
"Ini ni mas,Tania dikasih tahu ngeyel,sudah tahu kamu lagi ada tamu,main slonong aja,,udah aku suruh tunggu sebentar,malah ngegas!" Delia melapor layaknya anak-anak.
"Aku udah gak bisa tahan lagi ya Ian!! Kamu bener-bener keterlaluan! Ayahku mendekam dipenjara kamu diam saja,malah kamu juga menjerumuskan ayahmu sendiri. Tuduhan apa lagi yang sedang kamu tujukan untuk mereka. Kami emang udah gila ya! Gara-gara membela wanita sialan ini,kamu menjadi sebrutal ini! Kamu durhaka Ian!! Dia sudah berhasil menghasut dan menghancurkan keluarga kita Ian!! Dia dendam pada kita Ian!!kamu sadar! Dia ular!!"
"Tutup mulutmu!!! Dan buka matamu!!!Jangan pernah menghina istriku!! " Brian mengecam Tania dengan mengarahkan telunjuknya.
"Sekarang ikut denganku!!! Aku minta!! Jangan lagi berkata apapun! Sekarang giliranku yang akan membungkammu!!"
"Apa maksudmu!!"
"Diam!dan ikut denganku!!"
Tania pun akhirnya mengikuti langkah Brian.
Setelah sampai di ruang kerja,Tania sangat terkejut dengan sekelompok orang yang sudah berada dihadapannya. Mereka memandang Tania dengan tatapan dingin.
Sedangkan Soni dan Safa menatap Tania dengan tatapan iba.
"Ada apa ini ? Ian,jelaskan padaku!"
"Duduk!"titah Brian.
Suasana ruang kerja Brian pun menjadi semakin panas dan menegangkan bagi Tania.
"Apa ini semua??"tanyanya lagi,
"Pengacaraku akan menjelaskan semua,kamu saksikan saja semua penjelasannya di layar besar itu!"
Ucap Brian,ia menjetikan jarinya. Kemudian seseorang menyalakan proyektornya.
Sang pengacarapun langsung bersiap menjelaskan semua bukti.
Tania merasa semakin tersudut. Ia pun terkejut dengan apa yang mereka jelaskan.
"Kalian semua pasti bohong!! Ayahku,ayahku tidak seperti itu!!"
"Tania,sekarang aku ingin tahu,apa kamu benar-benar tidak mengetahui semua ini??"tanya Brian.
"Tania hanya terdiam,"
"Jawab!!!"
Namun Tania terus saja bungkam,ia menyoroti satu persatu wajah yang ada di ruangan itu dengan tajam.
"Kalian semua! Akan tahu akibatnya karena sudah berkonspirasi menjebak dan menjatuhkan ayahku!!"
"Owwwhhh...jadi kamu pikir ini jebakan?iya? Lalu Kris??kamu pasti tahu kan dia adalah sahabat ayahmu?orang kepercayaan ayahmu? Kamu pura-pura tidak tahu? "
"Aku tidak tahu!!"
"Soni,apa kamu sudah mendapatkan bukti pengakuan Kris dan bukti transferan dana dari ayahnya,tuan Widodo yang terhormat??"
Tanya Brian pada Soni.
Sonipun langsung menunjukan pada Tania.
Baru saja ia mendapat semua bukti tersebut.
__ADS_1
"Sialan kamu Son!!"gerutu Tania.
"Kamu masih melindungi ayahmu?apa kamu tidak tahu apa yang sudah ayahmu lakukan pada kekasihmu?? Kevin?" Ucap Soni dihadapan Tania.
"Apa maksudmu!"
"Maaf Tania,tanpa sepengetahuan mu,beberapa bulan setelah kita pulang dari Amerika. Saat mengetahui rencana perjodohan kamu dengan Brian,aku berinsiatif mencari keberadaan Kevin,karena aku tahu hanya Kevin yang bisa menjauhkan mu dari Brian dan ambisi ayahmu.
Aku pergi kerumah lamanya,tapi dia memang sudah pindah.
Jadi,kalau kamu memang sangat ingin bertemu Kris,,aku akan mengantarmu menemuinya."
Tania menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Semuanya gila!! Siap melakukan apapun demi menjatuhkan ayahku!! Aku akan balakan ini!!"
Tania beranjak pergi dari ruangan tersebut.
"Tania,,"panggil Soni,Soni ingin menyusulnya namun Brian mencegahnya.
"Biarkan saja,ini akan menjadi pertunjukan seru,,kali ini Widodo sendiri yang akan dicecar pertanyaan oleh anaknya. Itu akan membuatnya semakin gelisah"
"Tapi ian,nanti..."
