjanji tidak menceritakan perihal pernikahan Delia pada siapapun. Karna mereka tahu,pernikahan Delia tidak dilandasi rasa cinta melainkan dendam dan hutang.
Tapi mereka tidak tahu kalau saat ini Delia sudah mencoba menerima Brian,dan mereka juga tidak mengikuti berita tentang pernikahan Delia yang sudah di umumkan beberapa hari yang lalu.
Hans merasa tidak puas dengan jawaban kedua sahabatnya,dia menangkap sorot mata yang lain dari Brian.
"Sepertinya mereka bukan sekedar sepupuan..aku harus cari tahu,siapa pesaingku"batin Hans.
**
"Mas,mas,mas..." Berkali-kali dipanggil Brian terus berjalan.
Brian melihat papan bertuliskan toilet,Brian langsung berbelok masuk langsung menutup pintu toilet.
Delia yang terus mengikuti langkahnya tidak menyadari dan Dughhh....kepalanya terkena daun pintu saat Brian menutupnya kenca kong.
"Owwww...ijhh..rese banget ni orang!!nyebelin!" Delia mengelus elus jidatnya yang kepentok pintu.
Disaat Delia meringis kesakitan,Brian keluar dengan senyuman sengitnya.
"Kenapa!kepentok!" ucap Brian dingin.
"Kamu sengaja kan mas!" Delia melotot kearahnya.
"Iya! kenapa ?gak suka!"
"tega kamu mas!kenapa si jadi nyebelin banget gini! Dah agh..aku mau ketemu dosen dulu,tidur sono ditoilet!" Delia pergi meninggalkan Brian,namun Brian yang awalnya melampiasakan kekesalannya karna melihat tatapan Hans untuk istrinya akhirnya mengejar dan menarik tangan Delia,membuat Delia menjatuhkan tubuhnya di dekapan Brian.
"ih,!lepasin..malu mas!" Delia memutar matanya melihat sekeliling ada beberapa mahasiswa yang sedang memperhatikan dua sejoli ini.
"Jangan marah!baru aku lepaskan!" titah Brian.
__ADS_1
Ihhh...bukannya minta maaf malah terkesan mengancam,,dasar bunglon!!! gerutu Delia dalam hati.
"Iya!aku gak marah,udah yu ikutin aku ketemu dosen!"
**
Delia menemui dosen pembimbing diruangannya,sementara Brian menunggunya diluar.
Ada beberapa gadis genit yang sengaja menghampirinya,mengajaknya berkenalan.
Brian yang merasa tidak suka menolak mereka dengan terang-terangan.
"Mas,,boleh kenalan ga?" ucap salah satu wanita yang bisa dibilang cantik dan molek.
"Maaf,aku tidak berselera berkenalan dengan sembarang wanita.!aku disini sedang menunggu istri saya!paham!"
Wanita tadi berdecak kesal atas penolakan pria tampan yang mencuri perhatiannya.
"Istri???siapa?kok bisa?"
Delia keluar ruangan dengan tatapn membunuh pada kedua gadis yang sedang mendekati suaminya.
"Mas,ayo!" Delia langsung menggandeng lengan Brian dengan mesra. Brian pun mengikuti dan meninggalkan senyuman sinis untuk kedua gadis yang tak dikenalnya.
"Eh...bukanya dia mahasiswi kelas sore yang disukai Hans??dia bini orang??gak salah?"
ucap Susi.
"Apa jangan-jangan Hans gak tau tentang pernikahan mereka dan Delia selingkuh dengan Hans??" selidik Zeli dengan memicingkan matanya.
"Zel,segera beritahu Hans dan kamu bisa mengambil hati Hans kembali! karna semenjak Hans mengenal Delia,dia mengacuhkanmu!"
"yah,kamu benar..Delia harus tahu diri bahwa dia sudah bersuami dan tidak pantas menjalin kedekatan dengan Hans,,Hans harus kembali padaku"
Hans adalah salah satu deretan anak pengusaha kaya dikotanya. Dia tak kalah tampannya dengan Brian.
Umurnya sepantaran dengan Delia.
8bulan yang lalu Hans mengenal Delia,Hans mengacuhkan Zeli dan memutuskan hubungan mereka dan berharap bisa mendapatkan Delia.
Baru berkenalan 2 bulan Delia langsung menghilang ke Bali,Hans tidak mengetahui alasannya.
Hans senang mendengar kepulangan Delia,tapi ia bertanya-tanya dengan kemunculan laki-laki yang bersamanya.
"Apakah dia alasan dibalik sikap dingin Delia padaku?tidak mungkin mereka sepupuan!" batin Hans ketika melihat Delia menunggalkan kampus dengan menggandeng tangan Brian.
Matanya yang jelipun melihat sosok Hans yang sedang mengawasi istrinya dari kejauhan.
Brian sengaja membukakan pintu mobil untuk Delia dan tersenyum sinis kearah Hans.
"Sial!dia mengetahui kalau aku sedang melihat mereka!!" Hans merasa kesal dengan dirinya.
__ADS_1