Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 118


__ADS_3

Bi Ijah menyampaikan pesan pada Widodo.


Widodopun menyusul Atmajaya keruang tengah,memberi salam pada Oma Olivia.


"Widodo,bagaimana kabarmu?"


"Baik Oma,,,Oma terlihat cantik malam ini,hehehe" goda Widodo.


"Kamu bisa saja,bagaimana kabar Tania"


"Tania baru sampai dari Dubai Oma,oiya,oma pasti senang mendengar kalau Tania dan Brian memenangkan tender."


"Oh yaah?? Tu kan Jaya,,aku yakin mereka pasangan yang serasi,sama-sama cerdas,dan mampu diandalkan! Makanya segera singkirkan anak pembunuh itu!!" Ketus Oma.


"Iya Oma,kami sedang usahakan"jawab Atmajaya.


"Kami keruang kerja dulu ya Oma"lanjutnya.


"Oke"


Oma kembali fokus dengan sinetron yang sedang ia tonton,karna tidak mau sedirian Omam meminta bi Ijah menemaninya.


Bi Ijah pun menemani Oma,ia duduk dibawah mendengar apapun ocehan tentang sinetron.


Sementara itu,Atmajaya dan Widodo masuk keruang kerja.


Atmajaya mempersilahkan sahabatnya untuk duduk dan ia mengambilkan soft drink yang khusus disediakan di ruang kerjanya.


Widodo duduk bersandar disebuah sofa panjang,ia naikan satu kakinya,bertumpu pada kaki disebelahnya.


Atmajaya pun duduk serupa.


"Apa kamu tidak ingin mengucapkan selamat pada anakku yang sudah membantumu memenangkan tender ini?" Ucap Widodo angkuh.


"Oiya,selamat dan terimakasih untuk bantuan dari anakmu,aku tidak salah memilih partner untuk Brian."jawab Atmajaya tersenyum tipis,sembari membuka soft drink miliknya.


"Tapi kita gagal untuk menjalankan siasat kita menjerat Brian dalam pelukan anakku! "

__ADS_1


"Aku tahu! Gadis sialan itu rupanya menyusul Brian ke Dubai! Masalah yang kita timbulkan masih belum cukup menciptakan keretakan hubungan mereka." Jawab Atmajaya kesal.


"Bukan itu saja! Anakmu menyuruh Safa dan Soni mengikuti Brian. Membuat anak saya tidak bisa berbuat apa pun ! Hanya untuk menciptakan keretakan dalam hubungan mereka saja kamu tidak mampu Jaya! Kamu benar-benar ingin menepati janjimu untuk menjodohkan anak kita atau tidak hah?" Widodo mulai kesal,ia menatap Atmajaya dengan tajam.


" Kamu pikir aku sedang diam saja?? Aku pun sudah berusaha! Tapi disini ada hal lain yang sedang aku pikirkan! Jika Delia berpisah dengan Brian,ada kemungkinan Hans akan kembali memperjuangkan cintanya untuk Delia!"


"Apa?? Hans?? Maksudmu?" Widodo terkejut,ia menyatukan kedua alisnya yang tebal dan sangar.


"Iya,Hans ternyata satu kampus dengan anak itu! Hans diam-diam menyukai Delia. Kemarin,aku sengaja membuat Brian cemburu pada Hans. Brian pun terpancing,dia meninggalkan Delia dengan penuh kemurkaan. Tapi entah sihir apa yang wanita itu berikan hingga anakku dengan mudahnya memaafkan Delia. Setelah kejadian itu,Hans jadi ikut mencari tahu siapa dalangnya. Kamu tahu, Hans sudah mengetahui kalau aku lah dalang dibalik semua ini! Dia pun semakin marah denganku!! Aku khawatir,kecintaanya pada Delia akan mengacaukan segalanya."


"Sial!!! Anak-anakmu memang payah! Mereka menyukai wanita yang sama! Bodoh! Oiya,apakah Hans sudah tahu kalau Brian adalah kakak tirinya?"


"Belum,dia belum tahu tentang hubungan mereka,begitu juga Brian."


"Tetap rahasiakan sampai kotak itu ditemukan dan kamu menjadi pemilik sah perusahaan dan pulau itu!!" Ucap Widodo dengan berbisik.


"Setelah lulus Kuliah,aku ingin mengirim Hans pergi dari Jakarta. Aku tidak mau Brian mengetahui kalau Hans adalah adiknya.


Waktunya belum tepat,karna aku mau mengamankan hartaku dulu."


"Bagus lah,,ingat,didalam harta itu,ada hak Hans,dan Istrimu!! Aku tidak mau kamu sia-siakan adikku begitu saja! Ingat janjimu untuk mempublikasi pernikahan kalian! Aku ingin tittle istri simpanan itu dihapus!! Kamu paham?? Awas kalau kamu sampai melupakan janji itu! Satu lagi! Jangan lamban dalam menyelesaikan semuanya!!"hardik Widodo kesal.


