
12.30
Selesai makan untuk kesekian kalinya,Delia minta kembali diantar menemui kedua buah hatinya.
Ia memberikan beberapa kantung ASI pada perawat untuk persediaan jika sewaktu-waktu anaknya menangis.
"Oiya nyonya,silahkan pelan-pelan kembali memberi rangsangan pada kedua putranya,agar bisa meminum asi langsung"
"Terimakasih Sus,,"
"Mari,," ajak Suster kesuatu ruangan khusus.
Karena ini baru pertama kalinya Delia memberi ASI,terlebih untuk anak kembar,Delia masih butuh bimbingan dari perawat.
Beruntung mereka sangat sabar membimbing Delia yang masih terlihat kaku.
Sementara diluar sana ada Brian yang tengah mulai belajar berjalan,setia menunggu di depan ruang bayi,meskipun ia tidak diijinkan masuk oleh petugas.
**
"Bagaimana sayang?apa mereka baik-baik saja?apa mereka tidak rewel?"
"Tenang saja,anak-anakmu hebat,,aku lapar lagi Mas,,mereka menyedot habis nutrisiku"
"Bagus,,kamu mau makan apa?nanti mas pesankan"
"Aku mauuuuu...em..eh,,tapi.."
"Kenapa?"
"Sebelum ke ruang baby,aku kan udah makan mas,,masa makan lagi,,aku gendut gimana??"rengek Delia.
"Ck,,aku engga peduli,mau gendut kaya balon udara,,mas engga peduli,,yang penting kalian sehat,,"
"Beneran,,"
"Udah gih,mau pesen apa?aku pesankan online."
"Makasih Sayang,,iya nih,aku benar-benar lapar mas,,kok aku berasa kaya sapi perah ya..hahaha" Delia merasa geli mengingat bahaimana kedua anaknya dengan lahap menyedot semua energinya.
"Hmmm...emaaaanggg...hehehe..udah ayo masuk kamar,kamu juga perlu istirahat sembari nunggu makanan datang."
"Siap bos"
2minggu berlalu sejak kelahiran anak-anak mereka.
Melihat kondisi kedua anak itu membaik,dokter mengijinkan mereka pulang kerumah.
Delia dikejutkan dengan tatanan dekorasi yang sangat indah.
Pintu utama dihias dengan balon berwarna putih biru yang disusun rapi mengelilingi pintu masuk..
Didalam sudah ada keluarga besarnya,ditambah Tania,Hans dan para sahabatnya.
"Welcome baby twins,,"
Semua yang hadir memberi selamat pada Delia dan Brian yang tengah menggendong bayi-bayi mereka.
__ADS_1
"Maaf ya Del,aku engga sempet nengokin kalian di Rumah sakit,,"
Tania membelikan sebuah paper bag dan menempelkan pipinya ke kedua pipi Delia.
"Engga papa,,terimaksih ya Tan.." Delia pun menyambut Tania hangat.
Di ruang tengah sudah ada 2 box bayi yang cukup besar,sementara Delia dan Brian meletakan kedua bayinya disana.
Semua mata tertuju pada keduanya,,
"Masya Allah,,,ganteng banget,,tapi sayang,,"
"Sayang apa Ke,,"tanya Tania.
"Sayang,,aku lahirnya kecepetan,coba kalau bareng kalian,,,bisa bingung aku mau pilih yang mana?"
"Uuuhhhhh!!! Mereka yang ogah milih lo!" Jawab Tania.
Semuanya pun tertawa karena celetukan-celetukan konyol dari Keke.
"Enakan anak gue,,dapet kakak sepupu super kece,,yang bakalan jadi pusat perhatian,oto banget anak gue jadi ikutan hits kaannn"sahut Fani seraya mengelus perutnya yang sudah besar.
"Hmmmm...itu mah tantenya yang pengin ikut nebeng hitz" sahut Keke.
"Udah aghhh,,,kalian ini,,udah tua juga masih aja berantem,,gih makan dulu sana,,bibi Ani udah siapin makanan,,biar dede dedenya bobo dulu,pusing denger suara kalian..hee" ajak Delia.
"Oke oke oke,,kalau the power of emak-emak yang ngomong udah pasti harus dan wajib kita ikutin girls...let's go kita makaaannnn" keke merangkul pundak Tania dan Fani.
