
Pengacara Brian dan keluarga Delia sudah menyiapkan semua berkas pengajuan perdamaian.
"Nyonya,kami akan pergi kekantor polisi ,semoga berkas ini segera diproses dan tuan Brian segera kembali," ucap pengacara yang belum terlalu tua namun pengalamannya sudah tidak perlu ditanya.
Dia Pamungkas,pengacara Brian. Yang disebelahnya adalah tuan Bravo pengacara Brian yang dibayar untuk menjadi pengacara Delia.
Mereka berdua melangkahkan kakinya meninggalkan rumah bibi Mira,selangkah demi selangkah.
Dalam hati Delia berharap malam ini suaminya bisa pulang,,dan menjemputnya.
Begitu juga dengan Bibi Mira dan Paman Heri yang menyaksikan kepergian kedua pengacara itu.
Paman Heri menghela nafas panjang bersamaan dengan bibi Mira. Seraya menghampiri Delia yang masih termenung menyandarkan tubuhnya disofa ruang tamu.
Mereka berdua meraih pundak Delia.
"Del,,sudah jangan terlalu khawatir,,hari ini pasti suamimu bebas..oiya,kamu bilang kamu akan segera mengurus pembangunan Klinik barumu,apakah kamu sudah menemukan lokasi yang cocok untuk itu?"
Pak Heri berusaha mengalihkan agar Delia tidak cemas.
"Iya paman,sore nanti aku dan temanku akan melakukan survey lokasi."
"Dengan siapa?Fani?"tanya bibi Mira.
"Bukan,hari ini Fani sibuk dikantor,aku pergi dengan kakak Arbian Bimo Hernowo..hehehe.."
"Apa?Bian pulang??" Bibi Mira tidak bisa menutupi kegembiraannya mendengar anak semata wayangnya pulang.
"Iya,sebenarnya dia ingin membuat kejutan untuk bibi dan paman..tapi ya sudah lah,,kalian terlanjut tau..heee..." Delia ikut merasakan kebahagiaan paman dan bibinya yang terus melebarkan senyuman,,sudah hampir satu tahun Bian alias Bimo temannya kadang memanggil dengan nama itu.
Bian adalah panggilan saat dia kecil,,sedangkan teman kerjanya di Bali lebih senang memanggilnya Bimo,,karna kata mereka itu terkesan lebih berwibawa.
Posturnya yang atletis dan tampan,umurnya 4tahun lebih tua dari Delia,,itu terkadang membuat mereka seperti sepasang kekasih jika berjalan bersama.
Fani,sahabat Delia sudah lama menyimpan perasaan pada Bimo yang super dingin.
Setahu Delia kak Bimo belum pernah sekalipun bercerita tentang kekasihnya,jadi Delia ingin mencomlangi keduanya.
"Del,,,katakan kapan kakakmu sampai rumah?"
"Sekitar 1jam lagi,,kira-kira pukul 12.00 ini dia sampai bi.."
"Ah..masih ada waktu..Del,ayo bantu bibi memasak makanan kesukaanya..ayo cepetaan.." ajaknya sumringah.
"Siap bos...let's go..." Delia tersenyum,mengangkat bokongnya dari sofa dan melenggangkan tanganya berjalan ke arah dapur.
"Yah yah yah...kalau putra mahkota pulang aku dilupakan...oke..i'm oke" ucap Paman Heri menggelitik.
__ADS_1
"Apaan si papah...sama anak sendiri aja cemburu...udah,katanya papah mau ke toko kita yang baru,,mumpung papah lagi libur,coba cek keperluan apa saja yang kurang. Aku hari ini sibuk" ujar bibi Mira pada suaminya.
Delia sudah membukakan toko kue untuk bibinya,karna selama ini bibi hanya terima order dirumah.
Sementara paman Heri masih tetap bekerja di kantornya.
Sejam berlalu Delia dan bibi Mira masih sibuk dengan segala hidangan yang mereka sajikan di meja makan..
"Del,coba kamu hubungi Kakakmu Bian..dia sudah sampai mana?"
"Baik bi.." Delia mengambil ponselnya yang tadi dia letakan diatas bifet TV.
Jari-jarinya mencari kontak milik Bimo.
"Hallo kak Bimo!udah nyampe mana?nih mamih nyariin Bian..hehehe..."
"Berhenti mengataiku cewe bawel! Aku sebentar lagi nyampe!stop panggil aku Bian!!aku bukan anak mamih!awas yah kalau nyampe ..huuuhhh..."jawab Bimo seraya membalas ejekan Delia.
