Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 45


__ADS_3

***Sebelum lanjut...izinkan saya mengingatkan ya saaay...jangan lupa,like,komen,rate and Votenya yaa...


Biar saya termotivasi dan lebih semangat lagi cari inspirasi..πŸ˜ƒπŸ˜‡


TERIMA KASIH semuaaaa...


πŸ’•πŸ’•πŸ’πŸ’πŸŒΈπŸ’•πŸ’•***


"Ya Allah...rasanya badanku benar-benar terposir,butuh releksasi ini mah..."


Waktu menunjukannpukul 4 sore. Fani yang masih berkutit dimejanya beeusaha meregangkan otot-ototnya..


Beberapa hari ini semenjak penolakan Delia,Roby berubah menjadi monster,,dia sengaja menyibukan dirinya dengan segudang pekerjaan,banyak clien pula yang mengajak kerjasama dengan CV yang kini berkembang menjadi sebuah perusahaan,meskipun belum sebanding dengan Perusahaan Golden Big milik Brian,dan Perusahaan SE group yang dikelola Atmajaya.


Tiba-tiba ada suara langkah kaki mendekati mejanya,membuat Fani dengan sigam membenarkan posisi duduknya,dan kemudian berdiri .


"Ada apa tuan,ada yang bisa saya bantu?"ucapnya.


"Kamu boleh pulang,nanti sebelum pukul 18.00 kita ke La Brasserie Restourant,saya akan menjemputmu"


"Baik tuan,tttapi...saya bisa sendiri tuan,saya tidak mau merepotkan tuan."


"Tidak merepotkan ,oke pulanglah" jawabnya singkat kemudian meninggalkan Fani tanpa menunggu jawaban darinya.


"Hem,sejak kapan dia menjadi pemaksa githu.."gerutunya lirih seraya merapikan mejanya sebelum kemudian dia pergi.


Fani masuk kedalam lift kemudian keluar kearah parkiran.


Meraba tasnya untuk mengambil kuncimotor,namun saat itu ada getaran yang berasal dari ponsel miliknya.


Satu chat masuk.


KALAU SUDAH SAMPAI RUMAH,SHARE LOK


pesan dari bosnya.


***


"Ayo Del,kita berangkat sekarang aja mumpung masih sore."ajak kak Bimo yang sudah menggegam kunci motor.


"Ayo,tapi naik mobilku aja ya kak,,semenjak mas Brian dipenjara dia melarangku naik motor,dan sudah menyiapkan mobil beserta supirnya."ucap Delia dengan memanyunkan bibirnya,dia sebenarnya risih dengan keberadaan sopir dan beberapa bodyguard.


"Hahaha,,,dia yang dipenjara kamu yang merasa terkekang..oke,baiklah,,pantas saja dari awal aku pulang banyak penjaga disekeliling rumah,yang menatapku tajam..ngeri juga liat mereka." Tawa Bimo seraya merangkul adik sepupunya.


"Ho ohh..dia tu lebay kak,aku keluar buang sampah kehalaman belakang aja udah dipelototin..dikira mau pergi,langsung disamperin,,nyonya mau kemana?butuh apa..?biar saya saja...hufh" Delia menirukan ucapan para bodyguardnya.


"Hei hei hei..jangan menghibah...udah gih pergi...kasiha mereka entar kupingnya panas,mereka juga lagi kerja kasihan." Tiba-tiba bibi Mira berdiri diantara anak dan keponakannya.


"Hehe..." Delia menunjukan barisan giginya.


"Iya tu,Delia bawel..dikasih enak malah nolak,yuk brangkat" Bimo mendahului Delia menuju mobil sedan mewah berwarna putih milik Delia.


Sang sopir kemudian menghampirinya.


"Tuan,biar saya saja yang menyupiri kalian"


"Tidak perlu pak,biar saya saja,, pak Jajang istirahat saja."


"Tidak mengapa tuan,nanti saya dimarahi tuan Brian kalau membiarkan nyonya."


"Dia kan gak sendiri pak,dia sama saya kakaknya..jadi pak Jajang santai saja.."


Akhirnyapun pak Jajang memenuhi permintaan Bimo,dia menyerahkan kunci mobilnya.


Disisi lain ada 2 pria dengan tubuh kekar,memakai jaket kulit, lengkap dengan Earphone Earpiece yang terpasang ditelinganya.

__ADS_1


Keduanya sudah bersiap diatas motornya.


"Ayo Kak,,"Delia membuka pintu mobilnya,dia duduk disebelah kursi pengemudi,Bimo masuk sebagai pengemudi.


"Lets go,,kita kelokasi" ucap Delia.


Bimo memutar strirnya ,mengarahkan mobil kelokasi dimana akan didirikan Klinik kesehatan khusus ibu dan anak.


Sementara itu Brian sedang menyiapkan kepulanganya sore ini,pengacara mereka sudah berhasil mengeluarkan Brian dari penjara.


Brian sengaja tidak mengabari siapapun,pengacaranya juga diperintahkan untuk tetap diam.


Brian dan Sony menyiapkan sebuah kejutan untuk Delia.


Soni juga mengetahui kemana Delia pergi dari para bodyguard dan beberapa kamera yang sengaja dipasang di mobil milik Delia.


