Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 147


__ADS_3

Diruang loundry Bi Ijah mencari - cari sesuatu yang beberapa hari yang lalu ia temukan.


"Aduh,,dimana ya,,,aku yakin aku tidak membuangnya,,"


Bi Ijah sampai berjongkok memeriksa kolong meja setrikaan dan kolong almari.


Ia juga memeriksa kotak-kotak yang ada di ruangan tersebut.


"Duh,kok bisa lupa gini ya...dimana dimana dimana??" Bi Ijah duduk sembari memegang kepalanya.


"Aku yakin,aku tidak membuangnya karena aku pikir itu berharga ,," batin Bi Ijah.


Bi Ijah bangkit mencoba kembali memeriksa kantung-kantung di baju miliknya.


"Bi,lagi cari apaan?" Sapaan bodyguard membuat bi Ijah terkejut.


"Subhanallah,,,kamu mengagetkanku!!"


"Cari apa bi?"


"Bbbukan apa-apa,,,bibi nyari uang kembalian belanja kemarin ke selip di saku,trus kecuci,,ini kok gak ada ya..."


"Owh,,kirain cari apaan,,udah bibi buang kali,,,oiya bi,aku mau bikin kopi,tapi kopi diruang jaga habis,,bibi menyimpan stock kopinya dimana bi?"


"Oh,,ambil aja di laci atas kulkas,disana ada 1pack besar kopi. Gulanya juga disana"


"Oke bi,makasih ya"


"Iya."


Setelah memastikan bodyguard itu pergi,bi Ijah kembali mencari-cari sesuatu yang diminta Brian.


"Ah,,kemungkinan aku simpan di kamarku,," bi Ijah masuk kedalam kamarnya dan kembali mencari di kantung baju ,celana dan kotak-kotak yang ada di kamarnya.


"Ah,,ini dia..."


Bi ijah merasakan menemukan kertas kusut di bawah tumpukan bajunya.


"Iya aku ingat,ini..aku sengaja menyimpannya disini sampai aku sendiri lupa. Hufh.. untung saja tidak terbuang"


Bi Ijah kembali menyimpannya,ia masukan kedalam plastik bening.


Bi Ijah menyiapkan makanan untuk dititipkan mang Jajang yang akan ke Rumah Sakit.


Ia masukan plastik itu kedalam tempat makan.


Setelah selesai,bi Ijah memanggil mang Jajang dan menitipkan makanan tersebut.


**


Sesampainya di Rumah Sakit,mang Jajang memberikan makanan yang sengaja dibuat oleh bi Ijah.


Delia meletakan nya dimeja,kemudian mengecek isi dari setiap wadah.


"Sayang,biar saya saja yang periksa"


"Iya mas" Delia kembali menutup satu wadah yang baru dia cek.


Satu persatu Brian membukanya hingga ia menemukan kertas lusuh yang dibungkus plastik.


"Ini pasti nota pembayaran obat itu" batin Brian.


Setelah mendapatkannya,Brian meminta izin pada Oma dan Delia untuk keluar ruangan.


"Oma,Del,,aku keluar dulu ya.."

__ADS_1


Mereka mengangguk.


Diluar ,Brian membuka plastik tersebut kemudian mengeluarkan kertas lusuh itu.


Dengan berlahan,ia membukanya,tak banyak yang bisa iya baca karena kertas itu sudah tercuci.


"Sepertinya bi Ijah menemukan ini di saku celana ayah"batin Brian.


"Sial,semua hancur,,semoga saja masih ada yang bisa aku baca.."Brian mencermati kertas itu dengan seksama.


"Apotik...em..apa ini ya?" Brian memutar dan membolak - balikkan kertas lusuh yang ia pegang.


"Sedang apa mas?"tiba-tiba Delia mengejutkannya dari belakang.


"Aduh Sayang,kamu ngagetin!"


"Maaf mas,,kamu lagi ngapain?apa itu?"


"Hem,,ini?"


"Iya"


"Coba liat Sayang,bi Ijah menemukan ini dari saku celana ayah. Ia menemukan kira2 satu hari sebelum Oma cek kesehatan. Apa kamu bisa membacanya??"


"Coba mas?"Delia mengambil kertas itu kemudian mencermati sisa sisa tulisan yang ada.


"Em,,ni huruf depannya engga kebaca mas,,tapi ini alamatnya seperti jalan em,,kemungkinan ini jalan soekarno kalau engga salah si mas"


"Coba cari di internet,apotik yang berada di sekitar daerah situ."lanjut Delia.


"Oiya,coba lihat ini,apa kamu tahu ini obat apa?" Brian menunjukan foto obat yang dia kirim ke dokter itu.


