Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 40


__ADS_3

***


"Fan,loe mau ngajak aku kemana si?"


"Gue mau menunjukan sesuatu..yuks ikut aja,pake jaket pake masker pake helm,cus..kita berangkat." Ucap Fani yang sudah siap diatas motornya.


"Lah ni loe pake motor siapa?"


"Sepupu gue..udah jangan banyak ngomong..buruan ayo naik"


"Iya iya..udah kaya emak-emak lo!!"


Merekapun berboncengan,Fani mengarahkan motornya menuju makam.


"Fan,,kok kamu bawa aku kemakam ayahku si.."


"Turun,"


Fani memarkirkan motornya dan melihat ponselnya.


"Ahh..sudah pukul 2.00,,masih ada waktu 30menit,nahhh..pakai ini.." Fani mengambil krudung dan kacamata hitam dari tasnya dan memberikannya pada Delia.


"Kita mau kemakam ayahku?"


"Bukan kita berpura-pura aja ke makam di sebelahnya.."


"Maksudmu?"


"Nanti juga loe ngerti,ikuti dan jangan banyak tanya."


Deliapun akhirnya mengikuti intruksi Fani.


"Nah,,sebentar lagi dia dateng,ayo kita pura-pura aja membersihkan makam ini,kita tetap memaki masker dan kaca mata hitam jangan sampai dilepas oke"


Delia hanya mengangguk dan bertanya dalam hati.


"Apaan ni Fani,hufh...lagi nungguin siapa si kita..haduhhh..konyollll..."


Akhirnya yang mereka tunggu datang.


Brian membersihkan makam pak Yosep, menabur bunga dan menyiram air.


"Yah,aku datang lagi..disini aku hanya ingin meminta maaf pada ayah,kalau aku sudah mengirim surat cerai untuk putrimu..meski ini bukan kemauanku,tapi ini perjanjian yang sudah kita sepakati Ya..Berat memang yah untukku,,tapi aku harus ikhlas karna anakmu sudah menemukan laki-laki yang dia cintai yaitu Roby..ayah mengenalnya kan? Dia sepupuku,dia sangat mencintai putrimu,,aku yakin mereka akan bahagia..dan aku,aku akan berkorban untuk mereka.


Satu lagi yah,,mungkin ini terakhir kalinya aku mengunjungi ayah,,besok sidang pertamaku,aku akan menebus semua kesalahanku pada putrimu..aku tau,semua itu tidak akan mampu mengembalikan kebersamaan kalian..tapi aku berharap,dengan ini ayah bisa memaafkanku.


Aku akan kembali mengunjungimu suatu saat nanti yah..aku permisi,."


Brian meninggalkan makam tuan Yosep ,melepas kacamatanya kemudian menyeka air matanya yang hampir menetes.


Brian melangkah dengan penuh wibawa,dia kenakan lagi kacamatanya dan masuk kedalam mobilnya yang super mewah.


"Kenapa loe diem Del?udah denger kan loe,dia gak pura-pura ataupun sedang mempermainkan perasaan lo? Asal loe tau ya Del,,setiap sore sepulang kerja dia selalu menyempatkan diri kemari hanya untuk berbagi cerita pada ayahmu,.Biarpun dia banyak pekerjaan. Selama 6 bulan setelah kepergianmu ini lah tempat favoritnya,Makam ayahmu..kenapa dia panggil ayah padanya,,karna dia ingin diakui sebagai menantunya.


Oiya,apa benar seperti yang tadi Brian katakan kalau kamu dan Roby sudah jadian?? Tega kamu Del...buka hatimu del,,buka,,beri ruang untuk Brian,,"


Delia hanya tertunduk dan menangis.

__ADS_1


"Ayo,aku tunggu kamu diparkiran,,silahkan kalau kamu mau taziah kemakam ayahmu."


Fani pergi meninggalkan sahabatnya itu.


"Maafin aku Del,aku memaksamu..aku hanya ingin kamu bahagia,hanya Brian yang bisa membuatmu bahagia..aku yakin itu.."batin Fani sembari menangisi keadaan sahabatnya yang masih terombang ambing.


Tidak menunggu lama,Deliapun menghampiri Fani.


"Fan,kita pulang yuk,aku bakalan menceritakan semua yang tadi terjadi antara aku dan Roby."


"Oke"


Delia kembali naik kemotor Fani dan merekapun menuju rumah bibi Mira.


***


19.00


"Permisi tuan,ada non Delia,dia menunggu tuan ditaman" kata Satpam dirumah Brian.


"Hah?Delia?" Brian terkejut,batinya bertanya-tanya.


"Untuk apa dia kemari?"


Brian meninggalkan ruang kerjanya menuju taman.


Brian menghampiri Delia yang tengah duduk di bangku taman.