Delia meninjau bangunan bekas skincare yang sudah lama kosong,dia berniat ingin membelinya,dan merenovasi sedikit saja bangunan itu.


Proses akad jual belipun selesai.


"Besok aku akan mulai merenovasi bangunan ini dan merekrut tenaga medis yang siap bekerja disini,apakah kakak mau membantuku?"ucapnya saat kembali memerikasa ruangan demi ruangan.


"Baiklah,nanti kakak akan membantumu,kebetulan kakak juga punya kenalan di Rumahsakit ternama,dan beberapa dokter disana,prosesnya seperti apa nanti kakak akan cari tahu."


"Baiklah,klinik ini aku targetkan 6 bulan harus bisa selesai..dan kita bisa mengoprasikanya. Semoga,almarhumah ibu bisa senang karna Klinik Mutiara Bunda akan dibuka kembali."


"Aamin..ayo,sudah hampir magrib,kita pulang atau mau makan dulu?"


"Makan dulu aja ya kak..aku udah laper soalnya. Kita sholat magrib dijalan." Ujarnya yang masih memusingkan bola matanya kebeberapa penjuru.


"Oke,bos bawelll..."Bimo mengacak-acak rambul Delia.


"Huh!! Bian Gembul!!"Delia membalas ejekan kakaknya.


"Hrrrrr..." Bimo merasa tidak suka dengan sebutan itu.Mereka pun saling ejek selama perjalanan ke Restourant.


La Brasserie Restouran


Bimo memarkirkan mobilnya,kemudian Bimo dan Delia berjalan beriringan,banyak mata yang menatapnya,terperangan dengan kecantikan Delia dan ketampanan Bimo.


Sebagain dari mereka ada yang beranggapan mereka adalah sepasang kekasih.


"Gih pesan..aku mau kekamar mandi dulu"ucap Bimo.


"Oke"


Delia pun memanggil pelayan dan memesan beberapa santapan makan malam.


Sambil menunggu pesanananya Delia terus mengecek ponselnya.


"Kenapa sampai sekarang gak ada kabar dari mereka ya"batinnya cemas.


Sedari tadi dia menunggu kabar dari para pengacaranya,namun sampai pukul 18.00 tak satupun dari mereka menghubunginya.


"Ahhh...telpon aja kali ya.."ucapnya lirih.


Berkali-kali Delia mencoba menghubungi kedua pengacara dan Soni tapi nomer mereka dialihkan.


"Ada apa sebenarnya?kok pada gini si.." Delia mulai kesal.


Dari arah samping ada yang mencoba mengagetinya.


"Dorrrrr"


"Subanallah...Fani???ihhhh..."

__ADS_1


Delia memegang dadanya terkejut.


Dilihat sahabatnya Fani yang cantik dan anggun memakai Dres hitam,dengan tas bermerk ditanganya,Rambut ikat terurai rapi,highgill senada.


"Hehee...abis dari tadi aku lambaiin tangan malam diem aja,,tu bibir kenapa ditekuk?"


"Eh,,engga papa..." Delia melirik ke arah lain dimana Roby datang menyusul.


"Kalian??"bisik Delia curiga


"Sssttt..pak bos ada jamuan makan malam dengan client,"


"Ohhhh..."Delia mengangguk,dan Roby menghampirinya.


"Eh,Del..kamu disini?sendirian?"


"Iya kak,,aku sama kak Bimo sepupuku"


"Hah Bimo???" Fani yang dari dulu diam diam mengaguminya tercengang mendengar Delia menyebut nama Bimo.


Roby melirik kearahnya,lalu disisi lain Bimo sedang berjalan kearah mereka.


"Maaf Del kelamaan,," ucapnya sembari menatap dengan ujung matanya kearah Fani dan Roby.


"Eh,kak..kenalin..ini Roby dan yang ini mah kakak gak perlu dikenalin..hehehe..."


Bimo memberikan tangannya pada Roby dan Fani..mereka bersalaman dengan saling melempar senyum.


"Wah,kebetulan sekali kalian disini,mari makan bareng"ajaknya


"Maaf,kami sebenarnya sudah ada janji dengan clien kami,sengaja kami berangkal lebih awal,,em,mungkin lain kali saja kak" Roby menolaknya halus.


Sementara Fani terus menatap Bimo dengan penuh makna.


Dia mengagumi Bimo meskipun tidak ada keberanian untuk lebih dekat dengannya.


"Oke,baiklah,,"


"Kami permisi kak" Roby dan Fani pergi meninggalkan mereka.


Ya Allah,,jantung gue..hufh..dia dia bener -bener buat gue mati kutu...haduhhh...Faniii...kendalikan dirimu


Batin Fani dengan perasaan grogi bercampur aduk membayangkan ketampanan Bimo.


"Fan!!!are you oke?" Roby menyadarkan Faninyang masih melamun.


"Oh..iya ad-ad-ada apa tuan??"


Fani terbata-bata terkejut dengan suara Roby.


"Kalau kamu kurang sehat kamu boleh pulang."ucapnya dingin.


"Ti-t-tidak tuan,I'm oke"


5menit kemudian Client mereka datang.


BIMO



FANI



ROBY

__ADS_1



__ADS_2