Delia ingat,dulu kak Bimo saat kecil bertubuh gendut,dan sangat dimanja oleh kedua orangtuanya,,maklum saja dia anak satu-satunya. Bibi Mira sudah tidak bisa mengandung lagi karna rahimnya kering dan bermasalah.
Saking manjanya,Teman-teman mengatainya anak mamih..Membuat Bimo merasa minder.
Ditambah dia menyukai seorang gadis,tapi gadis itu menghina Bimo karna fisiknya yang tidak atletis dan mengatai BiAn (Bocah Ingusan Anak Nyonya)
Itu alasannya setelah lulus SMA dia memilih untuk kuliah sembari bekerja diluar Kota.
Kini semua orang mengenalnya Bimo,perubahan fisiknya juga sangat pesat. Dari body balon ke bentuk atletis,,Bian sendiri yang tidak mau dipanggil dengan nama itu,.
TOk tok tok
"Ahhh..itu pasti kak Bimo,,"
Ucap Delia lirih.
"Biar bibi saja yang membuka" bibi Mira berlari kecil kearah pintu.
Diraihlah gagang pintu dan nampak seorang pemuda dengan tinggi kurang lebih 176cm berbadan atletis dengan senyumannlebar menghiasai wajahnya.
Tanganya langsung melingkar ditubuh ibunya.
"Mah..Bimo pulang"
Sang ibu menyambut dengan suka cita,kerinduannya terobati,anak semata wayangnya berada dihadapannya.
"Bian....eh..Bimo..ibu merindukanmu..ayo masuk sayang.."
Mereka berdua masuk ke ruang tengan,bibi Mira membawakan tas bawaan milik anaknya,dan meletakanya dikamar yang telah lama tak berpenghuni,,kini penghuninya telah datang.
__ADS_1
"Hei kak,,apa kabar?" Delia pun menghampiri Bimo.
"Baik Del,,kamu gimana?"
"Beginilah lah..masih baik,dan cantik..hehehe" celoteh Delia yang datang membawa nampan berisi minuman dan beberaoa cemilan untuk kakaknya.
"Hedeeeggggh....KePDan..entar kita mau survey jam berapa?"
Ucap Bimo sembari meraih remot TV.
"Nanti saja sorean saja ka,setelah kakak istirahat..."
"Oke.." Bimo meluruskan kakinya disofa dan menyandarkan tubuhnya.
"Sudah makan belum nak?ibu masak makanan kesukaanmu.."ujar bu Mira menghampiri anaknya.
"Belum mah,,okey,aku makan ya mah,,kebetulah udah laper ni.." Bimo meregangkan ototnya kemudian bangun,langkahnya diarahkan keruang makan yang tidak jauh dari ruang tengah.
Tanganya langsung meraih piring,nasi dan lauk pauk. Sepertinya Bimo benar-benar merindukan masakan ibunya,dia makan dengan lahap.
***
Sore ini Fani benar-benar disibukan dengan pekerjaanya,semenjak sekertaris Roby mengundurkan diri dengan alasan ingin fokus mengurus anak,Roby menunjuknya sebagai sekertaris,.
Fani harus lebih cerdik membagi waktunya,karna kuliyahnya juga belum kelar.
Sedangkan Delia tidak lagi melanjutakan kuliyahnya semenjak kepergian ayahnya dan pindah ke Bali.
"Permisi tuan ..." Fani masuk keruangan Roby,
"Yah,,ada apa Fan" jawab nya singkat.
"Clien kita dari RC group ingin mengadakan jamuan makan malam hari ini"
Fani berdiri sopan disebrang meja kebesaran Roby.
"Kenapa mendadak"ucapnya dengan tetap fokus pada tumpukan file yang ada dihadapannya
"Iya,tuan..tadi sekertaris dari RC group
mengatakan ada beberapa point yang perlu dibahas untuk proyek kita kedepan. Lusa CEOnya ada kunjungan kerja diluar kota jadi waktunya hanya malam ini,mereka meminta kita bertemu di La Brasserie Restourant"
"baik,atur saja." jawab Roby yang masih belum beralih dari file untuk menatap lawan bicaranya.
"Baik tuan,permisi" Fani memohon diri dari hadapan Roby.
Hufh...entah kenapa dia udah banyak berubah,semenjak cintanya tak berbalas,dia jadi kaku beku kaya es,,apa dia tau kalau selama ini aku mendukung Delia dengan Brian??ahh...bodo amat..yang penting gue masih digaji disini.
__ADS_1
batin Fani seraya menempelkan bokongnya pada kursi.