"Biarkan saja,,diapun sama seperti aku,berat baginya menerima kenyataan bahwa ayahnya sekeji ini"
"Ya sudah,mari kita lanjut untuk persiapan besok"ajak Pengacara perusahaan.
Mereka kembali berunding dan menyiapkan semua file yang dibutuhkan.
"Siap tuan" Untuk pertemuan dalam urusan kantor ataupun formal lainnya,Soni tetap menghargai sahabatnya itu dengan memanggil tuan. Agar tetap menjaga wibawa Brian dimata anak buah lainnya.
"Saya rasa cukup sekian pertemuan kita ,terimakasih atas kerjasama kalian selama ini,semoga saja usaha kita membuahkan hasil."
"Aamiin"jawab mereka serentak.
"Kalian hati-hati dijalan,masing-masing dari kalian akan dikawal oleh bodyguardku sampai kasus ini selesai,karena diluar sana masih ada satu target kita."
"Terimakasih tuan"jawab mereka serentak lagi.
***
"Tanteee..."ucap Tania terkejut ketika mendapati Yesi tengah duduk santai di ruang tengah miliknya.
"Apa kabar Tania,,"
"Tidak baik tante"
"Tante tahu itu,tante datang kemari,untuk menemanimu dan mendampingi kasus ayahmu.
Kita akan bersama-sama memperjuangkan ayahmu. Jadi jangan bersedih,kamu tidak sendiri."
Yesi memeluk erat keponakannya itu.
"Kapan tante sampai disini?"tanya Tania.
"Barusan,,Hans sedang di Lombok,jadi Tante memutuskan untuk kemari,agar kamu tidak kesepian."
__ADS_1
"Oh ya?" Tania menanggapinya dingin.
Memang benar,ada perasaan kecewa timbul saat mengetahui kalau Ayahnya dan tantenya terlibat dalam rencana memalukan.
"Jika vidio itu benar,itu artinya kalian sama seperti perampok,sangat memalukan!!"batin Tania.
"Kamu kenapa nak?sepertinya kamu sedang tidak enak badan?" Tante Yesi mengecek jidat Tania.
"Maaf tante,Tania lelah,,Tania juga baru sampai dari Dubai"
"Oke,istirahatlah,,tante juga akan beristirahat dikamar . Selamat malam sayang,," Tante Yesi membelai rambut Tania dan mencium keningnya.
Tania tersenyum masam.
Ia bergegas masuk ke kamarnya ,ia lempar tasnya ke sembarang arah.
Tubuhnya yang lemah ia baringkan diatas kasur.
Iapun menangis,ada rasa tidak percaya. Dengan apa yang ia lihat.
"Ayah! apakah ini benar??jika benar,berarti aku termasuk dalam rencana ayah,ayah sedang menjadikanku alat. khuk khuk khuk... Kenapa seperti ini yah,,disini aku hanya punya ayah. Sahabat-sahabatku kini membenciku! ayah membuatku terlihat jadi wanita murahan yang berusaha merebut istri orang,,,dan dan bodohnya aku!! aku bodoh..aku memang bodoh!"
Ia terus menangisi kekecewaannya.
Tiba-tiba ponsel Tania berdering.
Ia segera mengusap air matanya dan mencari ponselnya.
Ia raih ponsel tersebut,terlihat ada nama Soni dilayar.
"Hallo, apa? "tanya Tania ketus.
"Apa kamu menangis??"
"Apa pedulimu!! kalian puas sudah menghancurkan keluargaku!? menfitnah Ayahku!"
"Apa matamu masih kurang jeli! jelas-jelas dalam vidio itu ayahmu yang bicara sendiri mengenai ambisi,konspirasi dan siasatnya!"
"Apa maumu!! katakan,aku tidak punya waktu!!"
"Apa kamu tidak ingin mengetahui dimana Kevin?"
"Aku sedang mencarinya,jadi menurutmu!?"
"Oke,aku akan beri tahu dimana dia,,tapi dengan syarat."
"Syarat apa?"
"Aku yakin,kamu sedikit banyak tahu tentang konspirasi ini,,hanya saja saat itu kamu terlalu cuek untuk memahami semua."
"Aku malas bertele-tele! apa syaratnya!"
"Aku butuh informasi tentang tantemu! Yesi."
"Maksudmu,aku harus menusuk keluargaku dari belakang?"
"Hahaha,,tidak sedramatis itu Tan,,kamu cukup beri informasi apapun yang kamu tahu tentang Yesi. "
__ADS_1