
"Kehamilan anak kembar,biasanya memang mengalami mual muntah yang melebihi kehamilan satu anak,terutama paling sering dipagi hari.
Tatapi masih-masing ibu hamil memang mengalami berbagai macam reaksi yang berbeda.
Untuk nyonya Delia,sebaiknya imbangi dengan air putih yang banyak,buah buahan yang mengandung banyak air,agar tidak dehidrasi karena mual hebat yang nyonya alami. Saya juga akan meresepkan suplemen dan mulai lah minum susu hamil agar kedua buah hati anda sehat. Dalam fase ini sangat penting karena awal kehamilan itu adalah awal terbentuknya otak jadi pastikan istri tuan makan yang dapat mendukung pertumbuhan otak kedua janin kalian.
Saya ucapkan selamat ya tuan..jika ada keluhan atau hal yang perlu ditanyakan lagi,anda bisa menghubungi saya kapanpun tuan,,"
"Terimaksih dok,doakan istri dan kedua anak kami" Brian dan dokter Aan saling berbelukan.
"Siap siap siap..pasti saya doakan"
***
Setelah dirawat 3hari dirumah sakit,Brian membawa istrinya pulang.
"Apa apaan ini mas??" Delia merasa heran melihat ada papan peringatan di tangga.
"Ini caraku agar kamu tidak bertindak semaumu! "
"Hah??dilarang naik turun tangga?dilarang membantu bi Ani? Trus kerjaku dirumah ngapain mas,,engga lucu aghhh" rengek Delia.
"Kerjamu,makan yang banyak,istirahat,senam hamil dan senam malam"
"Senam malam??"
"Iya!"
"Emang ada Instruktur senam yang mau melatih malam-malem mas?tanyanya polos.
"Hmmm...ada lah!!"
"Siapa mas?"
"Aku"
"Haahhh??"
"Ah,Lola!! Nanti aku jelasin dikamar,sekalian praktek!" Jawab Brian kesal.
Brian membawa Delia memasuki lift.
**
Sore hari.
"Dimana Ian?" Tanya Oma pada Bi Ani.
"Sepertinya dikamar Nyonya,,"jawab Bi Ani kebingungan,melihat Oma yang nampak kesal.
"Ijah,antar aku ke kamar mereka"
Titah Oma pada bi Ijah,yang selalu setia menjadi bayangan Oma.
Sesampainya di depan pintu kamar,Oma mengurungkan niatnya mengetuk pintu.
Oma dan bi Ijah saling beradu pandang,,mereka membulatkan matanya saat mendengar suara rintihan indah dari dalam kamar.
"Bocah gendeng!!masih sore main gituan!!bener-bener!!"
Ucap Oma kesal.
Sementara bi Ijah cengengesan,,
"Biarin Oma,,namanya juga anak muda,,kita turun aja dulu"
"Bukan gitu! Dia baru aja keluar dari rumah sakit,main naik naik aja,,dasar Ian rakus!"
Mendengar ada suara bisik-bisik dari luar,Brian segera memompa tubuhnya lebih cepat agar cepat mencapai puncak.
Semakin cepat ia memompa,semakin memancing suara indah yang keluar dari bibir Delia.
"Ahhhh,," ucap keduanya.
__ADS_1
Mereka mengatur nafas agar stabil kembali.
"Kamu tunggu sebentar ya,,ada Oma diluar."
"Apa??Oma???" Mata Delia terbelalak.
"Iya"
"Kenapa kamu engga bilang mas,kalau tadi dia denger kita,,,gimana?"
Brian menyelimuti tubuh istrinya dengan badcover.
Ia kekamar mandi untuk membersihkan diri,cuci muka dan berganti pakaian.
Ia membuka pintu kamar, ia dapati Oma dan bi Ijah masih berada disana.
Brian menggaruk kepala bagian belakang dan tersenyum kearah Oma yang sudah pasang wajah kesalnya.
"Oma..?"
"Iya!! Apa! Kaget! Dasar bocah gendeng!! Ayo ikut Oma" Brian mengikuti kemana Oma memyeretnya.
Rupanya Oma membawa Brian ke ruang kerja.
"Kenapa kamu engga bilang kalau istrimu masuk rumah sakit hah!"
"Maaf Oma,,kami sengaja tidak mau membuat kalian semua khawatir"
"Satu lagi! Suami macam apa kamu! Istri baru pulang dari rumah sakit udah langsung di naiki!! Emang engga bisa nunggu sampai bener-bener sembuh hah!! Jadi anak rakus amat!!"
"Omaaa,,,jangan marah dulu,,Delia tidak sedang sakit,,"
"Tidak sakit gimana! Jelas-jelas habis rawat inap! Harusnya kamu kasihan sama dia,jangan malah egois gini!"
"Hehehe,,maaf oma"
"Engga usah cengengesan!awas kalau kamu sampai maksa istrimu untuk melayani kenakalanmu disaat sakit."