"Iya,aku tahu,,ini sebenarnya obat biasa tapi kalau diberikan pada penderita penyakit jantung seperti oma,ini mempunyai efek samping yang cukup berbahaya."


"Iya mas,,yaw udah,masuk yuks mas,,kita makan makanan yang bibi bawa"


"Hem." Brian dan Delia kembali masuk kekamar dan makan malam di ruang rawat inap.


*Keesokan harinya*


Oma membuka matanya berlahan,waktu menunjukan pukul 4.35.


Pemandangan yang menyejukkan tersaji di hadapannya.


Ia melihat Brian dan Delia tengah sholat subuh berjamaah.


Pemandangan yang tak pernah ia lihat antara anak dan menantunya.


Tanpa ia sadari,matanya berkaca-kaca.


"Ya Allah,apakah aku selama ini salah menilai wanita itu? Ataukah ini hanya sandiwaranya untuk menarik simpati ku. Aku melihat cucuku sangat bahagia bersamanya. Selama di Amerika,dia jarang sekali terlihat sholat,tapi setelah kehadiran wanita itu,,"


Ada kebimbangan dalam hati Oma.


"Dia yang selalu aku benci,tetap saja bersikap baik padaku,dan tak pernah sekalipun mencelakai ku,, tapi kenapa dia incar uang 2M dari Brian?kalau bukan matre apa namanya?"


Selama ini Oma masih terbayang cerita Tania dan Atmajaya bahwa Delia meminta uang 2M sebagai syarat pernikahan mereka.


"Oma,oma sudah bangun??"


Segera Delia melipat mukenanya. Begitu juga Brian,ia segera bangun dan menghampiri Oma.


"Oma butuh sesuatu?"


Oma menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Oma,,oma mmau,,"


"Mau apa oma?"tanya Delia tulus.


" Ssholat.."


Mendengar Oma ingin sholat,Brian dan Delia saling berpandangan.


Brian tahu benar,ia dibesarkan bukan dari keluarga yang sangat taat beribadah. Ini kali pertamanya mendengar Oma nya ingin melaksanakan sholat lagi,setelah meninggalnya Ibu.


"Bbbaik oma,Delia siapkan ya..oma mau tayamum atau wudhu?" Delia sangat bersemangat.


"Antar aku wudhu,,"pinta oma.


Brian langsung membopong Oma,menempatkan Oma dikursi roda. Dan


Delia membantu Oma untuk wudhu.


Kemudian Brian kembali membopong oma,meninggikan sandaran tempat tidurnya.


Delia memakaikan mukena pada Oma.


"Sementara Oma,sholat dengan duduk saya ya,,"pinta Delia.


Oma tetap diam tidak mempedulikan perkataan Delia.


Delia dan Brian duduk di sofa. Brian tak sedikitpun melepas tatapannya pada Oma.


"Ini sangat mengharukan.."bisik Brian.


"Sama halnya pada saat pertama kali aku melihatmu sholat,saat di Bali mas" jawab Delia.


Kemudian Brian merangkul istrinya mengecup kepala istrinya lembut.


"Hem,,semoga saja ini awal,awal Oma mau membuka hatinya ,mau menerima kepergian Ibu dengan ikhlas dan bisa menerimamu"


"Aamiin mas,,"


Setelah selesai sholat,Oma meminta diantar ke luar ruangan berkeliling taman rumah sakit.


"Oma,biar saya saja yang antar ya.."Delia menawarkan dirinya.


"Tidak usah!"ketus Oma.


"Kamu bersiap saja sayang,,biar Oma saya yang nemenin"


"Ya udah mas,hati-hati ya..."


Kamar rawat inap Oma,termasuk kelas ekslusif. Dimana kamarnya seperti mini apartemen,ada ruang kamar khusus penunggu yang cukup luas,ada fasilitas mini bar dan kamar mandi mewah.


Didalam kamar,Delia menyiapkan kopi dan roti bakar untuk suaminya.


Ia merapikan berkas dan laptop suaminya yang semalam diantar oleh Soni.


Sementara itu di taman Oma dan Brian saling berbagi cerita,tentang pekerjaannya.


"Ian,apa kamu benar-benar yakin dengan gadis itu?apa istimewanya bagimu? Sedangkan kamu bisa mendapatkan wanita yang lebih darinya."


Tiba-tiba Oma ingin membahas Delia.


"Sejak awal bertemu,aku yakin oma. Dia wanita tangguh dan pekerja keras."


Brian menceritakan awal pertemuanya dengan Delia.


Dari ia menyuruh Soni membuntutinya,ia ceritakan awal ia bimbang antara dendam dan rasa sukanya. Hingga akhirnya Delia menerima cintanya.

__ADS_1


__ADS_2