"Iya,,terus terang kehadiran ibu mertuaku disini sangat menganggu ku,, jangan sampai si tua bangka itu menanyakan Surat-surat berharga itu. Kecerobohan sedikit saja akan membahayakan kita. "


"Kapan mertuamu kembali ke Amerika?"


"Entah! Saat ini ia masih sedikit bermanfaat,,dia ikut senang jika hubungan Brian dan Delia hancur."


"Oke,Kedatanganku kemari adalah,ingin mengingatkan mengenai perusahaanmu yang di Lombok,kamu bilang setelah Hans lulus,perusahaan itu akan menjadi miliknya.


Segera persiapkan semua! Hans juga anakmu,ia berhak mendapatkan apa yang Brian dapatkan. Brian sudah memiliki Golden Big secara sah. Jadi aku minta Hans juga diberikan hak yang sama untuk perusahaanmu di Lombok,mulai dari sekarang persiapkan! Sejauh ini kamu terlihat cukup santai jadi aku pukir,gunakan waktu luangmu untuk itu!"


"Iya,semua sudah aku persiapkan. Ini beberapa berkasnya,silahkan kamu urus,Hans mungkin akan menurut jika kamu yang meminta untuk mengelola perusahaan itu"


"Bagus,paling tidak aku pulang membawa hasil,aku seperti ini demi Hans dan Adiku,kamu tau itu kan??"


"Iya aku tahu" jawab Atmajaya tegas.

__ADS_1


"Kamu sama rakusnya dengan Adikmu Awas saja kalau kotak itu sudah kutemukan,kalian tidak akan aku maafkan,benalu! "batin Atmajaya.


Selama ini hubungan Atmajaya dan Yesi mulai meregang,karna Yesi terus menekan agar pernikahan mereka di publikasikan. Widodo mulai kesal dengan rengekan adiknya dan janji-janji Atmajaya yang tak pernah ditepati.


Atmajaya terus menunda dengan alasan,dia tidak ingin ibu mertuanya murka dan mengambil semuanya dari Atmajaya.


Sejauh ini,hanya kotak itu lah penyelamat Atmajaya. Karna disana terdapat bukti-bukti perselingkuhan,bukti penggelapan dana,dan bukti tindakan kekerasan Atmajaya.Serta surat berharga lainya.


Selama ini kantor berjalan hanya dengan surat kuasa pelimpahan kewenangan dari Lidia untuk Atmajaya yang saat itu masih tersimpan oleh Atmajaya. Yang diberikan oleh Lidia pada saat dia memutuskan untuk keluar dari perusahaanya dan fokus mengurus Brian saat kecil.


Semenjak perselingkuhannya terkuak,Lidia ingin mengambil surat pengalihan itu namun tak bisa. Dia segera menghubungi kuasa hukumnya untuk melimpahkan semua hartanya pada Brian. Ia menyembunyikan semua agar tidak dicuri oleh suaminya.


Dulu Lidia berfikir,jika semua itu disimpan oleh Alya,maka akan aman dan akan sampai pada Brian.


Tapi kenyataannya,orang suruhan Atmajaya justru membunuh Alya dengan memanipulasi mobilnya.


Kini mereka kehilangan jejak,entah dimana kotak berharga itu. Dimanakah Alya menyembunyikannya.


Alyapun tak pernah berpesan apapun pada anak dan suaminya. Karna dia tidak menyangka hidupnya akan berakhir secepat ini sebelum ia bertemu Brian.


"Bagaimana tentang kotak itu?" tanya Widodo.


"Aku mengalami kebuntuan dalam hal ini,Lidia dan Alya tidak memberikan petunjuk apapun, Orang suruhan ku sempat memberi informasi tentang Brian dan Delia yang mengunjungi rumah lamanya,tapi disana mereka tidak mendapatkan apapun,hanya menemukan surat tidak penting. "


Suasana ruangan menjadi hening ,mereka sama-sama berfikir tentang kotak itu.


"Jaya,apakah anak buah mu itu yakin bahwa mereka tidak menemukan surat penting?"


tanya Widodo.


"Aku yakin,karna dia mengawasi rumah itu 24jam,,"ucap Atmajaya penuh keyakinan.


"Apa disana ada ruang rahasia?"


"Entah,yang jelas,mereka pulang tidak membawa apapun."


"Kita harus terus mengawasi Brian dan anak buahnya. Sepertinya dia tidak bisa diremehkan."

__ADS_1


"Iya,aku memang merasa kesulitan mengenalinya,terlebih setelah ia bersama dengan Delia. Ditambah ada Oma disini,aku mati kutu Do..."


"Hem,,dia lagi dia lagi,,Jaya,aku punya ide untuk mengatasi si tua bangka itu!" bisik Widodo.


__ADS_2