Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 164


__ADS_3

"Memang apa yang special?"tanya Brian.


"Satu,,ada Oma disini,,yang kedua,,baru kali ini kita pergi ponselmu aman dari suara dering yang menganggu hehehe"


Sengaja Brian mematikan ponselnya selama liburan.


Karena memang Istrinya yang meminta.


Istrinya juga merasa kasihan melihat suaminya yang beberapa bulan terakhir terlihat stres mengikuti perkembangan sidang,dan urusan kantor yang sangat menyita waktu.


Setelah ayahnya dipenjara,Brian memegang dua perusahaan besar sekaligus,Golden Big dan HR group.


"Iya,itu jarena,,terpaksa aku matikan,,"jawab Brian dingin.


"Memang harus gitu,,Brian tu kalau udah kerja lupa segalanya,,makannya,mumpung lagi disini kalian fokus juga dengan permintaan Oma..ingat loh...Oma udah tua,,Oma pengin menimang cicit,,"


Delia langsung melirik kearah suaminya dan mengantupkan bibirnya.


"Oma terima beres aja,,,segera kita buatkan Cicit yang banyak,15 menit langsung jadi.."


Goda Brian.


"Eleeehh..gendeng,,dikira percetakan kali ya..15 menit jadi." Jewer Oma


Delia tertawa melihat mereka berdua bercengkrama.


"Udah yukz masuk,bentar lagi magrib"ajak Delia.


Merekapun masuk kedalam,Delia menuntun Oma.


Meskipun sudah tak lagi memakai kursi roda,Oma butuh bantuan tongkat ataupun orang disekitar.


Keesokan harinya.


"Mas,,kita jalan-jalan berkeliling perkebunan yuks,,kayanya kalau pagi-pagi gini enak deh"


Ajak Delia seraya menggoyang-goyangkan tubuh kekar suaminya yang masih meringkuk dibalik selimut.


"Aghhh,,,nanti,,masih dingin!"


"Mas,,ayo lah..ayooo..kan jarang-jarang kita ke perkebunan.." Delia terus merengek seperti anak anak.


"Hem...iya iya,,,aku cuci muka dulu"


Akhirnya Brian menuruti kemauan istrinya.


"Mau kemana nak.."tanya Oma yang sedang duduk di teras bersama bi Ijah.


"Jalan-jalan Oma.."jawab Delia girang.


"Ya sudah,hati-hati ya...Ian,jaga istrimu baik-baik loh.."


"Iya Oma..."jawab Brian dan Delia bersamaan.


Delia sangat menikmati perjalanan mulai dari villa ke perkebunan..


"Mas mas...kok bisa ya,,kamu engga pernah cerita punya Villa di tempat sebagus ini.."


Kata Delia sambil menghirup udara dalam-dalam..


Ia masukan kedua tangannya kedalam saku jaket,sambil sesekali bergidig kedinginan.


"Hem...gayanya,,,ngajakin jalan-jalan pagi,,ujung-ujungnya kedinginan sendiri"


Goda Brian sambil melirik kearah istrinya.


"Biarin..daripada menyia-nyiakan moment wey.."


Brian memakaikan Shal dan kupluk yang dia bawa untuk Delia.


"Ih mas,,dari tadi kek,,"protes Delia.


"Sengaja,abisnya kamu tadi buru-buru udah keluar kamar,sok sokan ga bawa syal sama penutup kepala."


"Bunglon emang nyebelin!!"ketus Delia.

__ADS_1


"Sekali lagi ngatain aku,tak eksekusi disini kamu loh!!"ancam Brian dengan tatapan nakal.


Plok,,Delia menampol lengan suaminya.


"Mas,kapan kamu terakhir kesini?"


"Udah lama banget,waktu aku lulus SMA,sebelum pergi ke Amerika. Ibuku juga membeli Villa lagi yang tak jauh dari sini."


"Oh ya,,dimana?"


"Nanti akan aku tunjukan.."


Sedang asyik-asyiknya mengobrol,tiba-tiba Delia melihat ada tante nya Keke,tahte Titi.


"Mas,,coba lihat,,bukannya itu Bu Titi?"


"Mana?"


"Itu Mas,,ada Seruni juga" Delia menunjuk Bu Titi yang tengah jalan-jalan pagi sementara Suaminya,tengah menggendong Seruni.


"Wah,Bisa kebetulan gini ya mas..ayo kita samperin" ajak Delia.


Brian pun akhirnya menuruti ajakan istrinya.


"Selamat pagi bu Titi..hallo Seruni,."sapa Delia.


"Kakak Princesssss..."ucap Seruni girang.


"Nyonya Delia,,tttuan..?"tiba-tiba bu Titi terlihat setengah terkejut.


Delia dan Brianpun saling bertatapan,seperri menyadari keanehan pada bu Titi dan suaminya.


Brian menyalami mereka dan mencubit pipi Seruni.


"Wah,,ini kakak Ian ya kak??"tanya Seruni.


"Ia sayang,ini kakak Brian,,suami kakak"jawab Delia.


"Kalian sedang berlibur juga disini?"tanya Delia.


"Nyonya??jangan panggil seperti itu dong bu..biasanya kan bu Titi panggil saja Nak..atau Del..itu lebih enak..hee.."


