Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 144


__ADS_3

"Ian,duduk lah!" Perintah Atmajaya.


Brian yang masih tersulut emosi tetap berdiri dengan bertolak pinggang.


"Ayah akui,ayah salah padamu,,dan ibumu,ini adalah buku harian ibumu disini tertulis beribu kebencian yang ibumu curahkan untuk ayah. Kami menikah tanpa cinta,kakek mu,menjodohkan ku dengan ibumu yang saat itu masih menjalin hubungan dengan Yosep. Ayah dan Yosep cukup akrab saat sekolah,tapi ayah sempat menaruh rasa iri padanya karena dia orang yang tak mampu dalam segi ekonomi tapi dia sangat cerdas dalam segi ilmu. Yosep selalu mendapat pujian dari para wanita,guru dan dosen saat kuliyah.


Kakek mu sering membanding-bandingkan antara aku dan Yosep. Mulai dari situ,aku membencinya. Aku ingin memiliki Ibumu demi persaingan,sementara Kakek mu memilih Ibumu untuk menjadi istriku untuk memperbesar perusahaannya.


Aku dan kakek mu sepakat merebutnya dari tangan Yosep.


Hubunganku dan Yosep meregang,Ibumu masih belum menerima pernikahan ini,dia selalu membangkang semua perkataanku,sampai aku memaksa ibumu untuk melakukan hubungan suami istri dan hamil. Agar ibumu mau tidak mau menuruti setiap kemauanku.


Kamu lahir dan aku pun merasa bahagia,begitu juga ibumu. Setelah kelahiran mu,keegoisan ibumu mulai memudar,ibumu mau keluar dari pekerjaannya agar fokus merawatmu. Ibumu menyerahkan semua aset atas nama ayah.


Kami bersama-sama membesarkan mu hingga mulai tumbuh perasaan suka diantara kita.


Setelah ibumu vakum,Widodo dan aku berkenalan,kami menjadi kolega kerja. Kemudian Yesi masuk menggantikan sekertaris yang lama.


Dari situ kami mulai dekat dan akhirnya 7 tahun kemudian saat ada acara diluar kota,kita tidak bisa lepas kendali dan dia hamil.


Saat itu ayah kalut,ayah juga tidak ingin mengkhianati ibumu,tapi inilah kenyataanya.


Ayah juga merasa kecewa saat mengetahui bahwa ibumu juga semakin dekat dengan Yosep,ayah dapat foto-foto ini"


Atmajaya kemudian mengeluarkan foto yang ada didalam amplop.


Dengan segera Brian meraup foto-foto itu lalu menyebarnya dihadapan ayahnya.


"Ibu tidak pernah berselingkuh!! Sesakit apapun ibu tetap menghargai ayah!! Aku pikir ayah itu pintar! Tapi ayah sangat payah! Ayah mau saja dibodohi oleh Widodo! Ini manipulasi nya Yah!"


"Tidak,ini benar adanya,dengan alasan Alya,dia ternyata menusukku dari belakang! Yosep sudah berhasil menyaingi perusahaan ku! Dia juga tahu tentang hubunganku dengan Yesi. Kemungkinan ibumu tahu juga karena Yosep.


Yosep itu serakah! Dia ingin merebut ibumu dari ayah. Dia juga ingin menguasai semua pasaran."


"Lalu,apa bedanya dengan ayah!! Ayah mencintai dua wanita!! Ayah serakah! Ibu ayah jadikan mesin atm sedangkan Wanita murahan itu sebagai pelampiasan nafsu bejat ayah!! Aku tahu yah!!!"


"Bagus kalau kamu sudah tahu!!!" Akhirnya Atmajaya kehilangan kesabarannya,iapun bangun dari tempat duduknya dan menantang anaknya.


"Iya! Hatiku sudah mati untuk ibumu sejak kehadiran wanita itu! Sejak ibumu mengkhiananti ayah! Sejak perusahaan diambil alih dari ku,tanpa persetujuan dan tanpa tersisa sedikitpun untukku!! Ibumu lupa! Aku juga ikut andil dalam perusahaan itu! Ibumu terlalu egois!!"


Brian menarik kerah baju ayahnya dan melayangkan pukulan untuk ayahnya. Ia tidak terima ibunya dijelek-jelekan oleh sang ayah.

__ADS_1


Saat hendak memukulnya lagi tiba-tiba Delia muncul dan menghentikan suaminya.


"Mas!! Hentikan!!"


Kedua orang yang tengah tersulut emosi itupun menoleh ke arah Delia.


Delia berlari menghempas tangan Brian yang masih berada di kerah kemeja Atmajaya.


"Mas!! Cukup! Dia ayahmu!! Jangan kotori tanganmu dengan menyakitinya!"


"Kenapa kamu kemari! Pergi dari sini!"titah Brian.


"Aku mohon mas,hentikan semua,,gunakan akal sehatmu,aku tidak mau justru kamu yang mendekam dipenjara. Biarkan polisi yang menghukum mereka! Bukan kamu!"


Delia terus memegang tangan suaminya,ia memohon dengan penuh kecemasan.