"Untuk apa kamu kemari?apakah kamu sudah menandatangi surat itu?" Tanyanya ketus.


Brian tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah melihat foto Delia dan Roby berpelukan tadi siang. Brian belum begitu tangguh untuk menerimanya.


"Aku kemari ingin...ingin..meminta maaf untuk semuanya..aku.." Delia masih kebingungan menghadapi Brian.


"Aku...em..aku.."


"Oiya,sebelum kita melanjutkan pembicaraan ini,aku ingin memberimu selamat,akhirnya kamu sudah menemukan cintamu..dan sebentar lagi kamu akan menjadi sepupuku juga." Brian melihat cicin yang melingkar dijari Delia,dia tahu benar itu bukan cincin lama,itu cincin baru yang mungkin diberikan oleh Roby tadi siang.


"Apa si kamu! maksudmu apa?aku gak ngerti.." Delia bingung dengan sikap Brian yang tiba-tiba ketus.


"Bukanya hari ini Roby sudah melamarmu?" Brian mengeraskan rahangnya, membuang muka kesembarang arah,menyembunyikan emosinya.


"Biar aku jelasin..aku dan Roby tidak ada apa-apa,awalnya memang dia melamarku,,dia memberiku cincin ini,tapi aku menolak lamarannya karna aku tidak mencintainya,,hubungan kita hanya sebatas sahabat tidak lebih.." Delia mencoba meyakinkan Brian.


"Lalu cincin itu?"


"Dia memaksaku untuk tetap menerima cincin ini sebagai hadiah kepulanganku"


"Oh" jawab Brian singkat.


"Lagian Sampai kapan kamu berhenti memata-mataiku!" jawab Delia yang merasa kesal dengan ulah Brian yang terus mengawasinya.


"Aku tidak memata-mataimu!aku hanya..hanya..aghhhh..sudah lupakan.untuk apa kamu kemari!"

__ADS_1


Delia tetap diam.


Brian yang terbakar api cemburu berlahan mulai meredam.


"Oke,,maaf,aku lupa ...aku tidak berhak atas dirimu,kamu tidak punya kewajiban untuk menjelaskan hal pribadimu padaku..karna kita..kita sudah tidak ada ikatan apapun."


"Kak,aku mohon...ijinkan bibiku mencabut semua berkas pengaduan itu."


"Kenapa?"


"Karena..karena kalau kamu dipenjara aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri."


"Justru aku yang tidak bisa memaafkan diri sendiri kalau aku tidak melakukan ini karna aku sudah melukaimu Del."


"Tidak kak!!yang harusnya mempertanggung jawabkan semua itu adalah ayahmu! Bukan kamu!!aku membenci ayahmu!! Bukan kamu!!" Tangisan Delia pecah.


Brian mendekati Delia dan memegang pipinya.


"Apa?kamu tidak membenciku?apa itu artinya kamu sudah memaafkanku?"


"Iya,aku memaafkanmu!! Aku minta ijinkan bibi mencabut semua tuntutannya!! Aku mohon!!! Aku tidak ingin kamu dipenjara..aku tidak bisa..aku tidak bisa melihatmu disana,,aku tidak bisa hidup tanpamu.."


Seketika tubuh Brian seperti tersiram air es..bulu kuduknya berdiri..dan hampir tak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Apa Del??kamu..kkamu ti-ti-dak bisa hidup tanpaku??apa ini?katakan yang jelas Del.."


"Iya!!! Aku tidak bisa hidup tanpamu karna aku mencintaimu..aku mencintaimu kak,,aku takut,,aku takut kehilanganmu,," Delia menangis dan memeluk tubuh Brian yang mematung.


Saat itu seluruh beban yang ada dalam diri Delia terlepaskan..Delia merasa hatinya lega..sedangkan Brian masih tak percaya dengan semua ini.


Brian kembali memegang kedua pipi Delia.


"Kamu mencintaiku?benarkah?"


Delia mengangguk.


"Sejak kapan?"


"Entah...yang pasti,saat dirumah sakit,saat kakiku melepuh,aku mulai merasa nyaman denganmu meskipun kamu masih sangat menyebalkan!!"


"Delia..."


Brian memeluknya erat.


"Tunggu-tunggu..apa kamu sudah menandatangi dan menyerahkan surat cerai kita kepada pengacaraku?"


"Belum!Sudah aku bakar ditong sampah,,aku benci dengan isi surat itu!!!" Jawab Delia kesal.


Brian tersenyum senang karna mereka tidak jadi bercerai.


Delia dan Brian kembali berpelukan.


Malam itu menjadi malam yang begitu indah bagi mereka berdua.


"Ayo masuk,disini dingin" ajak Brian.


Deliapun mengangguk,mengikuti langkah Brian yang terus menggandengnya hingga masuk kedalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2