"Oh,iya,,nak Delia,,kami sengaja berlibur kesini,mumpung suami saya libur."


"Owh,,senangnya Seruni bisa jalan-jalan sama ayah ibu...kakak boleh ikut ga?"


"Boleh kak,ayo...di villa Seruni punya ayunan kak,,bagus deh..kakak ikut Runi ya..?"


Brian sedari tadi terus memperhatiakan Seruni yang sangat lucu dan sesekali memperhatikan kedua orang tuanya yang terlihat tidaj nyaman dengan kehadirannya.


"Ayo mas,kita ikut mereka biar rame.."


"Lain kali saja Sayang,,kasihan Oma ,menunggu lama di Villa.."bisik Brian.


"Oiya,,ya..Seruni sayang,,mainnya sore atau besok ya ..atau seruni mau ikut kakak ke villa?" Lanjut Brian.


"Em,,maaf nak,,kami takut kalau seruni merepotkan kalian..mungkin lebih baik seruni tidak ikut dengan kalian."jawab bu Titi.


"Tapi bu..Runi ingin ikut kakak princes.."rengek Runi.


"Runi sayang,Runibpulang ke Vila dulu yuk,,kita kan harus mandi,nanti kasihan Kakaknya kalau Runi belum mandi,,kakak Brian sama Kakak Delia bisa kebauan.,Em,,Acem acem acem.." Ayah Runi mencium tubuh anaknya.


"Baiklah,Runi mau mandi,tapi nanti main ya Yah..."akhirnya Runipun menuruti perkataan ayahnya.


Delia dan Brian tersenyum,


"Oiya pak,Villa saya ada diujung sana,silahkan mampir jika bapak dan Ibu mampir..kami akan merasa sangat senang." Ajak Brian pada bu Titi dan suaminya.


"Terimakasih nak,insya Allah,,kalau memang kami bisa,kami pasti mampir.."jawab Ayah Runi.


"Ayo,Runi kita kembali,,bilang bye dulu sama kakak kakak" Bu Titi langsung mengambil alih Seruni dari gendongan ayahnya.


"Bye bye kakak princes,,bye kakak Ian...assalamu'allikum"


"Wa'allikumsalam Seruni sayang..."jawab Brian dan Delia bersamaan.

__ADS_1


Setelah kepergian mereka,Brian dan Deliapun memutuskan untuk kembali ke Vila.


"Sayang,apa saat kamu di Bandung mereka memperlakukanmu seperti tadi?"tanya Brian.


"Seperti apa mas?"


"Ya sedikit canggung dan terkesan menghindar?"


"Em,,engga si mas,seperti yang aku ceritakan padamu,mereka sangat ramah."


"Itu artinya,kamu merasa engga kalau ada yang beda?"


"Iya si mas,,engga biasanya bu Titi memanggilku nyonya,dan,,dia seperti tidak suka kalau kita dekat dengan Runi"


"Sama sayang,Aku juga merasa seperti itu,,kira-kira kenapa ya?"


"Entah lah mas,aku juga engga tau,,atau mungkin,mereka merasa liburannya terganggu jika ada kita,maklum lah,suaminya kan pulang beberapa bulan sekali,jadi mereka ingin liburannya tidak diganggu dengan orang asing."


"Hem,,mungkin"


"Mas,,"


"Apa?"


"Cepeee.."


"Cape?trus?"


"Gendong lah,,"


"Hem,,,kamu sengaja ngerjain aku ya! Belum juga sarapan udah disuruh gendong gentong!"


"Apa gentong!!! Apa aku segendut itu mas! Ih!! Nyebelin!!!" Delia langsung melotot kearah suaminya.


Ia berjalan cepat mendahului suaminya.


Brian langsung menyusul dan tanpa aba-aba langsung menc***m pipi istrinya.


"Jangan marah sayang,,ayo"


Brian langsung ambil posisi tongkrong didepan Delia.


Akhirnya Deliapun digendong oleh suaminya.


Delia menyandarkan kepalanya.


"Hemmmm"


"Hemmmm apa??aku kuat kan??dalam hatimu pasti berkata,masya Allah suamiku,,udah ganteng,perkasa,baik dan maco abis.." Brian kembali menggoda istrinya.


"Heleeeeehhh,,,narsisnya,,,bikin pengin njitak ni kepala"


"Eeeitz..awas kalau berani!!"


"Iya iya..."


Dari kejauhan Oma tersenyum senyum melihat cucunya yang sedang menggendong Delia.


Saat menyadari ada Oma yang memperhatikannya,Delia merasa tidak enak hati.


Ia meminta suaminya menurunkannya.


"Mas,udah turun...ada Oma.."


"Biarin,biar Oma tahu kalau cucu menantunya itu kejam,suka menindas suaminya"


"Ih mas!! Ga juga kali!! Udah turunin!"


Brian tetap tidak peduli titah Delia.


Sampai di depan teras,barulah Brian menurunkan Delia.


"Hufh...Bi Ijah,,,ambilkan aku minum" titahnya sembari mengatur nafas.


"Oma,,,lihat kan ,,huh...aku,,aku disiksa oleh cucu kesayangan Oma.."ucap Brian seraya berbaring di teras.

__ADS_1


"Oma,,engga gitu Omaaa..."bela Delia.


__ADS_2