Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
BAB 30


__ADS_3

🌹Sebelum lanjut...yukz kenalan dulu sama beberapa up tokoh utama


BRIAN



DELIA



****ROBY**



SONY**



"Ya Allah Son,akhirnya..setelah beberapa bulan ini aku mencarinya,ternyata kita dipertemukan disini.." Brian merasa sangat gembira melihat resepsionis hotel itu adalah istrinya.


"Iya Yan,aku juga ikut senang,,tapi kenapa kamu masih disini,sana susul dia dan katakan apa yang ingin kamu katakan. Entar keburu dia pergi.."


"Jangan sekarang Son,percuma dia tidak akan mempercayaiku..aku tidak ingin mengganggunya, agar dia tidak pergi lagi"


"Bagus lah kalau githu,,soalnya sekarang kan posisimu dimatanya emang benalu..hehehe"


"Tega lu ngatain gue benalu!!"


"Hehe,,ngomong-ngomong kamu udah menghubungi wanita itu?"


"Sudah,dia sudah siap dan konferensi pers nya besok malam juga sudah dipersiapkan"


"Bagus,,"


"Yan.." Sony memberika secangkir kopi pada Brian,mereka duduk bersama di teras kamar hotel,melihat pemandangan laut disiang hari.


"Apa?" Brian menyruput sedikit demi sedikit kopinya.


"Apa kamu yakin dengan ini?"


"Aku yakin Son,aku harus mempertanggung jawabkan semuanya. Aku titip semua padamu."


"Apa ini akan lama?"


"Seperti yang sudah dijelaskan oleh pengacara ku Son,,kamu gak usah khawatir."


"Aku bangga menjadi sahabatmu Yan,,lalu bagaimana dengan ayahmu nanti?"


"Biarkan publik yang menghakiminya..dan Widodo si penghasut itu akan kehilangan semuanya."


"Baiklah,aku akan terus mendukungmu Yan.."


"Oiya,nanti aku mau jalan-jalan sore, apa kamu mau ikut?"


"Iya dong,ngapain ke Bali kalau cuma ngurung diri di Hotel,,banyak cewe cantik disini kaliii..sayang kalau dilewatin.."


"Okey,puas puasin luu..." Brian menjitak kepala Sony.


"Ya jelas dong,emangnya luu..sayang wajah gue kalau cuma buat pajangan doang"


"Bawel lu..!!"

__ADS_1


***


Sore harinya Brian dan Soni keluar hotel ingin jalan-jalan ditepi pantai yang tak jauh dari hotel.


Tiba-tiba Brian melihat Delia yang sedang berjalan hendak pulang.


"Mau kemana dia?" batin Brian.


Brian berniat untuk mengikutinya.diam-diam.


"Son,aku pergi dulu sebentar"


"Oke"


Nrian berlari ke parkiran mobilnya kemudian mencari-cari keberadaan Delia.


"Ahhh..sial..aku kehilangan jejak!!"


Brian terus menyusuri jalan yang tadi dilalui Delia. Tiba-tiba Brian melihat Delia yang masih berjalan cukup jauh.


"Itu dia..aku ingin tau dimana dia tinggal."gerutunya.


Sampailah Delia disebuah kos-kosan yang hanya berukuran 5x4 meter.


Delia masuk dan langsung membersihkan diri. Sementara itu dari kejauhan Brian terus memantau keadaan kos-kosan Delia.


Tiba-tiba ada yang memarkirkan motornya didepan kos-kosan Delia,seorang pria dengan perawakan hampir sama dengan dirinya.


Delia membukakan pintu untuknya dan memerima kantung plastik yang pria itu bawakan untuk Delia.


Mereka makan bersama di teras kos-kosan.


"Siapa dia!!! kenapa begitu dekat dengan istriku!! Awas saja kalau mereka macam-macam!!"


"Aaaaghhhh...sial!!! siapa dia!! kenapa dia mendekati istriku!! awas saja kalau dia macam-macam dengan istriku!!!"


Soni yangbterkejut dengan kemarahan Brian memberanikan diri untuk mendekat.


"Yan!!tenanglah dulu! sebenarnya ada apa?apa yang terjadi!?"


"Ada pria lain yang mendekati Delia!!aku pasti akan menghajarnya kalau dia berani macam-macam!!" Brian memukul tembok dengan keras.


"Kendalikan emosimu!!Brian!!Stop!! jangan kamu seperti ayahmu yang tidak mampu mengendalikan emosinya dan apa yang terjadi,orang-orang disekitarnya menjauh. Apa kamu mau seperti ayahmu!!"


"Aku menyimpan perasaan mendalam pada Delia Son,6 bulan membuatku benar-benar tersiksa!! aku tidak akan rela dia bersama orang lain!! "


"Biarkan dia meneruskan hidupnya,bukanya nantinya kamu juga akan jauh darinya!apa bedanya!!"


"Ahhhhh!!! setidaknya aku bisa mendapatkan cintanya untuk menguatkanku Son!!"


"Kamu jangan egois!! waktumu tinggal 2hari lagi, cinta itu tidak bisa dipaksakan dalam waktu sesingkat ini !! sekarang kita fokus pada tujuan awal,,tebus semua dosa-dosamu. Dari awal aku sudah mengingatkanmu,ini tidak akan mudah! yang aku tau selama menjadi sahabatmu, kamu tidak selemah ini Yan"


"Delia yang sudah membuatku lemah Son..aku masih belum rela dia menjadi milik orang lain!!!"