"Berhenti mencari muka!! Aku muak denganmu!! Karena mu Brian jadi membenciku sampai sejauh ini!!!" Atmajaya menarik tangan Delia dari Brian,ia justru memarahi Delia.


"Diam!! Memangnya apa hakmu berani membentak ku!!! " Delia menunjuk Atmajaya dengan geram.


"Anakmu membencimu karna kebusukan mu sendiri!! Dimana harga dirimu tuan Atmajaya! Dimana hah!!! Sudah ketahuan masih saja mengelak!!"


"Tutup mulutmu!!! Ini semua juga karna ayahmu yang mencoba menggoda istriku!!"


Atmajaya terpancing dan ingin menampar Delia,namun Brian mencegahnya.


"Ayah!! Jangan berani mengangkat tanganmu pada Delia!!" Teriak Brian.


"Ayo kita pergi dari sini!!" Brian menggegam tangan Delia kasar.


Dia tidak ingin istrinya disakiti oleh ayahnya.


Dia tidak terima jika Atmajaya melukai istrinya lagi.


Sepanjang perjalanan Brian hanya diam membisu.


Sesampainya dirumah Brian langsung membawa Delia kekamar.


"Masuk!" Titah Brian pada Delia.


Brian mengunci pintu kamarnya.

__ADS_1


"Untuk apa kamu kesana!! Aku sudah bilang jangan lagi ikut campur urusanku dengan ayah!!! "


"Oh,jadi kamu menyalahkan ku!! Aku kesana untuk melindungi mu mas!! Aku tahu kamu akan lepas kendali! Aku mengkhawatirkan mu! Coba kalau kamu memukul ayahmu dengan membabi buta? Silahkan saja jika kamu mau masuk penjara bersama mereka!!"


"Aku harus berapa kali memberitahu mu hah! Kamu masih saja tidak mau mendengar!! Jangan ikut campur!!! Ini berbahaya untukmu!!"


"Aku tidak peduli mas!! Aku sudah mempertaruhkan nyawaku saat pertama kali aku masuk dalam keluarga ini!! Aku akan menjadi sebab kehancuran ayahmu! Aku akan menjadi saksi kehancuran ayahmu!! Aku mewakili semua dendam dari orang-orang yang tersakiti!! Aku tidak bisa tinggal diam mas!!! Aku tahu kamu terus membohongiku saat penyelidikan,tapi kali ini! Aku harus menyaksikan bagaimana kamu memenuhi janjimu untuk membalaskan dendam ku."


"Tapi dia ayahku!!! Aku punya cara sendiri untuk menghukumnya!!"


"Oh,,iya iya ,,dia ayahmu,karna dia ayahmu aku mengkhawatirkan jika kamu tidak sampai memasukannya ke penjara. Aku khawatir kamu tidak akan memenuhi janjimu!!"


"Apa kamu meragukan ku!"


"Iya! Aku meragukan mu!! Kamu bisa melaporkan Widodo,dan membuatnya masuk kedalam penjara! Tapi mana! Ayahmu masih disini!"


"Apa?Widodo sudah berhasil ditangkap?"


"Iya! Aku dapat kabar dari Soni! Aku menelpon mu berkali-kali tetap saja gagal! Aku menelpon Soni dan Soni sedang menuju kantor polisi karena Widodo baru saja diamankan. Dan dia menyuruhku menyusul mu karena Soni juga mengkhawatirkan mu. Aku ingin Ayahmu juga masuk dalam penjara,tapi tidak denganmu! Aku peduli denganmu! Aku harus menghentikanmj agar kamu tidak masuk kedalam penjara atas tindakanmu"


"Asal kamu tahu Del! Tidak mudah untukku memasukan ayahku kedalam penjara!! Ini tidak mudah!!"


"Iya! Aku tahu ini tidak mudah,karena dia ayahmu!"


"Bukan itu maksudku! Itu karena aku belum cukup bukti untuk membawanya kedalam penjara! Semua tidak semudah apa yang kamu bayangkan,semua butuh bukti dan saksi!!"


"Oke,!! Aku akan cari buktinya jika ayahmu lah yang membakar pabrik,memanipulasi kecelakaan armada bus,dan kecelakaan ibuku! Untuk saksinya,,aku akan pastikan akan ada seseorang yang mau bersaksi untuk itu!! Aku akan mencarinya sendiri!! Jadi jangan lagi hentikan langkahku! Apapun resikonya!"


Delia menantang suaminya.


Ia beranggapan bahwa Brian sengaja menunda-nunda karena ada beban mental mengenai ikatannya dengan sang ayah.


Sebenci apapun seorang anak tidak akan tega mencelakai ayahnya sendiri.


"Del!! Jangan coba-coba bertindak ceroboh!!"


Brian menarik tangan istrinya.


"Lepasin mas!! Aku sudah tidak sabar melihat ayahmu jatuh!! Jadi jangan halangi ku untuk terlibat dalam hal ini! Aku lelah mas dibohongi olehmu!"


"Aku tidak membohongimu! " Brian menatap wajah istrinya dalam.

__ADS_1


"Apa sampai detik ini kamu masih tidak mempercayaiku! Setelah apa yang aku lakukan!" Brian berharap Delia bisa membaca sorot matanya,bisa tahu kejujurannya.


__ADS_2