Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 117


__ADS_3

"Seperti apa mas?"tanya Delia penasaran.


"Seperti hubungan Widodo dengan ayah"


"Maksudnya?apa hubungan mereka sedang tidak baik?"


"Entah,,yang jelas aku mencium ada aroma penghianatan antar keduanya. Aku tinggal mencari cela keduanya agar semua jelas. Aku yakin antara Ayah dan Widodo ada sangkut pautnya dengan kematian ibu. "


"Aduh mas,,,kok aku jadi pusing ya,,aku,,aku bener-bener enggak habis pikir sama dua iblis itu" ucap Delia.


Brian menatap Delia dengan tatapan tidak suka.


Tanpa disadari Brian merasa terganggu dengan ucapan Delia menyebut Atmajaya iblis,meskipun saat ini Brian dan ayahnya berseteru tetapi dihati Brian masih ada ikatan untuk ayahnya.


Delia mengatupkan bibirnya,mengetahui bahwa suaminya tidak menyukai perkataanya.


"Mmmma maaf mas,,,a..aku bukan em,,bukan maksudku,,aku hanya kesulitan untuk melupakan semuanya.


Jujur sampai detik ini,aku masih belum bisa menerima kematian ayahku,meskipun hampir setahun,tapi tetap saja aku belum bisa mas,,ibuku ayahku semua pergi karna ayahmu. Karna kemarahannya semua orang yang aku sayangi menjadi korban. Bagaimana kehidupanku berubah drastis dan menderita karna ulah mereka. Belum para karyawan pabrik yang menjadi korban saat itu.


Kamu tahu mas,kami merasa sangat bersalah dengan keluarga korban yang meninggal,terlebih saat istri salah satu korban tengah hamil besar. Kami merasa benar-benar terbebani secara mental melihat semua itu. Bayang-bayang ayahmu dengan murkanya mengobrak-abrik rumahku yang tersisa. Semua masih melekat mas,aku akan merasa tenang jika semua sudah jelas. "


"Iya,aku bisa memahami itu,,maaf aku dan keluargaku menyulitkan mu" ucap Brian lemas.


"Ini bukan salahmu mas,,aku hanya mau kamu memahami dalamnya rasa sakit ku karna Ayahmu."


"Iya,tapi saya rasa sebutan iblis itu kurang enak didengar,meskipun aku ada dipihak mu,tapi naluri kusebagai anak masih melekat. Aku mohon,hargai aku juga"


"Iya mas,,maaf,,ucapan ku terlalu kasar ..,"


Delia menghadap Brian,meraih tangan suaminya.



"Hem,,ya sudah,kamu istirahat saja,aku akan keruang kerja sebentar,," Brian melepas pelukannya,ia bangun dan pergi ke ruang kerjanya.


Ia duduk bersandar,membayangkan apa yang Delia ceritakan tadi.


Betapa kejam ayahnya saat itu.


"Hem,,aku harus segera menemukan Dr. Anye untuk menanyakan kebenaran ceritanya saat itu."Batin Brian.


Ia menelpon Soni.


"Hallo Son,,maaf aku menganggu istirahatmu"


"Iya engga papa bro..ada apa? Lo baik-baik aja kan bro?"tanya Soni.


"Aku masih belum tenang Son,kamu pantau terus perkembangan kasus Kris di Dubai ya"


"Pasti bro,tenang saja..lo kenapa bro?kok suara loe lemes gitu"


Brian menarik nafas panjang dan membuang nafas kasar.


"Seperti yang aku duga,jika aku berbagi cerita dengan Delia mengenai masalah Ayah dan Widodo,itu seperti membuka luka lama Delia. Aku..."

__ADS_1


"Kamu kenapa bro? Apa dia juga kesal denganmu?"


"Tidak,dia tidak kesal denganku,,dia mengingatkanku tentang kebakaran pabriknya . Aku menyesal tentang tragedi kebakaran waktu itu,kamu tahu kan??


Disis lain Aku juga tidak terima jika ada yang mencaci ayahku"


"Itu wajar Ian,dulu kamu begitu mengidolakan sosok ayahmu itu,sosok idolamu adalah ayahmu,yang kamu segani,yang kamu jadikan tauladan. Kamu pernah menilai ayahmu sebagai sosok ayah yang sempurna. Kamu membelanya mati-matian. Ini akan menjadi pergelutan batin yang kuat nantinya. Kamu harus kuat Brian,untuk menghadapi kenyataan itu."


"Iya,"jawab Brian singkat.


"Lusa,aku akan menemui Dr. Anye,setelah tau pasti keberadaanya,kita akan bersama-sama menemuinya lagi"


"Terimakasih Son"


"Sama-sama Bro,,"


"Oiya,masalah Yesi,,aku ingat,dulu kamu pernah menyebut nama itu ...kamu ingat kan?"tanya Brian.