"Iya iya,,aku tau itu,berat untukmu melepasnya..itu alasnya kenapa kamu sampai sekarang tidak mau menceraikanya..tapi apakah kamu tega,Delia juga berhak bahagia dengan cintanya."


"Aghhhh..."


Brian menjambak rambutnya sendiri.


"Kendalikan dirimu Yan..tenang lah,,"

__ADS_1


"Son,jika aku pergi nanti aku mohon,,jaga dia untukku,,jangan sampai orang suruhan ayah menyentuhnya,pastikan keselamatannya,,aku akan melepasnya saat benar-benar ada laki-laki yang memang bisa membahagiakanya."


"Bagus kalau kamu mau mengalah untuknya,,cinta itu tidak harus memiliki,biarkan dia bahagia Yan...aku akan terus menjamin keselamatannya selama kamu pergi."


"Terimakasih Yan.."


***


"Haduuuhhh...kenapa aku gak bisa tidur ya..gara-gara pria Bunglon itu!! sebenarnya apa maunya,mengikutiku sampai kemari!! hem...hantu aja kalau diusir bisa pergi..nah ini...nongol lagi nongol lagi..!!!


Delia terus gelisah memikirkan rencana apa yang Brian sususun sampai menyusulnya ke Bali.


Delia juga terbayang saat dia melihat ponselnya..


"kenapa coba wallpeperny pake fotoku segala,udah kaya ABG aja..ihhh....oiya,aku harus cari cara untuk menghindarinya...hemm...apa ya??" Delia terus bergumam sendiri diatas tempat tidurnya.


Dia meraih ponselnya dan menelpon Fani.


"Hallo Fan,udah tidur belum.."


"Halloo..tadinya mau tidur,tapi telponmu mengangguku..merusak rencana tidurku.."


"Ayolah..temani aku,aku gak bisa tidur ni.." rengek Delia.


"Kenapa gak bisa tidur?banyak nyamuk?apa laper!?" jawab fani sambil menguap.


"Bukan itu...tadi..tadi siang aku bertemu Brian"


"What!!!apa Brian!! dimana?"


"Dia menginap dihotel tempatku bekerja"


"Kok bisa pas githu y.."


"mungkin dia sebelumnya mengintai aku dan dia sengaja mengusikku lagi sampai sampi menyusulku kemari"


"Segithunya Del ..saya kira kegilaanya hanya sebatas dia setiap sebelum berangkat kerja menunggumu di depan rumah bibi dan sebelum dia pulang dia juga menunggumu disana..dia berharap kamu akan pulang kerumah bibi."


"Hah??masa si Fan?"


"Haduh...emangnya bibi belum cerita? dia tu kaya orang gila..fotomu yang besar yang ada di kamarmu itu sudah dia ambil,dia letakan dikamarmu yang dirumah Brian,,semenjak kepergianmu dia tidur di kamarmu.Aku tau dari bibi karna saat itu Brian sakit,dan bibi tidak tega akhirnya bibi yang merawatnya dirumah Brian. Setelah kepergianmu,dia seperti tidak teratur,,sebenarnya bibi tidak tega tapi bibi sudah berjanji padamu untuk tidak memberi tahu keberadaanmu."


"ih..kok bibi jadi care banget ma dia..jangan-jangan bibi diguna-guna lagi.."


"Haduuh dellll....jangan primitif ah..bibi seperti itu karna bibi tau Brian benar-benar mencintaimu. Kamunya aja yang gak mau tau dan gak mau menerima kebenarannya.."


"Aduh Fan..dia itu penipu...dia gak pernah benar-benar mencintaiku."


"Oke,mungkin Brian belum sempat menceritakan semua padamu,,dia hanya bercerita pada Bibi dan bibi menceritakan padaku,,dan sekarang..waktunya kamu mendengarkan aku..denger ya..Brian itu menyukaimu dari awal kalian bertemu. Coba aku tanya,setelah kamu pergi dari rumah Atmajaya apakah Brian pernah kasar denganmu?"


"Tidak pernah Fan,sejak aku dirumah sakit,dia tidak pernah main tangan lagi,tapi kadang dia suka marah-marah gak jelas,,aku disuruh menjauh dari Roby trus sampe perawat aja dimarahin gara-gara terlalu kasar mengobati lukaku"


"Ya Allah Deliaaaa...kamu itu ya..kamu tu yang sebenarnya gak peka,,berarti benar kan,dia hanya kasar padamu saat dorumah ayahnya,karna dia terpaksa,karna dia selalu diintai oleh ayahnya "


Brian sudah menceritakannya yang sebenarnya dari A sampai Z pada Fani. Sekarang Fani menceritakan yang dia dengar pada Delia.


Delia tercengang mendengar semua ceritanya. Bagi Delia ini sulit untuk dipercaya,dia butuh waktu untuk mencernanya.


"Fan,,sudah ya,,aku mau tidur.."


"Del,,setiap orang pasti punya kesalahan,,setidaknya beri Brian kesempatan untuk memperbaiki semua,,sebagai sahabatmu aku menyarankan cobalah berbicara dari hati ke hati dengannya,,mungkin saat iti sulit bagi Brian menceritakan semua karna saat itu kondisimu benar-benar tidak memungkinkan.

__ADS_1


Cara Brian mencintaimu memang awalnya salah,dia terlalu ambisius memilikimu sehingga dia memasukanmu dalam lingkaran dendam ayahnya."


"Sudah lah,aku akan pikirkan nanti,,terimakasih untuk saranya.Bye Fan.." Delia menutup telponya dan mencoba memejamkan matanya.


__ADS_2