Delia tersenyum,dalam benaknya ia sangat bersyukur,karena masih bisa diberi kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang dia cintai.
Sementara kaum laki-laki sudah bersiap di meja makan.
Mereka pun mengumumkan nama kedua putranya.
"Alfareezel Barra Wijaya (El)
"Alfarizqi Barra Wijaya (Al)"
Ditengah-tengah acara tiba-tiba ada polisi datang.
"Tuan,ada polisi didepan" bisik salah satu bodyguard pada Brian.
"Oke,aku akan kesana"
"Sayang,sebentar ya,,aku kedepan dulu," Brian berpamitan pada Delia yang sedang asyik makan sambil mengobrol dengan sahabatnya.
"Iya mas,jangan lama-lama".
Brianpun mengangguk,dan meninggalkan meja makan.
***
"Selamat siang tuan,," sapa pak polisi.
"Siang pak,ada yang bisa saya bantu"
"Terkait dengan kematian tersangka Reymond,kami ingin bapak,saudara Hans dan saudara Soni untuk datang kekantor memberikan kesaksian."
__ADS_1
"Tunggu,bukannya kematiannya murni karena kekurangan darah pak?kenapa kita harus bersaksi?"
"Biar nanti kami jelaskan dikantor,mohon maaf tuan,bisa kita kekantor sekarang?"
"Baik,,"
"Tolong panggilkan Soni dan Hans"titah Brian selanjutnya pada salah satu bodyguardnya.
Hans dan Soni pun akhirnya datang dan mereka bertiga memenuhi panggilan.
Sementara Brian langsung menghubungi pengacaranya dan mengabari Delia melalui pesan singkat.
Delia menutup ponselnya dan menarik nafas panjang saat membaca pesan dari Brian.
"Setelah membaca pesanku,aku harap kamu tetap tenang Sayang,aku ,Soni dan Hans kekantor polisi dulu,,kami itu ppll kembali secepatnya. Oiya,berjanjilah rahasiakan ini dari Oma,,aku tidak mau Oma khawatir dan drop. I LOVE U sayang,,,tunggu aku pulang ya.."
"Are you OK Del?" Tanya Fani yang langsung bisa membaca perubahan raut wajah Delia.
"I'm Ok,,"
"Kamu ingat,aku satu-satunya sahabatmu yang tidak bisa kau bohongi" bisiknya.
"Ck...iya iya...nanti aja aku critain"
20.00
Untuk kesekian kalinya Delia melihat jam dinding dikamarnya,sembari menyusui El.
"Nyonya,," Bi Ani mencoba menyadarkan Delia,saat baru pertama masuk kekamar mendapati sang nyonya tengah gelisah menatapi jam,kemudian melamun.
"Ah,,iya bi ada apa?"
"Tuan El,sudah tertidur,,sebaiknya non Delia juga istirahat,,oiya,ininsaya buatkan susu Almond non,silahkan diminum selagi masih hangat".
"Baik bi,,saya letakan El dulu ya bi.."
Delia bangkit dan meletakan El di sebuah box bayi yang terletak disamping tempat tidurnya.
Delia melangkah lemas,menyandarkan tubuhnya,meluruskan kakinya dan meraih gelas yang ada di meja.
"Non,,ada yang bilang,ibu menyusui harus terbebas dari rasa gelisah,,karena perasaan itu akan berpengaruh pada ASI dan juga emosional si kecil. Non Delia harus banyak istirahat dan selalu senang,,"
Bi Ani memijit pelan kaki Delia.
"Iya bi,,terimakasih sudah mengingatkan,,Bi,,Mas Brian kok belum pulang-pulang ya,,apa dia tidak menelpon rumah tadi?"
"Tidak non,,biasanya kalau pulang terlambat kan tuan menghubungi ponsel non Delia."
"Emmmm,,iya si..Bi,kalau nanti aku ketiduran,kalau ada telpon dari mas Brian aku bangunkan ya Bi,,"
"Iya non,,non Delia tenang saja,sekarang non Delia tidur ya..mumpung Al dan El juga sedang tidur"
"Bibi mau temani aku tidur disini sampai mas Brian pulang?"
"Tapi non.."
"Please,,," Delia menyatukan kedua tangannya memohon.
__ADS_1
"Baik non,,"