"Iya,,aku belum selesai membahasnya waktu itu...jadi menurut informasi,Yesi adalah mantan Sekertaris ayahmu di HR grup waktu itu.


Tapi entah ada alasan apa,dia mengundurkan diri dan pindah di Bali.


Mungkin ayahmu masih menjalin hubungan baik dengannya,mendirikan usaha bersama. Itu baru persepsi ku .


Karna Ayahmu beberapa kali bertemu dengannya di Bali."


"Sedekat itukah ayahku dengannya,sampai-sampai dia mempercayainya dan memilih membuka perusahaan tanpa sepengetahuanku?"


"Entah lah,,dalam beberapa acara juga mereka nampak bersama saat itu."jawab Soni.


"Oke,aku akan cari tahu sendiri seberapa dekat Yesi dengan Ayahku. Kamu punya alamat dimana Yesi tinggal?"


"Baik,terimakasih.."


Brian menutup panggilannya.


Ia kembali berfikir mencerna semua kejadian yang menimpa dirinya.


"Pertama,Widodo dan ayahku bekerjasama untuk menyingkirkan Yosep,menjodohkan ku dan menjauhkan ku dari Delia. Kalau apa yang dibicarakan Dr.Anye itu bohong,itu artinya sekarang Widodo menggunakan Dr. Anye untuk memfitnah ayahku. Tapi kalau itu sebuah kebenaran,berarti Ayahku benar-benar berselingkuh,mempunyai anak dan untuk apa Widodo justru membuka aib sahabatnya sendiri? Dia ingin memperkeruh hubunganku dengan Ayah. Huh..konspirasi apa lagi yang dilakukan Widodo. Benar kata Roby waktu itu,Widodo membawa pengaruh buruk untuk ayahku,,"batinnya.


Sudah lama Brian berada ruang kerjanya hingga Pukul 19.15


Delia mengetuk pintu.


"Mas,,,"panggilnya dari luar.


"Masuk" jawab Brian.


Delia membawakan secangkir kopi untuk suaminya.


"Kamu sudah sholat mas?"


Delia melihat suaminya tengah merapikan sajadah.


"Iya,,maaf,aku tidak bisa mengimami mu,,aku banyak pekerjaan"

__ADS_1


"Iya tidak apa-apa mas,,,aku tahu kok..oiya mas,kamu belum makan loh mas,,makan yuks"


Delia mengetahui klo tadi suaminya tersinggung karna ucapannya,ia berusaha membujuk ,mengembalikan mood suaminya.


"Iya"jawab Brian singkat.


"Ayo mas,," Delia menggandeng lengan Brian manja.


Brian tersenyum tipis,ia tahu bahwa istrinya tengah membujuknya.


"Sayang" Brian menggenggam kedua tangan Delia,ia menatap Delia tajam.


"Apa mas?"


"Kapan-kapan kita ke Bali yah"


"Serius mas??"Delia tersenyum sumringah ,ini kali pertama Brian mengajaknya pergi tanpa alasan pekerjaan.


"Eh,ini bukan urusan kerjaan kan?" Ia memastikan.


Brian menggelengkan kepalanya.


"Asikkkk....makasih ya mas..." Delia langsung memeluk suaminya.


"Tapi nunggu pekerjaanku selesai ya,,kamu tau kan,kemarin kantor udah aku tinggal cukup lama"


"Siap bossss" ucap Delia.


"Hem...ayo makan.."Brian merangkul istrinya,mereka berjalan beriringan menuju ruang makan.


***


Widodo memarkirkan mobilnya tepat didepan teras rumah Atmajaya.


Ia mengetuk pintu,dengan tidak sabar.


Bi Ijah dengan tergesa-gesa membuka pintu. Ia terkejut dengan kedatangan Widodo.


Raut wajahnya merah padam,mengisyaratkan kemarahan.


"Semoga saja dia tidak tahu kalau aku menyampaikan pesan pada Brian"batin bi Ijah.


"Mana Atmajaya?"tanya Widodo sinis.


"Sebentat tuan,saya panggilkan" Bi Ijah berlari kecil mencari majikannya yang tengah duduk di ruang TV bersama ibu mertuanya.


"Tuan,ada Tuan Widodo didepan"


"Suruh dia masuk keruang kerjaku"


"Baik"


*Maaf Ya Pembaca Setiaku....selalu nunggu tiap episodenya...


Terimakasih untuk LIKE👍 Komen & Vote nya...

__ADS_1


💐🎊🎊💮


Tetap setia menanti ya ....


__ADS_2