"Tenang saja Oma,,,Oma,,aku mau memberi tahu sesuatu"
"Delia sebenarnya kemarin tidak sakit,dia,,,dia ,,tengah hamil,,"
"Apa???hamil??"
"Iya,,13minggu,,dan anak-anak ian diperut Delia tumbuh dengan sehat."
"Anak-anak???apa apa ..."
"Iya Oma,Delia mengandung anak kembar"
"Masya Allah,,Alhamdulillah...ya Allah...Brian,," Oma memeluk cucunya bahagia.
"Kami sengaja tidak memberi tahu orang rumah karena ,,karena kami takut,,"
"Takut?"
"Iya,kami takut mengecewakan kalian lagi seperti pada saat itu."
"Kami tidak kecewa sayang,,kami menerima apa yang sudah menjadi jalan sang pencipta"
"Terimakasih Oma,doakan keluarga kami"
"Pasti,,pasti "
"Oma,aku kembali kekamar dulu ya,,"
"Eitzzz,,mau ngapain?mau perang lagi!!? Ian,inget,, usia kandungannya masih muda,jangan terlalu sering! Tahan dulu!"
"Iya aku tahu Oma,,aku cuma mau mandi!"
"Ish..ya sudah sana!! Oma mau ke kamar Oma dulu,,"
***
__ADS_1
Berita kehamilan Delia dengan cepat menyebar ,,Oma memberi tahu kabar gembira ini pada Bibi Mira.
Oma pun diam-diam mengundang Bibi Mira,Fani,Bimo,Roby dan Seluruh anggota kekuarga Keke dan Seruni.
Didalam kamar Delia mondar mandir tidak jelas.
"Kenapa?"tanya Brian seraya menyisir rambutnya.
"A a aku malu keluar kamar mas,,"
"Kenapa mesti malu?"
"Oma,,Oma dan bi Ijah,,Aaahhh"
Delia menutup wajahnya dan bergeleng-gelang.
"Idih,kenapa lagi ni bocah!"
"Ini semua gara-gara kamu si mas!! Harusnya kalau tahu ada Oma kita hentikan dulu,jangan malah kamu makin menjadi!"
"Hahaha,,"
"Ketewa lagi! Kamu sengaja mempermalukanku ya mas!"
"Ya engga lah sayang,,udah ah,,mereka juga pernah merasakan nikmatnya pertarungan diatas awan..ayok kita turun!"
"Ya Allah mas,,,mukaku mau ditaro mana???"
"Noh,ada paku,cantelin aja disana!" Jawab Brian santai.
"Ih!! Kamu mahhh...nyemebelin banget tahu!!"
Delia mencubit lengan suaminya.
Saat keluar dari lift,Brian dan Delia dikejutkan dengan kesibukan para asisten rumah tangga di ruang tengah.
"Ada apa ini mas,,"
Brian hanya mengangkat kedua bahunya,dia sendiri tidak tahu kenapa bi Ijah dan Bi Ani mengganti semua taplak meja,menghias meja makan segitu mewahnya.
Oma sebagai komando,memberi arahan sambil duduk dikursi roda,karena dia tidak cukup kuat untuk berdiri terlalu lama.
"Oma,ada apa ini?"
Tanya Brian.
"Oma mengundang semua keluarga kita untuk makan malam bersama."
"Apa?tttapi.."
"Tapi apa?Oma sudah siapkan semua,kita panggil beberapa chef di resto kita untuk menyajikan makanan disini,,lihat,,asisiten mereka tengah menyiapkan alat dan bahannya..Hebat kan Oma."
"Kenapa kita engga ke restoran aja oma,,itu lebih praktis"protes Brian.
"Ke restoran gundulmu! Istrimu kasihan,dia baru pulang dari rumahsakit,dan pastinya lelah karena dia baru saja mendapat serangan bertubi-tubi! "Ketus Oma pada Brian yang langsung cengengesan.
Seketika wajah Deliapun memerah.
Memang benar,saat ini tubuh Delia merasa sangat lelah,,Saking bahagianya,Brian dan dirinya tidak bisa mengontrol permainanya tadi.
"Sayang,,kamu tenang saja,Oma akan siapkan semuanya untuk mu,,sekarang,kamu cukup duduk manis disana,dan nikmati teh hangat dan beberapa cemilan disana."
Oma menunjuk meja yang sudah penuh dengan cemilan,buah dan teh hangat.
"Omaa,,sebeneranya,,sebeneranya Delia belum siap Oma" ucap Delia ragu.
Oma menatap cucu menantunya yang nampak cemas.
"Apa yang kamu khawatirkan sayang?"tanya Oma lembut.
"Aku takut mengecewakan kalian lagi,,ini masih sangat awal untuk mengumumkan kehamilanku Oma"
Sebenernya dia sangat senang karena diberi kepercayaan lagi untuk menjadi seorang ibu,tetapi Delia tetap saja takut jika mengecewakan orang-orang yang ia sayangi untuk sekian kalinya.
__ADS_1
Bagi Delia ini terlalu berlebihan.